Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 1 (2025).
819 Dilihat 877 Diunduh
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Galang Batang, Kabupaten Bintan, Indonesia, memainkan peran krusial dalam pembangunan ekonomi regional dengan memanfaatkan lokasi strategis dan sumber daya alamnya. Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji model tata kelola kolaboratif yang digunakan dalam mengelola KEK Galang Batang, dengan fokus pada tantangan dan faktor-faktor yang memengaruhi kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan, termasuk badan pemerintah dan badan usaha. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif; data sekunder dan primer dikumpulkan untuk menganalisis kondisi yang ada di dalam KEK. Analisis data melibatkan pencocokan pola, pengembangan penjelasan, dan konstruksi model logis untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang proses tata kelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya untuk berkoordinasi antar pemangku kepentingan, masih terdapat tantangan dalam mengintegrasikan layanan dan memastikan kolaborasi yang efektif akibat tumpang tindih fungsi di dalam Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, studi ini menyoroti pentingnya kepemimpinan kooperatif dan peran pemerintah daerah dalam mendukung operasional KEK. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mengatasi fragmentasi kelembagaan dan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan keberhasilan model tata kelola. Kesimpulannya, meskipun struktur tata kelola kolaboratif saat ini di KEK Galang Batang menghadapi kendala operasional, peningkatan dalam pemberian layanan dan koordinasi antarlembaga sangat penting untuk mewujudkan potensi penuh inisiatif ekonomi ini.
Collaborative Governance in the Galang Batang Special Economic Zone in Bintan Regency
The Special Economic Zone (SEZ) in Galang Batang, Bintan Regency, Indonesia, plays a crucial role in regional economic development by leveraging the area’s strategic location and natural resources. The purpose of this study is to examine the collaborative governance model employed in managing the Galang Batang SEZ, focusing on the challenges and factors influencing the collaboration between various stakeholders, including government bodies and business entities. This study used a qualitative descriptive research approach; both secondary and primary data were gathered to analyze the existing conditions within the SEZ. Data analysis involved pattern matching, explanation development, and the construction of logical models to provide a comprehensive understanding of the governance processes. The results indicate that while there is an effort to coordinate between stakeholders, challenges remain in integrating services and ensuring effective collaboration due to overlapping functions within the One Stop Investment and Integrated Services Office. Despite these challenges, the study highlights the importance of cooperative leadership and the role of the local government in supporting the SEZ’s operations. The findings suggest that addressing institutional fragmentation and enhancing human resource development are critical to improving the efficiency and success of the governance model. In conclusion, while the current collaborative governance structure in the Galang Batang SEZ faces operational hurdles, improvements in service delivery and inter-institutional coordination are essential to realize the full potential of this economic initiative.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 1 (2025).
Hak Cipta (c) 2025 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.