Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 13 No 2 (2021).
1.293 Dilihat 979 Diunduh
Pilkada Sleman 2020 yang berlangsung pada 9 Desember 2020 dimenangkan oleh pasangan Kustini - Danang. Kemenangan Kustini (istri bupati incumbent Sri Purnomo) disebut sebagai bagian dari politik kekerabatan. Politik kekerabatan dipahami sebagai upaya untuk melanggengkan kekuasaan, dalam hal ini adalah kekuasaan Sri Purnomo. Sri Purnomo sendiri merupakan Bupati Sleman yang terkenal dengan superioritas politiknya yang ditunjukkan dengan kemenangan dua periode berturut-turut pada pilkada. Kajian ini bertujuan untuk menangkap fenomena politik lokal di Sleman dengan mengidentifikasi kontestasi politik Pilkada Kabupaten Sleman tahun 2020 dari segi sosio-histori dan momentum politik apa saja yang terjadi pada masa rezim Sri Purnomo. Untuk lebih mendalami fenomena politik kekerabatan di Kabupaten Sleman, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan dua metode pencarian data utama; data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sri Purnomo memiliki hegemoni yang tinggi dalam kepemimpinannya. Sri Purnomo menjelma menjadi orang kuat lokal dengan dukungan sejumlah jaringan elite lokal yang dibangunnya. Sebagai orang kuat lokal, ia membentuk aliansi politik yang memiliki loyalitas tinggi berdasar pada hubungan patron-klien. Pada akhirnya dengan menghadirkan istrinya sendiri, Kustini Sri Purnomo sebagai penerusnya pada pilkada 2020, menunjukkan bahwa politik kekeluargaan tidak lebih dari perpanjangan tangan untuk melanjutkan kekuasaan Sri Purnomo. Di sisi lain, estafet kekuasaan dari suami ke istri menunjukkan bentuk kegagalan sistem kaderisasi politik.
The Origin of Kinship Politics in 2020 Regional Elections in Sleman Regency
On December 9, 2020, The Sleman Regional Head Election was won by the Kustini-Danang pair. The victory of Kustini (wife of Sri Purnomo, the incumbent Regent) is referred to as part of kinship politics. Kinship politics is understood as an attempt to perpetuate power, in this case, Sri Purnomo's power. Sri Purnomo itself is the Regent of Sleman who is famous for his political superiority, which is shown by winning two consecutive terms. This study aims to capture the local political phenomenon in Sleman by identifying the political contestation in the 2020 Regional Head Election from a socio-historical and some political momentum that occurred during the Sri Purnomo regime. To further explore the phenomenon of kinship politics in Sleman Regency, this study used a qualitative approach and used two main data search methods: primary data and secondary data. The results showed that Sri Purnomo has high superiority in his leadership. Sri Purnomo transformed into a local strongman with the support of some local elite networks he had built. As the local strongmen, he formed political alliances that had high loyalty based on patron-client relationships. In the end, by presenting his wife, Kustini Sri Purnomo as his successor, it shows that the politics of kinship are nothing more than an extension of the hand to continue Sri Purnomo's power.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 13 No 2 (2021).
Hak Cipta (c) 2021 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.