Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Potret Tata Kelola Ekonomi Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Timur

DOI
10.21787/jbp.16.2024.557-572
Tanggal Terbit & Halaman
31 Desember 2024 · Hlm. 557-572
Riwayat Naskah
Diterima7 Sep 2024 Terbit31 Des 2024

2.566 Dilihat 1.090 Diunduh

Abstrak

Terlepas dari potensi manfaatnya bagi umat manusia, ekonomi hijau gagal memastikan keseimbangan yang optimal dan justru menjadi perhatian politik. Krisis global mencakup bencana iklim dan ditandai dengan perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, deforestasi besar-besaran, tantangan administratif, dan bentuk-bentuk kerusakan ekologis lainnya. Hal ini memperburuk keprihatinan terhadap lingkungan, masyarakat, dan keseimbangan ekonomi. Namun, pemahaman publik mengenai tata kelola hijau masih kurang di Asia Tenggara, yang dianggap sebagai hambatan potensial bagi konsensus publik mengenai kepentingan yang bergantung pada hutan. Liputan media mengenai tata kelola hutan dianggap sebagai sumber informasi penting dalam membentuk opini publik karena menghasilkan representasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keberadaan tata kelola ekonomi hijau dalam pembangunan berkelanjutan dalam artikel berita daring melalui analisis isi pemberitaan media. Selama dua tahun (01/01/2020 - 01/01/2022), kami mengumpulkan artikel berbahasa Indonesia dengan menggunakan fitur NCapture pada NVivo 12 Plus, yang secara khusus difokuskan pada topik “Lingkungan Hidup.” Sebanyak 191 artikel nasional dan regional memberikan liputan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media regional Kabapulu.co.id mendominasi tingkat pemberitaan tentang wacana ekonomi hijau di Maluku Utara dan kelima media daring tersebut sama-sama menonjol dalam hal indeks efisiensi sumber daya alam. Hal ini tidak mengkonfirmasi bahwa pengelolaan lingkungan yang dilakukan di Maluku Utara telah sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan, mengingat sebagian besar pemberitaan yang dilakukan oleh masing-masing media bertolak belakang dengan indikator-indikator ekonomi hijau dan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 16 No 3 (2024).

Buka PDF

Daftar Pustaka

73 rujukan
  1. Adlin. (2021). Waste Management System in Pekanbaru City: City Government Capability, Issues, and Policy Alternatives. Jurnal Bina Praja, 13(3), 395–406. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.395-406
  2. Agustini, P. (2021, September 12). Warganet Meningkat, Indonesia Perlu Tingkatkan Nilai Budaya di Internet. Ditjen Aptika. https://aptika.kominfo.go.id/2021/09/warganet-meningkat-indonesia-perlu-tingkatkan-nilai-budaya-di-internet/
  3. Alexa.com. (2021). Top Sites in Indonesia. Alexa.com. https://www.alexa.com/topsites/countries/ID
  4. Alisjahbana, A. S., & Murniningtyas, E. (2018). Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia: Konsep, Target dan Strategi Implementasi. Unpad Press.
  5. Anwar, M. C. (2021, June 23). Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi. Kompas.com. https://money.kompas.com/read/2021/06/23/184534726/demi-mobil-listrik-luhut-resmikan-smelter-nikel-senilai-rp-14-triliun-di-pulau?page=all
  6. Arinta, Y. N. (2019). Implementasi Maqashid Syariah dengan Pengembangan Ekonomi Hijau Melalui Urban Farming. International Journal Ihya’ ’Ulum al-Din, 21(2), 192–211. https://doi.org/10.21580/ihya.21.2.4834
  7. AsiaToday.id. (2021, March 30). IWIP Mulai Bangun Pabrik Baterai Berbasis Nikel pada 2022. AsiaToday.id. https://asiatoday.id/read/iwip-mulai-bangun-pabrik-baterai-berbasis-nikel-pada-2022
  8. Azhar, H. F., & Zulkarnaini. (2013). Model System Dinamics Hubungan Penduduk dan Konversi Hutan Menjadi Perkebunan Sawit Terhadap Erosi Tanah di Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak. Jurnal Ilmu Lingkungan, 7(2), 128–147. https://doi.org/10.31258/jil.7.2.p.128-147
  9. Bangsawan, G. (2024). Transforming Poverty Alleviation Policies: Adapting the Regional Innovation Architecture Approach. Jurnal Bina Praja, 16(1), 21–36. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.21-36
