Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Penentuan Komoditas Unggulan untuk Ketahanan Pangan di Kawasan Metropolitan PEKANSIKAWAN

DOI
10.21787/jbp.17.2025-2609
Tanggal Terbit & Halaman
31 Desember 2025
Riwayat Naskah
Diterima11 Jun 2025 Disetujui23 Nov 2025 Terbit31 Des 2025

588 Dilihat 439 Diunduh

Abstrak

Ketahanan pangan merupakan aspek penting pembangunan regional, khususnya di wilayah metropolitan yang berfungsi sebagai pusat konsumsi, produksi, dan distribusi. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas pangan unggulan di Kawasan Metropolitan Pekansikawan, Provinsi Riau, yang meliputi Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Pelalawan, serta memberikan rekomendasi untuk memperkuat ketahanan pangan regional. Penelitian ini menggunakan Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA) untuk menguji keunggulan komparatif dan kompetitif di keempat wilayah tersebut. Analisis mengidentifikasi empat komoditas utama: daging unggas di Kota Pekanbaru, ikan budidaya di Kabupaten Kampar, beras dan bawang bombai di Kabupaten Siak, dan beras serta ikan berbasis agroindustri di Kabupaten Pelalawan. Komoditas-komoditas ini membentuk sistem komplementer yang meningkatkan sinergi antarwilayah dan ketahanan pasokan pangan. Temuan menunjukkan bahwa optimalisasi keterkaitan antarwilayah melalui investasi kolaboratif, rantai pasokan terintegrasi, dan klaster sistem pangan sangat penting untuk mengatasi kesenjangan produksi dan kebutuhan konsumsi. Kesimpulan menekankan bahwa skala metropolitan memberikan peluang unik untuk menggabungkan kekuatan lokal menjadi sistem pangan regional yang koheren, yang dapat lebih mendukung ketersediaan, aksesibilitas, dan stabilitas pangan. Implikasi kebijakan menyoroti perlunya investasi strategis dalam irigasi, logistik rantai dingin, dan platform pasar digital, bersamaan dengan penguatan kelembagaan melalui koperasi petani, akses keuangan, dan peningkatan kapasitas. Studi ini memberikan kontribusi ilmiah dengan mengintegrasikan analisis teritorial dengan metode kuantitatif dalam konteks metropolitan, menawarkan pengayaan teoritis untuk literatur ketahanan pangan dan panduan praktis bagi para pembuat kebijakan regional.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 3 (2025).

