Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

From Local to Global: Examining Sister City Cooperation as Paradiplomacy Practice in Denpasar City, Bali, Indonesia

DOI
10.21787/jbp.13.2021.357-367
Tanggal Terbit & Halaman
31 Agustus 2021 · Hlm. 357-367
Riwayat Naskah
Diterima30 Jun 2021 Disetujui19 Agu 2021 Terbit31 Agu 2021

3.947 Dilihat 4.895 Diunduh

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerja sama sister city sebagai praktik paradiplomasi, yang merupakan bagian dari kerja sama internasional di Kota Denpasar, Bali, Indonesia melalui perspektif interdisipliner dengan menggabungkan Ilmu Hubungan Internasional dan Ilmu Hukum. Penelitian ini berusaha menjawab bagaimana Kota Denpasar, Bali menjalankan paradiplomasinya melalui sister city untuk membangun kerja sama internasional serta tantangan hukum dan sosial yang dihadapi. Implementasi tiga lapis paradiplomasi menurut Lecours (2008), yang terdiri dari isu ekonomi (lapis pertama); aspek budaya, pendidikan, teknologi, dan multidimensi lainnya (lapis kedua); dan pertimbangan politik (lapisan ketiga) dianalisis dengan menggunakan metode wawancara dan studi literatur dalam keilmuan Hubungan Internasional. Koridor hukum dalam melakukan paradiplomasi, karena menilai dasar hukum dan batasan pemerintah daerah untuk berinteraksi dengan aktor internasional, dianalisis dengan menggunakan data yang dikumpulkan melalui instrumen hukum dan studi literatur hukum. Untuk menghubungkan kedua disiplin ilmu tersebut, penelitian ini digunakan pendekatan empiris kualitatif sebagai metodologi. Penelitian ini menemukan bahwa kerja sama sister city yang dilakukan Kota Denpasar dapat diklasifikasikan sebagai kerja sama lapis pertama (ekonomi) dan lapis kedua (budaya, pendidikan, dan teknologi) dalam praktik paradiplomasi, dan tidak mencakup lapis ketiga (politik). Terdapat beberapa kendala dalam mengimplementasikan program-program yang disepakati dalam kerja sama sister city, yaitu kendala aspek hukum, keberlanjutan kerja sama, keterbatasan sumber daya manusia, realokasi dana, dan kurangnya partisipasi masyarakat. Pandemi COVID-19 mempengaruhi implementasi kerja sama sister city yang telah direncanakan.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 13 No 2 (2021).

