Tata Kelola Kolaboratif di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Kabupaten Bintan
DOI:
https://doi.org/10.21787/jbp.17.2025.19-32Kata Kunci:
Tata Kelola Kolaboratif, Kawasan Ekonomi Khusus, Galang BatangAbstrak
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Galang Batang, Kabupaten Bintan, Indonesia, memainkan peran krusial dalam pembangunan ekonomi regional dengan memanfaatkan lokasi strategis dan sumber daya alamnya. Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji model tata kelola kolaboratif yang digunakan dalam mengelola KEK Galang Batang, dengan fokus pada tantangan dan faktor-faktor yang memengaruhi kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan, termasuk badan pemerintah dan badan usaha. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif; data sekunder dan primer dikumpulkan untuk menganalisis kondisi yang ada di dalam KEK. Analisis data melibatkan pencocokan pola, pengembangan penjelasan, dan konstruksi model logis untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang proses tata kelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya untuk berkoordinasi antar pemangku kepentingan, masih terdapat tantangan dalam mengintegrasikan layanan dan memastikan kolaborasi yang efektif akibat tumpang tindih fungsi di dalam Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, studi ini menyoroti pentingnya kepemimpinan kooperatif dan peran pemerintah daerah dalam mendukung operasional KEK. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mengatasi fragmentasi kelembagaan dan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan keberhasilan model tata kelola. Kesimpulannya, meskipun struktur tata kelola kolaboratif saat ini di KEK Galang Batang menghadapi kendala operasional, peningkatan dalam pemberian layanan dan koordinasi antarlembaga sangat penting untuk mewujudkan potensi penuh inisiatif ekonomi ini.
Referensi
Aggarwal, A. (2007). Impact of Special Economic Zones on Employment, Poverty and Human Development (194).
Aggarwal, A. (2023). How special are special economic zones: Evidence from South Asia. World Economy, 46(8), 2361–2382. https://doi.org/10.1111/TWEC.13383
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/JOPART/MUM032
Aritenang, A. (2024). Indonesia’s Special Economic Zones: Progress and Lesson Learned - ISEAS-Yusof Ishak Institute. ISEAS: Yusof Ishak Institute. https://www.iseas.edu.sg/mec-events/indonesias-special-economic-zones-progress-and-lesson-learned/
Aritenang, A. F., & Chandramidi, A. N. (2020). The Impact of Special Economic Zones and Government Intervention on Firm Productivity: The Case of Batam, Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 56(2), 225–249. https://doi.org/10.1080/00074918.2019.1643005
Asri, S., Krisnawansyah, Y., & Imam Bonjol, S. (2022). Kolaborasi Pemerintah Pusta dan Daerah dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik Dan Pemerintahan, 1(1), 27–35. https://doi.org/10.55850/SIMBOL.V1I1.9
Bedi, H. P. (2013). Special Economic Zones: National land challenges, localized protest. Contemporary South Asia, 21(1), 38–51. https://doi.org/10.1080/09584935.2012.757582
Chaisse, J., & Dimitropoulos, G. (2021). Special Economic Zones in International Economic Law: Towards Unilateral Economic Law. Journal of International Economic Law, 24(2), 229–257. https://doi.org/10.1093/JIEL/JGAB025
Chen, Y., Ning, Y., Xu, Y., & Zheng, Y. (2024). Special Economic Zones and Firms’ Trade Regime. Emerging Markets Finance and Trade. https://doi.org/10.1080/1540496X.2024.2392768
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design. Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Davies, R. B., & Mazhikeyev, A. (2019). The impact of special economic zones on exporting behavior. Review of Economic Analysis, 11(1), 145–174. https://doi.org/10.15353/REA.V11I1.1520
Di Ruocco, I., & D’Auria, A. (2024). Are the SEZs a place of social and urban conflicts? A look under the perspective of geographical social justice and inclusion. Contesti. Città, Territori, Progetti, 1, 192–211. https://doi.org/10.36253/CONTEST-15288
Effendi, B. (2002). Pembangunan daerah otonomi berkeadilan, (2nd ed.). Uhaindo Dan Offset.
Emerson, K., & Nabatchi, T. (2015). Evaluating the productivity of collaborative governance regimes: A performance matrix. Public Performance and Management Review, 38(4), 717–747. https://doi.org/10.1080/15309576.2015.1031016
Farole, T., & Akinci, G. (2011). Special Economic Zones?: Progress, Emerging Challenges and Future Directions. In Directionsin Developmen Trade. The World Bank.
Fauzi, A., Huseini, M., & Rahayu, A. Y. S. (2022). Designing Strategies to Improve the Competitiveness of Special Economic Zones. Technium Social Sciences Journal, 31(1), 22–43. https://heinonline.org/HOL/Page?handle=hein.journals/techssj31&id=22&div=&collection=
Frick, S. A., Rodríguez-Pose, A., & Wong, M. D. (2019). Toward Economically Dynamic Special Economic Zones in Emerging Countries. Economic Geography, 95(1), 30–64. https://doi.org/10.1080/00130095.2018.1467732
Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1994). Competing paradigms in qualitative research. In Handbook of qualitative research (pp. 105–117). Sage Publication. https://miguelangelmartinez.net/IMG/pdf/1994_Guba_Lincoln_Paradigms_Quali_Research_chapter.pdf
Harto, S. (2016). Kerjasama Ekonomi Indonesia-Singapura Dalam Realisasi Special Economic Zone (SEZ) di Batam, Bintan dan Karimun. JOM FISIP, 3(2), 1–11.
Hidayat, S., & Hidayat, A. S. (2010). Quo Vadis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Rajawali Pers.
Hidayat, S., & Negara, S. D. (2020). Special economic zones and the need for proper governance. Contemporary Southeast Asia, 42(2), 252–275.
Hornok, C., Gede, D., & Raeskyesa, S. (2023). Economic zones and local income inequality: Evidence from Indonesia. The Journal of Economic Inequality 2023, 1–32. https://doi.org/10.1007/S10888-023-09581-X
Kaho, J. R. (2007). Prospek Otonomi Daerah Di Negara Republik Indonesia. Rajawali Pers.
Kementerian Perkonomian, K. P. (2024). Indonesia SEZ . Secretariat General of the National Council for Special Economic Zones. https://kek.go.id/
Lamidi, L. (2024). Galang Batang SEZ: Advancing the Blue Economy through Strategic Development. Journal of Maritime Policy Science, 1(2), 60–69. https://doi.org/10.31629/JMPS.V1I2.6940
Median, A. F. (2023). An Introduction to Special Economic Zones in Indonesia. ASEAN Briefing. https://www.aseanbriefing.com/news/an-introduction-to-special-economic-zones-in-indonesia/
Moberg, L. (2015). The political economy of special economic zones. Journal of Institutional Economics, 11(1), 167–190.
Mugano, G. (2021). Critical Success Factors of Special Economic Zones. Special Economic Zones, 161–179. https://doi.org/10.1007/978-3-030-82311-5_8
Narula, R., & Zhan, J. X. (2019). Using special economic zones to facilitate development: policy implications. Transnational Corporations, 26(2), 1–25. https://doi.org/10.18356/72E19B3C-EN
Pramoda, R., & Apriliani, T. (2016). Kebijakan Penetapan Bitung Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Jurnal Borneo Administrator, 12(2), 149–169.
Ramdani, Z. A. (2020). Peran Pemerintah Dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Planoearth, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.31764/JPE.V5I1.1639
Sri, D., Rahman, K., Neneng, M., & Yuningsih, Y. (2017). Kapatilisme Perdesaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(1), 55–64. https://doi.org/10.24198/COSMOGOV.V3I1.12636
Trisniati, E., Cadith, J., & Nugroho, K. S. (2022). Collaborative Governance dalam Pengembangan Kawasan EKonomi Khusus. Jurnal Governansi, 8(1), 59–68. https://doi.org/10.30997/JGS.V8I1.4379
United Nations Conference On Trade And Development. (2019). World Investment Report. Special Economic Zones, 127–206.
Wibowo, A. E., & Silitonga, F. (2020). Pemberlakukan FTZ di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Dalam Peningkatan Pariwisata. Jurnal Mekar, 1(2), 23–32. https://doi.org/10.51742/AKUNTANSI.V1I2.145
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications Design and Methods Sixth Edition. In Japan Marketing Journal (6th ed., Issue 2). SAGE Publication.
Yuwono, T. (2001). Manajemen otonomi daerah?: Membangun daerah berdasar paradigma baru (2nd ed.). Pusat Kajian Otonomi Daerah dan Kebijakan Publik (Puskodak) UNDIP.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Penulis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



















