Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Analisis Keragaman Indeks Status Kesehatan di Kabupaten Sukabumi Menggunakan Analisis Komparatif Kualitatif (QCA)

DOI
10.21787/jbp.17.2025-2740
Tanggal Terbit & Halaman
31 Desember 2025
Riwayat Naskah
Diterima11 Okt 2025 Terbit31 Des 2025

437 Dilihat 517 Diunduh

Abstrak

Tingkat kesehatan masyarakat merupakan indikator penting untuk mengevaluasi keberhasilan pembangunan sektor kesehatan. Di Kabupaten Sukabumi, yang bercirikan geografi dan kondisi sosial-ekonomi yang beragam, terdapat variasi yang signifikan pada Indeks Derajat Kesehatan Masyarakat (KPR) di berbagai wilayah. Studi ini menggunakan Analisis Komparatif Kualitatif Crisp-Set (csQCA) dengan perangkat lunak Tosmana QCA untuk mengeksplorasi kombinasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil KPR. Data dikumpulkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Badan Pusat Statistik, dan sumber sekunder lainnya. Tujuannya adalah untuk menganalisis perbedaan regional dalam kesehatan masyarakat dan mengidentifikasi serangkaian faktor yang mendorong tingkat KPR yang tinggi atau rendah. Hasil menunjukkan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (KPR) dan sanitasi merupakan penentu paling konsisten dari KPR yang tinggi, bahkan dalam konteks dengan fasilitas dan anggaran kesehatan yang terbatas. Sebaliknya, peningkatan infrastruktur kesehatan dan sumber daya keuangan hanya efektif jika dipadukan dengan penguatan KPR dan praktik sanitasi. Menariknya, kemiskinan ekstrem tidak selalu menghambat pencapaian KPR yang tinggi jika perilaku sehat dan sanitasi lingkungan telah mapan. Di sisi lain, daerah dengan PHDI rendah biasanya mengalami kombinasi perilaku tidak sehat dan sanitasi yang buruk, meskipun memiliki infrastruktur dan pendanaan yang memadai. Wawasan ini menyoroti perlunya strategi intervensi yang ditargetkan dan spesifik untuk setiap daerah, yang memprioritaskan peningkatan perilaku hidup sehat dan sanitasi, serta mengoptimalkan fasilitas kesehatan dan dukungan keuangan.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 3 (2025).

