Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Keadilan untuk Komunitas

Perspektif Politik Komunitarianisme Michael Sandel

DOI
10.21787/jbp.12.2020.43-52
Tanggal Terbit & Halaman
28 Mei 2020 · Hlm. 43-52
Riwayat Naskah
Diterima7 Apr 2020 Disetujui7 Mei 2020 Terbit28 Mei 2020

1.533 Dilihat 1.660 Diunduh

Abstrak

Cita-cita keadilan menemukan kegagalannya di tengah maraknya peristiwa kekerasan dan tindakan diskriminatif terhadap berbagai komunitas di Indonesia. Padahal, menurut Michael Sandel pandangan tentang yang baik dan adil, sesungguhnya telah dibentuk berdasarkan keyakinan-keyakinan tentang baik dan adil dalam komunitas tertentu. Komunitas memiliki peran bagi kehidupan bersama karena memiliki cakrawala nilai dan khazanah konsep hidup baiknya masing-masing. Sehingga konsepsi tentang masyarakat yang baik tidak dapat dilakukan dengan hanya sekadar mendeduksikannya dari sebuah prinsip umum, melainkan konsep tentang masyarakat yang baik sesungguhnya hanya dapat diperoleh melalui penggalian nilai-nilai serta keyakinan yang diasumsikan baik oleh komunitas yang bersangkutan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengulas lebih dalam keadilan ala komunitarian dalam perspektif filosofis Michael Sandel. Dengan metode deskriptif dan kepustakaan, serta pendekatan kualitatif, hasil penelitian menunjukkan, keadilan mampu diciptakan melalui promosi nilai. Melalui sebuah konsensus, pemerintah diharapkan mampu menggali sebuah nilai dari komunitas untuk menjadi arah dalam hidup bersama. Nilai ini kiranya dapat diterima sebagai kebaikan bersama. Dengan begitu, perkara keadilan dalam masyarakat, hanya dapat dijawab secara masuk akal bila bertolak pada horison wawasan yang disepakati dan dimiliki secara bersama-sama. Oleh karenanya, keadilan yang diusung Sandel hanya dapat dijawab dengan bertitik tolak pada nilai-nilai yang dimiliki bersama dalam komunitas yang bersangkutan.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 12 No 1 (2020).

Buka PDF

Daftar Pustaka

41 rujukan
  1. Aida, R. (2005). Liberalisme dan Komunitarianisme: Konsep tentang Individu dan Komunitas. Demokrasi, 4(2), 95–106. http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jd/article/viewFile/1063/896
  2. Alwasilah, A. C. (2003). Pokoknya Kualitatif: Dasar-Dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Pustaka Jaya.
  3. Amnesty International. (2020, February 21). Lindungi Hak-hak Warga Adat Maluku dari Ekploitasi Lahan. Amnesty.Id. https://www.amnesty.id/lindungi-hak-hak-warga-adat-maluku-dari-ekploitasi-lahan/
  4. Andhika, M. B. S. (2019). Perlindungan Hukum terhadap Hak Konstitusional Warga Negara Penganut Kepercayaan. SYARIATI : Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Hukum, 5(2), 283–292. https://ojs.unsiq.ac.id/index.php/syariati/article/view/1198
  5. BBC Indonesia. (2018, November 12). Marak perda anti-LGBT “demi moral publik”, bagaimana nalar hukumnya? Bbc.Com. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46170154
  6. Bell, D. A. (2015). Communitarianism. In Wiley Encyclopedia of Management (Vol. 2, pp. 1–3). John Wiley & Sons, Ltd. https://doi.org/10.1002/9781118785317.weom020091
  7. CNN Indonesia. (2019, September 19). RKUHP Dinilai Akan Perparah Diskriminasi terhadap LGBT. Cnnindonesia.Com. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190918210559-12-431758/rkuhp-dinilai-akan-perparah-diskriminasi-terhadap-lgbt
  8. Erdianto, K., & Nadlir, M. (2017, December 6). Hapus Diskriminasi Penghayat Kepercayaan (S. Gatra (ed.)). Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2017/12/06/06050061/hapus-diskriminasi-penghayat-kepercayaan
  9. Farrelly, C. (2004). Contemporary Political Theory: A Reader. SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781446215272
  10. Garnesia, I. (2019, June 29). Pandangan Terhadap LGBT: Masih Soal Penyakit Sosial dan Agama (I. L. A. Bhaskara (ed.)). Tirto.Id. https://tirto.id/pandangan-terhadap-lgbt-masih-soal-penyakit-sosial-dan-agama-edju
  11. Hamimah, S. (2018). Dinamika Kasus Ahmadiyah dan Aliran Kepercayaan Lainnya Serta Penyelesaiannya Melalui Hukum Tertulis di Indonesia. Syariah Jurnal Hukum Dan Pemikiran, 18(1), 19–29. https://doi.org/10.18592/sy.v18i1.2062
  12. Hardiman, F. B. (2018). Demokrasi dan Sentimentalitas. Kanisius.
  13. Hasan, I. (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Ghalia Indonesia.
  14. Human Rights Watch. (2013, February 28). Atas Nama Agama: Pelanggaran terhadap Minoritas Agama di Indonesia (E. Pearson & P. Kine (eds.)). Human Rights Watch. https://www.hrw.org/report/2013/02/28/religions-name/abuses-against-religious-minorities-indonesia
  15. Kono, R. (2016). Senandung Suara-suara Minor. Matahari.
  16. Kusumo, R., & Hurriyah, H. (2019). Populisme Islam di Indonesia: Studi Kasus Aksi Bela Islam oleh GNPF-MUI Tahun 2016-2017. Jurnal Politik, 4(1), 87–113. https://doi.org/10.7454/jp.v4i1.172
  17. LBH Jakarta. (2016, March 1). Tahun 2016, Negara Masih Lalai Mencegah Terjadinya Diskriminasi. Bantuanhukum.or.Id. https://www.bantuanhukum.or.id/web/tahun-2016-negara-masih-lalai-mencegah-terjadinya-diskriminasi/
  18. Li, C. (2018). Community without Harmony? A Confucian Critique of Michael Sandel. In M. J. Sandel & P. J. D’Ambrosio (Eds.), Encountering China: Michael Sandel and Chinese Philosophy (pp. 3–18). Harvard University Press. https://doi.org/10.2307/j.ctvqht3f.4
  19. Madrim, S. (2020, January 15). Pemkot Depok Diminta Cabut Imbauan Razia Komunitas LGBT. VOA Indonesia. https://www.voaindonesia.com/a/pemkot-depok-diminta-cabut-imbauan-razia-komunitas-lgbt-/5246249.html
  20. Madung, O. G. (2015). Pancasila dalam Pusaran Diskursus Liberalisme versus Komunitarisme. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 13(2), 231. https://doi.org/10.18592/khazanah.v13i2.768
  21. Magnis-Suseno, F. (2005). Pijar-pijar Filsafat: Dari Gatholoco ke Filsafat Perempuan, dari Adam Müller ke Postmodernisme. Kanisius.
  22. Mudzakkir, A. (2017). Kembalinya Tradisi: Rasionalitas dan Etika Komunitarian Alasdair MacIntyre. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 4(2), 147–163. https://doi.org/10.33550/sd.v4i2.70
  23. Muthmainnah, L. (2014). Problem Eksistensi Transgender di Indonesia dari Perspektif Politik Kaum Komunitarian. Jurnal Filsafat, 24(1), 58–78. https://doi.org/10.22146/jf.34759
  24. Pratama, I. M. J. U., Wisanjaya, I. G. P. E., & Arsika, I. M. B. (2016). Penyelesaian Kasus Kekerasan Terhadap Jemaat Ahmadiyah di Wilayah Cikeusik Indonesia dalam Perspektif Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik. Kertha Negara, 4(3), 1–6. https://ojs.unud.ac.id/index.php/Kerthanegara/article/view/20148
  25. Primastika, W. (2018, December 7). Perda yang Mendiskriminasi LGBT Disebut Melanggar Konstitusi (M. S. Handayani (ed.)). Tirto.Id. https://tirto.id/perda-yang-mendiskriminasi-lgbt-disebut-melanggar-konstitusi-da8d
  26. Rawls, J. (2001). Justice as Fairness: A Restatement (J. Rawls & E. Kelly (eds.)). Harvard University Press.
  27. Rawls, J. (2009). A Theory of Justice. Harvard University Press. https://doi.org/10.2307/j.ctvkjb25m
  28. Risdiarto, D. (2017). Perlindungan Terhadap Kelompok Minoritas di Indonesia dalam Mewujudkan Keadilan dan Persamaan di Hadapan Hukum. Jurnal RechtsVinding, 6(1), 125–142. https://rechtsvinding.bphn.go.id/ejournal/index.php/jrv/article/view/120
  29. Rusmadji, A. (2005). Berkenalan dengan Komunitarianisme. Limen: Jurnal Agama Dan Kebudayaan, 1(2), 30–54. http://jurnal.stft-fajartimur.ac.id/index.php/lim/article/view/45
  30. Sandel, M. J. (1984a). Liberalism and Its Critics (M. J. Sandel (ed.)). New York University Press.
  31. Sandel, M. J. (1984b). The Procedural Republic and the Unencumbered Self. Political Theory, 12(1), 81–96. https://doi.org/10.1177/0090591784012001005
  32. Sandel, M. J. (1998). Liberalism and the Limits of Justice. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511810152
  33. Sandel, M. J. (2005). Public Philosophy: Essays on Morality in Politics. Harvard University Press.
  34. Shaw, C. K. Y. (2010). Civic Republicanism and Democratic Politics—Michael Sandel and Contemporary Theories of Political Community. EurAmerica, 40(4), 923–945. https://www.ea.sinica.edu.tw/eu_file/129290367914.pdf
  35. Sukirno. (2018). Diskriminasi Pemenuhan Hak Sipil Bagi Penganut Agama Lokal. Administrative Law & Governance Journal, 1(3), 231–239. https://doi.org/10.14710/alj.v1i3.231-239
  36. Syaputra. (2019, October 9). Rumusan Aborsi dalam RKUHP. DetikNews. https://news.detik.com/kolom/d-4739470/rumusan-aborsi-dalam-rkuhp
  37. Tim Infokom PB AMAN. (2012, September 24). Kasus Komunitas Karunsie Dongi. Aman.or.Id. https://www.aman.or.id/2012/09/kasus-komunitas-karunsie-dongi/
  38. Watu, W. B. (2019). Komunitarianisme Michael Sandel: Pemikiran Dasar, Relevansi Politis, dan Kritik Atasnya (pp. 1–13). https://www.academia.edu/39965957/Komunitarianisme_Michael_Sandel_Pemikiran_Dasar_Relevansi_Politis_dan_Kritik_Atasnya
  39. Westcott, B. (2018, February 26). Rencana Hukum Pidana Gay di Indonesia: Ketakutan dalam Komunitas LGBT. Matamatapolitik.Com. https://www.matamatapolitik.com/rencana-hukum-pidana-gay-di-indonesia-ketakutan-di-antara-komunitas-lgbt-terus-berlanjut/
  40. Youngmevittaya, W. (2019). A Critical Reflection on Michael J. Sandel: Rethinking Communitarianism. Journal of Social Sciences, 15(1), 83–116. https://doi.org/10.14456/jssnu.2019.4
  41. Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.