Partisipasi Politik Masyarakat dalam Agenda Pemilihan Gubernur Papua Tahun 2018

Penulis

  • Imam Radianto Anwar Setia Putra Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri
  • William Socrates Kasimat Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri
  • Purwadi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri

DOI:

https://doi.org/10.21787/jbp.12.2020.113-123

Kata Kunci:

partisipasi politik, pemilihan gubernur, Papua

Abstrak

Artikel ini bagian dari penelitian dengan tujuan mengeksplorasi tindakan serta bentuk partisipasi politik masyarakat dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua. Partisipasi politik masyarakat terbagi ke dalam dua dimensi yaitu memilih pemimpin (kepala daerah) dan terlibat dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan. Partisipasi politik masyarakat dalam Pemilihan Gubernur tidak hanya datang ke tempat pemungutan suara lalu mencoblos/memilih calon yang dikehendaki. Lebih dari itu, partisipasi politik masyarakat menjelaskan secara mendalam bentuk keterlibatan dan tipologi partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pilgub Papua. Partisipasi politik masyarakat Papua ditinjau dari bentuk-bentuk partisipasi politik yang terkait dengan pemilihan (voting/electing). Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus guna menjelaskan kesadaran masyarakat Papua pada perhelatan pemilihan kepala gubernur Papua. Secara kuantitatif partisipasi masyarakat dalam Pilgub mencapai angka 88,44 % dari jumlah pemilih sebanyak 3.447.008 penduduk yang masuk daftar pemilih tetap, artinya masyarakat banyak menggunakan hak pilihnya Ada tiga mekanisme pemilihan yang diakomodir partisipasi politik masyarakat pada pemilihan Gubernur Papua menjadi sebuah keunikannya, antara lain mekanisme langsung, kesepakatan warga, dan perwakilan mandatori.

Referensi

Afrilia, M., Surya, I., & Dyastari, L. (2017). Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilihan Bupati Kutai Kartanegara Tahun 2015 di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang. EJournal Ilmu Pemerintahan, 5(3), 1281–1294.

Agustine, O. V. (2019). Implementasi Noken Sebagai Hukum Tidak Tertulis dalam Sistem Hukum Nasional. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 8(1), 69–84. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v8i1.302

Agustino, L. (2009). Pilkada dan Dinamika Politik Lokal. Pustaka Pelajar.

Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia. (2018). Indeks Kerawanan Pemilu Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018. Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia.

Banducci, S. A., & Karp, J. A. (2003). How Elections Change the Way Citizens View the Political System: Campaigns, Media Effects and Electoral Outcomes in Comparative Perspective. British Journal of Political Science, 33(3), 443–467. https://doi.org/10.1017/S000712340300019X

Budiardjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Gramedia Pustaka Utama.

Cholisin. (2007). Dasar-dasar Ilmu Politik. UNY Press.

Dalton, R. J. (2008). Citizenship Norms and the Expansion of Political Participation. Political Studies, 56(1), 76–98. https://doi.org/10.1111/j.1467-9248.2007.00718.x

Dawes, C. T., Loewen, P. J., & Fowler, J. H. (2011). Social Preferences and Political Participation. The Journal of Politics, 73(3), 845–856. https://doi.org/10.1017/S0022381611000508

Djaelani, A. R. (2013). Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif. Pawiyatan, 20(1). http://e-journal.ivet.ac.id/index.php/pawiyatan/article/view/55

Ekman, J., & Amnå, E. (2012). Political participation and civic engagement: Towards a new typology. Human Affairs, 22(3). https://doi.org/10.2478/s13374-012-0024-1

Fitriyah. (2012). Fenomena Politik Uang dalam Pilkada. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 3(1), 5–14. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/politika/issue/view/1061

Fonataba, F. F. (2017). Partisipasi Masyarakat Papua dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2014 (Suatu Studi di Kota Jayapura Selatan Provinsi Papua). JURNAL POLITICO, 6(4). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/politico/article/view/13373

Handoko, T., & Muchtar, E. (2018). Konfigurasi Aktor dan Institusi Politik dalam Penetapan Bakal Calon Kepala Daerah pada Pilkada Kota Pekanbaru Tahun 2017. Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 2(2), 1–23. https://ojs.umrah.ac.id/index.php/kemudi/article/view/756

Hendrik, D. (2010). Variabel-variabel yang Mempengaruhi Rendahnya Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Padang Tahun 2008. Demokrasi, IX(2), 137–148. http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jd/article/view/1421

Jafrianto, Firdaus, E., & Indra, M. (2016). Eksistensi Pemilihan dengan Model Kesepakatan Warga dalam Sistem Pemilihan Umum di Indonesia (Kajian Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 47-81/PHPU.A-VII/2009 tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Hukum, 3(2). https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFHUKUM/article/view/16657

Jurdi, S. (2019). Pergeseran dan Konfigurasi Politik Hasil Pileg 2019: Kajian dan Analisis terhadap Dinamika Politik di Sulawesi Selatan. Jurnal Politik Profetik, 7(2), 157–177. https://doi.org/10.24252/profetik.v7i2a1

Kadir, A. (2017). Melihat Indonesia dari Jendela Papua: Kebinekaan dalam Rajutan Budaya Melanesia. JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo, 1(2), 225–246. https://doi.org/10.21580/jsw.2017.1.2.2034

Katharina, R. (2017). Analisis terhadap Masalah Pilkada di Papua. Majalah Info Singkat Pemerintahan Dalam Negeri, IX(6), 17–20.

Komisi Aparatur Sipil Negara. (2018). Pengawasan Netralitas Aparatur Sipil Negara. Komisi Aparatur Sipil Negara.

Kristiadi, J. (1996). Pemilihan Umum dan Perilaku Pemilih di Indonesia. LP3ES.

Leonardo Snanfi, F., Darwin, M., Setiadi, & Ikhwan, H. (2018). Politik Identitas Etnik Asli Papua Berkontestasi dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kota Sorong. Sosiohumaniora - Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora, 20(2), 122–131. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v20i2.15089

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis. SAGE Publications.

Neuman, W. L. (2017). Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. PT Indeks.

Nie, N. H., & Verba, S. (1975). Political participation. In The handbook of political science: Non-governmental politics (Vol. 4). Addison-Wesley.

Nimmo, D. D. (2000). Political Communication and Public Opinion. Goodyear Publishing Company.

Pamungkas, C., & Triindriasari, D. (2018). Pemilihan Gubernur Papua 2018: Politik Identitas, Tata Kelola Pemerintahan, dan Ketahanan Orang Asli Papua. Jurnal Masyarakat & Budaya, 20(3), 391–406. https://jmb.lipi.go.id/index.php/jmb/article/view/721

Perdana, A., & Sukmajati, M. (Eds.). (2018). Pembiayaan Pemilu di Indonesia. Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia.

Quintelier, E., & Van Deth, J. W. (2014). Supporting Democracy: Political Participation and Political Attitudes. Exploring Causality using Panel Data. Political Studies, 62(1_suppl), 153–171. https://doi.org/10.1111/1467-9248.12097

Repi, S. G. (2017). Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara 2015 (Studi di Desa Koha Selatan Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa). Jurnal Politico, 6(4). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/politico/issue/view/1321

Rijal, F., Madani, M., & Fatmawati. (2013). Interaksi Aktor dalam Perumusan Kebijakan Pengelolaan Pertambangan di Kabupaten Kolaka Utara. Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(2), 14–26. https://doi.org/10.26618/ojip.v3i2.66

Rizqi, S. K. (2018). Partisipasi Politik Masyarakat pada PILKADA 2017 di Kabupaten Yalimo, Papua, Indonesia. SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial Dan Kemanusiaan, 11(1), 109–124. http://journals.mindamas.com/index.php/sosiohumanika/article/view/1006

Ronsumbre, N. (2019). Sistem Noken Papua: Manifestasi Demokrasi Berbasis Kearifan Lokal. Sospol: Jurnal Sosial Politik, 5(2), 261–276. https://doi.org/10.22219/sospol.v5i2.7388

Santoso, C. (2016). Participation and Neutrality of State Civil Apparatus in Direct Regional Election: Surabaya City Case. Jurnal Bina Praja, 8(1), 69–81. https://doi.org/10.21787/JBP.08.2016.69-81

Simanjuntak, J. (2018). Kemandirian Lembaga Penyelenggara Pemilihan Umum di Indonesia. Papua Law Journal, 1(1), 119–141. https://doi.org/10.31957/plj.v2i2.584

Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Pendidikan: (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Alfabeta.

Suryabrata, S. (2003). Metodologi Penelitian. Rajawali Pers.

Thaib, E. J., & Mozin, A. R. (2018). Pola Komunikasi Politik: Studi Pilkada Gubernur Gorontalo. Al-Ulum, 18(1), 81–106. https://doi.org/10.30603/au.v18i1.327

Usfinit, Y., Suprojo, A., & Setyawan, D. (2015). Perspektif Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 3(1). https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fisip/article/view/71

Widiyahseno, B. (2015). Inovasi Bupati di Ruang Demokrasi: Upaya Membangun Kesadaran Inovasi Birokrasi. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 18(3), 177–195. https://doi.org/10.22146/jsp.13136

Yandri, P. (2017). The Political Geography of Voters and Political Participation: Evidence from Local Election in Suburban Indonesia. Indonesian Journal of Geography, 49(1), 57. https://doi.org/10.22146/ijg.11315

Yani, A. A., Yunus, A. Y., & Latief, M. I. (2017). Participation Dynamics of Voters Using ID Card in Local Elections: A Case Study of the 2015 Local Election in South Sulawesi. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 21(1), 41–56. https://doi.org/10.22146/jsp.28700

Yusra, A., & Darmawan, I. (2017). Kepentingan Petahana dalam Manipulasi Pilkada Labuhan Batu Selatan 2015. Jurnal Wacana Politik, 2(2), 74–87. https://doi.org/10.24198/jwp.v2i2.13989

Diterbitkan

2020-12-16

Cara Mengutip

Partisipasi Politik Masyarakat dalam Agenda Pemilihan Gubernur Papua Tahun 2018. (2020). Jurnal Bina Praja, 12(2), 113-123. https://doi.org/10.21787/jbp.12.2020.113-123

Cara Mengutip

Partisipasi Politik Masyarakat dalam Agenda Pemilihan Gubernur Papua Tahun 2018. (2020). Jurnal Bina Praja, 12(2), 113-123. https://doi.org/10.21787/jbp.12.2020.113-123

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama