Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 15 No 3 (2023).
1.110 Dilihat 1.077 Diunduh
Dalam mengimplementasikan kebijakan berbasis bukti, perlu didukung oleh data kemiskinan yang tepat, akurat, dan konsisten. Tujuannya agar berbagai bantuan seperti bansos, PKH, sembako, prakerja, dan subsidi lainnya dapat tepat sasaran bagi masyarakat yang mengalami kemiskinan. Keragaman sumber data kemiskinan akan berimplikasi pada ketidaktepatan sasaran penerima bantuan sosial. Hingga saat ini, masih terdapat tiga sumber data kemiskinan, yaitu Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Sosial (Kemensos) dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan TNP2K yang kini berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang juga mengeluarkan data yang menyasar pada target Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim (P3KE). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sebaran data kemiskinan dan analisis pemeringkatan data kemiskinan dari tiga sumber data di Kabupaten Bekasi. Metode analisis menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.4 dan shapefile peta administrasi wilayah Kabupaten Bekasi. Pada analisis pemeringkatan data kemiskinan dari tiga sumber data di setiap kecamatan di Kabupaten Bekasi, digunakan metode Preference Ranking Organization Methods For Enrichment Evaluation (PROMETHEE). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebaran data P3KE sebanyak 1.317.098 jiwa tersebar pada desil-1 hingga desil-4 di seluruh kecamatan di Kabupaten Bekasi. Data BPS sebanyak 229.367 jiwa yang tersebar di setiap kecamatan, dan jumlah DTKS di Kabupaten Bekasi sebanyak 1.035.402 jiwa, dengan sebaran data terbanyak berada di Kecamatan Babelan, yaitu sebanyak 110.867 jiwa dari 34.009 jiwa. Sedangkan peringkat terbaik dari ketiga sumber data kemiskinan tersebut adalah Cikarang Pusat, Kecamatan Pebayuran (0.7273), Tambun Utara (0.6364), Cibitung dan Karang Bahagia (0. 4242), Cikarang Utara (0.3939), Tambun Selatan (0.3636), Sukatani (0.2121), Serang Baru (0.1515), Cikarang Barat (0.1212), Tarumajaya (0.0909), Cikarang Timur (0.0606).
Distribution Analysis and Ranking Analysis of Poverty Data From Three Data Sources in Bekasi Regency
In implementing evidence-based policies, it is necessary to support poverty data that is precise, accurate, and consistent. The goal is that various assistance, such as social assistance, PKH, groceries, pre-employment, and other subsidies, will be right on target for people experiencing poverty. The diversity of poverty data sources will have implications for the inaccuracy of targeting social assistance recipients. Until now, there are still three sources of poverty data, namely the Statistics Indonesia, the Ministry of Social Affairs (Kemensos) with Integrated Data on Social Welfare (DTKS), and TNP2K, which is now under the Coordinating Ministry for Human Development and Culture (Kemenko KMK) which also releases data targeting the Acceleration of Extreme Poverty Elimination (P3KE). The purpose of this study is to analyze the distribution of poverty data and rank analysis of poverty data from three data sources in the Bekasi Regency. The analysis method used ArcGIS 10.4 software and the administrative map shapefile for the Bekasi Regency area. In the ranking analysis of poverty data from three data sources in each sub-district in Bekasi Regency, the Preference Ranking Organization Methods For Enrichment Evaluation (PROMETHEE) method was used. The results of the analysis showed that the distribution of P3KE data is 1,317,098 people spread by decile-1 to decile-4 in all sub-districts of Bekasi Regency. Statistics Indonesia data is 229,367 people spread across each sub-district, and the number of DTKS in Bekasi Regency is 1,035,402 people, with the most distribution of data in Babelan District, namely 110,867 people out of 34,009. While the best ranking of the three sources of poverty data is Central Cikarang, Pebayuran District (0.7273), North Tambun (0.6364), Cibitung and Karang Bahagia (0.4242), North Cikarang (0.3939), South Tambun (0 .3636), Sukatani (0.2121), Serang Baru (0.1515), West Cikarang (0.1212), Tarumajaya (0.0909), East Cikarang (0.0606).
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 15 No 3 (2023).
Hak Cipta (c) 2023 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.