Buka PDF

Daftar Pustaka

19 rujukan
  1. Adhitya, B., Prabawa, A., & Kencana, H. (2022). Analisis Pengaruh Pendidikan, Kesehatan, Sanitasi dan Rata-Rata Jumlah Anggota Keluarga Per Rumah Tangga terhadap Kemiskinan di Indonesia. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 6(1), 288. https://doi.org/10.33087/ekonomis.v6i1.501
  2. Alawi, M., Fauzi, A., Rustiadi, E., & Rahma, H. (2025). Regional Disparities in Public Health: A Sub-District Level Analysis to Health Planning Development of Sukabumi Regency, Indonesia. International Journal of Sustainable Development and Planning, 20(8), 3291–3300. https://doi.org/10.18280/ijsdp.200812
  3. Arieffiani, D., & Ekowanti, M. R. L. (2024). Evaluating Local Government Policy Innovations: A Case Study of Surabaya’s Efforts in Combating Stunting and Enhancing Public Health Services Quality. Jurnal Bina Praja, 16(1), 1–20. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.1-20
  4. Buana, R., & Soewondo, P. (2024). Persepsi Perilaku Sanitasi Masyarakat di Kawasan Semi-Perkotaan Pasca Deklarasi Open Defecation Free dengan Pendekatan IBM-WASH dan KAP. Jurnal Serambi Engineering, 9(4), 11121–11131. https://jse.serambimekkah.id/index.php/jse/article/view/557
  5. Desfita, S., Azzahra, M., Zulriyanti, N., Nanda Putri, M., & Anggraini, S. (2024). Pengukuran Status Gizi pada Siswa SMPN 48 Kota Pekanbaru dengan Menggunakan Indeks IMT/U dan Rasio Lingkar Pinggang terhadap Tinggi Badan. Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, 4(2), 62–70. https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol3.Iss2.1887
  6. Erlianti, D., V.Rudy Handoko, Agus Sukristyanto, & Trio Saputra. (2025). Ecalibrating Social Protection: Insights From Implementation of Indonesia’s Family Hope Program (PKH). Lex Localis - Journal of Local Self-Government, 23(11), 354–363. https://doi.org/10.52152/801826
  7. Faqihudin, M. (2010). Human Development Index (HDI) Salah Satu Indikator yang Populer untuk Mengukur Kinerja Pembangunan Manusia. Cermin, 47, 1–16.
  8. Hadi, A. J., Cahyono, D., Mahendika, D., Lylya, K., Iffah, Dra. N., Arifin, N. Y., & Etika, E. D. (2023). Membangun Komunitas yang Lebih Sehat: Meningkatkan Akses ke Layanan Kesehatan, Nutrisi, Kebugaran Terhadap Kesehatan Mental. Jurnal Pengabdian West Science, 2(05), 345–353. https://doi.org/10.58812/jpws.v2i5.374
  9. Mega, E. M. U., Yuliawan, D., & Purwaningsih, V. T. (2025). Identification of the Combination of Factors Decreasing Stunting in Indonesia, Using the QCA Method. E-Journal Field of Economics, Business and Entrepreneurship (EFEBE), 3(3), 502–518. https://doi.org/10.23960/EFEBE.V3I3.282
  10. Mustar, Y. S., Susanto, I. H., & Bakti, A. P. (2018). Pendidikan Kesehatan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Dasar. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 2(2), 89–95. https://doi.org/10.58258/jisip.v2i2.359
  11. Olorunsogo, T. O., Ogugua, J. O., Muonde, M., Maduka, C. P., & Omotayo, O. (2024). Environmental Factors in Public Health: A Review of Global Challenges and Solutions. World Journal of Advanced Research and Reviews, 21(1), 1453–1466. https://doi.org/10.30574/wjarr.2024.21.1.0176
  12. Ragin, C. C. (2008). Redesigning Social Inquiry: Fuzzy Sets and Beyond. University of Chicago Press. https://doi.org/10.7208/chicago/9780226702797.001.0001
  13. Rahmadani, R. A., Wahyuni, R., Arda, D., Musrah, A. S., & Sabriana, R. (2023). Socioeconomic Factors With Nutritional Status of Toddlers. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 445–451. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.1115
  14. Rukmini, R., Mahmudah, M., Notobroto, H. B., Andarwati, P., Nantabah, Z. K., Laksono, A. D., Tarigan, I. U., Machfutra, E. D., Siahaan, S. A. S., & Lolong, D. B. (2025). Prevalence and Socioeconomic Determinants of Tuberculosis Among Children in Indonesia: Findings From the 2023 Indonesian Health Survey. Indian Journal of Tuberculosis. https://doi.org/10.1016/j.ijtb.2025.05.001
  15. Rustiadi, E., Indraprahasta, G. S., & Mulya, S. P. (2021). Teori Perencanaan: Mazhab & Praktik Perencanaan Pengembangan Wilayah. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  16. Safitri, D. A. (2020). Analysis of Environmental Sanitation Conditions and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in Gunungpati Subdistrict Elementary School. Jurnal EduHealth, 11(1), 15–25. https://doi.org/10.54209/jurnaleduhealth.v11i1.77
  17. Suprihartiningsih, E., Ahmad, A. C., & Amin, C. (2023). Fuzzy-Set Qualitative Comparative Analysis: Studi Kasus Index Kebahagiaan di Indonesia Tahun 2021. Jurnal Sosial, Ekonomi dan Humaniora, 9(1), 117–128. https://doi.org/10.29303/jseh.v9i1.174
  18. Wilkinson, R., & Marmot, M. (Eds.). (2003). Social Determinants of Health: The Solid Facts. World Health Organization.
  19. Yektiningsih, E. (2018). Analisis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pacitan Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Sosio Agribis, 18(2), 32–50. https://doi.org/10.30742/jisa1822018528

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2025 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.