Keadilan untuk Komunitas

Perspektif Politik Komunitarianisme Michael Sandel

Penulis

  • Nurul Annisa Hamudy Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara

DOI:

https://doi.org/10.21787/jbp.12.2020.43-52

Kata Kunci:

keadilan, liberalisme, komunitarianisme, nilai-nilai, komunitas, kebaikan bersama

Abstrak

Cita-cita keadilan menemukan kegagalannya di tengah maraknya peristiwa kekerasan dan tindakan diskriminatif terhadap berbagai komunitas di Indonesia. Padahal, menurut Michael Sandel pandangan tentang yang baik dan adil, sesungguhnya telah dibentuk berdasarkan keyakinan-keyakinan tentang baik dan adil dalam komunitas tertentu. Komunitas memiliki peran bagi kehidupan bersama karena memiliki cakrawala nilai dan khazanah konsep hidup baiknya masing-masing. Sehingga konsepsi tentang masyarakat yang baik tidak dapat dilakukan dengan hanya sekadar mendeduksikannya dari sebuah prinsip umum, melainkan konsep tentang masyarakat yang baik sesungguhnya hanya dapat diperoleh melalui penggalian nilai-nilai serta keyakinan yang diasumsikan baik oleh komunitas yang bersangkutan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengulas lebih dalam keadilan ala komunitarian dalam perspektif filosofis Michael Sandel. Dengan metode deskriptif dan kepustakaan, serta pendekatan kualitatif, hasil penelitian menunjukkan, keadilan mampu diciptakan melalui promosi nilai. Melalui sebuah konsensus, pemerintah diharapkan mampu menggali sebuah nilai dari komunitas untuk menjadi arah dalam hidup bersama. Nilai ini kiranya dapat diterima sebagai kebaikan bersama. Dengan begitu, perkara keadilan dalam masyarakat, hanya dapat dijawab secara masuk akal bila bertolak pada horison wawasan yang disepakati dan dimiliki secara bersama-sama. Oleh karenanya, keadilan yang diusung Sandel hanya dapat dijawab dengan bertitik tolak pada nilai-nilai yang dimiliki bersama dalam komunitas yang bersangkutan.

Referensi

Aida, R. (2005). Liberalisme dan Komunitarianisme: Konsep tentang Individu dan Komunitas. Demokrasi, 4(2), 95–106. http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jd/article/viewFile/1063/896

Alwasilah, A. C. (2003). Pokoknya Kualitatif: Dasar-Dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Pustaka Jaya.

Amnesty International. (2020, February 21). Lindungi Hak-hak Warga Adat Maluku dari Ekploitasi Lahan. Amnesty.Id. https://www.amnesty.id/lindungi-hak-hak-warga-adat-maluku-dari-ekploitasi-lahan/

Andhika, M. B. S. (2019). Perlindungan Hukum terhadap Hak Konstitusional Warga Negara Penganut Kepercayaan. SYARIATI : Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Hukum, 5(2), 283–292. https://ojs.unsiq.ac.id/index.php/syariati/article/view/1198

BBC Indonesia. (2018, November 12). Marak perda anti-LGBT “demi moral publik”, bagaimana nalar hukumnya? Bbc.Com. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46170154

Bell, D. A. (2015). Communitarianism. In Wiley Encyclopedia of Management (Vol. 2, pp. 1–3). John Wiley & Sons, Ltd. https://doi.org/10.1002/9781118785317.weom020091

CNN Indonesia. (2019, September 19). RKUHP Dinilai Akan Perparah Diskriminasi terhadap LGBT. Cnnindonesia.Com. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190918210559-12-431758/rkuhp-dinilai-akan-perparah-diskriminasi-terhadap-lgbt

Erdianto, K., & Nadlir, M. (2017, December 6). Hapus Diskriminasi Penghayat Kepercayaan (S. Gatra (ed.)). Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2017/12/06/06050061/hapus-diskriminasi-penghayat-kepercayaan

Farrelly, C. (2004). Contemporary Political Theory: A Reader. SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781446215272

Garnesia, I. (2019, June 29). Pandangan Terhadap LGBT: Masih Soal Penyakit Sosial dan Agama (I. L. A. Bhaskara (ed.)). Tirto.Id. https://tirto.id/pandangan-terhadap-lgbt-masih-soal-penyakit-sosial-dan-agama-edju

Hamimah, S. (2018). Dinamika Kasus Ahmadiyah dan Aliran Kepercayaan Lainnya Serta Penyelesaiannya Melalui Hukum Tertulis di Indonesia. Syariah Jurnal Hukum Dan Pemikiran, 18(1), 19–29. https://doi.org/10.18592/sy.v18i1.2062

Hardiman, F. B. (2018). Demokrasi dan Sentimentalitas. Kanisius.

Hasan, I. (2002). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Ghalia Indonesia.

Human Rights Watch. (2013, February 28). Atas Nama Agama: Pelanggaran terhadap Minoritas Agama di Indonesia (E. Pearson & P. Kine (eds.)). Human Rights Watch. https://www.hrw.org/report/2013/02/28/religions-name/abuses-against-religious-minorities-indonesia

Kono, R. (2016). Senandung Suara-suara Minor. Matahari.

Kusumo, R., & Hurriyah, H. (2019). Populisme Islam di Indonesia: Studi Kasus Aksi Bela Islam oleh GNPF-MUI Tahun 2016-2017. Jurnal Politik, 4(1), 87–113. https://doi.org/10.7454/jp.v4i1.172

LBH Jakarta. (2016, March 1). Tahun 2016, Negara Masih Lalai Mencegah Terjadinya Diskriminasi. Bantuanhukum.or.Id. https://www.bantuanhukum.or.id/web/tahun-2016-negara-masih-lalai-mencegah-terjadinya-diskriminasi/

Li, C. (2018). Community without Harmony? A Confucian Critique of Michael Sandel. In M. J. Sandel & P. J. D’Ambrosio (Eds.), Encountering China: Michael Sandel and Chinese Philosophy (pp. 3–18). Harvard University Press. https://doi.org/10.2307/j.ctvqht3f.4

Madrim, S. (2020, January 15). Pemkot Depok Diminta Cabut Imbauan Razia Komunitas LGBT. VOA Indonesia. https://www.voaindonesia.com/a/pemkot-depok-diminta-cabut-imbauan-razia-komunitas-lgbt-/5246249.html

Madung, O. G. (2015). Pancasila dalam Pusaran Diskursus Liberalisme versus Komunitarisme. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 13(2), 231. https://doi.org/10.18592/khazanah.v13i2.768

Magnis-Suseno, F. (2005). Pijar-pijar Filsafat: Dari Gatholoco ke Filsafat Perempuan, dari Adam Müller ke Postmodernisme. Kanisius.

Mudzakkir, A. (2017). Kembalinya Tradisi: Rasionalitas dan Etika Komunitarian Alasdair MacIntyre. Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 4(2), 147–163. https://doi.org/10.33550/sd.v4i2.70

Muthmainnah, L. (2014). Problem Eksistensi Transgender di Indonesia dari Perspektif Politik Kaum Komunitarian. Jurnal Filsafat, 24(1), 58–78. https://doi.org/10.22146/jf.34759

Pratama, I. M. J. U., Wisanjaya, I. G. P. E., & Arsika, I. M. B. (2016). Penyelesaian Kasus Kekerasan Terhadap Jemaat Ahmadiyah di Wilayah Cikeusik Indonesia dalam Perspektif Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik. Kertha Negara, 4(3), 1–6. https://ojs.unud.ac.id/index.php/Kerthanegara/article/view/20148

Primastika, W. (2018, December 7). Perda yang Mendiskriminasi LGBT Disebut Melanggar Konstitusi (M. S. Handayani (ed.)). Tirto.Id. https://tirto.id/perda-yang-mendiskriminasi-lgbt-disebut-melanggar-konstitusi-da8d

Rawls, J. (2001). Justice as Fairness: A Restatement (J. Rawls & E. Kelly (eds.)). Harvard University Press.

Rawls, J. (2009). A Theory of Justice. Harvard University Press. https://doi.org/10.2307/j.ctvkjb25m

Risdiarto, D. (2017). Perlindungan Terhadap Kelompok Minoritas di Indonesia dalam Mewujudkan Keadilan dan Persamaan di Hadapan Hukum. Jurnal RechtsVinding, 6(1), 125–142. https://rechtsvinding.bphn.go.id/ejournal/index.php/jrv/article/view/120

Rusmadji, A. (2005). Berkenalan dengan Komunitarianisme. Limen: Jurnal Agama Dan Kebudayaan, 1(2), 30–54. http://jurnal.stft-fajartimur.ac.id/index.php/lim/article/view/45

Sandel, M. J. (1984a). Liberalism and Its Critics (M. J. Sandel (ed.)). New York University Press.

Sandel, M. J. (1984b). The Procedural Republic and the Unencumbered Self. Political Theory, 12(1), 81–96. https://doi.org/10.1177/0090591784012001005

Sandel, M. J. (1998). Liberalism and the Limits of Justice. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511810152

Sandel, M. J. (2005). Public Philosophy: Essays on Morality in Politics. Harvard University Press.

Shaw, C. K. Y. (2010). Civic Republicanism and Democratic Politics—Michael Sandel and Contemporary Theories of Political Community. EurAmerica, 40(4), 923–945. https://www.ea.sinica.edu.tw/eu_file/129290367914.pdf

Sukirno. (2018). Diskriminasi Pemenuhan Hak Sipil Bagi Penganut Agama Lokal. Administrative Law & Governance Journal, 1(3), 231–239. https://doi.org/10.14710/alj.v1i3.231-239

Syaputra. (2019, October 9). Rumusan Aborsi dalam RKUHP. DetikNews. https://news.detik.com/kolom/d-4739470/rumusan-aborsi-dalam-rkuhp

Tim Infokom PB AMAN. (2012, September 24). Kasus Komunitas Karunsie Dongi. Aman.or.Id. https://www.aman.or.id/2012/09/kasus-komunitas-karunsie-dongi/

Watu, W. B. (2019). Komunitarianisme Michael Sandel: Pemikiran Dasar, Relevansi Politis, dan Kritik Atasnya (pp. 1–13). https://www.academia.edu/39965957/Komunitarianisme_Michael_Sandel_Pemikiran_Dasar_Relevansi_Politis_dan_Kritik_Atasnya

Westcott, B. (2018, February 26). Rencana Hukum Pidana Gay di Indonesia: Ketakutan dalam Komunitas LGBT. Matamatapolitik.Com. https://www.matamatapolitik.com/rencana-hukum-pidana-gay-di-indonesia-ketakutan-di-antara-komunitas-lgbt-terus-berlanjut/

Youngmevittaya, W. (2019). A Critical Reflection on Michael J. Sandel: Rethinking Communitarianism. Journal of Social Sciences, 15(1), 83–116. https://doi.org/10.14456/jssnu.2019.4

Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Diterbitkan

2020-05-28

Cara Mengutip

Keadilan untuk Komunitas: Perspektif Politik Komunitarianisme Michael Sandel. (2020). Jurnal Bina Praja, 12(1), 43-52. https://doi.org/10.21787/jbp.12.2020.43-52

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Keadilan untuk Komunitas: Perspektif Politik Komunitarianisme Michael Sandel. (2020). Jurnal Bina Praja, 12(1), 43-52. https://doi.org/10.21787/jbp.12.2020.43-52

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama