Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Penggusuran di Jakarta dalam Bingkai Etika Utilitarianisme

DOI
10.21787/jbp.11.2019.75-86
Tanggal Terbit & Halaman
31 Mei 2019 · Hlm. 75-86
Riwayat Naskah
Diterima1 Mar 2019 Disetujui30 Apr 2019 Terbit31 Mei 2019

1.315 Dilihat 1.355 Diunduh

Abstrak

Penggusuran yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta kerap dianggap salah atau bercitra negatif (bahkan melanggar Hak Asasi Manusia) karena identik dengan keributan, pemaksaan, pengusiran, dan selalu berujung konflik. Padahal, etika utilitarianisme mengajarkan, tidak ada tindakan-tindakan, termasuk penggusuran, yang pada dirinya sendiri salah. Semua tindakan atau pun peraturan adalah netral. Yang memberi nilai moral kepada tindakan-tindakan atau peraturan tersebut adalah akibat-akibatnya yang bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat positif tindakan penggusuran dengan menggunakan perspektif filosofis etika utilitarisme. Dengan menggunakan metode deskriptif dan kepustakaan, serta pendekatan kualitatif, hasil penelitian menunjukkan, kebijakan penggusuran dapat dibenarkan secara utilitarian. Menggusur segelintir warga yang berada di bantaran kali melalui upaya normalisasi dan jalur terbuka hijau dilakukan demi menyelamatkan jutaan warga DKI Jakarta dari bencana banjir. Tujuan besar penggusuran sejatinya adalah untuk kepentingan umum. Oleh karenanya, penggusuran harus diarahkan sebagai tindakan yang memiliki utilitas bagi sebanyak mungkin orang dan tetap dilakukan melalui cara yang memanusiakan manusia.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 11 No 1 (2019).

