Pengembangan Kawasan Pariwisata Berkelanjutan Candi Borobudur sebagai Tema City Branding Kabupaten Magelang

Penulis

  • Prabawa Eka Soesanta Magister Studi Lingkungan Universitas Terbuka
  • Imam Radianto Anwar Setia Putra Badan Riset dan Inovasi Nasional image/svg+xml
  • Oktavia Haryani Hutagalung irectorate General of Territorial Administration, Ministry of Home Affairs

DOI:

https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.111-122

Kata Kunci:

pembangunan berkelanjutan, destinasi wisata, kerja sama, candi borobudur

Abstrak

Konsep city branding sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan di suatu daerah. Pembangunan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Magelang membutuhkan city branding dengan memanfaatkan keberadaan Candi Borobudur sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas di Indonesia untuk menjadi pengungkit utama dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya city branding dalam mengembangkan kawasan wisata Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia bagi Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif – deskriptif digunakan untuk menemukan, menjelaskan, dan merumuskan kesimpulan dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan informan kunci dan FGD dengan narasumber dari BOB, kepala koperasi, dan pimpinan yang membidangi urusan pemerintahan di bidang pariwisata. Penelitian ini menemukan manfaat penting penetapan Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia dan salah satu Destinasi Wisata Super Prioritas Indonesia menjadi sustainable city branding bagi Kabupaten Magelang untuk meningkatkan promosi pariwisata kepada wisatawan domestik dan mancanegara. Membangun city branding di Kabupaten Magelang membutuhkan kolaborasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan, pengelolaan kawasan strategis, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Kesimpulannya, pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Magelang memerlukan pembentukan city branding yang dikaitkan dengan adanya pengembangan kawasan wisata Candi Borobudur sebagai situs warisan dunia.

Referensi

Adona, F., Nita, S., Yusnani, Y., & Mafrudoh, L. (2017). City Branding: Strategi Pemasaran Pariwisata Kota Padang. Prosiding Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu & Call for Papers Unisbank Ke-3 (Sendi_U 3) 2017, 536–545. https://www.unisbank.ac.id/ojs/index.php/sendi_u/article/view/5024

Amir, A. F., Ghapar, A. A., Jamal, S. A., & Ahmad, K. N. (2015). Sustainable Tourism Development: A Study on Community Resilience for Rural Tourism in Malaysia. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 168, 116–122. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.10.217

Ariani, N. K. D., & Suryawan, I. B. (2018). Perencanaan Pengembangan Kawasan Pariwisata Pantai Lebih, Desa Lebih, Kabupaten Gianyar. Jurnal Destinasi Pariwisata, 6(2), 258–263. https://doi.org/10.24843/JDEPAR.2018.v06.i02.p09

Bima, A. P., Jofari, H. A., & Chandra, E. P. (2020). Tantangan Indonesia dalam Penataan Pariwisata Super Prioritas dalam Persaingan Global. Prosiding Simposium Nasional ''Tantangan Penyelenggaraan Pemerintahan Di Era Revolusi Indusri 4.0", 1551–1570. https://doi.org/10.22219/PSNIP.Vol0.No0.III|1551-1570

Corbin, J. M., & Strauss, A. L. (2008). Basics of Qualitative Research: Techniques and Procedures for Developing Grounded Theory. SAGE.

Darmawan, F. (2022). Konservasi vs Pariwisata Massal: Konflik Kebijakan dan Tantangan Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO. Jurnal Vokasi Indonesia, 10(1). https://doi.org/10.7454/jvi.v10i1.249

Hamzah, F., Hermawan, H., & Wigati, W. (2018). Evaluasi Dampak Pariwisata Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Lokal. Jurnal Pariwisata, 5(3), 195–202. https://doi.org/10.31294/par.v5i3.4434

Handayani, S., Wahyudin, N., & Khairiyansyah, K. (2019). Fasilitas, Aksesibilitas dan Daya Tarik Wisata Terhadap Kepuasan Wisatawan. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis, 20(2), 123–133. https://doi.org/10.30596/jimb.v20i2.3228

Intyaswono, S., Yulianto, E., & Mawardi, M. K. (2016). Peran Strategi City Branding Kota Batu dalam Trend Peningkatan Kunjungan Wisatawan Mancanegara (Studi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batu). Jurnal Administrasi Bisnis, 30(1), 65–73. http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/1188

Jannah, B. (2014). Pengaruh City Branding dan City Image terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan ke Banyuwangi. Jurnal Administrasi Bisnis, 17(1), 1–7. http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/679

Lestari, A. A. A., & Suharyanti, N. P. N. (2020). Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Pengembangan Pariwisata. Jurnal Hukum Saraswati (JHS), 2(2), 169–181. https://doi.org/10.36733/jhshs.v2i2.1376

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis. SAGE.

Mukhsin, D. (2014). Strategi Pengembangan Kawasan Pariwisata Gunung Galunggung. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 14(1), 1–11. https://doi.org/10.29313/jpwk.v14i1.2549

Mustamin, S., Taufik, A., & Akbar, M. R. (2016). Kerjasama Dinas Pariwisata dan Masyarakat dalam Mengelola Objek Wisata Alam Buttu Macca di Desa Bambapuang Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), 5(2), 106–116. https://doi.org/10.31314/pjia.5.2.106-116.2016

Riza, M., Doratli, N., & Fasli, M. (2012). City Branding and Identity. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 35, 293–300. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.02.091

Setijawan, A. (2018). Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan dalam Perspektif Sosial Ekonomi. Jurnal Planoearth, 3(1), 7–11. https://doi.org/10.31764/jpe.v3i1.213

Sidauruk, R., & Saksono, H. (2018). Ekonomi Kreatif Sebagai Basis City Branding Menuju Kepariwisataan Terintegrasi di Kawasan Danau Toba. Inovasi: Jurnal Politik dan Kebijakan, 15(1), 83–104. https://doi.org/10.33626/inovasi.v15i2.95

Simatupang, V., & Sukmadi, S. (2021). Analisis Kebijakan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Kota Bandung Selama Pandemi COVID 19. Media Bina Ilmiah, 15(6), 4669–4680. https://doi.org/10.33758/mbi.v15i6.906

Sinergitas Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas. (2020). Sinergi, 44, 4–9.

Sumarto, R., Sumartono, S., Muluk, M. R., & Nuh, M. (2020). Penta-Helix and Quintuple-Helix in the Management of Tourism Villages in Yogyakarta City. Australasian Accounting, Business and Finance Journal, 14(1), 46–57. https://doi.org/10.14453/aabfj.v14i1.5

Susanti, R. A. (2018). Strategi City Branding Pekalongan “World’s City of Batik.” Gelar: Jurnal Seni Budaya, 16(1), 96–110. https://doi.org/10.33153/glr.v16i1.2343

Susiana, S. (2016). Peran Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Kesehatan Reproduksi (Studi di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Kalimantan Barat). Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 7(1), 1–16. https://doi.org/10.22212/aspirasi.v7i1.1084

Widiati, I. A. P., & Permatasari, I. (2022). Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development) Berbasis Lingkungan pada Fasilitas Penunjang Pariwisata di Kabupaten Badung. Kertha Wicaksana: Sarana Komunikasi Dosen dan Mahasiswa, 16(1), 35–44. https://doi.org/10.22225/kw.16.1.2022.35-44

Yanuarita, H. A. (2018). Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan: Studi tentang Pengembangan Wisata Gua Selomangleng di Kota Kediri. Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), 7(2), 136–147. https://doi.org/10.31314/pjia.7.2.136-146.2018

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications.

Diterbitkan

2023-04-28

Cara Mengutip

Pengembangan Kawasan Pariwisata Berkelanjutan Candi Borobudur sebagai Tema City Branding Kabupaten Magelang. (2023). Jurnal Bina Praja, 15(1), 111-122. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.111-122

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Pengembangan Kawasan Pariwisata Berkelanjutan Candi Borobudur sebagai Tema City Branding Kabupaten Magelang. (2023). Jurnal Bina Praja, 15(1), 111-122. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.111-122

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama