Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Partisipasi Politik Masyarakat dalam Agenda Pemilihan Gubernur Papua Tahun 2018

DOI
10.21787/jbp.12.2020.113-123
Tanggal Terbit & Halaman
16 Desember 2020 · Hlm. 113-123
Riwayat Naskah
Diterima20 Mei 2020 Disetujui12 Nov 2020 Terbit16 Des 2020

1.368 Dilihat 1.182 Diunduh

Abstrak

Artikel ini bagian dari penelitian dengan tujuan mengeksplorasi tindakan serta bentuk partisipasi politik masyarakat dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua. Partisipasi politik masyarakat terbagi ke dalam dua dimensi yaitu memilih pemimpin (kepala daerah) dan terlibat dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan. Partisipasi politik masyarakat dalam Pemilihan Gubernur tidak hanya datang ke tempat pemungutan suara lalu mencoblos/memilih calon yang dikehendaki. Lebih dari itu, partisipasi politik masyarakat menjelaskan secara mendalam bentuk keterlibatan dan tipologi partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Pilgub Papua. Partisipasi politik masyarakat Papua ditinjau dari bentuk-bentuk partisipasi politik yang terkait dengan pemilihan (voting/electing). Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus guna menjelaskan kesadaran masyarakat Papua pada perhelatan pemilihan kepala gubernur Papua. Secara kuantitatif partisipasi masyarakat dalam Pilgub mencapai angka 88,44 % dari jumlah pemilih sebanyak 3.447.008 penduduk yang masuk daftar pemilih tetap, artinya masyarakat banyak menggunakan hak pilihnya Ada tiga mekanisme pemilihan yang diakomodir partisipasi politik masyarakat pada pemilihan Gubernur Papua menjadi sebuah keunikannya, antara lain mekanisme langsung, kesepakatan warga, dan perwakilan mandatori.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 12 No 2 (2020).