Buka PDF

Daftar Pustaka

35 rujukan
  1. Alam, G. N., & Sudirman, A. (2020). Paradiplomacy Pemerintah Kota Bandung Melalui Kerja Sama Sister City. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, 16(1), 31–50. https://doi.org/10.26593/jihi.v16i1.3365.31-50
  2. Aminah, S., & Wardani, D. K. (2018). Readiness Analysis of Regional Innovation Implementation. Jurnal Bina Praja, 10(1), 13–26. https://doi.org/10.21787/jbp.10.2018.13-26
  3. Constantinou, C. M., & Sharp, P. (2016). Theoretical Perspectives in Diplomacy. In The SAGE Handbook of Diplomacy (pp. 13–27). SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781473957930.n2
  4. Cook, K. E. (2008). In-Depth Interview. In L. M. Given (Ed.), The SAGE Encyclopedia of Qualitative Research Methods (pp. 422–423). SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.4135/9781412963909.n209
  5. Dharmajaya, A. F., & Raharyo, A. (2019). Decentralization of Foreign Cooperation: Case Study of Sister Province Cooperation Between West Java, Indonesia And South Australia [Desentralisasi Kerja Sama Luar Negeri: Studi Kasus Kerja Sama Antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Indonesia Dan Austra]. Jurnal Politica : Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri Dan Hubungan Internasional, 10(1), 39–56. https://doi.org/10.22212/jp.v10i1.1316
  6. Embassy of the Republic of Indonesia in Seoul-Republic of Korea. (n.d.). Country Profile and Bilateral Relationship. Embassy of the Republic of Indonesia in Seoul-Republic of Korea. Retrieved June 29, 2021, from https://kemlu.go.id/seoul/en/pages/hubungan_bilateral/558/etc-menu
  7. Hart, D., & Siniver, A. (2020). The Meaning of Diplomacy. International Negotiation, 26(2), 159–183. https://doi.org/10.1163/15718069-BJA10003
  8. Hubert, I., & Dermawan, W. (2020). West Jakarta Government’s Paradiplomacy towards Global Public in Kalideres Refugee Issues. Society, 8(2), 567–580. https://doi.org/10.33019/society.v8i2.218
  9. Hubert, I., Dermawan, W., & Akim, A. (2020). Catalan Identity and Paradiplomacy Strategy in Catalonia’s Independence Movement. Global: Jurnal Politik Internasional, 22(2), 317–337. https://doi.org/10.7454/global.v22i2.485
  10. Kedutaan Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia. (n.d.). Sejarah Hubungan Diplomatik. Kedutaan Besar Republik Korea Untuk Republik Indonesia. Retrieved June 30, 2021, from https://overseas.mofa.go.kr/id-id/wpge/m_2717/contents.do
  11. KJRI Cape Town. (2019, November 29). Walikota Denpasar dan Walikota Mossel Bay, Afrika Selatan Tandatangani MoU Kerjasama Sister City. KJRI Cape Town. https://kemlu.go.id/capetown/id/news/3500/walikota-denpasar-dan-walikota-mossel-bay-afrika-selatan-tandatangani-mou-kerjasama-sister-city
  12. Kusumaatmadja, M. (1978). Pengantar Hukum Internasional. Binacipta Bandung.
  13. Kuznetsov, A. (2014). Theory and Practice of Paradiplomacy. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315817088
  14. Langbroek, P., Van den Bos, K., Simon Thomas, M., Milo, M., & Van Rossum, W. (2017). Editorial Methodology of Legal Research: Challenges and Opportunities. Utrecht Law Review, 13(3), 1–8. https://doi.org/10.18352/ulr.411
  15. Lecours, A. (2008). Political Issues of Paradiplomacy: Lessons from the Developed World. Clingendael Institute. http://www.jstor.org/stable/resrep05373
  16. Lequesne, C., & Paquin, S. (2017). Federalism, Paradiplomacy and Foreign Policy: A Case of Mutual Neglect. International Negotiation, 22(2), 183–204. https://doi.org/10.1163/15718069-22001133
  17. Liu, T., & Song, Y. (2020). Chinese Paradiplomacy: A Theoretical Review. SAGE Open, 10(1), 215824401989904. https://doi.org/10.1177/2158244019899048
  18. Maksum, A., & Surwandono. (2018). The Dynamics of Paradiplomacy Practices in the “Frontier” Areas in Indonesia. JAS (Journal of ASEAN Studies), 6(2), 137–154. https://doi.org/10.21512/jas.v6i2.5160
