Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Menjaga Kemudahan Berbisnis Melalui Pinjaman Perbankan dan Transformasi Digital terhadap Produktivitas Kelapa Sawit di Provinsi Lampung

Pendekatan Polinomial

DOI
10.21787/jbp.17.2025.205-222
Tanggal Terbit & Halaman
30 April 2025 · Hlm. 205-222
Riwayat Naskah
Diterima28 Feb 2025 Terbit30 Apr 2025

347 Dilihat 393 Diunduh

Abstrak

Penelitian ini menganalisis efek komplementer dari pembiayaan bank dan transformasi digital pada produktivitas minyak sawit di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan data panel sekunder dari 15 kabupaten dan kota di Lampung dari tahun 2014 hingga 2022. Penelitian ini menerapkan analisis efisiensi spasial dalam bentuk pengukuran berbasis slack dan analisis data envelopment untuk mengukur jumlah produktivitas. Sementara itu, pengaruh pembiayaan perbankan dan transformasi digital pada produktivitas menggunakan regresi panel statis polinomial tingkat lanjut, kuadrat terkecil tergeneralisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredit perbankan di sektor pertanian memiliki efek positif yang signifikan, dan digitalisasi memiliki karakteristik berbentuk U (kurva U-berbentuk Kuznet) yang mengarah pada efek positif pada produktivitas minyak sawit dalam kondisi tertentu. Kredit bank bertindak sebagai stimulus pendanaan jangka menengah, sehingga skala bisnis minyak sawit relatif terjaga. Sejalan dengan itu, perlu disertai dengan kapasitas dan dukungan teknologi dalam bentuk internalisasi, baik secara struktural maupun fungsional, sehingga efisiensi produksi minyak sawit dapat dinavigasi dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah dan lembaga harus memperluas akses digital di seluruh Lampung untuk melampaui ambang batas kritis dan meningkatkan keterampilan digital petani. Di saat yang sama, akses dasar, seperti pupuk bersubsidi dan pengembangan platform pertanian, sangat penting mengingat potensi digitalisasi yang substansial di masa depan. Lembaga keuangan juga harus mengevaluasi dan menyederhanakan akses kredit dengan jaminan yang memadai serta menyediakan subsidi bunga (melalui kolaborasi antarbank dan pemerintah daerah) untuk mengakomodasi potensi peningkatan produktivitas. Dalam hal standar hidup daerah, mendorong penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor dapat bermanfaat. Sementara itu, untuk memitigasi dampak negatif industrialisasi terhadap produktivitas kelapa sawit, sistem kemitraan yang sinergis antara petani dan industri dengan harga yang wajar diperlukan untuk memastikan pasokan yang lebih luas dan pertumbuhan produksi yang berkelanjutan.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 1 (2025).

Buka PDF

Daftar Pustaka

25 rujukan
  1. Adelekan, Y. A., & Omotayo, A. O. (2017). Linkage Between Rural Non-farm Income and Agricultural Productivity in Nigeria. The Journal of Developing Areas, 51(3), 317–333. https://www.jstor.org/stable/26416947
  2. Aly, H. (2022). Digital Transformation, Development and Productivity in Developing Countries: Is Artificial Intelligence a Curse or a Blessing? Review of Economics and Political Science, 7(4), 238–256. https://doi.org/10.1108/REPS-11-2019-0145
  3. Azahari, D. H. (2018). Hilirisasi Kelapa Sawit: Kinerja, Kendala, dan Prospek. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 36(2), 81–95. https://doi.org/10.21082/fae.v36n2.2018.81-95
  4. Baltagi, B. H. (2005). Econometric Analysis of Panel Data. Wiley.
  5. Bank Indonesia. (2022). Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah (SEKDA). Bank Indonesia. https://www.bi.go.id/id/statistik/ekonomi-keuangan/sekda/StatistikRegionalDetail.aspx?idprov=18
  6. Bappeda Provinsi Lampung. (2021). Profil Pembangunan Provinsi Lampung. Bappeda Provinsi Lampung.
  7. Bashir, M. K., Mehmood, Y., & Hassan, S. (2010). Impact of Agricultural Credit on Productivity of Wheatcrop: Evidence From Lahore, Punjab, Pakistan. Pakistan Journal of Agricultural Sciences, 47(4), 405–409.
  8. BPS-Statistics Lampung Province. (2023). Lampung Province in Figures 2023. BPS-Statistics Lampung Province. https://lampung.bps.go.id/id/publication/2023/02/28/c41e2f6fd86cd0d62dc0a0df/provinsi-lampung-dalam-angka-2023.html
  9. Davis, C., & Hashimoto, K. (2014). Patterns of Technology, Industry Concentration, and Productivity Growth Without Scale Effects. Journal of Economic Dynamics and Control, 40, 266–278. https://doi.org/10.1016/j.jedc.2014.01.010
  10. East Ventures. (2021). East Ventures - Digital Competitiveness Index 2021. https://east.vc/report/east-ventures-digital-competitiveness-index-2021
  11. Emalia, Z. (2018). Telaah Peran Sektor Pertanian dalam Perekonomian Propinsi Lampung: Sebuah Eksplorasi dengan Data Input-Output. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 7(1), 51–74. https://jurnal.feb.unila.ac.id/index.php/jep/article/view/10
  12. Fajri, M. N. (2023). Strategy to Support SDGs: Spatial Analysis of Digital Transformation and Regional Government Competition on Green Development Efficiency in East Java. East Java Economic Journal, 7(2), 173–195. https://doi.org/10.53572/ejavec.v7i2.108
  13. Fajri, M. N., & Munawaroh, S. (2023). Exploring Sustainable Economic Growth: Promoting Green Development Productivity Through Decentralized Environmental Policy and Regional Competitiveness. The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning, 4(3), 246–262. https://doi.org/10.46456/jisdep.v4i3.422
  14. Fajri, M. N., Pratama, B. P., & Kharisudin, A. (2023). Fiscal Decentralization and Green Development Efficiency: Evidence From the New Capital “Nusantara” Buffer Zone. Bestuurskunde: Journal of Governmental Studies, 3(2), 103–115. https://doi.org/10.53013/bestuurskunde.3.2.103-115
  15. Gal, P., Nicoletti, G., Renault, T., Sorbe, S., & Timiliotis, C. (2019). Digitalisation and Productivity: In Search of the Holy Grail – Firm-Level Empirical Evidence From EU Countries. https://doi.org/10.1787/5080f4b6-en
  16. Gujarati, D. N. (2021). Essentials of Econometrics. Sage.
  17. Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2015). Basic Econometrics. McGraw Hill.
  18. Kehinde, A. D., & Ogundeji, A. A. (2022). The Simultaneous Impact of Access to Credit and Cooperative Services on Cocoa Productivity in South-Western Nigeria. Agriculture & Food Security, 11(1), 11. https://doi.org/10.1186/s40066-021-00351-4
  19. Matupalesa, A., Nauly, Y. D., & Fanani, I. (2019). Hilirisasi Industri Sawit di Sumatera Utara. Jurnal Perspektif Bea dan Cukai, 3(1), 1–25. https://doi.org/10.31092/jpbc.v3i1.280
  20. Munawaroh, S., & Fajri, M. N. (2023). Regional Branding as an Effort to Promote a Sustainable Environment. Jurnal Bina Praja, 15(1), 73–83. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.73-83
  21. Myovella, G., Karacuka, M., & Haucap, J. (2020). Digitalization and Economic Growth: A Comparative Analysis of Sub-Saharan Africa and OECD Economies. Telecommunications Policy, 44(2), 101856. https://doi.org/10.1016/j.telpol.2019.101856
  22. Narayanan, S. (2016). The Productivity of Agricultural Credit in India. Agricultural Economics, 47(4), 399–409. https://doi.org/10.1111/agec.12239
  23. Shuaibu, M., & Nchake, M. (2021). Impact of Credit Market Conditions on Agriculture Productivity in Sub-Saharan Africa. Agricultural Finance Review, 81(4), 520–534. https://doi.org/10.1108/AFR-05-2020-0063
  24. Toma, E., Dobre, C., Dona, I., & Cofas, E. (2015). DEA Applicability in Assessment of Agriculture Efficiency on Areas with Similar Geographically Patterns. Agriculture and Agricultural Science Procedia, 6, 704–711. https://doi.org/10.1016/j.aaspro.2015.08.127
  25. Wang, S., Zhu, J., Wang, L., & Zhong, S. (2022). The Inhibitory Effect of Agricultural Fiscal Expenditure on Agricultural Green Total Factor Productivity. Scientific Reports, 12(1), 20933. https://doi.org/10.1038/s41598-022-24225-2

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2025 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.