Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Analisis E-Readiness untuk Mempercepat Transformasi Menuju E-Government pada Pemerintah Daerah di Indonesia

Studi Kasus Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau

DOI
10.21787/jbp.16.2024.37-53
Tanggal Terbit & Halaman
30 April 2024 · Hlm. 37-53
Riwayat Naskah
Diterima30 Jan 2024 Disetujui25 Apr 2024 Terbit30 Apr 2024

1.837 Dilihat 1.282 Diunduh

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, khususnya Satpol PP dan KPBD, dalam mengimplementasikan aplikasi Si ATAN BEDA yang telah diimplementasikan. Analisis E-Readiness dilakukan dengan menggunakan pendekatan STOPE. Aplikasi layanan Si ATAN BEDA berfungsi sebagai kanal pengaduan masyarakat, sehingga memudahkan masyarakat dalam menyampaikan laporan dan pengaduan terkait gangguan ketenteraman, ketertiban umum, dan bencana daerah. Implementasi layanan aplikasi Si ATAN BEDA belum menunjukkan hasil yang optimal dikarenakan kurangnya pemahaman pemerintah terkait E-Readiness dan pengambilan keputusan tanpa pertimbangan fakta yang memadai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Setelah data lapangan terkumpul, data diolah dengan menggunakan NVivo 12 untuk memberikan gambaran visual dari hasil temuan lapangan dan dianalisis berdasarkan teori yang mendukung hasil temuan. Hasil dan pembahasan menyimpulkan bahwa model kerangka kerja STOPE yang terdiri dari strategy, technology, organization, people, dan environment merupakan model yang paling tepat untuk mengevaluasi E-Readiness pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu. Pada domain strategi, terdapat kurangnya peran pimpinan dalam memberikan arahan dan pengawasan, serta kelemahan dalam perencanaan pengembangan aplikasi. Domain teknologi menunjukkan adanya kendala dalam penggunaan aplikasi dan keamanan yang masih perlu diperkuat. Kurangnya kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam implementasi aplikasi menjadi tantangan dalam domain organisasi. Domain sumber daya manusia menunjukkan bahwa kualifikasi keterampilan petugas tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya, dan pemahaman terhadap aplikasi masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, pada domain lingkungan pengetahuan masyarakat, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang aplikasi menunjukkan kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah, sehingga masyarakat belum sepenuhnya merasakan manfaatnya.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 16 No 1 (2024).

