Kolaborasi Hexa Helix dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal

Studi Kasus UMKM Tenun Ikat di Kota Kupang

Penulis

  • Lidya Carolina Tuthaes Program Studi Administrasi Publik, Universitas Nusa Cendana, Kupang, Indonesia
  • Hendrik Toda Program Studi Administrasi Publik, Universitas Nusa Cendana, Kupang, Indonesia
  • Primus Lake Program Studi Administrasi Publik, Universitas Nusa Cendana, Kupang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.171-185

Kata Kunci:

Hexa Helix, Kolaborasi, Pengembangan Ekonomi Kreatif, Tenun Ikat, UMKM

Abstrak

Ekonomi kreatif Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa, dengan kontribusi sebesar Rp1.105 triliun pada tahun 2018. Di antara komponen-komponennya yang tidak terpisahkan, tenun ikat memainkan peran penting dalam mempertahankan produksi, melestarikan tradisi, dan menjaga keaslian produk. Sektor ini mendorong inovasi, adopsi teknologi digital, dan mendapatkan manfaat dari kebijakan pemerintah yang mendukung industri kreatif. Meskipun telah diakui secara internasional, tenun ikat tradisional menghadapi tantangan yang signifikan bagi UMKM, termasuk kendala modal, kesulitan pemasaran, dan sumber daya manusia yang terbatas. Melestarikan tenun ikat di Kota Kupang menghadirkan berbagai tantangan yang mencakup dinamika sosial, ekonomi, dan pasar. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk menyelidiki kompleksitas ini. Penelitian studi kasus melibatkan pengumpulan data secara mendalam dari berbagai sumber seperti wawancara, observasi, dan dokumen, yang bertujuan untuk mengungkapkan wawasan tentang skenario kehidupan nyata. Penelitian ini menggarisbawahi peran penting kolaborasi Hexa Helix yang melibatkan pemerintah, bisnis, universitas, LSM, media massa, dan masyarakat yang terkena dampak dalam memajukan tenun ikat. Kerangka kerja kolaboratif ini mendorong inovasi, memfasilitasi pembagian sumber daya, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat. Namun, tantangan yang teridentifikasi dalam aspek tata kelola dan administrasi menyoroti sifat informal dari upaya kerja sama saat ini. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, penelitian ini menunjukkan bahwa tiga dimensi lain dari kolaborasi yang sukses - otonomi, timbal balik, dan timbal balik - secara efektif berkontribusi pada pengembangan UMKM tenun ikat di Kota Kupang. Pendekatan kolaboratif ini sangat penting dalam menjaga tenun ikat sebagai warisan budaya sekaligus membuka potensi ekonominya. Temuan ini menunjukkan adanya peluang bagi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kolaborasi melalui mekanisme yang lebih terstruktur dan formal. Dengan mengatasi tantangan tata kelola dan administrasi, para pemangku kepentingan dapat mendukung UMKM tenun ikat dengan lebih baik, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan pelestarian budaya.

Referensi

Ali S. M., Moh. (2023, October 18). Peran Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif pada Pertumbuhan Ekonomi Bangsa. Kumparan.com. https://kumparan.com/logika-dungu/peran-ekonomi-kreatif-dan-industri-kreatif-pada-pertumbuhan-ekonomi-bangsa-21OcnNcmJWZ/full

Amin, R. M., Febrina, R., & Wicaksono, B. (2021). Handling COVID-19 from a Collaborative Governance Perspective in Pekanbaru City. Jurnal Bina Praja, 13(1), 1–13. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.1-13

Andari, T., Masbiran, V. U. K., Momon, M., Savira, E. M., Yolarita, E., Manoby, W. M., & Asriani, A. (2022). Improving the Quality of Passenger Service Using Standards for Assessment of Rural Transport Services. Jurnal Bina Praja, 14(1), 189–200. https://doi.org/10.21787/jbp.14.2022.189-200

Boehme, A. J. (2013). The Church and the Culture of the Millennials—The Best or Worst of Times? Missio Apostolica, XXI(41), 95–124.

Fitri, S. E., Pranasari, M. A., Indarti, D. M., Savira, E. M., Andari, T., Aprilani, T. L., Utami, K. J., Putri, N., Manoby, W. M., Putra, I. R. A. S., & Saksono, H. (2023). Illuminating Tradition Through Innovation: Transforming Traditional Woven Tourism in Smart Tourism in Central Lombok Regency. Jurnal Bina Praja, 15(1), 207–220. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.207-220

Frederick-Rothwell, E. (2013). Environmental Integrity: Interpreting Historic Indoor Conditions [Thesis, The University of Texas at Austin]. http://hdl.handle.net/2152/22024

Furqoni, I., & Rosyadi, S. (2019). Collaborative Governance in Corporate Social Responsibility Forum in Banyumas Regency. Jurnal Bina Praja, 11(2), 209–217. https://doi.org/10.21787/jbp.11.2019.209-217

Gash, A. (2016). Collaborative Governance. In C. Ansell & J. Torfing (Eds.), Handbook on Theories of Governance. Edward Elgar Publishing.

Jahang, B. S. S. (2022, March 23). Merajut Semangat Kaum Milenial Melestarikan Tenun Ikat NTT Sambut G-20. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/2777221/merajut-semangat-kaum-milenial-melestarikan-tenun-ikat-ntt-sambut-g-20

Kacerauskas, T. (2020). Creative Economy and the Idea of the Creative Society. Transformations in Business & Economics, 19(1), 43–52.

Kuncoro, H. (2012). Apakah Tata Kelola Perekonomian Daerah di Indonesia Telah Meningkat? Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, 15(1), 85–107. https://doi.org/10.21098/bemp.v15i1.58

Muhlisin, Leksono, S. M., & Bahrudin, D. T. (2015). Daya Dukung Lingkungan dalam Pengembangan Pusat Inovasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PI-UMKM) Peternakan Domba-Kambing di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Jurnal Bina Praja, 7(1), 37–50. https://doi.org/10.21787/jbp.07.2015.37-50

Nur, A. C., Nur, A. I., Akib, H., & Koliopoulus, T. (2024). The Importance of Government Collaboration Strategies for Developing Tourism Villages in Indonesia. In Revista de Gestão Social e Ambiental (Vol. 18, Issue 4). https://doi.org/10.24857/rgsa.v18n4-096

Rodríguez-Insuasti, H., Montalván-Burbano, N., Suárez-Rodríguez, O., Yonfá-Medranda, M., & Parrales-Guerrero, K. (2022). Creative Economy: A Worldwide Research in Business, Management and Accounting. Sustainability, 14(23), 16010. https://doi.org/10.3390/su142316010

Saksono, H. (2012). Ekonomi Kreatif: Talenta Baru Pemicu Daya Saing Daerah. Jurnal Bina Praja, 04(02), 93–104. https://doi.org/10.21787/JBP.04.2012.93-104

Santoso, W., Soekro, S. R. I., Darmansyah, D., & Sihaloho, H. D. (2014). Pemanfaatan Sekuritisasi Aset dalam Mendorong Sektor Riil: Alternatif Pembiayaan UMKM. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, 17(2). https://doi.org/10.21098/bemp.v17i2.50

Sari, S. (2022). Pengembangan Usaha Kain Tenun dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Pengrajin Kain Tenun (Studi Kasus di Desa Pringgasela Kabupaten Lombok Timur) [Undergraduate Thesis, Universitas Islam Negeri Mataram]. https://etheses.uinmataram.ac.id/3265/

Semuel, H., Mangoting, Y., & Hatane, S. E. (2022). The Interpretation of Quality in the Sustainability of Indonesian Traditional Weaving. Sustainability, 14(18), 11344. https://doi.org/10.3390/su141811344

Setiawan, B., & Suwarningdyah, R. R. N. (2014). Strategi Pengembangan Tenun Ikat Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(3), 353–367. https://doi.org/10.24832/jpnk.v20i3.150

Sidauruk, R. (2013). Peningkatan Peran Pemerintah Daerah dalam Rangka Pengembangan Ekonomi Kreatif di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Bina Praja, 05(03), 141–158. https://doi.org/10.21787/JBP.05.2013.141-158

Sidauruk, R., Apriani, T., & Hamudy, M. (2019). Achievement, Obstacles, and Challenges in the Development of Creative Economy’s Best Product in the City of Bandung and Badung District. Jurnal Bina Praja, 11(1), 87–97. https://doi.org/10.21787/jbp.11.2019.87-97

Sinaga, E. N. (2022). Capabilities in the Creative Economy in Indonesia: A Literature Study. The Scientia Law and Economics Review, 1(1), 1–4. https://doi.org/10.56282/SLER.V1I1.161

Soesanto, H. (2017). Development of Innovation Project as the Result of Leadership Training Through the Innovation Actor Collaboration Model in the Region. Jurnal Bina Praja, 9(2), 335–343. https://doi.org/10.21787/jbp.09.2017.335-343

Taylor, C. (2015). Between Culture, Policy and Industry: Modalities of Intermediation in the Creative Economy. Regional Studies, 49(3), 362–373. https://doi.org/10.1080/00343404.2012.748981

Thahir, B. (2022). Is There Any Collaborative Governance on Post-disaster Social Policy in Banten Province? Jurnal Bina Praja, 14(2), 329–338. https://doi.org/10.21787/jbp.14.2022.329-338

Thomson, A. M., Perry, J. L., & Miller, T. K. (2007). Conceptualizing and Measuring Collaboration. Journal of Public Administration Research and Theory, 19(1), 23–56. https://doi.org/10.1093/jopart/mum036

Ulfa, S., Sinulingga, T. E. br, & Sinulingga, J. (2023). Kain Tenun Tradisional: Warisan Budaya dan Industri Kreatif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 29709–29715. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.11780

Diterbitkan

2024-04-30

Cara Mengutip

Kolaborasi Hexa Helix dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal: Studi Kasus UMKM Tenun Ikat di Kota Kupang. (2024). Jurnal Bina Praja, 16(1), 171-185. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.171-185

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Kolaborasi Hexa Helix dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal: Studi Kasus UMKM Tenun Ikat di Kota Kupang. (2024). Jurnal Bina Praja, 16(1), 171-185. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.171-185

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama