Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Penentuan Subsektor Unggulan Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan Menggunakan Metode Promethee

Studi Kasus Calon Daerah Otonom Baru Kabupaten Sukabumi Utara

DOI
10.21787/jbp.17.2025-2556
Tanggal Terbit & Halaman
29 Agustus 2025
Riwayat Naskah
Diterima8 Mei 2025 Disetujui12 Agu 2025 Terbit29 Agu 2025

420 Dilihat 352 Diunduh

Abstrak

Pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan merupakan pendekatan yang sangat penting dan relevan untuk diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di daerah yang sedang dalam proses menjadi daerah otonomi baru, yaitu Kabupaten Sukabumi Utara. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya mendorong peningkatan pendapatan tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok marginal, dengan tetap menjaga keseimbangan ekosistem dan menciptakan generasi masa depan yang lebih baik. Studi ini menganalisis sektor-sektor ekonomi unggulan yang potensial untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pemilihan sektor unggulan dilakukan dengan menggunakan metode Promethee, yaitu metode analisis multikriteria (MCA) berbasis outranking yang didasarkan pada indeks preferensi. Sebanyak 12 kriteria digunakan, dan data diperoleh melalui kuesioner dari beberapa pakar. Hasil studi ini menunjukkan bahwa pengembangan subsektor Industri Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Makanan dan Minuman merupakan sektor potensial yang direkomendasikan untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 2 (2025).

