Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 3 (2025).
1.098 Dilihat 1.341 Diunduh
Cakupan Kesehatan Universal di Indonesia diimplementasikan melalui Asuransi Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Di Nusa Tenggara Timur, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes dan RSU Siloam Kupang berperan sebagai pusat rujukan utama bagi pasien BPJS, namun masih terdapat variasi dalam standar pelayanan publik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain metode campuran eksploratif sekuensial, menggabungkan analisis faktor kuantitatif dengan eksplorasi kualitatif menggunakan NVivo. Penelitian ini melibatkan pasien BPJS di unit rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes (n = 13.958) dan RSU Siloam Kupang (n = 10.192) selama tahun 2023, dengan sampel berstrata yang disurvei dan diwawancarai mengenai dimensi standar pelayanan publik. Analisis faktor menunjukkan RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes unggul dalam persyaratan, prosedur, dan waktu pelayanan, sedangkan RSU Siloam Kupang berkinerja lebih baik dalam fasilitas, penanganan pengaduan, dan evaluasi kinerja. Hasil analisis NVivo menyoroti masalah berulang terkait “pengaduan,” “waktu,” dan “informasi,” yang menandakan kesenjangan sistemik di kedua institusi tersebut. RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes mencerminkan kejelasan prosedur dan ketepatan waktu yang lebih kuat sesuai dengan norma pelayanan publik, tetapi membutuhkan modernisasi infrastruktur dan sistem pengaduan. RSU Siloam Kupang menunjukkan sumber daya fisik yang unggul dan manajemen pengaduan digital, namun menghadapi keterlambatan dan alur administrasi yang kompleks untuk pasien BPJS. Struktur kelembagaan dan pendekatan manajerial membentuk perbedaan ini, menekankan perlunya penyelarasan dengan Undang-Undang No. 25/2009 dan prinsip-prinsip Pelayanan Publik Baru untuk memastikan perawatan yang adil dan responsif.
A Comparative Study of Healthcare Service Standards Between Public and Private Hospitals in Kupang City
Universal Health Coverage in Indonesia is implemented through the National Health Insurance (JKN) managed by BPJS Kesehatan. In East Nusa Tenggara, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes and RSU Siloam Kupang serve as top referral centers for BPJS patients, yet variations in public service standards persist. In this study, the researcher used a sequential explanatory mixed-method design, combining quantitative factor analysis with qualitative exploration using NVivo. The study involved BPJS patients in inpatient, outpatient, and emergency units at RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes (n = 13,958) and RSU Siloam Kupang (n = 10,192) during 2023, with stratified samples surveyed and interviewed on dimensions of public service standards. Factor analysis indicated RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes excelled in requirements, procedures, and service time, while RSU Siloam Kupang outperformed in facilities, complaint handling, and performance evaluation. NVivo outputs highlighted recurring issues of “complaints,” “time,” and “information,” signaling systemic gaps in both institutions. RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes reflects stronger procedural clarity and timeliness consistent with public service norms but requires modernization of infrastructure and complaint systems. RSU Siloam Kupang demonstrates superior physical resources and digital complaint management yet faces delays and complex administrative flows for BPJS patients. Institutional structures and managerial approaches shape these differences, emphasizing the need for alignment with Law No. 25/2009 and New Public Service principles to ensure equitable, responsive care.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 3 (2025).
Hak Cipta (c) 2025 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.