Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 16 No 1 (2024).
Mengembangkan Potensi Lokal di Desa Bahu Palawa, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah
1.289 Dilihat 1.075 Diunduh
Kebijakan pemerintah tentang dana desa bertujuan untuk mendorong kemandirian desa. Kemandirian desa dapat difokuskan pada pembangunan berbasis potensi lokal. Penelitian mengenai pembangunan desa berbasis potensi lokal belum banyak yang mengeksplorasi isu inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menganalisis pendekatan inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan potensi lokal di Desa Bahu Palawa. Inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat menjadi penting untuk dikaji karena kedua aspek ini berperan dalam mendorong pembangunan yang lebih adil, partisipatif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan kerangka teori Bennett (2003) mengenai inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan tiga teknik pengumpulan data: observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen dan literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Bahu Palawa telah berupaya mendorong inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal. Inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat belum berjalan optimal karena kurangnya akses terhadap pelayanan dasar, kesadaran dan pengetahuan, keterbatasan infrastruktur, kesenjangan ekonomi, dan belum efektifnya program pemberdayaan masyarakat. Kondisi ini menghambat partisipasi masyarakat dan membuat mereka tidak dapat terlibat secara penuh dalam pembangunan desa. Kesimpulannya, pengembangan potensi lokal membutuhkan pengembangan inklusi sosial dan pemberdayaan masyarakat yang holistik. Hal ini dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan fokus pada peningkatan kapasitas lokal.
Social Inclusion and Empowerment: Developing Local Potential in Bahu Palawa Village of Pulang Pisau Regency of Central Kalimantan Province
Government policy on village funds seeks to encourage village independence. Village independence can focus on development based on local potential. Studies on local potential-based village development have not yet explored the issues of social inclusion and community empowerment. This research analyzes the approach to social inclusion and community empowerment in developing local potential in Bahu Palawa Village. Social inclusion and community empowerment are important to study because these two aspects play a role in fostering more equitable, participatory, and sustainable development. This study uses Bennett's theoretical framework (2003) regarding social inclusion and community empowerment. This study uses a qualitative approach using three data collection techniques: observation, in-depth interviews, and document and literature study. Research findings show that the Bahu Palawa Village Government has tried to foster social inclusion and community empowerment in developing local potential. Social inclusion and community empowerment have not been running optimally due to a lack of access to basic services, awareness and knowledge, limited infrastructure, economic inequality, and the ineffectiveness of community empowerment programs. This condition inhibits citizen participation and prevents them from being fully involved in village development. In conclusion, developing local potential requires holistic social inclusion and empowerment development. This can be done through collaboration with a focus on increasing local capacity.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 16 No 1 (2024).
Hak Cipta (c) 2024 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.