Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Tata Kelola Kolaboratif di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Kabupaten Bintan

DOI
10.21787/jbp.17.2025.19-32
Tanggal Terbit & Halaman
30 April 2025 · Hlm. 19-32
Riwayat Naskah
Diterima20 Feb 2025 Terbit30 Apr 2025

819 Dilihat 877 Diunduh

Abstrak

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Galang Batang, Kabupaten Bintan, Indonesia, memainkan peran krusial dalam pembangunan ekonomi regional dengan memanfaatkan lokasi strategis dan sumber daya alamnya. Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji model tata kelola kolaboratif yang digunakan dalam mengelola KEK Galang Batang, dengan fokus pada tantangan dan faktor-faktor yang memengaruhi kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan, termasuk badan pemerintah dan badan usaha. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif; data sekunder dan primer dikumpulkan untuk menganalisis kondisi yang ada di dalam KEK. Analisis data melibatkan pencocokan pola, pengembangan penjelasan, dan konstruksi model logis untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang proses tata kelola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat upaya untuk berkoordinasi antar pemangku kepentingan, masih terdapat tantangan dalam mengintegrasikan layanan dan memastikan kolaborasi yang efektif akibat tumpang tindih fungsi di dalam Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, studi ini menyoroti pentingnya kepemimpinan kooperatif dan peran pemerintah daerah dalam mendukung operasional KEK. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mengatasi fragmentasi kelembagaan dan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan keberhasilan model tata kelola. Kesimpulannya, meskipun struktur tata kelola kolaboratif saat ini di KEK Galang Batang menghadapi kendala operasional, peningkatan dalam pemberian layanan dan koordinasi antarlembaga sangat penting untuk mewujudkan potensi penuh inisiatif ekonomi ini.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 1 (2025).

Buka PDF

Daftar Pustaka

37 rujukan
  1. Aggarwal, A. (2007). Impact of Special Economic Zones on Employment, Poverty and Human Development (194).
  2. Aggarwal, A. (2023). How special are special economic zones: Evidence from South Asia. World Economy, 46(8), 2361–2382. https://doi.org/10.1111/TWEC.13383
  3. Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/JOPART/MUM032
  4. Aritenang, A. (2024). Indonesia’s Special Economic Zones: Progress and Lesson Learned - ISEAS-Yusof Ishak Institute. ISEAS: Yusof Ishak Institute. https://www.iseas.edu.sg/mec-events/indonesias-special-economic-zones-progress-and-lesson-learned/
  5. Aritenang, A. F., & Chandramidi, A. N. (2020). The Impact of Special Economic Zones and Government Intervention on Firm Productivity: The Case of Batam, Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 56(2), 225–249. https://doi.org/10.1080/00074918.2019.1643005
  6. Asri, S., Krisnawansyah, Y., & Imam Bonjol, S. (2022). Kolaborasi Pemerintah Pusta dan Daerah dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik Dan Pemerintahan, 1(1), 27–35. https://doi.org/10.55850/SIMBOL.V1I1.9
  7. Bedi, H. P. (2013). Special Economic Zones: National land challenges, localized protest. Contemporary South Asia, 21(1), 38–51. https://doi.org/10.1080/09584935.2012.757582
  8. Chaisse, J., & Dimitropoulos, G. (2021). Special Economic Zones in International Economic Law: Towards Unilateral Economic Law. Journal of International Economic Law, 24(2), 229–257. https://doi.org/10.1093/JIEL/JGAB025
  9. Chen, Y., Ning, Y., Xu, Y., & Zheng, Y. (2024). Special Economic Zones and Firms’ Trade Regime. Emerging Markets Finance and Trade. https://doi.org/10.1080/1540496X.2024.2392768
  10. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design. Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
  11. Davies, R. B., & Mazhikeyev, A. (2019). The impact of special economic zones on exporting behavior. Review of Economic Analysis, 11(1), 145–174. https://doi.org/10.15353/REA.V11I1.1520
  12. Di Ruocco, I., & D’Auria, A. (2024). Are the SEZs a place of social and urban conflicts? A look under the perspective of geographical social justice and inclusion. Contesti. Città, Territori, Progetti, 1, 192–211. https://doi.org/10.36253/CONTEST-15288
  13. Effendi, B. (2002). Pembangunan daerah otonomi berkeadilan, (2nd ed.). Uhaindo Dan Offset.
  14. Emerson, K., & Nabatchi, T. (2015). Evaluating the productivity of collaborative governance regimes: A performance matrix. Public Performance and Management Review, 38(4), 717–747. https://doi.org/10.1080/15309576.2015.1031016
  15. Farole, T., & Akinci, G. (2011). Special Economic Zones?: Progress, Emerging Challenges and Future Directions. In Directionsin Developmen Trade. The World Bank.
  16. Fauzi, A., Huseini, M., & Rahayu, A. Y. S. (2022). Designing Strategies to Improve the Competitiveness of Special Economic Zones. Technium Social Sciences Journal, 31(1), 22–43. https://heinonline.org/HOL/Page?handle=hein.journals/techssj31&id=22&div=&collection=
  17. Frick, S. A., Rodríguez-Pose, A., & Wong, M. D. (2019). Toward Economically Dynamic Special Economic Zones in Emerging Countries. Economic Geography, 95(1), 30–64. https://doi.org/10.1080/00130095.2018.1467732
  18. Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1994). Competing paradigms in qualitative research. In Handbook of qualitative research (pp. 105–117). Sage Publication. https://miguelangelmartinez.net/IMG/pdf/1994_Guba_Lincoln_Paradigms_Quali_Research_chapter.pdf
  19. Harto, S. (2016). Kerjasama Ekonomi Indonesia-Singapura Dalam Realisasi Special Economic Zone (SEZ) di Batam, Bintan dan Karimun. JOM FISIP, 3(2), 1–11.
  20. Hidayat, S., & Hidayat, A. S. (2010). Quo Vadis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Rajawali Pers.
  21. Hidayat, S., & Negara, S. D. (2020). Special economic zones and the need for proper governance. Contemporary Southeast Asia, 42(2), 252–275.
  22. Hornok, C., Gede, D., & Raeskyesa, S. (2023). Economic zones and local income inequality: Evidence from Indonesia. The Journal of Economic Inequality 2023, 1–32. https://doi.org/10.1007/S10888-023-09581-X
  23. Kaho, J. R. (2007). Prospek Otonomi Daerah Di Negara Republik Indonesia. Rajawali Pers.
  24. Kementerian Perkonomian, K. P. (2024). Indonesia SEZ . Secretariat General of the National Council for Special Economic Zones. https://kek.go.id/
  25. Lamidi, L. (2024). Galang Batang SEZ: Advancing the Blue Economy through Strategic Development. Journal of Maritime Policy Science, 1(2), 60–69. https://doi.org/10.31629/JMPS.V1I2.6940
  26. Median, A. F. (2023). An Introduction to Special Economic Zones in Indonesia. ASEAN Briefing. https://www.aseanbriefing.com/news/an-introduction-to-special-economic-zones-in-indonesia/
  27. Moberg, L. (2015). The political economy of special economic zones. Journal of Institutional Economics, 11(1), 167–190.
  28. Mugano, G. (2021). Critical Success Factors of Special Economic Zones. Special Economic Zones, 161–179. https://doi.org/10.1007/978-3-030-82311-5_8
  29. Narula, R., & Zhan, J. X. (2019). Using special economic zones to facilitate development: policy implications. Transnational Corporations, 26(2), 1–25. https://doi.org/10.18356/72E19B3C-EN
  30. Pramoda, R., & Apriliani, T. (2016). Kebijakan Penetapan Bitung Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Jurnal Borneo Administrator, 12(2), 149–169.
  31. Ramdani, Z. A. (2020). Peran Pemerintah Dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jurnal Planoearth, 5(1), 1–6. https://doi.org/10.31764/JPE.V5I1.1639
  32. Sri, D., Rahman, K., Neneng, M., & Yuningsih, Y. (2017). Kapatilisme Perdesaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(1), 55–64. https://doi.org/10.24198/COSMOGOV.V3I1.12636
  33. Trisniati, E., Cadith, J., & Nugroho, K. S. (2022). Collaborative Governance dalam Pengembangan Kawasan EKonomi Khusus. Jurnal Governansi, 8(1), 59–68. https://doi.org/10.30997/JGS.V8I1.4379
  34. United Nations Conference On Trade And Development. (2019). World Investment Report. Special Economic Zones, 127–206.
  35. Wibowo, A. E., & Silitonga, F. (2020). Pemberlakukan FTZ di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Dalam Peningkatan Pariwisata. Jurnal Mekar, 1(2), 23–32. https://doi.org/10.51742/AKUNTANSI.V1I2.145
  36. Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications Design and Methods Sixth Edition. In Japan Marketing Journal (6th ed., Issue 2). SAGE Publication.
  37. Yuwono, T. (2001). Manajemen otonomi daerah?: Membangun daerah berdasar paradigma baru (2nd ed.). Pusat Kajian Otonomi Daerah dan Kebijakan Publik (Puskodak) UNDIP.

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2025 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.