Buka PDF

Daftar Pustaka

35 rujukan
  1. Antara, M., & Sumarniasih, M. S. (2021). Classification of Subsectors in the Agriculture Sector and Featured Agriculture Products in Badung District, Bali. Journal of Experimental Agriculture International, 43(5), 28–42. https://doi.org/10.9734/jeai/2021/v43i530687
  2. Bangsawan, I., & Dwiprabowo, H. (2012). Hutan sebagai Penghasil Pangan untuk Ketahanan Pangan Masyarakat: Studi Kasus di Kabupaten Sukabumi. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 9(4), 185–197. https://doi.org/10.20886/jsek.2012.9.4.185-197
  3. Bappenas. (2020). Catatan Teknis Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif.
  4. Bhorat, H., & Oosthuizen, M. (2020). Jobs, Economic Growth, and Capacity Development for Youth in Africa (336; Working Paper Series). University of Cape Town, Development Policy Research Unit.
  5. Bhorat, H., & Tarp, F. (2016). Africa’s Lions: Growth Traps and Opportunities for Six African Economies. Brookings Institution Press. https://www.jstor.org/stable/10.7864/j.ctt1hfr23q
  6. BPS-Statistics of Sukabumi Regency. (2024). Sukabumi Regency in Figures 2024. BPS-Statistics of Sukabumi Regency.
  7. Campos Arce, J. J. (2019). Forests, Inclusive and Sustainable Economic Growth and Employment. United Nations Forum on Forests.
  8. Clarkson, L., Morrissette, V., Regallet, G., & International Institute for Sustainable Development. (1992). Our Responsibility to the Seventh Generation: Indigenous Peoples and Sustainable Development. International Institute for Sustainable Development.
  9. Duran, D. C., Gogan, L. M., Artene, A., & Duran, V. (2015). The Components of Sustainable Development - A Possible Approach. Procedia Economics and Finance, 26, 806–811. https://doi.org/10.1016/S2212-5671(15)00849-7
  10. Emma Pravitasari, A., Rustiadi, E., Pratika Mulya, S., & Nursetya Fuadina, L. (2018). Developing Regional Sustainability Index as a New Approach for Evaluating Sustainability Performance in Indonesia. Environment and Ecology Research, 6(3), 157–168. https://doi.org/10.13189/eer.2018.060303
  11. Fauzi, A. (2019). Teknik Analisis Berkelanjutan. PT. Gramedia Pustaka Utama.
  12. Fauzi, A. R., & Indahsari, K. (2022). Analisis Strategi Pengembangan Sub Sektor Tanaman Pangan dalam Mendorong Pembangunan Ekonomi. Jurnal Ilmu Ekonomi & Sosial, 13(1), 23–47. https://doi.org/10.35724/jies.v13i1.4376
  13. Gulo, N. O., Lase, S. W. A., Laoli, D. S. T., Gulo, M., & Lase, N. K. (2024). Pemanfaatan Lahan dengan Sistem Pengolahan yang Baik dan Penggunaan Pupuk Organik untuk Menerapkan Sistem Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan, 1(2), 30–39. https://doi.org/10.70134/penarik.v1i2.178
  14. Hajeri, Yurisinthae, E., & Dolorosa, E. (2015). Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian di Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, 4(2), 253–269. https://doi.org/10.26418/jebik.v4i2.12485
  15. Klarin, T. (2018). The Concept of Sustainable Development: From its Beginning to the Contemporary Issues. Zagreb International Review of Economics and Business, 21(1), 67–94. https://doi.org/10.2478/zireb-2018-0005
  16. Kusdiana, D., & Gunardi, A. (2014). Pengembangan Produk Unggulan UMKM Kabupaten Sukabumi. Trikonomika: Jurnal Ekonomi, 13(2), 153–171. https://doi.org/10.23969/trikonomika.v13i2.611
  17. Manaraja, C. D., Engka, D. S. M., & Rorong, I. P. F. (2023). Analisis Potensi Unggulan dan Daya Saing Sub Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan. Efisiensi, 23(4), 49–60. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jbie/article/view/47055
  18. Maulana, M. I., & Maulana, M. I. (2023). Analysis of Agricultural Economic Development in East Java Province. Jurnal Bina Praja, 15(3), 593–604. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.593-604
  19. Mold, A., Acevedo, A., & Pérez, E. (2009). The Sectoral Drivers of Economic Growth: A Long-Term View of Latin American Economic Perfomance. Cuadernos Económicos de ICE, 78. https://doi.org/10.32796/cice.2009.78.5971
  20. Nababan, Y. J., Syaukat, Y., Juanda, B., & Sutomo, S. (2014). Tantangan bagi Pembangunan Berkelanjutan di Kalimantan Timur: Menuju Inclusive Green Economy. Masyarakat Indonesia, 40(2), 211–228. https://doi.org/10.14203/JMI.V40I2.118
  21. Nalle, F. W., Duli, D. K., & Amteme, C. (2022). The Role of Leading Sector in Realizing Inclusive Economic Development in North Central Timor District. Jurnal Agrisep: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 21(2), 297–316. https://doi.org/10.31186/JAGRISEP.21.2.297-316
  22. Putri, W. S. A., Falatehan, A. F., & Sari, D. L. (2024). Strategi Pengembangan Komoditas Hortikultura di Kabupaten Sukabumi. Bekasi Development Innovation Journal, 3(1), 1–19. https://doi.org/10.1234/bdijournal.v3i1.116
  23. Rahma, H. (2012). Acuan Penerapan Pengembangan Ekonomi Lokal untuk Kota dan Kabupaten. Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum.
  24. Rahma, H., & Fauzi, A. (2024). Beyond Growth: A Provincial-Level Assessment of the Doughnut Economy’s Potential in Indonesia. European Journal of Sustainable Development, 13(4), 117–130. https://doi.org/10.14207/ejsd.2024.v13n4p117
  25. Rahma, H., Fauzi, A., Juanda, B., & Widjojanto, B. (2019). Development of a Composite Measure of Regional Sustainable Development in Indonesia. Sustainability, 11(20), 5861. https://doi.org/10.3390/su11205861
  26. Rubcinskaite, R., & Kasnauskiene, G. (2017). The Role of Economic Activities’ Clusters in Gross Value Added Generation in the Baltic States. CBU International Conference Proceedings, 5, 401–412. https://doi.org/10.12955/cbup.v5.957
  27. Rusastra, I. W., Sumaryanto, & Simatupang, P. (2005). Agricultural Development Policy Strategies for Indonesia: Enhancing the Contribution of Agriculture to Poverty Reduction and Food Security. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 23(2), 84–101. https://doi.org/10.21082/fae.v23n2.2005.84-101
  28. Rustiadi, E. (2001). Paradigma Baru Pembangunan Wilayah di Era Otonomi Daerah. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/24812
  29. Rustiadi, E., Hakim, S. S., & Panuju, D. R. (2018). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  30. Rustiadi, E., Indraprahasta, G. S., & Mulya, S. P. (2021). Teori Perencanaan: Mazhab & Praktik Perencanaan Pengembangan Wilayah. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  31. Sari, R. L., Rahman, A., Nasution, I. G. S., & Lubis, I. (2024). Spillover Effect of Development Performance on Environmental Quality in Sumatra, Indonesia: The Role of Democracy and the Adverse Impacts of Economic Activity. Jurnal Bina Praja, 16(2), 321–334. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.321-334
  32. Spijkers, O. (2018). Intergenerational Equity and the Sustainable Development Goals. Sustainability, 10(11), 3836. https://doi.org/10.3390/su10113836
  33. Tanjung, G. S., Suryantini, A., & Utami, A. W. (2021). The Priorities of Leading Sub-sector in the Sector of Agriculture, Forestry, and Fisheries in Economic Development in Bangka Belitung Province. Agraris: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 7(2), 160–175. https://doi.org/10.18196/agraris.v7i2.11615
  34. Tasya, N., & Silvia, V. (2024). Peran Inovasi Teknologi dalam Meningkatkan Efisiensi Ekonomi Pertanian. Satukata: Jurnal Sains, Teknik, dan Studi Kemasyarakatan, 2(1), 90–97. https://doi.org/10.3342/JSSTEK.V2I1.24
  35. Zahrah, F., & Rahayu, S. (2024). Hambatan dan Peluang Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan di Kawasan Kepulauan: Tinjauan Literatur Kritis. Jurnal Archipelago, 3(01), 67–81. https://doi.org/10.69853/ja.v3i01.107

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2025 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.