  10. Bappenas. (2011). Langkah Menuju Ekonomi Hijau: Sintesa dan Memulainya.
  11. Bappenas. (2013). Kumpulan Pemikiran Pengembangan Green Economy di Indonesia (Tahun 2010 – 2012). Kementerian PPN/Bappenas.
  12. Bappenas. (2014). Prakarsa Strategis Pengembangan Konsep Green Economy. Kementerian PPN/Bappenas.
  13. Belseran, C. (2021, January 1). Cerita dari Gane: Saat Seteru Antar Warga dan Hama Merebak Pasca Kebun Sawit Datang. Mongabay. https://www.mongabay.co.id/2021/01/01/cerita-dari-gane-saat-seteru-antar-warga-dan-hama-merebak-pasca-kebun-sawit-datang/
  14. BPS Provinsi Maluku Utara. (2021a). Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Provinsi Maluku Utara 2020. Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara. https://malut.bps.go.id/id/publication/2021/04/28/5197270a5f014fec2a6ba33d/indikator-tujuan-pembangunan-berkelanjutan-provinsi-maluku-utara-2020.html
  15. BPS Provinsi Maluku Utara. (2021b). Provinsi Maluku Utara dalam Angka 2021. Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara. https://malut.bps.go.id/id/publication/2021/02/26/557a48120446046de02e94c8/provinsi-maluku-utara-dalam-angka-2021.html
  16. Dalisay, F. S. (2012). The Spiral of Silence and Conflict Avoidance: Examining Antecedents of Opinion Expression Concerning the U.S. Military Buildup in the Pacific Island of Guam. Communication Quarterly, 60(4), 481–503. https://doi.org/10.1080/01463373.2012.704567
  17. de Melo, T., & Figueiredo, C. M. S. (2021). Comparing News Articles and Tweets About COVID-19 in Brazil: Sentiment Analysis and Topic Modeling Approach. JMIR Public Health and Surveillance, 7(2), e24585. https://doi.org/10.2196/24585
  18. Doaly, T. (2015, March 9). Ratusan Izin Tambang di Maluku Utara Libas Wilayah Adat, Kok Bisa? Mongabay. https://www.mongabay.co.id/2015/03/09/ratusan-izin-tambang-di-maluku-utara-libas-wilayah-adat-kok-bisa/
  19. Dressler, W. H., de Koning, J., Montefrio, M., & Firn, J. (2016). Land Sharing Not Sparing in the “Green Economy”: The Role of Livelihood Bricolage in Conservation and Development in the Philippines. Geoforum, 76, 75–89. https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2016.09.003
  20. Dressler, W. H., Smith, W., Kull, C. A., Carmenta, R., & Pulhin, J. M. (2021). Recalibrating Burdens of Blame: Anti-swidden Politics and Green Governance in the Philippine Uplands. Geoforum, 124, 348–359. https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2020.01.024
  21. Elliott, L., & Setyowati, A. B. (2020). Toward a Socially Just Transition to Low Carbon Development: The Case of Indonesia. Asian Affairs, 51(4), 875–894. https://doi.org/10.1080/03068374.2020.1835000
  22. Faried, A. I. (2020). Analisis Meredam Angka Kemiskinan Melalui Pendekatan Ekonomi Hijau di Desa Pahlawan Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara. Ekonomikawan: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, 20(1), 1–11. https://doi.org/10.30596/ekonomikawan.v20i1.3425
  23. Faturohim, A., Akbar, A., Hidayat, B. A., & Saksono, H. (2023). An Analysis of Urban Poverty and Unemployment. Jurnal Bina Praja, 15(2), 309–324. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.309-324
  24. FWI. (2018). Deforestasi Tanpa Henti 2018: Potret Deforestasi di Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Maluku Utara. Forest Watch Indonesia. https://fwi.or.id/deforestasi-tanpa-henti-3-provinsi/
  25. GFW. (2021). Maluku Utara, Indonesia Deforestation Rates & Statistics. Global Forest Watch. https://www.globalforestwatch.org/dashboards/country/IDN/18/