Buka PDF

Daftar Pustaka

43 rujukan
  1. Afrilia, M., Surya, I., & Dyastari, L. (2017). Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilihan Bupati Kutai Kartanegara Tahun 2015 di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang. EJournal Ilmu Pemerintahan, 5(3), 1281–1294.
  2. Agustine, O. V. (2019). Implementasi Noken Sebagai Hukum Tidak Tertulis dalam Sistem Hukum Nasional. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 8(1), 69–84. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v8i1.302
  3. Agustino, L. (2009). Pilkada dan Dinamika Politik Lokal. Pustaka Pelajar.
  4. Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia. (2018). Indeks Kerawanan Pemilu Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018. Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia.
  5. Banducci, S. A., & Karp, J. A. (2003). How Elections Change the Way Citizens View the Political System: Campaigns, Media Effects and Electoral Outcomes in Comparative Perspective. British Journal of Political Science, 33(3), 443–467. https://doi.org/10.1017/S000712340300019X
  6. Budiardjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Gramedia Pustaka Utama.
  7. Cholisin. (2007). Dasar-dasar Ilmu Politik. UNY Press.
  8. Dalton, R. J. (2008). Citizenship Norms and the Expansion of Political Participation. Political Studies, 56(1), 76–98. https://doi.org/10.1111/j.1467-9248.2007.00718.x
  9. Dawes, C. T., Loewen, P. J., & Fowler, J. H. (2011). Social Preferences and Political Participation. The Journal of Politics, 73(3), 845–856. https://doi.org/10.1017/S0022381611000508
  10. Djaelani, A. R. (2013). Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif. Pawiyatan, 20(1). http://e-journal.ivet.ac.id/index.php/pawiyatan/article/view/55
  11. Ekman, J., & Amnå, E. (2012). Political participation and civic engagement: Towards a new typology. Human Affairs, 22(3). https://doi.org/10.2478/s13374-012-0024-1
  12. Fitriyah. (2012). Fenomena Politik Uang dalam Pilkada. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 3(1), 5–14. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/politika/issue/view/1061
  13. Fonataba, F. F. (2017). Partisipasi Masyarakat Papua dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2014 (Suatu Studi di Kota Jayapura Selatan Provinsi Papua). JURNAL POLITICO, 6(4). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/politico/article/view/13373
  14. Handoko, T., & Muchtar, E. (2018). Konfigurasi Aktor dan Institusi Politik dalam Penetapan Bakal Calon Kepala Daerah pada Pilkada Kota Pekanbaru Tahun 2017. Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 2(2), 1–23. https://ojs.umrah.ac.id/index.php/kemudi/article/view/756
  15. Hendrik, D. (2010). Variabel-variabel yang Mempengaruhi Rendahnya Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Padang Tahun 2008. Demokrasi, IX(2), 137–148. http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jd/article/view/1421
  16. Jafrianto, Firdaus, E., & Indra, M. (2016). Eksistensi Pemilihan dengan Model Kesepakatan Warga dalam Sistem Pemilihan Umum di Indonesia (Kajian Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 47-81/PHPU.A-VII/2009 tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Hukum, 3(2). https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFHUKUM/article/view/16657
  17. Jurdi, S. (2019). Pergeseran dan Konfigurasi Politik Hasil Pileg 2019: Kajian dan Analisis terhadap Dinamika Politik di Sulawesi Selatan. Jurnal Politik Profetik, 7(2), 157–177. https://doi.org/10.24252/profetik.v7i2a1
  18. Kadir, A. (2017). Melihat Indonesia dari Jendela Papua: Kebinekaan dalam Rajutan Budaya Melanesia. JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo, 1(2), 225–246. https://doi.org/10.21580/jsw.2017.1.2.2034
  19. Katharina, R. (2017). Analisis terhadap Masalah Pilkada di Papua. Majalah Info Singkat Pemerintahan Dalam Negeri, IX(6), 17–20.
  20. Komisi Aparatur Sipil Negara. (2018). Pengawasan Netralitas Aparatur Sipil Negara. Komisi Aparatur Sipil Negara.
  21. Kristiadi, J. (1996). Pemilihan Umum dan Perilaku Pemilih di Indonesia. LP3ES.
  22. Leonardo Snanfi, F., Darwin, M., Setiadi, & Ikhwan, H. (2018). Politik Identitas Etnik Asli Papua Berkontestasi dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kota Sorong. Sosiohumaniora - Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Dan Humaniora, 20(2), 122–131. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v20i2.15089
  23. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis. SAGE Publications.
  24. Neuman, W. L. (2017). Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. PT Indeks.
  25. Nie, N. H., & Verba, S. (1975). Political participation. In The handbook of political science: Non-governmental politics (Vol. 4). Addison-Wesley.
  26. Nimmo, D. D. (2000). Political Communication and Public Opinion. Goodyear Publishing Company.
  27. Pamungkas, C., & Triindriasari, D. (2018). Pemilihan Gubernur Papua 2018: Politik Identitas, Tata Kelola Pemerintahan, dan Ketahanan Orang Asli Papua. Jurnal Masyarakat & Budaya, 20(3), 391–406. https://jmb.lipi.go.id/index.php/jmb/article/view/721
  28. Perdana, A., & Sukmajati, M. (Eds.). (2018). Pembiayaan Pemilu di Indonesia. Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia.
  29. Quintelier, E., & Van Deth, J. W. (2014). Supporting Democracy: Political Participation and Political Attitudes. Exploring Causality using Panel Data. Political Studies, 62(1_suppl), 153–171. https://doi.org/10.1111/1467-9248.12097
  30. Repi, S. G. (2017). Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara 2015 (Studi di Desa Koha Selatan Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa). Jurnal Politico, 6(4). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/politico/issue/view/1321
  31. Rijal, F., Madani, M., & Fatmawati. (2013). Interaksi Aktor dalam Perumusan Kebijakan Pengelolaan Pertambangan di Kabupaten Kolaka Utara. Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(2), 14–26. https://doi.org/10.26618/ojip.v3i2.66
  32. Rizqi, S. K. (2018). Partisipasi Politik Masyarakat pada PILKADA 2017 di Kabupaten Yalimo, Papua, Indonesia. SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial Dan Kemanusiaan, 11(1), 109–124. http://journals.mindamas.com/index.php/sosiohumanika/article/view/1006
  33. Ronsumbre, N. (2019). Sistem Noken Papua: Manifestasi Demokrasi Berbasis Kearifan Lokal. Sospol: Jurnal Sosial Politik, 5(2), 261–276. https://doi.org/10.22219/sospol.v5i2.7388
  34. Santoso, C. (2016). Participation and Neutrality of State Civil Apparatus in Direct Regional Election: Surabaya City Case. Jurnal Bina Praja, 8(1), 69–81. https://doi.org/10.21787/JBP.08.2016.69-81
  35. Simanjuntak, J. (2018). Kemandirian Lembaga Penyelenggara Pemilihan Umum di Indonesia. Papua Law Journal, 1(1), 119–141. https://doi.org/10.31957/plj.v2i2.584
  36. Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Pendidikan: (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Alfabeta.
  37. Suryabrata, S. (2003). Metodologi Penelitian. Rajawali Pers.
  38. Thaib, E. J., & Mozin, A. R. (2018). Pola Komunikasi Politik: Studi Pilkada Gubernur Gorontalo. Al-Ulum, 18(1), 81–106. https://doi.org/10.30603/au.v18i1.327
  39. Usfinit, Y., Suprojo, A., & Setyawan, D. (2015). Perspektif Partisipasi Politik Masyarakat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 3(1). https://publikasi.unitri.ac.id/index.php/fisip/article/view/71
  40. Widiyahseno, B. (2015). Inovasi Bupati di Ruang Demokrasi: Upaya Membangun Kesadaran Inovasi Birokrasi. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 18(3), 177–195. https://doi.org/10.22146/jsp.13136
  41. Yandri, P. (2017). The Political Geography of Voters and Political Participation: Evidence from Local Election in Suburban Indonesia. Indonesian Journal of Geography, 49(1), 57. https://doi.org/10.22146/ijg.11315
  42. Yani, A. A., Yunus, A. Y., & Latief, M. I. (2017). Participation Dynamics of Voters Using ID Card in Local Elections: A Case Study of the 2015 Local Election in South Sulawesi. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 21(1), 41–56. https://doi.org/10.22146/jsp.28700
  43. Yusra, A., & Darmawan, I. (2017). Kepentingan Petahana dalam Manipulasi Pilkada Labuhan Batu Selatan 2015. Jurnal Wacana Politik, 2(2), 74–87. https://doi.org/10.24198/jwp.v2i2.13989

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2020 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.