Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Menakar Urgensi Pilkada Asimetris di Papua

DOI
10.21787/jbp.12.2020.273-286
Tanggal Terbit & Halaman
16 Desember 2020 · Hlm. 273-286
Riwayat Naskah
Diterima2 Nov 2020 Disetujui26 Nov 2020 Terbit16 Des 2020

913 Dilihat 820 Diunduh

Abstrak

Pilkada langsung yang dilaksanakan sejak 2005 di Papua dianggap belum mampu menyelesaikan persoalan, Di sisi lain, biaya politik yang dikeluarkan dari pilkada langsung pun tidak sedikit, baik dari sisi anggaran yang dikeluarkan negara maupun dari calon kepala daerah. Pelaksanaan pilkada langsung kerap kali menciptakan pemerintahan yang tidak efektif terutama bagi beberapa daerah yang belum memiliki kedewasaan demokrasi. Sistem demokrasi lokal yang sudah berlangsung juga kerap diwarnai konflik. Penelitian ini berfokus pada urgensi pilkada asimetris di Papua, penelitian ini akan menjelaskan alasan seberapa penting pilkada asimetris diterapkan di Papua. Untuk mencapai tujuan tersebut, Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan. Ada pun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan beberapa alasan pilkada langsung belum mencapai hasil memuaskan. Demokratisasi di Papua nyatanya masih belum terkonsolidasi dengan baik. Penelitian ini menyimpulkan, bahwa tawaran untuk melangsungkan pilkada asimetris di Papua perlu dipertimbangkan. Pilihan tersebut bukanlah pilihan final. Namun pilihan temporer dalam rangka menyiapkan pranata politik dan sosial masyarakat.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 12 No 2 (2020).