Buka PDF

Daftar Pustaka

52 rujukan
  1. Abdulkareem, M. Y., Mnjama, N. M., & Sebina, P. M. I. M. (2022). Training and Resources of E-records Readiness at the Federal Ministry of Finance in Nigeria. Records Management Journal, 32(1), 43–61. https://doi.org/10.1108/RMJ-06-2019-0028
  2. Adhitama, M. S. (2021). Koordinasi Antar Bidang dan Kerjasama Badan Kepegawaian Daerah dengan Organisasi Perangkat Daerah Lainnya di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam Pemutakhiran Data Sistem Informasi Administrasi Pegawai (SIAP Online). Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 007(01), 62–70. https://doi.org/10.21776/ub.jiap.2021.007.01.8
  3. Ahmadu, S., Ahmad, N., & Hamsan, H. H. (2012). Perspective on Beneficiaries’ Experiences of Participation in Community-based Agriculture and Rural Development Program in Guba, Northern Nigeria. Asian Journal of Agriculture and Rural Development, 2(1), 39–45. https://archive.aessweb.com/index.php/5005/article/view/498
  4. Al-Osaimi, K., Alheraish, A., & Bakry, S. H. (2006). An Integrated STOPE Framework for E-readiness Assessments. 18 National Computer Conference, Saudi Computer Society.
  5. Andriadi, A., Ismail, R., Fikarwin, F., Badaruddin, B., Manurung, R., & Sitorus, H. (2019). Coffee Marketing Mechanism: Social Relations Between Farmers, Collectors, Certification Cooperatives, and Exporters in Aceh, Indonesia. Pelita Perkebunan, 35(2), 156–166. https://doi.org/10.22302/iccri.jur.pelitaperkebunan.v35i2.383
  6. Angba, A. O., & Itari, P. (2012). Socio-Economic Factors Influencing Farmers’ Participation in Community Development Organizations in Obubra Local Government Area of Cross River State, Nigeria. Canadian Social Science, 8(1), 54–59. https://doi.org/10.3968/j.css.1923669720120801.570
  7. Bakry, S. H. (2004). Development of E-Government: A STOPE View. International Journal of Network Management, 14(5), 339–350. https://doi.org/10.1002/nem.529
  8. Bowles, M. (2011). eReadiness Audit Tool. In Digital Economy and Regional Future Project.
  9. Boztaş, G. D., Berigel, M., Altinay, Z., Altinay, F., Shadiev, R., & Dagli, G. (2023). Readiness for Inclusion: Analysis of Information Society Indicator with Educational Attainment of People with Disabilities in European Union Countries. Journal of Chinese Human Resource Management, 14(3), 47–58. https://doi.org/10.47297/WSPCHRMWSP2040-800504.20231403/
  10. Dada, D. (2006). E-Readiness for Developing Countries: Moving the Focus From the Environment to the Users. The Electronic Journal of Information Systems in Developing Countries, 27(1), 1–14. https://doi.org/10.1002/j.1681-4835.2006.tb00183.x
  11. Davison, R. M., Wagner, C., & Ma, L. C. K. (2005). From Government to E-government: A Transition Model. Information Technology & People, 18(3), 280–299. https://doi.org/10.1108/09593840510615888
  12. Dilip Potnis, D., & Pardo, T. A. (2011). Mapping the Evolution of E-readiness Assessments. Transforming Government: People, Process and Policy, 5(4), 345–363. https://doi.org/10.1108/17506161111173595
  13. Dukić, D., Dukić, G., & Bertović, N. (2017). Public Administration Employees’ Readiness and Acceptance of E-government. Information Development, 33(5), 525–539. https://doi.org/10.1177/0266666916671773
  14. Gil-Garcia, J. R., Helbig, N., & Ojo, A. (2014). Being Smart: Emerging Technologies and Innovation in the Public Sector. Government Information Quarterly, 31, I1–I8. https://doi.org/10.1016/j.giq.2014.09.001
  15. Habimana, Y., Irene Moseti-Morara, & Damaris Odero. (2020). An Adoption Model for a Big Data Analytics System for Improving Healthcare Services in Burundi’s Public Hospitals. East African Journal of Science, Technology and Innovation, 1(2). https://doi.org/10.37425/eajsti.1.2.90
  16. Huda, M., & Yunas, N. (2016). The Development of e-Government System in Indonesia. Jurnal Bina Praja, 08(01), 97–108. https://doi.org/10.21787/JBP.08.2016.97-108
  17. Hutagalung, S. S., & Hermawan, D. (2018). Evaluation of Local Government Innovation Program in Lampung Province. Jurnal Bina Praja, 10(2), 241–250. https://doi.org/10.21787/jbp.10.2018.241-250
  18. Irawati, I., & Munajat, E. (2018). Electronic Government Assessment in West Java Province, Indonesia. Journal of Theoretical and Applied Information Technology, 96(2), 365–381.
  19. Jamil, S. A., Aref, M., & Rehman, A. (2016). Oman E-Readiness: A Paradigm Shift for Business. International Journal of Economic Research, 13(5), 2223–2233.
  20. Keramati, A., Behmanesh, I., & Noori, H. (2018). Assessing the Impact of Readiness Factors on E-Government Outcomes. Information Development, 34(3), 222–241. https://doi.org/10.1177/0266666916685603
  21. Koh, C. E., Prybutok, V. R., Ryan, S., & Ibragimova, B. (2006). The Importance of Strategic Readiness in an Emerging E-government Environment. Business Process Management Journal, 12(1), 22–33. https://doi.org/10.1108/14637150610643733
  22. Leroux, K., & Carr, J. B. (2007). Explaining Local Government Cooperation on Public Works. Public Works Management & Policy, 12(1), 344–358. https://doi.org/10.1177/1087724X07302586
  23. Lubis, E. E. (2012). Peran Humas dalam Membentuk Citra Pemerintah. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 12(1), 51–60. https://doi.org/10.46730/JIANA.V12I1.903
  24. Mardikanto, T., & Soebiato, H. P. (2013). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Alfabeta.
  25. Mohammed, F., & Ibrahim, O. Bin. (2015). Drivers of E-government Readiness Indices Modifications. International Journal of Electronic Governance, 7(3), 186. https://doi.org/10.1504/IJEG.2015.071567
  26. Mutula, S. M., & van Brakel, P. (2006). An Evaluation of E-readiness Assessment Tools With Respect to Information Access: Towards an Integrated Information Rich Tool. International Journal of Information Management, 26(3), 212–223. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2006.02.004
  27. Napitupulu, D. (2016). e-Government Maturity Model Based on Systematic Review and Meta-Ethnography Approach. Jurnal Bina Praja, 8(2), 263–275. https://doi.org/10.21787/jbp.08.2016.263-275
  28. Napitupulu, D., Adiyarta, K., Sutabri, T., & Kamaruddin, K. (2018). Analysis of Citizen Readiness in Indonesia Toward E-gov 2.0. Journal of Theoretical and Applied Information Technology, 96(19), 6645–6653.
  29. Nugroho, R. A. (2020). Kajian Analisis Model E-Readiness dalam Rangka Implementasi E-Government. Masyarakat Telematika Dan Informasi: Jurnal Penelitian Teknologi Informasi Dan Komunikasi, 11(1), 78. https://doi.org/10.17933/MTI.V11I1.171
  30. Nugroho, R. A., & Purbokusumo, Y. (2020). E-Government Readiness: Penilaian Kesiapan Aktor Utama Penerapan E-Government di Indonesia. Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi), 22(1), 1–17. https://doi.org/10.17933/IPTEKKOM.22.1.2020.1-17
  31. Pramono, S. E. (2022). Kajian Kesiapan (E-Readiness) Kecamatan dalam Penerapan E-government Kota Semarang. Jurnal Riptek, 15(2), 8–18. https://doi.org/10.35475/riptek.v15i2.131
  32. Primadona, A. (2013). Pengaruh Pengawasan Intern dan Pengelolaan Keuangan Daerah Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah (Survey pada Pemerintah Kota Bandung) [Diploma Thesis, Universitas Komputer Indonesia]. http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptunikompp-gdl-alamandapr-30969
  33. Rahayu, A. Y. S. (2020). Pelayanan Publik dan E-Government: Sebuah Teori & Konsep. PT Rajagrafindo Persada.
  34. Rai, I. G. A. (2008). Audit Kinerja pada Sektor Publik: Konsep, Praktik, Studi Kasus. Penerbit Salemba.
  35. Ramayah, T., Yan, L. C., & Sulaiman, M. (2005). SME E-readiness in Malaysia: Implications for Planning and Implementation.
  36. Reynolds, L. (2003). Intergovernmental Cooperation, Metropolitan Equity, and the New Regionalism. Washington Law Review, 78(1). https://digitalcommons.law.uw.edu/wlr/vol78/iss1/3
  37. Riani, D., Putri, G. A. A., & Pratama, I. P. A. E. (2021). E-Readiness Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Menggunakan Metode Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gianyar). Jurnal Ilmiah Teknologi dan Komputer (JITTER), 2(3), 503–514. https://doi.org/10.24843/JTRTI.2021.v02.i03.p09
  38. Rizki, T., & Kurniawan, S. (2023). Public Service Performance: An Influence of Female Leadership and Good Governance. Jurnal Bina Praja, 15(3), 443–452. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.443-452
  39. Rofi, A. E. N., Putra, F., & Sentanu, I. G. E. P. S. (2021). Creating Innovation of Public Value Through Management Information Systems. Jurnal Bina Praja, 13(3), 513–528. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.513-528
  40. Rukayat, Y. (2017). Kualitas Pelayanan Publik Bidang Administrasi Kependudukan di Kecamatan Pasirjambu. JIMIA: Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi, 11(2), 56–65. https://jurnal.unnur.ac.id/index.php/jimia/article/view/32
  41. Sari, N. M. (2021). Information Service Activities on the Public Satisfaction Levels in the Public Service Mall of Palopo City. Jurnal Bina Praja, 13(2), 219–229. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.219-229
  42. Sharifi, M., & Manian, A. (2010). The Study of the Success Indicators for Pre-implementation Activities of Iran’s E-government Development Projects. Government Information Quarterly, 27(1), 63–69. https://doi.org/10.1016/j.giq.2009.04.006
  43. Syahputri, T. D. Y., Githa, D. P., & Pratama, I. P. A. E. (2021). E-readiness of Integrated Information Systems Using STOPE Framework in Udayana University. Jurnal Ilmiah Merpati (Menara Penelitian Akademika Teknologi Informasi), 9(1), 13. https://doi.org/10.24843/JIM.2021.v09.i01.p02
  44. Tung, L. L., & Rieck, O. (2005). Adoption of Electronic Government Services Among Business Organizations in Singapore. The Journal of Strategic Information Systems, 14(4), 417–440. https://doi.org/10.1016/j.jsis.2005.06.001
  45. Vinoth, S., Vemula, H. L., Haralayya, B., Mamgain, P., Hasan, M. F., & Naved, M. (2022). Application of Cloud Computing in Banking and E-commerce and Related Security Threats. Materials Today: Proceedings, 51, 2172–2175. https://doi.org/10.1016/j.matpr.2021.11.121
  46. Wahyudi, A. (2016). Value-added in Public Service Innovation: The Practice at Integrated Service Units in Pontianak Municipality and Tanah Bumbu District. Jurnal Bina Praja, 08(01), 49–58. https://doi.org/10.21787/JBP.08.2016.49-58
  47. Walker, R. M., & Andrews, R. (2015). Local Government Management and Performance: A Review of Evidence. Journal of Public Administration Research and Theory, 25(1), 101–133. https://doi.org/10.1093/jopart/mut038
  48. West, D. M. (2005). Digital Government: Technology and Public Sector Performance. Princeton University Press.
  49. Widodo, A., & Permatasari, D. A. (2020). Strategi Komunikasi dalam Program Bekasi Smart City. ETTISAL: Journal of Communication, 5(1), 79–89. https://doi.org/10.21111/ejoc.v5i1.3454
  50. Wijaya, S. W., & Surendro, K. (2006). Kajian Teoritis: Model E-Government Readiness Pemerintah Kabupaten/Kotamadya dan Keberhasilan E-Government. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI). https://journal.uii.ac.id/Snati/article/view/1473
  51. Yadav, R. K., & Bagga, T. (2020). E-Governance Aiding Good Governance: An Empirical Evidence in the Indian Context. Prabandhan: Indian Journal of Management, 13(12), 8. https://doi.org/10.17010/pijom/2020/v13i12/156586
  52. Yudhistyra, W. I., & Nugroho, E. (2014). Lima Metode Perencanaan Strategis Sistem Informasi dan Teknologi Informasi untuk Pengembangan E-Goverment. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi 2014 (SENTIKA 2014), 236–244.

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2024 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.