Beralih ke bagian utama

Terbit 30 April 2024 DOI: 10.21787/jbp.16(1).2024

SINTA 2
Jurnal Bina Praja J. Bina Praja VOL. 16 NO. 1 2024 e-ISSN 2503-3360
Artikel
15
Rentang Halaman
1–233
e-ISSN
2503-3360
p-ISSN
2085-4323
Terbitan Akses Terbuka

Vol 16 No 1 (2024)

Terbitan Jurnal Bina Praja ini memuat 15 artikel dari 39 penulis.

  • 15 Artikel
  • 39 Penulis
  • 23 Afiliasi
  • 233 Halaman
Daftar Isi

Artikel dalam Terbitan Ini

Artikel Riset Asli

  1. Evaluating Local Government Policy Innovations: A Case Study of Surabaya's Efforts in Combating Stunting and Enhancing Public Health Services Quality

    Deasy Arieffiani, Mas Roro Lilik Ekowanti

    Abstrak

    This research aims to evaluate regional innovations in implementing Surabaya City government policies to reduce stunting rates and improve the quality of public health services. A qualitative descriptive method was used with a case study approach involving field observations and structured interviews. The research results show the success of Posyandu Prima in reducing stunting rates significantly in the last two years. The Surabaya City Government has proven effective in managing this program's human resources and budget. The active involvement of Great Surabaya Cadres (KSH) and non-governmental organizations also contributed greatly to the program's success. Cross-sector collaboration plays an important role in supporting implementation. Institutional characteristics, such as commitment to public health and ability to collaborate, also matter. Theoretically, this research shows that synergy between the parties involved and government commitment can achieve significant results in handling the stunting problem. In conclusion, the Prima Posyandu Program has proven successful in reducing stunting rates and improving the quality of public health services in Surabaya. Additionally, the collaborative efforts between community stakeholders, healthcare providers, and governmental bodies underscore the crucial role of multi-sectoral partnerships in addressing complex public health issues like stunting. This synergy fosters comprehensive approaches that combine local knowledge, resources, and policy support to effectively combat stunting and enhance the well-being of communities. Thus, the Prima Posyandu Program's success is a compelling example of how concerted action and sustained commitment can yield tangible improvements in population health outcomes.

    PDF

    2.023 Dilihat 2.310 Diunduh

  2. Mentransformasi Kebijakan Pengentasan Kemiskinan: Adaptasi Pendekatan Arsitektur Inovasi Daerah

    Gema Bangsawan

    Abstrak

    Kemiskinan sebagai sebuah kondisi ketidakmampuan seseorang memenuhi kebutuhannya menjadi tantangan pencapaian kesejahteraan masyarakat di banyak daerah, membutuhkan pendekatan yang holistik dan terpadu. Adaptasi terhadap arsitektur inovasi perlu dilakukan dalam menghadapi berbagai kontur budaya dan sosio ekonomi masyarakat yang berbeda-beda di Indonesia. Pendekatan ini tidak hanya memberikan alternatif baru dalam strategi pembangunan daerah, melainkan juga membuka peluang terbaru dalam upaya transformasi dan adaptasi inovasi untuk mengatasi permasalahan kemiskinan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merestrukturisasi arsitektur inovasi dan bagaimana arsitektur tersebut dapat mentransformasi daerah dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisa studi literatur yang berfokus menggali kebaruan dalam menyusun sebuah analisa dan rekomendasi solutif dan aplikatif di masyarakat dan juga menganalisis beberapa daerah yang telah menerapkan inovasi daerah dan telah berhasil mengurangi jumlah kemiskinan secara lokal. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur yang memiliki relevansi kuat dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur inovasi dapat mendorong transformasi daerah dalam penanggulangan kemiskinan melalui: 1) peningkatan kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan, 2) penciptaan ekosistem inovasi yang kondusif, dan 3) pengembangan solusi inovatif yang kontekstual dan berkelanjutan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa arsitektur inovasi memiliki potensi besar dalam mentransformasi daerah untuk mencapai penanggulangan kemiskinan. Hal ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan merupakan kunci dalam menciptakan solusi inovatif yang efektif. Arsitektur inovasi dapat menjadi alat yang efektif dalam mentransformasi daerah untuk mencapai penanggulangan kemiskinan. Implementasi arsitektur inovasi yang tepat dan berkelanjutan dapat membantu daerah dalam menciptakan solusi inovatif yang kontekstual dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    PDF

    991 Dilihat 1.910 Diunduh

  3. Analisis E-Readiness untuk Mempercepat Transformasi Menuju E-Government pada Pemerintah Daerah di Indonesia: Studi Kasus Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau

    Evi Zubaidah, Monalisa, Sylvina Rusadi, Tito Handoko

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, khususnya Satpol PP dan KPBD, dalam mengimplementasikan aplikasi Si ATAN BEDA yang telah diimplementasikan. Analisis E-Readiness dilakukan dengan menggunakan pendekatan STOPE. Aplikasi layanan Si ATAN BEDA berfungsi sebagai kanal pengaduan masyarakat, sehingga memudahkan masyarakat dalam menyampaikan laporan dan pengaduan terkait gangguan ketenteraman, ketertiban umum, dan bencana daerah. Implementasi layanan aplikasi Si ATAN BEDA belum menunjukkan hasil yang optimal dikarenakan kurangnya pemahaman pemerintah terkait E-Readiness dan pengambilan keputusan tanpa pertimbangan fakta yang memadai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Setelah data lapangan terkumpul, data diolah dengan menggunakan NVivo 12 untuk memberikan gambaran visual dari hasil temuan lapangan dan dianalisis berdasarkan teori yang mendukung hasil temuan. Hasil dan pembahasan menyimpulkan bahwa model kerangka kerja STOPE yang terdiri dari strategy, technology, organization, people, dan environment merupakan model yang paling tepat untuk mengevaluasi E-Readiness pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu. Pada domain strategi, terdapat kurangnya peran pimpinan dalam memberikan arahan dan pengawasan, serta kelemahan dalam perencanaan pengembangan aplikasi. Domain teknologi menunjukkan adanya kendala dalam penggunaan aplikasi dan keamanan yang masih perlu diperkuat. Kurangnya kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam implementasi aplikasi menjadi tantangan dalam domain organisasi. Domain sumber daya manusia menunjukkan bahwa kualifikasi keterampilan petugas tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya, dan pemahaman terhadap aplikasi masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, pada domain lingkungan pengetahuan masyarakat, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang aplikasi menunjukkan kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah, sehingga masyarakat belum sepenuhnya merasakan manfaatnya.

    PDF

    1.837 Dilihat 1.282 Diunduh

  4. Inklusi dan Pemberdayaan Sosial: Mengembangkan Potensi Lokal di Desa Bahu Palawa, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah

    M. Syaeful Anam, Muhammad Zusanri Batubara, Atem, Habibah Pidi Rahmatu

    Abstrak

    Kebijakan pemerintah tentang dana desa bertujuan untuk mendorong kemandirian desa. Kemandirian desa dapat difokuskan pada pembangunan berbasis potensi lokal. Penelitian mengenai pembangunan desa berbasis potensi lokal belum banyak yang mengeksplorasi isu inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menganalisis pendekatan inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan potensi lokal di Desa Bahu Palawa. Inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat menjadi penting untuk dikaji karena kedua aspek ini berperan dalam mendorong pembangunan yang lebih adil, partisipatif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan kerangka teori Bennett (2003) mengenai inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data: observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen dan literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Bahu Palawa telah berupaya mendorong inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal. Inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat belum berjalan optimal karena kurangnya akses terhadap pelayanan dasar, kesadaran dan pengetahuan, keterbatasan infrastruktur, kesenjangan ekonomi, dan belum efektifnya program pemberdayaan masyarakat. Kondisi ini menghambat partisipasi masyarakat dan membuat mereka tidak dapat terlibat secara penuh dalam pembangunan desa. Kesimpulannya, pengembangan potensi lokal membutuhkan pengembangan inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat yang holistik. Hal ini dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan fokus pada peningkatan kapasitas lokal.

    PDF

    1.289 Dilihat 1.075 Diunduh

  5. Digitalisasi dan Inovasi Proses Layanan: Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Pendidikan Tinggi di Pulau Kalimantan

    Muhammad Adie Karya, Bambang Santoso Haryono, Sujarwoto

    Abstrak

    Pelayanan publik yang mengimplementasikan asasnya merupakan amanat Undang-Undang. Digitalisasi dan inovasi proses layanan menjadi suatu keharusan pada era digital saat ini. Masih banyaknya laporan masyarakat atas layanan digital secara umum dan masih banyaknya perguruan tinggi swasta di Kalimantan memiliki akreditasi kategori C/Baik/Tidak Terakreditasi menandakan proses digitalisasi dan inovasi layanan pada layanan pendidikan tinggi di Kalimantan mempunyai tantangan yang tidak mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana upaya Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi di Pulau Kalimantan serta untuk mengetahui faktor keberhasilan dan faktor penghambat pada upaya ini. Metode pada penelitian ini adalah kualitatif dengan interview atau wawancara dan observasi sebagai data primer, sedangkan data sekunder menggunakan dokumentasi, dan studi literatur. Teknis analisis data menggunakan triangulasi dengan tahap pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil menunjukkan bahwa 1) Terdapat 5 inovasi digitalisasi layanan yang diperuntukkan untuk stakeholder atau pengguna layanan yang terus dikembangkan untuk mengakomodir seluruh jenis layanan pada sesuai dengan standar pelayanan, 2) Inovasi proses layanan yang dilakukan dengan mengubah alur proses pada standar pelayanan dari 12,4 hari menjadi 7,5 hari, 3) Faktor pendukung yang menjadi utama yakni digital leadership dan sumber daya manusia, 4) Faktor penghambat yang menjadi utama yakni komitmen dan literasi digital. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan suatu upaya yang harus didukung semua aspek pada sebuah organisasi untuk menjalankan digitalisasi dan inovasi layanan yang berkelanjutan.

    PDF

    1.399 Dilihat 1.018 Diunduh

  6. Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam Meningkatkan Jumlah Wisatawan Melalui Aplikasi Ekabo

    Mauludy Nugraha

    Abstrak

    Penelitian ini menganalisis upaya pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan jumlah wisatawan melalui pemasaran digital dengan layanan aplikasi Ekabo. Kemudian, memberikan saran dalam pengelolaan aplikasi Ekabo bagi pemerintah daerah Kabupaten Bogor. Pasca pemulihan COVID-19, pariwisata menjadi salah satu indikator pembangunan ekonomi. Begitu juga dengan Kabupaten Bogor yang memiliki potensi dalam pengelolaan pariwisata. Aplikasi Ekabo menjadi senjata pariwisata yang inovatif bagi pemerintah kabupaten Bogor. Terobosan aplikasi ini menjawab ketimpangan kualitas pariwisata di Kabupaten Bogor yang cenderung terpusat di satu wilayah. Berdasarkan penelitian ini, penulis melihat adanya peluang untuk memaksimalkan aplikasi ini dengan mendapatkan peningkatan pendapatan asli daerah di sektor pariwisata. Namun, implementasi aplikasi Ekabo mengalami beberapa kendala, seperti sosialisasi yang kurang merata karena luasnya wilayah kabupaten Bogor. Para penggiat pariwisata perlu mendapatkan lebih banyak kesadaran tentang pentingnya mempromosikan pariwisata melalui sarana digital. Kemudian, buruknya koneksi internet di beberapa daerah perbatasan yang sering menjadi keluhan wisatawan, dan partisipasi aktif pengelola pariwisata perlu lebih tinggi. Oleh karena itu, penulis menawarkan beberapa usulan strategi agar aplikasi Ekabo dapat dikenal oleh wisatawan mancanegara dan lokal, di antaranya adalah memperkuat aplikasi Ekabo di semua media sosial yang sudah terkenal sebagai promosi digital, berkolaborasi dengan para konten kreator pariwisata serta membuat brand ambassador, dan mendata atraksi-atraksi wisata oleh para penggiat pariwisata yang berkolaborasi dengan para penggiat pariwisata di lapangan.

    PDF

    891 Dilihat 810 Diunduh

  7. Mentransformasi Keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah: Mendongkrak Pertumbuhan Melalui Inovasi di Kabupaten Lombok Tengah

    Fathurrahman, Suci Emilia Fitri

    Abstrak

    Studi ini membahas tentang tantangan yang dihadapi oleh UMKM. Penelitian ini berfokus pada pentingnya inovasi sebagai transformator bagi UMKM khususnya di sektor keuangan Kabupaten Lombok Tengah. Tantangan yang semakin berat dihadapi oleh UMKM di Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-eksploratif. Lokus penelitian adalah Kabupaten Lombok Tengah. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) teknik. Wawancara mendalam dilakukan terhadap pelaku UMKM, sektor Keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam kegiatan dan ekosistem UMKM. Selanjutnya, observasi dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan untuk lebih memahami kegiatan sehari-hari dan tantangan yang dihadapi oleh UMKM. Dalam upaya mengkonfirmasi data dan informasi yang diperoleh, diskusi kelompok terarah (FGD) kemudian dilakukan sebagai bagian dari teknik triangulasi dalam metode kualitatif. Studi ini menemukan bahwa membina interaksi di antara UMKM merupakan kunci bagi pertumbuhan dan keberlanjutan mereka. Baik melalui kemitraan tradisional maupun platform digital, UMKM dapat memperoleh manfaat dengan bersatu untuk meningkatkan daya saing mereka dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi secara keseluruhan. Selain itu, transformasi keuangan UMKM melalui inovasi membuka peluang pertumbuhan dan meningkatkan daya saing di era digital. Pemerintah dan berbagai pihak terkait harus terus bersinergi untuk mendukung transformasi keuangan UMKM. Hal ini dapat dicapai dengan menyediakan infrastruktur digital yang memadai, program edukasi dan pelatihan fintech, serta regulasi yang mendukung pertumbuhan UMKM. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah, sektor swasta, UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya bekerja sama untuk mengatasi tantangan dan mewujudkan peningkatan keuangan UMKM melalui inovasi yang berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah.

    PDF

    1.196 Dilihat 1.534 Diunduh

  8. Pengembangan Sistem Informasi Geografis untuk Pemerintahan dengan Metode Extreme Programming dan User-Centered Design

    Subhan, I Gusti Ayu Suciningsih

    Abstrak

    Pengembangan perangkat lunak adalah salah satu kebutuhan paling kuat di setiap organisasi dan industri pada generasi saat ini. Hal ini digunakan untuk membantu fungsionalitas sistem mereka dengan menggunakan panduan pengembangan perangkat lunak yang bernama Software Development Life Cycle (SDLC). Berbagai pengembangan sistem telah dilakukan, termasuk pengembangan sistem layanan pengaduan masyarakat. Penelitian ini menerapkan metode pengembangan Extreme Programming (XP) dan User-Centered Design (UCD) untuk mengembangkan sistem informasi geografis layanan pengaduan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri. Metode pengembangan ini diharapkan dapat memenuhi harapan pengguna. Selain itu, dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk dengan hasil yang akan ditunjukkan dengan melakukan uji kegunaan dan uji validitas. Penelitian ini menerapkan metode pengembangan extreme programming dan user-centered design, baik secara kuantitatif maupun kualitatif untuk pengujian pengguna. Aplikasi berhasil dikembangkan dengan menggunakan metode pengembangan XP dan UCD. Aplikasi layanan pengaduan BNN Kota Kediri berhasil dikembangkan dalam beberapa tahap: perencanaan, implementasi desain, dan kode program, dilanjutkan dengan tahap evaluasi. Pada tahap evaluasi, hasil pengujian usability pada aplikasi mobile geotagging layanan pengaduan BNN Kota Kediri memperoleh total skor 92,75% dengan interpretasi sangat baik, dan hasil pengujian validasi memperoleh nilai 100%. Penerapan extreme programming dan user-centered design sebagai metode pengembangan menghasilkan usability testing dan user experience yang tinggi karena pada tahap pengembangan mengutamakan interaksi dan pendapat pengguna.

    PDF

    1.578 Dilihat 1.027 Diunduh

  9. Performance Analysis of Innovative and Flexible Modern Leadership Towards a Golden Indonesia

    Arman, Rini Indryati Patasaka, Stephen Yong-Seung Park

    Abstrak

    This research aims to understand the role and influence of innovative and flexible modern leadership in pushing Indonesia toward the vision of a golden Indonesia. With research variables, analyzing innovative and flexible modern leadership performance towards a Golden Indonesia involves several important aspects. Three analyses are made regarding this first. Creativity and innovation, second. Collaboration, flexibility, and third. Development of human potential. This involves analyzing leaders’ strategies, policies, and actions to stimulate economic growth, improve governance, and increase societal well-being through innovative and flexible modern leadership performance toward a golden Indonesia. A quantitative research method used a multistage random sampling survey method, which can open up opportunities to gain a deeper understanding of the leadership phenomenon, with 1200 respondents throughout Indonesia who are 17 years old or have been married for two years. The findings of the innovative and flexible modern leadership performance analysis towards a Golden Indonesia involve several important aspects, where the modern leadership performance analysis shows creativity and innovation (38%), collaboration and flexibility (29%), and the development of human potential (27%) And the need for modern leadership can be seen in transformational leadership (36%), situational leadership (30%), and servant leadership (28%), I don’t know 6%. By analyzing the data, performing statistical analysis with reliability testing, using software, and identifying patterns. These three things have advantages and disadvantages in certain work situations and will have an impact on the government in the future toward a bright and certain golden Indonesia.

    PDF

    1.155 Dilihat 991 Diunduh

  10. Rethinking the Role of Customary Elites: The Flexibility of Adat and the Interest of Customary Elites in Local Politics in Lampung, Indonesia

    Masanori Kaneko, Bartoven Vivit Nurdin, Ifaty Fadliliana Sari, Asnani, Syifaa Sabianova Addina Turki, Denysha Thesalonica

    Abstrak

    This study examines the customary elites' role in the local socio-political landscape in Lampung, Indonesia. The problem is that so far, the role of customary elites is often ignored in regional development, where they only become political symbols and are used for local political interests in the region. In this case study, customary elites attempt to manage their adat communities so that they make positive contributions to society. Adat still has a significant influence and plays an important role in the daily lives of the Lampung people. However, this is not just community-level regulation or customary law; it also has important cultural and social significance for the nation. This study uses qualitative research methods and an ethnographic approach. Data was collected through in-depth interviews and participant observation with analysis using data reduction, verification, data display, and data triangulation. The result showed that adat helps form and maintain social ties among local communities, contributing to government development programs and administrative changes. In the adat government, traditional elites also represent their adat communities. Adat shows flexibility towards change while preserving local wisdom and contributing to regional development. Customary elites and adat communities have great influence in society, and they are valued and respected by their collective members. Their role should be maximized by local governments in regional development because one of the keys to successful development is utilizing local wisdom because local wisdom is the element that is most adaptable and flexible in change.

    PDF

    957 Dilihat 754 Diunduh

  11. Tata Kelola Pemerintahan yang Inovatif dalam Pengelolaan Pelayanan Publik Melalui Aplikasi Jakarta Kini di Provinsi DKI Jakarta

    Komang Adi Sastra Wijaya

    Abstrak

    Salah satu konsep Jakarta Smart City ditandai dengan adanya inovasi daerah. Aplikasi JAKI (Jakarta Kini) merupakan inovasi layanan satu pintu yang membantu masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Pengelolaan aplikasi JAKI (Jakarta Kini) sebagai inovasi daerah selaras dengan tata kelola pemerintahan yang inovatif dalam kajian administrasi publik. Tata kelola pemerintahan yang inovatif sebagai pembaharuan tata kelola pemerintahan yang baik tidak cukup untuk mengatasi permasalahan khususnya di sektor publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Innovative Governance dalam Mengelola Pelayanan Publik Melalui Aplikasi JAKI (Jakarta Kini) di Provinsi DKI Jakarta dan untuk mengetahui Innovative Governance dalam Mengelola Pelayanan Publik Melalui Aplikasi JAKI (Jakarta Kini) di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara, dan data sekunder dari buku, artikel, dan penelitian terdahulu. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Penelitian ini menganalisis tata kelola pemerintahan yang inovatif sebagai manajemen pelayanan publik melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini) di DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan di DKI Jakarta dapat dikategorikan inovatif melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini). Namun, pihak pengelola harus melakukan sosialisasi secara aktif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan melakukan perbaikan secara berkala untuk meminimalisir kesalahan dalam sistem pelayanan.

    PDF

    2.235 Dilihat 1.441 Diunduh

  12. Kolaborasi Hexa Helix dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal: Studi Kasus UMKM Tenun Ikat di Kota Kupang

    Lidya Carolina Tuthaes, Hendrik Toda, Primus Lake

    Abstrak

    Ekonomi kreatif Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa, dengan kontribusi sebesar Rp1.105 triliun pada tahun 2018. Di antara komponen-komponennya yang tidak terpisahkan, tenun ikat memainkan peran penting dalam mempertahankan produksi, melestarikan tradisi, dan menjaga keaslian produk. Sektor ini mendorong inovasi, adopsi teknologi digital, dan mendapatkan manfaat dari kebijakan pemerintah yang mendukung industri kreatif. Meskipun telah diakui secara internasional, tenun ikat tradisional menghadapi tantangan yang signifikan bagi UMKM, termasuk kendala modal, kesulitan pemasaran, dan sumber daya manusia yang terbatas. Melestarikan tenun ikat di Kota Kupang menghadirkan berbagai tantangan yang mencakup dinamika sosial, ekonomi, dan pasar. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk menyelidiki kompleksitas ini. Penelitian studi kasus melibatkan pengumpulan data secara mendalam dari berbagai sumber seperti wawancara, observasi, dan dokumen, yang bertujuan untuk mengungkapkan wawasan tentang skenario kehidupan nyata. Penelitian ini menggarisbawahi peran penting kolaborasi Hexa Helix yang melibatkan pemerintah, bisnis, universitas, LSM, media massa, dan masyarakat yang terkena dampak dalam memajukan tenun ikat. Kerangka kerja kolaboratif ini mendorong inovasi, memfasilitasi pembagian sumber daya, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat. Namun, tantangan yang teridentifikasi dalam aspek tata kelola dan administrasi menyoroti sifat informal dari upaya kerja sama saat ini. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, penelitian ini menunjukkan bahwa tiga dimensi lain dari kolaborasi yang sukses - otonomi, timbal balik, dan timbal balik - secara efektif berkontribusi pada pengembangan UMKM tenun ikat di Kota Kupang. Pendekatan kolaboratif ini sangat penting dalam menjaga tenun ikat sebagai warisan budaya sekaligus membuka potensi ekonominya. Temuan ini menunjukkan adanya peluang bagi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kolaborasi melalui mekanisme yang lebih terstruktur dan formal. Dengan mengatasi tantangan tata kelola dan administrasi, para pemangku kepentingan dapat mendukung UMKM tenun ikat dengan lebih baik, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan pelestarian budaya.

