Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Indeks Moran I dan LISA Berbasis KKN

Analisis Spasial Stunting pada Balita di Indonesia 2024

DOI
10.21787/jbp.17.2025-2888
Tanggal Terbit & Halaman
31 Agustus 2025

579 Dilihat 678 Diunduh

Abstrak

Stunting pada balita merupakan masalah gizi signifikan yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial prevalensi stunting pada balita di Indonesia sebagai dasar pengembangan intervensi kebijakan berbasis wilayah. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui analisis autokorelasi spasial menggunakan Indeks Moran I dan Indikator Lokal Autokorelasi Spasial (LISA), yang berbasis pada metode K-Nearest Neighbors (KNN). Data prevalensi stunting diperoleh dari 514 kabupaten/kota di Indonesia dan dianalisis untuk mendeteksi pola pengelompokan di daerah berisiko tinggi. Hasil menunjukkan Moran I sebesar 0,315 (nilai P < 0,05), yang mengindikasikan autokorelasi spasial positif antar wilayah. Selain itu, hasil ini menunjukkan bahwa daerah dengan prevalensi stunting tinggi cenderung berkelompok secara geografis, terutama di daerah di luar Jawa, seperti Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Hasil studi ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis wilayah untuk pengelolaan stunting yang mempertimbangkan faktor spasial. Daerah dengan tingkat gizi buruk yang tinggi sangat rentan terhadap stunting, seperti yang ditunjukkan oleh rendahnya cakupan gizi, akses terhadap sanitasi, dan konsumsi protein, serta tingginya angka kemiskinan. Situasi ini menyoroti pentingnya intervensi kebijakan yang lebih terfokus dan efektif yang mencakup peningkatan gizi, peningkatan akses terhadap pangan dan sanitasi, pendidikan kesehatan, serta penguatan aspek kesejahteraan dan pendidikan.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 2 (2025).

Buka PDF

Daftar Pustaka

24 rujukan
  1. Anselin, L. (1995). Local Indicators of Spatial Association—LISA. Geographical Analysis, 27(2), 93–115. https://doi.org/10.1111/j.1538-4632.1995.tb00338.x
  2. Arieffiani, D., & Ekowanti, M. R. L. (2024). Evaluating Local Government Policy Innovations: A Case Study of Surabaya’s Efforts in Combating Stunting and Enhancing Public Health Services Quality. Jurnal Bina Praja, 16(1), 1–20. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.1-20
  3. Aryastami, N. K. (2017). Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, 45(4), 233–240. https://doi.org/10.22435/bpk.v45i4.7465.233-240
  4. Atamou, L., Rahmadiyah, D. C., Hassan, H., & Setiawan, A. (2023). Analysis of the Determinants of Stunting Among Children Aged Below Five Years in Stunting Locus Villages in Indonesia. Healthcare, 11(6), 1–12. https://doi.org/10.3390/healthcare11060810
  5. Azis, A. A., & Aswi, A. (2023). Spatial Clustering of Stunting Cases in Indonesia: A Bayesian Approach. Communications in Mathematical Biology and Neuroscience, 2023, 1–11. https://doi.org/10.28919/cmbn/7898
  6. Bahru, B. A., Jebena, M. G., Birner, R., & Zeller, M. (2020). Impact of Ethiopia’s Productive Safety Net Program on Household Food Security and Child Nutrition: A Marginal Structural Modeling Approach. SSM - Population Health, 12, 1–9. https://doi.org/10.1016/j.ssmph.2020.100660
  7. Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A Review of Child Stunting Determinants in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 14(4), 1–10. https://doi.org/10.1111/mcn.12617
  8. Bivand, R. S., Pebesma, E. J., & Gomez-Rubio, V. (2008). Applied Spatial Data Analysis with R. Springer Nature.
  9. Brar, S., Akseer, N., Sall, M., Conway, K., Diouf, I., Everett, K., Islam, M., Sène, P. I. S., Tasic, H., Wigle, J., & Bhutta, Z. (2020). Drivers of Stunting Reduction in Senegal: A Country Case Study. The American Journal of Clinical Nutrition, 112, 860S-874S. https://doi.org/10.1093/ajcn/nqaa151
  10. de Onis, M., & Branca, F. (2016). Childhood Stunting: A Global Perspective. Maternal & Child Nutrition, 12(1), 12–26. https://doi.org/10.1111/mcn.12231
  11. Fenske, N., Burns, J., Hothorn, T., & Rehfuess, E. A. (2013). Understanding Child Stunting in India: A Comprehensive Analysis of Socio-Economic, Nutritional and Environmental Determinants Using Additive Quantile Regression. PLoS ONE, 8(11), 1–16. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0078692
  12. Kementerian Kesehatan RI. (2023). Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2023.
  13. Kementerian Kesehatan RI. (2024). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Kementerian Kesehatan: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/survei-status-gizi-indonesia-ssgi-2024/
  14. Khan, M., Ding, Q., & Perrizo, W. (2002). k-nearest Neighbor Classification on Spatial Data Streams Using P-trees. In Conference: Proceedings of the 6th Pacific-Asia Conference on Advances in Knowledge Discovery and Data Mining (pp. 517–528). Springer Nature. https://doi.org/10.1007/3-540-47887-6_51
  15. Nirmalasari, N. O. (2020). Stunting pada Anak: Penyebab dan Faktor Risiko Stunting di Indonesia. Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming, 14(1), 19–28. https://doi.org/10.20414/Qawwam.v14i1.2372
  16. Sadiq, A., Susyani, S., Febry, F., Sari, I. P., Sartono, S., Margarethy, I., & Ni’mah, T. (2023). Karakteristik Spasial Daerah Penentu Terjadinya Stunting di Sumatera Selatan. Amerta Nutrition, 7(4), 569–575. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i4.2023.569-575
  17. Saputri, R. A., & Tumangger, J. (2019). Hulu-Hilir Penanggulangan Stunting di Indonesia. Journal of Political Issues, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.33019/jpi.v1i1.2
  18. Simamora, M., Sipayung, R., Sinaga, J., & Sutrisna, A. A. (2023). Kejadian Stunting dengan Kemampuan Kognitif Anak Usia Sekolah. Jurnal Online Keperawatan Indonesia, 6(1), 29–36. https://doi.org/10.51544/keperawatan.v6i1.4304
  19. Sumartini, E. (2020). Studi Literatur: Dampak Stunting Terhadap Kemampuan Kognitif Anak. Prosiding Seminar Kesehatan “Peran Tenaga Kesehatan Dalam Menurunkan Kejadian Stunting” Tahun 2020.
  20. Taufiqurokhman, T. (2023). Equality Strategy for Reducing Stunting Prevalence Rate: Case Study of DKI Jakarta Province. Jurnal Bina Praja, 15(3), 495–506. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.495-506
  21. UNICEF, WHO, & World Bank Group. (2023). Levels and Trends in Child Malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates: Key Findings of the 2023 Edition. https://www.who.int/publications/i/item/9789240073791
  22. Wen, T.-H., Lin, N. H., Chao, D.-Y., Hwang, K.-P., Kan, C.-C., Lin, K. C.-M., Wu, J. T.-S., Huang, S. Y.-J., Fan, I.-C., & King, C.-C. (2010). Spatial–Temporal Patterns of Dengue in Areas at Risk of Dengue Hemorrhagic Fever in Kaohsiung, Taiwan, 2002. International Journal of Infectious Diseases, 14(4), e334–e343. https://doi.org/10.1016/j.ijid.2009.06.006
  23. Widanti, Y. A. (2016). Prevalensi, Faktor Risiko, dan Dampak Stunting pada Anak Usia Sekolah. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 1(1), 23–28. https://doi.org/10.33061/jitipari.v1i1.1512
  24. World Health Organization. (2014). Maternal, Infant and Young Child Nutrition in East and Southern African Countries: Moving to National Implementation.

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2025 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.