Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Pengembangan Kawasan Pariwisata Berkelanjutan Candi Borobudur sebagai Tema City Branding Kabupaten Magelang

DOI
10.21787/jbp.15.2023.111-122
Tanggal Terbit & Halaman
28 April 2023 · Hlm. 111-122
Riwayat Naskah
Diterima30 Jan 2023 Terbit28 Apr 2023

1.630 Dilihat 1.644 Diunduh

Abstrak

Konsep city branding sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan di suatu daerah. Pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Magelang membutuhkan city branding dengan memanfaatkan keberadaan Candi Borobudur sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas di Indonesia untuk menjadi pengungkit utama dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya city branding dalam mengembangkan kawasan wisata Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia bagi Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif – deskriptif digunakan untuk menemukan, menjelaskan, dan merumuskan kesimpulan dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan informan kunci dan FGD dengan narasumber dari BOB, kepala koperasi, dan pimpinan yang membidangi urusan pemerintahan di bidang pariwisata. Penelitian ini menemukan manfaat penting penetapan Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia dan salah satu Destinasi Wisata Super Prioritas Indonesia menjadi sustainable city branding bagi Kabupaten Magelang untuk meningkatkan promosi pariwisata kepada wisatawan domestik dan mancanegara. Membangun city branding di Kabupaten Magelang membutuhkan kolaborasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan, pengelolaan kawasan strategis, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Kesimpulannya, pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Magelang memerlukan pembentukan city branding yang dikaitkan dengan adanya pengembangan kawasan wisata Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 15 No 1 (2023).

Buka PDF

Daftar Pustaka

25 rujukan
  1. Adona, F., Nita, S., Yusnani, Y., & Mafrudoh, L. (2017). City Branding: Strategi Pemasaran Pariwisata Kota Padang. Prosiding Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu & Call for Papers Unisbank Ke-3 (Sendi_U 3) 2017, 536–545. https://www.unisbank.ac.id/ojs/index.php/sendi_u/article/view/5024
  2. Amir, A. F., Ghapar, A. A., Jamal, S. A., & Ahmad, K. N. (2015). Sustainable Tourism Development: A Study on Community Resilience for Rural Tourism in Malaysia. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 168, 116–122. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.10.217
  3. Ariani, N. K. D., & Suryawan, I. B. (2018). Perencanaan Pengembangan Kawasan Pariwisata Pantai Lebih, Desa Lebih, Kabupaten Gianyar. Jurnal Destinasi Pariwisata, 6(2), 258–263. https://doi.org/10.24843/JDEPAR.2018.v06.i02.p09
  4. Bima, A. P., Jofari, H. A., & Chandra, E. P. (2020). Tantangan Indonesia dalam Penataan Pariwisata Super Prioritas dalam Persaingan Global. Prosiding Simposium Nasional ''Tantangan Penyelenggaraan Pemerintahan Di Era Revolusi Indusri 4.0", 1551–1570. https://doi.org/10.22219/PSNIP.Vol0.No0.III|1551-1570
  5. Corbin, J. M., & Strauss, A. L. (2008). Basics of Qualitative Research: Techniques and Procedures for Developing Grounded Theory. SAGE.
  6. Darmawan, F. (2022). Konservasi vs Pariwisata Massal: Konflik Kebijakan dan Tantangan Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Jurnal Vokasi Indonesia, 10(1). https://doi.org/10.7454/jvi.v10i1.249
  7. Hamzah, F., Hermawan, H., & Wigati, W. (2018). Evaluasi Dampak Pariwisata Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal. Jurnal Pariwisata, 5(3), 195–202. https://doi.org/10.31294/par.v5i3.4434
  8. Handayani, S., Wahyudin, N., & Khairiyansyah, K. (2019). Fasilitas, Aksesibilitas dan Daya Tarik Wisata Terhadap Kepuasan Wisatawan. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 20(2), 123–133. https://doi.org/10.30596/jimb.v20i2.3228
  9. Intyaswono, S., Yulianto, E., & Mawardi, M. K. (2016). Peran Strategi City Branding Kota Batu dalam Trend Peningkatan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Studi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu). Jurnal Administrasi Bisnis, 30(1), 65–73. http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/1188
  10. Jannah, B. (2014). Pengaruh City Branding dan City Image terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan ke Banyuwangi. Jurnal Administrasi Bisnis, 17(1), 1–7. http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/679
  11. Lestari, A. A. A., & Suharyanti, N. P. N. (2020). Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Pengembangan Pariwisata. Jurnal Hukum Saraswati (JHS), 2(2), 169–181. https://doi.org/10.36733/jhshs.v2i2.1376
  12. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis. SAGE.
  13. Mukhsin, D. (2014). Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Gunung Galunggung. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 14(1), 1–11. https://doi.org/10.29313/jpwk.v14i1.2549
  14. Mustamin, S., Taufik, A., & Akbar, M. R. (2016). Kerjasama Dinas Pariwisata dan Masyarakat dalam Mengelola Objek Wisata Alam Buttu Macca di Desa Bambapuang Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), 5(2), 106–116. https://doi.org/10.31314/pjia.5.2.106-116.2016
  15. Riza, M., Doratli, N., & Fasli, M. (2012). City Branding and Identity. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 35, 293–300. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.02.091
  16. Setijawan, A. (2018). Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan dalam Perspektif Sosial Ekonomi. Jurnal Planoearth, 3(1), 7–11. https://doi.org/10.31764/jpe.v3i1.213
  17. Sidauruk, R., & Saksono, H. (2018). Ekonomi Kreatif Sebagai Basis City Branding Menuju Kepariwisataan Terintegrasi di Kawasan Danau Toba. Inovasi: Jurnal Politik dan Kebijakan, 15(1), 83–104. https://doi.org/10.33626/inovasi.v15i2.95
  18. Simatupang, V., & Sukmadi, S. (2021). Analisis Kebijakan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Kota Bandung Selama Pandemi COVID 19. Media Bina Ilmiah, 15(6), 4669–4680. https://doi.org/10.33758/mbi.v15i6.906
  19. Sinergitas Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas. (2020). Sinergi, 44, 4–9.
  20. Sumarto, R., Sumartono, S., Muluk, M. R., & Nuh, M. (2020). Penta-Helix and Quintuple-Helix in the Management of Tourism Villages in Yogyakarta City. Australasian Accounting, Business and Finance Journal, 14(1), 46–57. https://doi.org/10.14453/aabfj.v14i1.5
  21. Susanti, R. A. (2018). Strategi City Branding Pekalongan “World’s City of Batik.” Gelar: Jurnal Seni Budaya, 16(1), 96–110. https://doi.org/10.33153/glr.v16i1.2343
  22. Susiana, S. (2016). Peran Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Kesehatan Reproduksi (Studi di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Kalimantan Barat). Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 7(1), 1–16. https://doi.org/10.22212/aspirasi.v7i1.1084
  23. Widiati, I. A. P., & Permatasari, I. (2022). Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development) Berbasis Lingkungan pada Fasilitas Penunjang Pariwisata di Kabupaten Badung. Kertha Wicaksana: Sarana Komunikasi Dosen dan Mahasiswa, 16(1), 35–44. https://doi.org/10.22225/kw.16.1.2022.35-44
  24. Yanuarita, H. A. (2018). Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan: Studi tentang Pengembangan Wisata Gua Selomangleng di Kota Kediri. Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), 7(2), 136–147. https://doi.org/10.31314/pjia.7.2.136-146.2018
  25. Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2023 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.