Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 14 No 1 (2022).
1.343 Dilihat 1.161 Diunduh
Beberapa tahun belakangan ini pemerintah sedang gencar mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi umum bagi seluruh penduduk daerah di Indonesia. Mattson dkk. (2021) berpendapat sudah bahwa transportasi dan aksesibilitas di desa lebih luas dan kompleks persoalan transportasinya. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengukur pelayanan jasa angkutan pedesaan dalam rangka meningkatkan kinerja transportasi umum di Kabupaten Pringsewu. Metode yang digunakan adalah mixed method, yakni menggabungkan data kuantitatif dan data kualitatif dalam satu waktu (Creswell, 2014). Yaitu data dianalisis secara kuantitatif dan selanjutnya dijelaskan berdasarkan kondisi existing serta dugaan sementara. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui survei lapangan pada empat trayek angkutan pedesaan yang ada di Kabupaten Pringsewu untuk mendapatkan data faktor beban, kecepatan kendaraan, waktu tunggu, waktu perjalanan, frekuensi/jam, dan jumlah kendaraan yang beroperasi dari tiap rute. Selanjutnya data tersebut dievaluasi dan diberikan penilaian berdasarkan kesesuaian indikator berdasarkan standar penilaian dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Data Sekunder diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik, dokumen resmi, situs web resmi pemerintah. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelayanan angkutan pedesaan di kabupaten Pringsewu, berada di bawah standar ideal (70%), dengan rata-rata faktor muat 40—50% yang termasuk dalam kategori buruk. Hal ini diestimasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni tingkat rendahnya load factor dan headway. Rekomendasi yang diajukan adalah perlunya dilakukan upaya untuk penambahan headway dan peningkatan kecepatan waktu perjalanan serta mengurangi frekuensi perjalanan untuk meningkatkan kinerja angkutan.
Improving the Quality of Passenger Service Using Standards for Assessment of Rural Transport Services
In recent years, the government has been aggressively inviting the public to use public transportation for all regional residents in Indonesia. Mattson et al. (2021) stated that transportation and accessibility in the village are more comprehensive and have more complex transportation issues. Therefore, this study was conducted to measure rural transportation services to improve public transportation performance in the Pringsewu Regency. This study uses a mixed-method and combines quantitative and qualitative data at one time (Creswell, 2014). The data is analyzed quantitatively and then explained based on existing conditions and provisional assumptions. The data used are primary and secondary data. Primary data was obtained through field surveys on four rural transportation routes in Pringsewu Regency to obtain data on load factors, vehicle speed, waiting time, travel time, frequency/hour, and the number of vehicles operating from each route. Furthermore, the data is evaluated and given an assessment based on the suitability of indicators based on the assessment standard from the Directorate General of Land Transportation, Ministry of Transportation. Secondary data was obtained from Statistics Indonesia publications, official documents, and government websites. The analysis results showed that rural transportation services in the Pringsewu regency were below the ideal standard (70%), with an average loading factor of 40—50%, which is included in the bad category. This is estimated to be influenced by several factors, namely the low level of load factor and headway. The recommendation put forward is the need for efforts to add headways and increase the speed of travel time and reduce the frequency of trips to improve transportation performance.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 14 No 1 (2022).
Hak Cipta (c) 2022 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.