  19. Mukti, T. A., Fathun, L. M., Muhammad, A., Sinambela, S. I., & Riyanto, S. (2021). Paradiplomacy Policies and Regional Autonomy in Indonesia and Korea. Jurnal Hubungan Internasional, 9(2), 139–152. https://doi.org/10.18196/jhi.v9i2.8931
  20. Pajtinka, E. (2017). Between Diplomacy and Paradiplomacy: Taiwan’s Foreign Relations in Current Practice. Journal of Nationalism, Memory & Language Politics, 11(1), 39–57. https://doi.org/10.1515/jnmlp-2017-0003
  21. Pasande, M., & Suhendra, A. (2017). The Strengthening of Region Competitiveness by Implementing City Branding in Yogyakarta. Jurnal Bina Praja, 9(1), 115–126. https://doi.org/10.21787/jbp.09.2017.115-126
  22. Pemerintah Kota Denpasar. (2019, August 7). Program Kerjasama Sister City antara Denpasar dengan Kota Perth Australia. Denpasarkota.Go.Id. https://www.denpasarkota.go.id/berita/baca/15255
  23. Pujayanti, A. (2016). Peran Daerah dalam Diplomasi Ekonomi. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri Dan Hubungan Internasional, 7(1), 78–101. https://doi.org/10.22212/JP.V7I1.1118
  24. Riyanto, S. (2012). Kedaulatan Negara dalam Kerangka Hukum Internasional Kontemporer. Yustisia Jurnal Hukum, 1(3), 5–14. https://doi.org/10.20961/yustisia.v1i3.10074
  25. Rodrigues, G. M. A., & Mattioli, T. (2017). Paradiplomacy, Security Policies and City Networks: the Case of the Mercocities Citizen Security Thematic Unit. Contexto Internacional, 39(3), 569–587. https://doi.org/10.1590/s0102-8529.2017390300006
  26. Said, A. R. A. (2015). Pembagian Kewenangan Pemerintah Pusat-Pemerintah Daerah dalam Otonomi Seluas-luasnya menurut UUD 1945. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 9(4), 577–602. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v9no4.613
  27. Schmalenbach, K. (2018a). Article 3. In Vienna Convention on the Law of Treaties (pp. 55–88). Springer Berlin Heidelberg. https://doi.org/10.1007/978-3-662-55160-8_5
  28. Schmalenbach, K. (2018b). Article 4. In Vienna Convention on the Law of Treaties (pp. 89–97). Springer Berlin Heidelberg. https://doi.org/10.1007/978-3-662-55160-8_6
  29. Sidauruk, R., Apriani, T., & Hamudy, M. (2019). Achievement, Obstacles, and Challenges in the Development of Creative Economy’s Best Product in the City of Bandung and Badung District. Jurnal Bina Praja, 11(1), 87–97. https://doi.org/10.21787/jbp.11.2019.87-97
  30. Sompotan, H. B. (2016). Implikasi Hukum Perjanjian Internasional dalam Kerjasama Kota Kembar (Sister City) di Indonesia. Jurnal Penelitian Hukum, 3(3), 1–17. http://repo.unsrat.ac.id/id/eprint/1851
  31. Suarna, N. (Ed.). (2020, December 14). Denpasar Jalin Kerjasama Sister City dengan Kota Perth Australia. Bali Express. https://baliexpress.jawapos.com/read/2020/12/14/230255/denpasar-jalin-kerjasama-sister-city-dengan-kota-perth-australia
  32. Supartika, P. (2020, November 17). Tindak Lanjut Sister City dengan Mossel Bay, Denpasar Kini Dapat Menitipkan Produknya di KJRI. Tribun-Bali.Com. https://bali.tribunnews.com/2020/11/17/tindak-lanjut-sister-city-dengan-mossel-bay-denpasar-kini-dapat-menitipkan-produknya-di-kjri
  33. Surwandono, S., & Maksum, A. (2020). The Architecture of Paradiplomacy Regime in Indonesia: A Content Analysis. Global: Jurnal Politik Internasional, 22(1), 77–99. https://doi.org/10.7454/global.v22i1.443
  34. Tavares, R. (2016). Paradiplomacy: Cities and States as Global Players. Oxford University Press.
  35. Zulian, I., & Sinambela, S. I. (2019). Analisis Kontribusi dan Hambatan Kerjasama Sister City antara Pemerintah Kota Medan dan Rostov on Don (Rusia). Prosiding Konvensi Nasional X Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII), 10. http://aihii.or.id/prosiding-vennas-10/analisis-kontribusi-dan-hambatan-kerjasama-sister-city-antara-pemerintah-kota-medan-dan-rostov-on-don-rusia/

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2021 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.