    PDF

    2.107 Dilihat 1.406 Diunduh

  13. Fostering Community-Led Waste Management Through Dynamic Governance: A Case Study of Batam City

    Lubna Salsabila, Ria Ariany, Hendri Koeswara

    Abstrak

    Effective city solid waste management has become a critical issue for communities globally due to the rapid pace of urbanization and increasing environmental concerns. The convergence of economic development and environmental preservation in Batam City, Indonesia, has underscored the necessity for inventive waste management approaches. This study examines the impact of dynamic governance and community empowerment in addressing the intricate waste issue in Batam City. The research uses a qualitative approach to investigate the underlying reasons for waste management difficulties. It investigates how adaptive governance might improve stakeholder cooperation and decision-making based on facts. Effective policy implementation relies on public interaction, yet meaningful participation remains difficult. Prior research suggests that individuals are more inclined to engage in matters that directly impact them, and ambiguous implementation protocols and a lack of confidence in political establishments frequently hinder community engagement in environmental policy. The waste management techniques in Batam City are conventional and inefficient due to limited government resources, highlighting the necessity for a more comprehensive strategy. The study’s results indicate that implementing dynamic governance, which involves the flexibility to adapt and collaborate with stakeholders, can enhance waste management procedures. In addition, applying social capital theory can facilitate community empowerment, leading to a heightened sense of ownership and active engagement in waste management initiatives. Communities can enhance the effectiveness and durability of waste management systems by utilizing social networks, trust, and shared standards. This study emphasizes the significance of integrating inventive governance approaches with community-led efforts to tackle urban trash issues and advance sustainable development in Batam City.

    PDF

    2.214 Dilihat 1.291 Diunduh

  14. Transformational Leadership and Dynamic Managerial Capabilities in Public Sector Innovation

    Maratun Saadah, Agustiyara

    Abstrak

    The study examines the role of transformational leadership and Dynamic Managerial Capabilities in public sector innovation, specifically in addressing the challenges of managing the livelihood eligibility of the community, including older people, in order to build an elderly-friendly community. The study focuses on the leadership of Jambi Mayor and Vice Major in employing innovation to realize Jambi as a Smart Living. This descriptive qualitative study aims to identify new information related to the transformational leadership and Dynamic Managerial Capabilities of the Jambi Government in innovating feasible urban living. The authors identified transformational leadership as a major style in carrying out innovation and dynamic managerial capabilities. The study found that Jambi City is continuously promoting the importance of creating smart living as one of the smart city indicators, especially in elderly-friendly cities, through the leadership of its mayor and vice mayor. Both initiated change by identifying challenges and opportunities, finding good examples of smart living, inspiring and implementing innovations, encouraging changes in how the bureaucracy works, and motivating civil servants to improve their attitudes and assumptions, especially toward health services for the elderly. The study concludes that leadership style and dynamic managerial ability to adapt to change contribute to the success of smart living innovation.

    PDF

    14.213 Dilihat 1.109 Diunduh

  15. Menyelami Lebih Dalam Keberhasilan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDes) di Indonesia: Sebuah Pendekatan Interpretive Structural Modeling (ISM)

    Agni Grandita Permata Sari, Teguh Ilham

    Abstrak

    Pembentukan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDes Bersama) memberikan peluang untuk menciptakan jaringan kolaboratif antardesa, untuk mengatasi tantangan pertumbuhan bisnis yang terhambat yang umumnya dihadapi oleh badan usaha milik desa tunggal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis faktor-faktor pendorong utama pengembangan BUMDes Bersama menggunakan pendekatan interpretive structural modeling (ISM) dan memberikan rekomendasi strategis untuk pertumbuhannya. Berdasarkan tinjauan pustaka dan wawancara semi-terstruktur dengan 8 informan, diidentifikasi sembilan faktor pendorong. Faktor-faktor ini menjadi dasar untuk menyusun kuesioner yang disebarkan kepada tiga responden yang sengaja dipilih untuk membangun hubungan kontekstual. Analisis ISM memprioritaskan intervensi berdasarkan faktor pendorong yang berada di Kuadran III dan IV dari analisis MICMAC dan level tertinggi dalam model interaksi ISM. Faktor pendorong utama meliputi pengaruh politik kepala desa, keterampilan manajerial dan teknis, dan karakteristik kepemimpinan, serta dukungan pemerintah, kesetaraan kemampuan antardesa, dan inisiatif pendirian. Kesimpulan yang diambil adalah bahwa faktor politik dan manajemen memprediksi keberhasilan BUMDes Bersama dan memengaruhi faktor-faktor lainnya. Oleh karena itu, penanganan faktor-faktor pendukung ini sangat penting bagi keberhasilan pengembangan BUMDes Bersama di Indonesia. Selain implikasi praktis ini, penelitian ini memperkaya literatur tentang usaha sosial di Indonesia, yang selama ini terbatas pada BUMDes desa tunggal dan terfragmentasi dalam menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi.

    PDF

    1.084 Dilihat 797 Diunduh