Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 3 (2025).
588 Dilihat 439 Diunduh
Ketahanan pangan merupakan aspek penting pembangunan regional, khususnya di wilayah metropolitan yang berfungsi sebagai pusat konsumsi, produksi, dan distribusi. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas pangan unggulan di Kawasan Metropolitan Pekansikawan, Provinsi Riau, yang meliputi Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Pelalawan, serta memberikan rekomendasi untuk memperkuat ketahanan pangan regional. Penelitian ini menggunakan Location Quotient (LQ) dan Shift Share Analysis (SSA) untuk menguji keunggulan komparatif dan kompetitif di keempat wilayah tersebut. Analisis mengidentifikasi empat komoditas utama: daging unggas di Kota Pekanbaru, ikan budidaya di Kabupaten Kampar, beras dan bawang bombai di Kabupaten Siak, dan beras serta ikan berbasis agroindustri di Kabupaten Pelalawan. Komoditas-komoditas ini membentuk sistem komplementer yang meningkatkan sinergi antarwilayah dan ketahanan pasokan pangan. Temuan menunjukkan bahwa optimalisasi keterkaitan antarwilayah melalui investasi kolaboratif, rantai pasokan terintegrasi, dan klaster sistem pangan sangat penting untuk mengatasi kesenjangan produksi dan kebutuhan konsumsi. Kesimpulan menekankan bahwa skala metropolitan memberikan peluang unik untuk menggabungkan kekuatan lokal menjadi sistem pangan regional yang koheren, yang dapat lebih mendukung ketersediaan, aksesibilitas, dan stabilitas pangan. Implikasi kebijakan menyoroti perlunya investasi strategis dalam irigasi, logistik rantai dingin, dan platform pasar digital, bersamaan dengan penguatan kelembagaan melalui koperasi petani, akses keuangan, dan peningkatan kapasitas. Studi ini memberikan kontribusi ilmiah dengan mengintegrasikan analisis teritorial dengan metode kuantitatif dalam konteks metropolitan, menawarkan pengayaan teoritis untuk literatur ketahanan pangan dan panduan praktis bagi para pembuat kebijakan regional.
Determination of Leading Commodity for Food Security in the PEKANSIKAWAN Metropolitan Area
Food security is a critical aspect of regional development, particularly in metropolitan areas that function as centers of consumption, production, and distribution. This study aims to identify leading food commodities in the PEKANSIKAWAN Metropolitan Area of Riau Province, which includes Pekanbaru City, Kampar Regency, Siak Regency, and Pelalawan Regency, and to provide recommendations for strengthening regional food security. The research employed Location Quotient (LQ) and Shift Share Analysis (SSA) to examine comparative and competitive advantages across the four regions. The analysis identified four key commodities: poultry meat in Pekanbaru City, aquaculture fish in Kampar Regency, rice and onions in Siak Regency, and agroindustry-based rice and fish in Pelalawan Regency. These commodities form a complementary system that enhances interregional synergy and food supply resilience. The findings indicate that optimizing interregional linkages through collaborative investment, integrated supply chains, and food system clusters is essential to address both production disparities and consumption needs. The conclusion emphasizes that the metropolitan scale provides unique opportunities to combine local strengths into a coherent regional food system, which can better support the availability, accessibility, and stability of food. Policy implications highlight the need for strategic investment in irrigation, cold chain logistics, and digital market platforms, alongside institutional strengthening through farmer cooperatives, financial access, and capacity building. The study contributes scientifically by integrating territorial analysis with quantitative methods in a metropolitan context, offering both theoretical enrichment for food security literature and practical guidance for regional policymakers.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 3 (2025).
Hak Cipta (c) 2025 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.