Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 1 (2025).
593 Dilihat 1.045 Diunduh
Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pejabat publik (politisi dan birokrat) sebagai policy entrepreneurs dalam menginisiasi kebijakan yang mendorong kemitraan dan penguatan rantai pasok UMKM. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif untuk memahami fenomena secara mendalam dan merumuskan masalah dengan lebih rinci. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pejabat publik berperan penting dalam setiap strategi. Framing masalah dilakukan dengan argumen yang kuat untuk menggugah kesadaran publik, sementara perluasan jaringan dilaksanakan melalui forum kemitraan antara UMKM dan perusahaan besar, business matching, serta pemanfaatan jejaring internasional. Koalisi advokasi dibangun bersama kampus, marketplace, inisiasi program SMEXcellence, buyer mission, dan Inabuyer B2B2G Expo. Kepemimpinan yang menunjukkan keteladanan tercermin dari dukungan penuh terhadap Kopontren Al-Ittifaq serta perlindungan terhadap serbuan barang impor. Dalam upaya meningkatkan skala perubahan, policy entrepreneurs menginisiasi Rumah Produksi Bersama (RPB) dan Minyak Makan Merah (M3) untuk menciptakan iklim rantai pasok yang berkelanjutan.
The Role of Policy Entrepreneurs in Encouraging Partnership and Strengthening MSME Supply Chains in Indonesia
This article aims to explore the role of public officials (politicians and bureaucrats) as policy entrepreneurs in initiating policies that encourage partnerships and strengthening MSME supply chains. This research uses an exploratory qualitative method to understand the phenomenon in depth and formulate the problem in more detail. Data collection was conducted through semi-structured interviews with purposive sampling technique. The results showed that each public official played an important role in each strategy. Framing the problem is done with strong arguments to arouse public awareness, while network expansion is carried out through partnership forums between MSMEs and large companies, business matching, and utilization of international networks. Advocacy coalitions were built with campuses, marketplaces, SMEXcellence program initiation, buyer missions, and Inabuyer B2B2G Expo. Exemplary leadership is reflected in the full support of Kopontren Al-Ittifaq and the protection of imported goods. In an effort to increase the scale of change, policy entrepreneurs initiated the Rumah Produksi Bersama (RPB) and Minyak Makan Merah (M3) to create a sustainable supply chain climate.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 1 (2025).
Hak Cipta (c) 2025 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.