Buka PDF

Daftar Pustaka

23 rujukan
  1. Andrianti, D., Lubis, E. C. B., Nuridayanti, K., & Purnawan, E. (2024). National Food Security Strategy to Improve Economic Independence and Competitiveness in the Framework of National Resilience. Southeast Asia Journal of Graduate of Islamic Business and Economics, 2(3), 100–105. https://doi.org/10.37567/sajgibe.v2i3.3039
  2. Badan Pangan Nasional. (2022). Indeks Ketahanan Pangan Tahun 2022.
  3. Committee on World Food Security. (2021). Impacts of COVID-19 on Food Security and Nutrition: Developing Effective Policy Responses to Address the Hunger and Malnutrition Pandemic.
  4. Cvijanovic, D., Ignjatijevic, S., Vapa Tankosic, J., & Cvijanovic, V. (2020). Do Local Food Products Contribute to Sustainable Economic Development? Sustainability, 12(7), 1–18. https://doi.org/10.3390/su12072847
  5. Diniaty, D., Fauzi, A. M., Sunarti, T. C., Raharja, S., & Helmi, F. (2024). Determination of Superior Commodities for the Development of Small and Medium Industries in Kampar Regency. Journal of Applied Engineering and Technological Science, 5(2), 995–1010. https://doi.org/10.37385/jaets.v5i2.4727
  6. Enirawan, Hadi, S., Juanda, B., & Rustiadi, E. (2015). Analisis Kinerja Ketahanan Pangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sosiohumaniora, 17(2), 119–125. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v17i2.7299
  7. Hendriany, R., Pravitasari, A. E., & Rustiadi, E. (2023). Pengembangan Wilayah Kabupaten Pangandaran Berbasis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan. Analisis Kebijakan Pertanian, 21(2), 231–240. https://doi.org/10.21082/akp.v21i2.231-240
  8. Khalfaoui, R., Goodell, J. W., Mefteh-Wali, S., Chishti, M. Z., & Gozgor, G. (2024). Impact of Climate Risk Shocks on Global Food and Agricultural Markets: A Multiscale and Tail Connectedness Analysis. International Review of Financial Analysis, 93, 103–206. https://doi.org/10.1016/j.irfa.2024.103206
  9. Lu, H., & Carter, A. (2023). Emergent Regional Collaborative Governance in Rural Local Food Systems Development. Community Development, 54(2), 228–256. https://doi.org/10.1080/15575330.2022.2135550
  10. Maluf, R. S., Burlandy, L., Cintrão, R. P., Jomalinis, E., Carvalho, T. C. O., & Tribaldos, T. (2022). Sustainability, Justice and Equity in Food Systems: Ideas and Proposals in Dispute in Brazil. Environmental Innovation and Societal Transitions, 45(19), 183–199. https://doi.org/10.1016/j.eist.2022.10.005
  11. Maulana, M. I., & Maulana, M. I. (2023). Analysis of Agricultural Economic Development in East Java Province. Jurnal Bina Praja, 15(3), 593–604. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.593-604
  12. Miles, A., & Hoy, C. (2023). Editorial: Achieving Food System Resilience and Equity in the Era of Global Environmental Change. Frontiers in Sustainable Food Systems, 6, 1–5. https://doi.org/10.3389/fsufs.2022.1126013
  13. Nguyen, H. (2018). Sustainable Food Systems: Concept and Framework. https://openknowledge.fao.org/handle/20.500.14283/ca2079en
  14. Noer, M. (2016). Bridging Food Security and Agriculture Development Through Regional Planning. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, 6(3), 277–280. https://doi.org/10.18517/ijaseit.6.3.741
  15. Putra, I. R. A. S. (2014). Identifikasi Pelaksanaan Kerja Sama Daerah. Jurnal Bina Praja, 06(02), 157–166. https://doi.org/10.21787/JBP.06.2014.157-166
  16. Rahayu, H. S., Saidah, S., Risna, R., Muchtar, M., & Syafruddin, S. (2021). Determination of Leading Commodities and Its Development Area in Sigi District Central Sulawesi. E3S Web of Conferences, 316, 1–8. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202131602011
  17. Rosyadi, S., Sabiq, A., Ahmad, A. A., & Yamin, M. (2021). The Cross-Sector Collaboration for Development Policy of Rural Creative Economy: The Case of Bengkoang Creative Hub. Journal of Governance and Public Policy, 8(1), 10–21. https://doi.org/10.18196/jgpp.811339
  18. Rustiadi, E., Saefulhakim, S., & Panuju, D. R. (2009). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (W. Mutaqin, Ed.). Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  19. Seppelt, R., Klotz, S., Peiter, E., & Volk, M. (2022). Agriculture and Food Security Under a Changing Climate: An Underestimated Challenge. IScience, 25(12), 1–13. https://doi.org/10.1016/j.isci.2022.105551
  20. Siska, D., Hadi, S., Firdaus, M., & Said, S. (2015). Strategi Pengembangan Ekonomi Wilayah Berbasis Agroindustri di Kawasan Andalan Kandangan Kalimantan Selatan. Jurnal Bina Praja, 07(02), 99–110. https://doi.org/10.21787/JBP.07.2015.99-110
  21. Susanti, Y., Priyarsono, D. S., & Mulatsih, S. (2017). Pengembangan Peternakan Sapi Potong untuk Peningkatan Perekonomian Provinsi Jawa Tengah: Suatu Pendekatan Perencanaan Wilayah. Jurnal Agribisnis Indonesia, 2(2), 177–190. https://doi.org/10.29244/jai.2014.2.2.177-190
  22. Vågsholm, I., Arzoomand, N. S., & Boqvist, S. (2020). Food Security, Safety, and Sustainability - Getting the Trade-Offs Right. Frontiers in Sustainable Food Systems, 4, 1–14. https://doi.org/10.3389/fsufs.2020.00016
  23. Zerbian, T., & de Luis Romero, E. (2023). The Role of Cities in Good Governance for Food Security: Lessons From Madrid’s Urban Food Strategy. Territory, Politics, Governance, 11(4), 794–812. https://doi.org/10.1080/21622671.2021.1873174

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2025 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.