  26. GGGI. (2014a). KIPI Maloy: Moving Towards Green Growth. Global Green Growth Institute.
  27. GGGI. (2014b). KSN Mamminasata: Menuju Pertumbuhan Ekonomi Hijau. Global Green Growth Institute.
  28. GGGI. (2016). Pertumbuhan Ekonomi Hijau dan Perencanaan Investasi: Panduan untuk Menggunakan Analisis Biaya - Manfaat yang Diperluas (ECBA). Global Green Growth Institute.
  29. GGGI. (2017). Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi Hijau Membantu Indonesia Mengelola Lanskap Secara Berkelanjutan?
  30. GGGI. (2018). Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei: 1. Global Green Growth Institute.
  31. Gunawan, F. X. C., Mesa, A. N. L. M., Syah, R. F., Simandjorang, B. M. T. V., & Fitri, S. E. (2022). Farmers and Poverty: Farmer Complaints and Problems in Mutunggeding Village. Jurnal Bina Praja, 14(3), 529–541. https://doi.org/10.21787/jbp.14.2022.529-541
  32. Gutierrez Garzon, A. R., Bettinger, P., Abrams, J., Siry, J. P., & Mei, B. (2022). Forest Sustainability in State Forest Management Plans: A Content Analysis. Journal of Sustainable Forestry, 41(1), 92–113. https://doi.org/10.1080/10549811.2021.1884575
  33. Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif (H. Abadi, Ed.). CV. Pustaka Ilmu.
  34. Heart of Borneo. (2014). Strategi Implementasi Pembangunan di Jantung Kalimantan (Heart of Borneo/HoB) Melalui Pendekatan Ekonomi Hijau. Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia.
  35. Huang, W., Yu, X., & Hong, X. (2023). Research on the Influencing Factors of Online Public Opinion Evolution based on Configuration Perspective. Proceedings - 2023 16th International Symposium on Computational Intelligence and Design, ISCID 2023, 9–12. https://doi.org/10.1109/ISCID59865.2023.00011
  36. Hutagalung, S. S., & Hermawan, D. (2018). Evaluation of Local Government Innovation Program in Lampung Province. Jurnal Bina Praja, 10(2), 241–250. https://doi.org/10.21787/jbp.10.2018.241-250
  37. Ichi, M. (2021a, February 9). Akademisi: Ancaman Ekosistem Halmahera Serius. Kabar Pulau. https://kabarpulau.co.id/akademisi-ancaman-ekosistem-halmahera-serius/
  38. Ichi, M. (2021b, February 15). Jumlah Pulau di Malut Masih Diperdebatkan. Kabar Pulau. https://kabarpulau.co.id/jumlah-pulau-di-malut-masih-diperdebatkan/
  39. JATAM. (2019, April 12). Pulau Kecil dan Pesisir Maluku Utara Kian Terancam. JATAM. https://jatam.org/id/lengkap/pulau-kecil-dan-pesisir-maluku-utara-kian-terancam
  40. JATAM. (2021, April 16). ANTAM Porak-Porandakan Halmahera Timur. JATAM. https://jatam.org/id/lengkap/antam-porak-porandakan-halmahera-timur
  41. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2021). Data Lima Tahun Terakhir.
  42. Kilkoda, M. (2015). Pulau-Pulau Kecil dan Persoalan Ruang Hidup di Maluku Utara. Intip Hutan.
  43. Kim, S. H., Kotva, Z. R., Zain, A., & Chen, Y. (2024). Black Lives Matter and Partisan Media. Journalism and Media, 5(1), 78–91. https://doi.org/10.3390/journalmedia5010006
  44. Korhonen, E., Toppinen, A., Lähtinen, K., Ranacher, L., Werner, A., Stern, T., & Kutnar, A. (2016). Communicating Forest Sector Sustainability: Results from Four European Countries. Forest Products Journal, 66(5–6), 362–370. https://doi.org/10.13073/FPJ-D-15-00046
  45. Kristianto, A. H., & Nadapdap, J. P. (2021). Dinamika Sistem Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat Metode Causal Loop Diagram Kota Bengkayang. Sebatik, 25(1), 59–67. https://doi.org/10.46984/sebatik.v25i1.1279
  46. Lasswell, H. D. (1948). The Structure and Function Ofcommunication in Society. Lyman Bryson.
  47. Lei, L., Ozturk, I., Murshed, M., Abrorov, S., Alvarado, R., & Mahmood, H. (2023). Environmental Innovations, Energy Innovations, Governance, and Environmental Sustainability: Evidence From South and Southeast Asian Countries. Resources Policy, 82, 103556. https://doi.org/10.1016/j.resourpol.2023.103556
  48. Liu, H. (2023). How Media’s Factor and Governmental Factor Affected Individual’s Opinion on Haze in China. Environmental Research Communications, 5(4), 045007. https://doi.org/10.1088/2515-7620/ACCDB8
  49. Misbahuddin. (2018). Kajian Optimalisasi Potensi Produk Unggulan dan Ekonomi Lokal dengan Prinsip Ekonomi Hijau, Ekonomi Biru, dan Ekonomi Pariwisata Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan, 7(3), 296–310. https://doi.org/10.37476/jbk.v7i3.331
  50. Mu, Y., Liu, X., & Wang, L. (2018). A Pearson’s Correlation Coefficient Based Decision Tree and Its Parallel Implementation. Information Sciences, 435, 40–58. https://doi.org/10.1016/j.ins.2017.12.059
  51. Munawaroh, S., & Fajri, M. N. (2023). Regional Branding as an Effort to Promote a Sustainable Environment. Jurnal Bina Praja, 15(1), 73–83. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.73-83
  52. Nurfindarti, E. (2019). Strategy and Roadmap for Achieving Sustainable Development Goals in Serang City. Jurnal Bina Praja, 11(2), 219–235. https://doi.org/10.21787/jbp.11.2019.219-235
  53. Pratiwi, S. N. (2013). The Agricultural Sector As the Main Power of the Green Economy in Indonesia. International Journal of Green Economics, 7(1), 35–43. https://doi.org/10.1504/IJGE.2013.055370
  54. Priantoko, A., Anbia, E. F., Wulan, G. M. R., & Panggabean, N. (2021). Tinjauan Penerapan Ekonomi Hijau dalam Pariwisata di Provinsi Bali. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 2(1), 16–22. https://doi.org/10.59141/jist.v2i01.74
  55. Ramadhan, A., Syah, A. F., Plamonia, N., Andreani, S., & Yohanitas, W. A. (2023). Development of Sustainable Regional Innovation Towards Gemilang Tangerang Regency: Study in the Tangerang Regency. Jurnal Bina Praja, 15(1), 145–161. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.145-161
  56. Sanz-Hernández, A., Esteban, E., Marco, P., & Soriano, G. (2020). Forest Bioeconomy in the Media Discourse in Spain. Ambio, 49, 1897–1911. https://doi.org/10.1007/s13280-020-01390-0
  57. Satizábal, P., Dressler, W. H., Fabinyi, M., & Pido, M. D. (2020). Blue Economy Discourses and Practices: Reconfiguring Ocean Spaces in the Philippines. Maritime Studies, 19(2), 207–221. https://doi.org/10.1007/s40152-020-00168-0
  58. Schober, P., & Schwarte, L. A. (2018). Correlation Coefficients: Appropriate Use and Interpretation. Anesthesia and Analgesia, 126(5), 1763–1768. https://doi.org/10.1213/ANE.0000000000002864
  59. Soesanta, P. E., Putra, I. R. A. S., & Hutagalung, O. H. (2023). The Development of a Sustainable Tourism Area for Borobudur Temple as a City Branding Theme for Magelang Regency. Jurnal Bina Praja, 15(1), 111–122. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.111-122
  60. Sukarniati, L. (2014). Keterlibatan Perempuan dalam Aktifitas Ekonomi Hijau (Studi Kasus di Wates Kota Magelang). Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 4(1), 66–77. https://doi.org/10.12928/optimum.v4i1.7821
  61. Sulista, S. (2019). The Sustainability of Livelihoods of Villages around the Tin Mine in Bangka Islands. Jurnal Bina Praja, 11(1), 43–52. https://doi.org/10.21787/jbp.11.2019.43-52
  62. Supriyadi. (2019, April 12). Pulau Kecil dan Pesisir Maluku Utara Terancam Punah. PW AMAN Maluku Utara. https://malut.aman.or.id/2019/04/12/pulau-kecil-dan-pesisir-maluku-utara-terancam-punah/
  63. Susanti, D. D., & Wicaksono, A. M. (2019). Membangun Ekonomi Hijau dengan Basis Pertanian di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013 – 2018. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 17(2), 159–167. https://doi.org/10.36762/jurnaljateng.v17i2.795
  64. Sutikno, B., & Batoro, J. (2017). Analisis Kearifan Lokal Terhadap Pembangunan Ekonomi Hijau di Kabupaten Pasuruan. Malia: Jurnal Ekonomi Islam Universitas Yudharta Pasuruan, 8(2), 243–256. https://doi.org/10.35891/ml.v8i2.599
  65. Syahni, D. (2021, May 4). Operasi PT Antam Cemari Pesisir Halmahera Timur. Mongabay. https://www.mongabay.co.id/2021/05/04/tambang-antam-cemari-pesisir-halmahera-timur/
  66. UCLG (United Cities and Local Governments). (2018). Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang Perlu Diketahui oleh Pemerintah Daerah. UCLG (United Cities and Local Governments).
  67. Vaara, E., & Tienari, J. (2010). On the Narrative Construction of Multinational Corporations: An Antenarrative Analysis of Legitimation and Resistance in a Cross-Border Merger. Organization Science, 22(2), 370–390. https://doi.org/10.1287/orsc.1100.0593
  68. von Gross, F. (2008). Agenda-Setting. In Handbuch Medienpädagogik (pp. 282–285). VS Verlag für Sozialwissenschaften. https://doi.org/10.1007/978-3-531-91158-8_40
  69. Wahyudin, D. (2016). Strategi Konsep Ekonomi Hijau Sebagai Sustainable Development Goals di Indonesia. Prosiding Seminar STIAMI, 34–45.
  70. Wang, H., & Cai, T. (2018). Media Exposure and Chinese College Students’ Attitudes Toward China’s Maritime Claims and Disputes in the South and East China Seas. Cogent Social Sciences, 4(1), 1–15. https://doi.org/10.1080/23311886.2018.1482995
  71. Wiratma, H. D., & Nurgiyanti, T. (2019). Pembangunan Pariwisata Kulon Progo Melalui Konsep Green Economy dan Blue Economy. Nation State: Journal of International Studies, 2(2), 161–172. https://doi.org/10.24076/NSJIS.2019v2i2.164
  72. Wiyekti, N. (2021). Transisi Menuju Ekonomi Hijau, Berkaitan dengan Kualitas Lingkungan Era Desentralisasi di Indonesia. Jurnal Ilmiah Komputasi dan Statistika, 1(1), 32–39.
  73. Wu, S., Wang, Z., Su, C., & Zhang, W. (2023). Digital Media and Green Development Path in Asia: Does Digital Financial Inclusion Matter? Sustainability, 15(14), 11359. https://doi.org/10.3390/su151411359

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2024 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.