Buka PDF

Daftar Pustaka

51 rujukan
  1. Agustine, O. V. (2019). Implementasi Noken sebagai Hukum Tidak Tertulis dalam Sistem Hukum Nasional. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 8(1), 69–84. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v8i1.302
  2. Alwasilah, A. C. (2003). Pokoknya Kualitatif: Dasar-Dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Pustaka Jaya.
  3. Amohoso, H. (2018). Pemilu yang Berkualitas dan Sistem Noken di Papua. Jubi.co.id. https://jubi.co.id/pemilu-yang-berkualitas-dan-sistem-noken-di-papua/
  4. Anjarsari, L. (2015). MK Tegaskan Pemilu dengan Sistem Noken Hanya Digunakan secara Terbatas. Mkri.id. https://mkri.id/index.php?page=web.Berita&id=10678
  5. Azim, M. F. (2013). Pemilu dan Konstitusiolitas Sistem Noken. Turãst: Jurnal Penelitian & Pengabdian, 1(1), 25–38. https://core.ac.uk/download/pdf/322629322.pdf
  6. Belarminus, R. (2018). Perludem: Mekanisme Penggunaan Noken Tak Boleh Mengesampingkan Administrasi Kepemiluan. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2018/03/31/16172261/perludem-mekanisme-penggunaan-noken-tak-boleh-mengesampingkan-administrasi
  7. Budilaksono, I. (2019). Menimbang Pilkada Asimetris. Antaranews.com. https://www.antaranews.com/berita/1187587/menimbang-pilkada-asimetris
  8. Cahyono, H. (2016). Evaluasi Atas Pelaksanaan Otonomi Khusus Aceh: Gagal Menyejahterakan Rakyat dan Sarat Konflik Internal. Jurnal Penelitian Politik, 9(2), 1–22. https://doi.org/10.14203/JPP.V9I2.227
  9. Chen, J., & Lu, C. (2011). Democratization and the Middle Class in China. Political Research Quarterly, 64(3), 705–719. https://doi.org/10.1177/1065912909359162
  10. Deliarnoor, N. A. (2015). Evaluasi Politik Hukum Penyelenggaraan Pilkada Langsung di Papua. Sosiohumaniora, 17(1), 49–55. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v17i1.5672
  11. Departemen Politik dan Pemerintahan UGM. (2012). Desentralisasi Asimetris yang Menyejahterakan: Aceh dan Papua - Riset - PolGov. https://polgov.fisipol.ugm.ac.id/riset/desentralisasi-asimetris-yang-menyejahterakan-aceh-dan-papua
  12. Dewi, K. H. (2016). Menata Ulang Pemilukada menuju Tata Kelola Pemerintahan Daerah Demokratis, Akuntabel, dan Berkelanjutan. Jurnal Penelitian Politik, 12(2), 105–118. https://doi.org/10.14203/JPP.V12I2.544
  13. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (2018). Ringkasan APBD 2018.
  14. Fauzi, M., Fau, T. N., & Harini, F. (2018). Tingginya Ongkos Memilih di Bumi Cendrawasih. www.validnews.id. https://www.validnews.id/Tingginya-Ongkos-Memilih-di-Bumi-Cendrawasih-qUo
  15. Ferreira, C. da C., & Tucker, J. (2019). Macau’s Moment: China’s Other Special Administrative Region. Isdp.Se. https://isdp.se/chinas-other-special-administrative-region/
  16. Hamudy, M. I. A., & Rifki, M. S. (2019). The Management of Political Parties in Indonesia. Akademika; Journal of Southeast Asia Social Sciences and Humanities, 89(3), 89–98. http://103.219.237.47/akademika/article/view/29337
  17. Ihsanuddin. (2020). Istana: Problem Papua Hari Ini adalah Kesejahteraan. kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2020/07/14/13020511/istana-problem-papua-hari-ini-adalah-kesejahteraan
  18. Ilham Hamudy, M. A., & Rifki, M. (2020). Should the DPD Republic of Indonesia be Preserved? Jurnal Studi Pemerintahan, 11(2), 315–339. https://doi.org/10.18196/jgp.112118
  19. Janur, K. (2017). Konflik Pilkada, Warga Intan Jaya Terancam Kelaparan. liputan6.com. https://www.liputan6.com/news/read/3085055/konflik-pilkada-warga-intan-jaya-terancam-kelaparan
  20. Jati, W. R. (2017). Memaknai Kelas Menengah Sebagai Aktor Demokrasi Indonesia. Jurnal Penelitian Politik. http://ejournal.politik.lipi.go.id/index.php/jpp/article/view/694
  21. Kardi, D. D. (2017). Kerusuhan di Puncak Jaya Akibat Provokasi Elite. cnnindonesia.com. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170703205318-20-225555/kerusuhan-di-puncak-jaya-akibat-provokasi-elite
  22. Katharina, R. (2009). Analisis terhadap Masalah Pilkada di Papua. Majalah Info Singkat Pemerintahan Dalam Negeri. http://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info Singkat-IX-6-II-P3DI-Maret-2017-176.pdf
  23. Kogoya, A. M. (2018). Efektivitas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Pasca Konflik Hasil Pemilihan Kepala Daerah Langsung di Kabupaten Tolikara Provinsi Papua Tahun 2017. JIAPD, 10(2), 47–53. https://doi.org/10.33701/jiapd.v10i2.268
  24. Kogoya, Y., & Nurmandi, A. (2015). Konflik Politik Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Studi Kasus di Kabupaten Puncak, Papua Tahun 2011-2012). Journal of Governance and Public Policy, 2(1), 60–90. https://doi.org/10.18196/jgpp.2015.0026
  25. Liauw, H. (2013). Kelas Menengah di Indonesia Belum Terbangun. https://nasional.kompas.com/read/2013/10/19/1656512/Kelas.Menengah.di.Indonesia.Belum.Terbangun
  26. Loen, A. (2020). Rawan Manipulasi, Sistem Noken Tetap Boleh Dipakai Dalam Pilkada 2020. jubi.co.id. https://jubi.co.id/rawan-manipulasi-sistem-noken-tetap-boleh-dipakai-dalam-pilkada-2020/
  27. Mahardika, A. G., & Fatayati, S. (2020). Penerapan Pilkada Asimetris sebagai Upaya Menciptakan Sistem Pemerintahan Daerah yang Efektif. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 1(1), 50–67. https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/IJHSS
  28. Pamungkas, C. (2018). Noken Electoral System nn Papua Deliberative Democracy in Papuan Tradition. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 19(2), 219–236. https://doi.org/10.14203/jmb.v19i2.389
  29. Pamungkas, C., & Triindriasari, D. (2019). Pemilihan Gubernur Papua 2018: Politik Identitas, Tata Kelola Pemerintahan dan Daya Hidup Orang Papua. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 20(3), 391–406. https://doi.org/10.14203/jmb.v20i3.721
  30. Pandey, R. K. (2019). Accommodating Diversity, Consolidating Nationhood. A Country Study of Constitutional Asymmetry in India. In Constitutional Asymmetry in Multinational Federalism (Federalism, pp. 197–225). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-11701-6_8
  31. Pasaribu, K. (2016). Noken dan Konflik Pemilu. Perludem.
  32. Persada, S. (2020). Apa Itu Pilkada Asimetris yang Kembali Diwacanakan Mendagri Tito? . tempo.co. https://nasional.tempo.co/read/1355885/apa-itu-pilkada-asimetris-yang-kembali-diwacanakan-mendagri-tito
  33. Prabowo, D. (2019). Pilkada Asimetris, antara Politik Berbiaya Mahal dan Evaluasi Parpol. kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2019/11/22/06442131/pilkada-asimetris-antara-politik-berbiaya-mahal-dan-evaluasi-parpol?page=all
  34. Putra, H. (2017). Determinants of Vote Buying in Local Head Election in Indonesia. Jurnal Bina Praja, 9(2), 205–218. https://doi.org/10.21787/jbp.09.2017.205-218
  35. Ramadhan, B. (2012). Bentrok Antar-Pendukung Calon Bupati, 11 Orang Tewas. republika.co.id. https://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/15/07/25/nasional/politik/12/02/20/lzor7g-bentrok-antarpendukung-calon-bupati-11-orang-tewas
  36. Riyanto, A. (2018). Sistem Noken Dalam Pemilu di Papua. business-law.binus.ac.id. https://business-law.binus.ac.id/2018/12/12/sistem-noken-dalam-pemilu-di-papua/
  37. Rizky, P. A. (2020). Tak Cuma Partai Komunis China, Ada 8 Parpol Lain di Tiongkok. matamatapolitik.com. https://www.matamatapolitik.com/tak-cuma-partai-komunis-china-ada-8-parpol-lain-di-tiongkok-analisis/
  38. Saleh, M. (2019). Prinsip Demokrasi Konstitusional dalam Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah [Universitas Airlangga]. http://repository.unair.ac.id/83857/
  39. Solihah, R., Bainus, A., & Rosyidin, I. (2018). Pentingnya Pengawasan Partisipatif dalam Mengawal Pemilihan Umum yang Berintegritas dan Demokratis. Jurnal Wacana Politik, 3(1), 14–28. https://doi.org/10.24198/jwp.v3i1.16082
  40. Suparman, F. (2019). Pemerintah Diminta Kaji Mendalam Pilkada Asimetris. beritasatu.com. https://www.beritasatu.com/willy-masaharu/politik/591626/pemerintah-diminta-kaji-mendalam-pilkada-asimetris
  41. Suryanto, & Hidayat, T. M. (2016). Regional Autonomy and Local Democracy: Independent Candidates Cases. Jurnal Bina Praja, 8(2), 199–208. https://doi.org/10.21787/jbp.08.2016.199-208
  42. Suwandi, D. (2020). Masih Ada Sistem Noken di Pilkada 2020, Ini Antisipasi Bawaslu Papua. kompas.com. https://regional.kompas.com/read/2020/01/22/16192501/masih-ada-sistem-noken-di-pilkada-2020-ini-antisipasi-bawaslu-papua
  43. Tim GenBest.id. (2017). Mengapa Anggaran Pilkada 2018 Berpotensi Tembus Rp 20 Triliun? kompas.com. https://genbest.kompas.com/read/2017/10/23/19452521/mengapa-anggaran-pilkada-2018-berpotensi-tembus-rp-20-triliun
  44. Tryatmoko, M. W. (2012). Problem Demokratisasi dalam Desentralisasi Asimetris Pasca-Orde Baru. Masyarakat Indonesia, 38(2), 269–296. https://doi.org/https://doi.org/10.14203/jmi.v38i2.647
  45. Utama, A. (2018). Pilgub Papua: Janji Kesejahteraan dalam Bayang-Bayang Kontak Tembak dan Konflik Perebutan Suara. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44623771
  46. Wijaya, I. (2020). Pemerintah Usulkan Pilkada Asimetris di Papua. Koran Tempo, 21.
  47. Wing-Yat Yu, E. (2007). Formal and Informal Politics in Macao Special Administrative Region Elections 2004–2005. Journal of Contemporary China, 16(52), 417–441. https://doi.org/10.1080/10670560701314248
  48. Yasin, M. (2014). Ulasan lengkap : Keabsahan Sistem Noken dalam Pemilu. hukumonline.com. https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt53eb0c81267dc/keabsahan-sistem-noken-dalam-pemilu/
  49. Yuliantoro, N. R. (2017). Demokratisasi Hong Kong dan Macau di Bawah One Country, Two System | HI Fisipol UGM [Universitas Gadjah Mada]. http://hi.fisipol.ugm.ac.id/katalog/demokratisasi-hong-kong-dan-macau-di-bawah-one-country-two-system/
  50. Yulika, N. C. (2020). Kemendagri Nilai Pelaksanaan Pilkada di Papua Dilakukan Asimetris. liputan6.com. https://www.liputan6.com/pilkada/read/4384657/kemendagri-nilai-pelaksanaan-pilkada-di-papua-dilakukan-asimetris
  51. Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2020 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.