Buka PDF

Daftar Pustaka

59 rujukan
  1. Abraham, R., Lubis, D. I., Indrawan, M., & Fachrudin, R. (2014). Visa Masuk Kota: Alternatif Kebijakan Kaum Urban Untuk Mengatasi Kepadatan Penduduk Jakarta. Program Kreativitas Mahasiswa - Gagasan Tertulis. Retrieved from http://artikel.dikti.go.id/index.php/PKMGT/article/view/144
  2. Albajili, M. C. M., Latifa, R., & Fitri, N. R. Al. (2018). Masih Ada: Laporan Penggusuran Paksa di Wilayah DKI Jakarta 2018. Retrieved from https://www.bantuanhukum.or.id/web/wp-content/uploads/2018/10/laporan-penggusuran-jakarta-2018.pdf
  3. Alwasilah, A. C. (2003). Pokoknya Kualitatif: Dasar-Dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Jakarta: Pustaka Jaya.
  4. Baujard, A. (2013). Utilitarianism and Anti-Utilitarianism. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.2357441
  5. Belarminus, R. (2016, November 15). Setelah Penggusuran, Normalisasi Ciliwung di Cawang Segera Dimulai (I. Rastika, Ed.). https://doi.org/https://megapolitan.kompas.com/read/2016/11/15/12314501/setelah.penggusuran.normalisasi.ciliwung.di.cawang.segera.dimulai
  6. Bentham, J. (1907). Happiness Is the Greatest Good (pp. 1–15). pp. 1–15. Retrieved from https://philosophy.lander.edu/intro/articles/bentham-a.pdf
  7. Bentham, J. (1982). An Introduction to The Principles of Morals and Legislation (1781 Ed.) (pp. 14–18). pp. 14–18. Retrieved from https://www.reed.edu/Humanities/hum220/syllabus/2010-11/Bentham-Principles.pdf
  8. Bertens, K. (Kees). (1993). Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  9. Bromell, D. (2012). Doing the right thing: Ethical dilemmas in public policy making. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/289129763_Doing_the_right_thing_Ethical_dilemmas_in_public_policy_making
  10. Burns, J. H. (2005). Happiness and Utility: Jeremy Bentham’s Equation. Utilitas, 17(1), 46–61. https://doi.org/10.1017/S0953820804001396
  11. Córdoba, M. B. F. de. (2010). Public Interest in Political Philosophy. A Necessary Ethical and Regulatory Concept for Territorial Planning. Boletín de La Asociación de Geógrafos Españoles, (53), 381–386. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/289430445_Public_interest_in_political_philosophy_a_necessary_ethical_and_regulatory_concept_for_territorial_planning
  12. Dimova-Cookson, M. (2003). Bentham, Mill and Green on the nature of the good. Journal of Bentham Studies, 6, 1–18. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/32885225_Bentham_Mill_and_Green_on_the_Nature_of_the_Good
  13. Fitrianti, N. A., & Fadhilah, N. L. (2018). Relokasi Permukiman Warga Bantaran Sungai Ciliwung di Provinsi Jakarta. Lentera Hukum, 5(2), 277. https://doi.org/10.19184/ejlh.v5i2.6788
  14. Gandjour, A. (2007). Is it Rational to Pursue Utilitarianism? Ethical Perspectives, 14(2), 139–158. https://doi.org/10.2143/EP.14.2.2023965
  15. Harsono, A. (1989). Utilitarisme John Stuart Mill. Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.
  16. Haryatmoko. (2013). Etika Publik untuk Integritas Pejabat Publik dan Politisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  17. Human Rights Watch. (2006). Masyarakat yang Tergusur: Pengusiran Paksa di Jakarta (Vol. 18). Retrieved from https://www.hrw.org/reports/2006/indonesia0906/indonesia0906sumandrecsBIweb.pdf
  18. Human Rights Watch. (2011). World Report. Retrieved from https://www.hrw.org/sites/default/files/related_material/wr2011_book_complete.pdf
  19. Ibrahim, H. R. (2005). Penggusuran dalam perspektif HAM. Michigan: Pustaka Cidesindo.
  20. Insidejakarta.com. (2018, September 7). Penggusuran Memiliki Dampak Positif atau Negatif Bagi Ekonomi Rakyat Jakarta? Retrieved from Insidejakarta.com website: https://www.insidejakarta.com/ketahuilah/dampak-penggusuran/
  21. Januardy, A. F. (2015). KAMI TERUSIR: Laporan Penggusuran Paksa di Wilayah DKI Jakarta Januari-Agustus 2015. Retrieved from https://www.bantuanhukum.or.id/web/wp-content/uploads/2015/08/Laporan-Penggusuran-Paksa-Jakarta.pdf
  22. Januardy, A. F., Achmadi, J. C., & Fortuna, C. I. (2016). Seperti Puing: Laporan Penggusuran Paksa di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2016. Retrieved from https://www.bantuanhukum.or.id/web/wp-content/uploads/2017/04/Laporan-Penggusuran_LBHJAKARTA_2016.pdf
  23. Jordan, R. (2017, February 20). Ahok Bangun Rusunawa untuk Warga DKI, Berapa Bayar Sewanya? Retrieved from detikFinance website: https://finance.detik.com/properti/d-3426879/ahok-bangun-rusunawa-untuk-warga-dki-berapa-bayar-sewanya
  24. Magnis-Suseno, F. (1997). 13 TOKOH ETIKA, Sejak Zaman Yunani Sampai Abad ke-19. Yogyakarta: Kanisius.
  25. Mautner, T. (1997). The Penguin Dictionary of Philosophy. Penguin Books.
  26. McGee, R. W. (2004). Property Rights vs. Utilitarianism: Two Views of Ethics. SSRN Electronic Journal, 27(Fall), 85–112. https://doi.org/10.2139/ssrn.546344
  27. Mill, J. S. (2017). Utilitarianism. Retrieved from https://www.earlymoderntexts.com/assets/pdfs/mill1863.pdf
  28. Mirah Sakethi. (2010). Mengapa Jakarta Banjir? Pengendalian Banjir Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jakarta: Mirah Sakethi.
  29. Nailufar, N. N. (2018a, September 13). Jakarta Masih Terancam Bencana Banjir (E. Patnistik, Ed.). Retrieved from Kompas.com website: https://megapolitan.kompas.com/read/2018/09/13/09413271/jakarta-masih-terancam-bencana-banjir?page=all
  30. Nailufar, N. N. (2018b, December 7). Ini 12 Titik Langganan Banjir di Jakarta Selatan (D. Maharani, Ed.). Retrieved from Kompas.com website: https://megapolitan.kompas.com/read/2018/12/07/20422241/ini-12-titik-langganan-banjir-di-jakarta-selatanNugroho, B. P. (2017, February 22). Banjir Jakarta di 5 Tahun Terakhir. Retrieved from Detik.com website: https://news.detik.com/berita/d-3429219/banjir-jakarta-di-5-tahun-terakhir
  31. Osifo, C. (2015). Evaluating Governance and Management in Africa; A utilitarian Perspective (No. Working Papers 8). Retrieved from https://www.univaasa.fi/materiaali/pdf/isbn_978-952-476-599-2.pdf
  32. Paramaesti, C. (2017, October 20). Ancaman Banjir di Jakarta, Normalisasi Sungai Baru 60 Persen (U. Widyanto, Ed.). Retrieved from Tempo.co website: https://metro.tempo.co/read/1026535/ancaman-banjir-di-jakarta-normalisasi-sungai-baru-60-persen
  33. Poespoprodjo, W. (1999). Filsafat Moral: Kesusilaan Dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Pustaka Grafika.
  34. Pravitasari, A. E. (2018). Dampak Urbanisasi dan Perkembangan Perkotaan di Jabodetabek dan Sekitarnya Serta Pengaruhnya pada Peningkatan Degradasi Lingkungan. Jabodetabek Study Forum. Retrieved from http://p4w.ipb.ac.id/jabodetabek-study-forum/uploads/files/The-1st-Jabodetabek-Discussion-Series-in-2018-Andrea Emma-P-Handout.pdf
  35. Prihatin, R. B. (2014). Fenomena Penggusuran di Jakarta. Info Singkat Kesejahteraan Sosial, VI(17), 9–12. Retrieved from http://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info Singkat-VI-17-I-P3DI-September-2014-31.pdf
  36. Purnamasari, N. (2016, September 28). Gusur Rumah Warga di Bantaran Kali Bukit Duri, Ahok: Saya Tidak Ada Pilihan. Retrieved from Detik.com website: https://news.detik.com/berita/d-3308444/gusur-rumah-warga-di-bantaran-kali-bukit-duri-ahok-saya-tidak-ada-pilihan
  37. Purwantini. (2016). Urbanisme, Urbanisasi, dan Masyarakat Urban di Jakarta dalam Novel Senja di Jakarta. ATAVISME, 19(2), 162. https://doi.org/10.24257/atavisme.v19i2.192.162-175
  38. Reinhart, F, C. (2015). Summary for Policymakers. In Intergovernmental Panel on Climate Change (Ed.), Climate Change 2013 - The Physical Science Basis (pp. 1–30). https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
  39. Robertson, M., & Walter, G. (2007). A Critical Reflection on Utilitarianism as the Basis for Psychiatric Ethics. Part I: Utilitarianism as Ethical Theory. Journal of Ethics in Mental Health, 2(1), 1–4. Retrieved from https://jemh.ca/issues/v2n1/documents/JEMH_V2N1_Article1_UtilitarianismAsAnEthicalTheory.pdf
  40. Sabrina S., E. (2017). Konstruksi Sosial Masyarakat Tentang Penggusuran Lahan (Studi Kasus Penggusuran Lahan di Wilayah Kelurahan Gunung Anyar). Jurnal Universitas Airlangga, 6(1), 1–18. Retrieved from http://journal.unair.ac.id/Kmnts@konstruksi-sosial-masyarakat-tentang-penggusuran-lahan-(studi-kasus-penggusuran-lahan-di-wilayah-kelurahan-gunung-anyar)-article-11927-media-135-category-8.html
  41. Sari, N. (2016, April 28). Relokasi Warga ke Rusun yang Problematik. Retrieved from Kompas.com website: https://megapolitan.kompas.com/read/2016/04/28/08180571/Relokasi.Warga.ke.Rusun.yang.Problematik.?page=all
  42. Saroh, M. (2017, February 21). Kebijakan Ahok, Normalisasi Sungai Bisa Atasi Banjir - Tirto.ID. Retrieved from Tirto.id website: https://tirto.id/kebijakan-ahok-normalisasi-sungai-bisa-atasi-banjir-cjpx
  43. Saudale, V., Tambun, L. T., Purnamasari, D. M., & DAS. (2016, October 18). Ciliwung Tak Lagi Sumber Petaka. Retrieved from Beritasatu.com website: https://www.beritasatu.com/megapolitan/393435/ciliwung-tak-lagi-sumber-petaka
  44. Soemarwi, Vera W S. (2016). Program Pembangunan Jakarta: Normalisasi Kali Ciliwung dengan Merampas Tanah Warga [Studi Kasus Putusan Nomor: 205/G/2016/PTUN-JKT]. Ciliwungmerdeka.Org. Retrieved from https://ciliwungmerdeka.org/wp-content/uploads/2017/02/FGD-Bedah-Putusan-TUN-LBH-Jakarta-10-Februari-2017.pdf
  45. Soemarwi, Vera Wheni S. (2017). Tinjauan Normatif-Empiris Asas Partisipatif dalam Perencanaan Pembangunan Kota: Normalisasi Kali Ciliwung di Bukit Duri. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 1(1), 232–239. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v1i1.355
  46. Sudarminta, J. (2013). ETIKA UMUM, Kajian tentang Beberapa Masalah Pokok dan Teori Etika Normatif. Yogyakarta: Kanisius.
  47. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  48. Sulistiyani, A. T. (2002). Problema dan Kebijakan Perumahan di Perkotaan. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 5(3), 327–344. https://doi.org/10.22146/jsp.11101
  49. Sulistyo, E. (2017). Tindakan Kekerasan Dalam Penggusuran yang Dilakukan Aparatur Negara di Kota Bandung (Kajian Dalam Prespektif Hak Asasi Manusia) (Universitas Islam Indonesia; Vol. 91). Retrieved from https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/3702
  50. Suseno, F. M. (1979). Etika Umum: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Yayasan Kanisius.
  51. Syafi’i SJ, A. (2017). FIiqh Proletar: Rekonstruksi Nalar Kepentingan Umum dalam Kasus Pembebasan Tanah untuk Pembangunan Menuju Ke Arah Transformasi Sosial yang Progresif-Humanis. FIKROTUNA, 3(1). https://doi.org/10.32806/jf.v3i1.2711
  52. Tambun, L. T. (2016, September 29). Selama Menjadi Gubernur DKI, Ahok Telah Lakukan 12 Penggusuran. Retrieved from Beritasatu.com website: https://www.beritasatu.com/megapolitan/389284/selama-menjadi-gubernur-dki-ahok-telah-lakukan-12-penggusuran
  53. Thomson, G., & Kolak, D. (2016). The Longman Standard History of Medieval Philosophy. London: Routledge.
  54. Veenhoven, R. (2012). Happiness as a Public Policy Aim: The Greatest Happiness Principle. In A. L. and S. Joseph (Ed.), Positive Psychology in Practice (Chapter 39, pp. 658–678). https://doi.org/10.1002/9780470939338.ch39
  55. Waryono, T. (2002). Fenomena Banjir di Wilayah Perkotaan (Studi kasus banjir DKI Jakarta 2002) (pp. 16–19). pp. 16–19. Retrieved from https://staff.blog.ui.ac.id/tarsoen.waryono/files/2009/12/20-fenomena-banjir-di-wil-perkotaan.pdf
  56. Widodo, G. A. (2018). Kontestasi Diskursus dalam Penggusuran Kampung Kalijodo Jakarta (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah). Retrieved from http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/42923
  57. Wigati, R., & Soedarsono. (2016). Normalisasi Sungai Ciliwung Menggunakan Program HEC-RAS 4.1 (Studi Kasus Cililitan - Bidara Cina). Jurnal Fondasi, 5(1), 1–12. Retrieved from http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jft/article/view/1242
  58. Wolff, B. G. (2008). Environmental Studies and Utilitarian Ethics. Bioscene, 34(2), 6–11. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/289911991_Environmental_studies_and_utilitarian_ethics
  59. Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.