Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Model Otonomi Daerah di Denmark dan Zimbabwe serta Alternatif Model Pengawasan Otonomi Daerah di Indonesia

DOI
10.21787/jbp.12.2020.64-74
Tanggal Terbit & Halaman
28 Mei 2020 · Hlm. 65-75
Riwayat Naskah
Diterima23 Apr 2020 Disetujui14 Mei 2020 Terbit28 Mei 2020

1.472 Dilihat 1.133 Diunduh

Abstrak

Ditetapkannya UU No. 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, ternyata belum cukup memberikan kekuatan bagi penyelenggaraan otonomi daerah di Indonesia. Faktanya sejumlah kasus yang melemahkan penyelenggaraan otonomi daerah masih kerap kali terjadi. Ada banyak faktor penyebabnya, salah satunya adalah sistem pengawasan otonomi daerah yang diterapkan saat ini. Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), misalnya, mencatat belum tegasnya aturan pelaksana terkait pemberian sanksi bagi pemerintah daerah yang melakukan pelanggaran atau tidak taat seperti keterlambatan penetapan APBD, tidak menjalankan program nasional, atau keluar negeri tanpa izin. Di sisi lain, pembinaan dan pengawasan juga masih dianggap lemah. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud memberi gambaran mengenai pengawasan otonomi daerah di Denmark dan Zimbabwe seraya berupaya memberikan solusi bagi model pengawasan penyelenggaraan otonomi daerah di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dalam menghimpun pelbagai informasi yang relevan. Ada pun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipandang tepat karena pengawasan otonomi daerah bersifat multidimensional. Hasil penelitian menunjukkan, model pengawasan seperti di Denmark diperlukan agar pemerintah daerah tidak justru melaksanakan kebijakan yang merugikan kepentingan publik. Selanjutnya pengawasan harus dilakukan dengan melihat lebih detail persoalan yang terjadi di daerah dan kondisi riil di lapangan. Penelitian juga menawarkan model pengawasan yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah model pengawasan yang memiliki dimensi human resources, acceptance, development, dan innovation.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 12 No 1 (2020).

Buka PDF

Daftar Pustaka

47 rujukan
  1. Alwasilah, A. C. (2003). Pokoknya Kualitatif: Dasar-Dasar Merancang dan Melakukan Penelitian Kualitatif. Pustaka Jaya.
  2. Apituley, L. G. F. (2013). Pengawasan Penggunaan Keuangan Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah. Journal Uniera, 2(1). https://journal.uniera.ac.id/abst/37/pengawasan-penggunaan-keuangan-daerah-dalam-pelaksanaan-otonomi-daerah
  3. Azma, M. A. (2017). Pengaruh Motivasi, Pengetahuan tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Intensitas Pembinaan Aparat Inspektorat terhadap Kualitas Hasil Audit Inspektorat (Studi Empiris pada Inspektorat Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman). JOM Fekon, 4(1), 309–322. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFEKON/article/view/12345
  4. Diamantina, A. (2010). Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah untuk Mewujudkan Pemerintahan Daerah yang Efektif dan Efisien. Masalah-Masalah Hukum, 39(1), 36–43. https://doi.org/10.14710/mmh.39.1.2010.36-43
  5. Engkus, Hoerudin, C. W., & Maolani, D. Y. (2019). Supervision and Control of The Government Internal Supervisory Apparatus in The Implementation of Regional Autonomy. International Journal of Science and Society, 1(1), 56–69. https://doi.org/10.200609/ijsoc.v1i1.16
  6. Eprilianto, D. F., Pradana, G. W., & Sari, Y. E. K. (2019). Digital Inovasi Sektor Publik: Efektivitas Kolaborasi dalam Implementasi Inovasi Desa Digital. Jurnal El-Riyasah, 10(2), 127–145. https://doi.org/10.24014/jel.v10i2.8909
  7. Erviantono, T. (2010). Desentralisasi dan Kemandirian Kelembagaan Lokal. Interaktif: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial. http://interaktif.ub.ac.id/index.php/interaktif/article/view/102
  8. Fajri, R. (2019, April 30). Pentingnya Pengawasan dan Pembinaan di Era Otonomi Daerah. Mediaindonesia.Com. https://mediaindonesia.com/read/detail/232753-pentingnya-pengawasan-dan-pembinaan-di-era-otonomi-daerah
  9. Froy, F., Giguère, S., Pyne, L., & Wood, D. E. (2011). Building Flexibility and Accountability Into Local Employment Services: Synthesis of OECD Studies in Belgium, Canada, Denmark and the Netherlands (2011/10). 1–96. https://doi.org/10.1787/5kg3mkv3tr21-en
  10. González, M. (2016). The Unmaking of Self-Determination: Twenty-Five Years of Regional Autonomy in Nicaragua. Bulletin of Latin American Research, 35(3), 306–321. https://doi.org/10.1111/blar.12487
  11. Hadi, S. (2000). Metodologi Research. Andi Offset.
  12. Head, G. (2013, April 8). Tailor-Made Policies Provide Good Options for Medical and Professional Liability Market. Insurance Journal. https://www.insurancejournal.com/magazines/mag-features/2013/04/08/286906.htm
  13. Isnanto, B. A. (2019, September 25). Kemendagri Beri Penghargaan Pengawasan Terbaik untuk 5 Pemprov. DetikNews. https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4721223/kemendagri-beri-penghargaan-pengawasan-terbaik-untuk-5-pemprov
  14. Jonga, W. (2014). Local Government System in Zimbabwe and Associated Challenges: Synthesis and Antithesis. Archives of Business Research, 2(1), 75–98. https://doi.org/10.14738/abr.21.89
  15. Kristiyanto, E. N. (2017). Local Wisdom Position and Role of Society in Spatial Planning in the Region. Jurnal Rechtsvinding, 6(2), 159–177.
  16. Kusnadi, A. (2017). Re-Evaluasi Hubungan Pengawasan Pusat dan Daerah Setelah Berlakunya UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Arena Hukum, 10(1), 61–77. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2017.01001.4
  17. Liu, L. (2018). Problems and Countermeasures in the Implementation of the Law of the People’s Republic of China on Regional Ethnic Autonomy. Proceedings of the International Conference on Contemporary Education, Social Sciences and Ecological Studies (CESSES 2018), 342–346. https://doi.org/10.2991/cesses-18.2018.77
  18. Mahardhika, L. A. (2019, September 11). Dorong Investasi Daerah, Pemerintah Anggarkan DID Rp15 Triliun (A. Aris (Ed.)). Bisnis.Com. https://ekonomi.bisnis.com/read/20190911/9/1147205/dorong-investasi-daerah-pemerintah-anggarkan-did-rp15-triliun
  19. Maharjono, I. A. W. (2018). Strategi Peningkatan Kapabilitas Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dengan Internal Audit Capability Model (IA-CM) (Studi pada Inspektorat DIY) [Universitas Gadjah Mada]. http://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/157411
  20. Marumahoko, S., & Fessha, Y. (2011). Fiscal autonomy of urban councils in Zimbabwe: A critical analysis. Law, Democracy & Development, 15(1), 1–22. https://doi.org/10.4314/ldd.v15i1.9
  21. Matei, A. M., Karamoy, H., & Lambey, L. (2017). Optimalisasi Fungsi Inspektorat dalam Pengawasan Keuangan Daerah di Kabupaten Kepulauan Talaud. Jurnal Riset Akuntansi Dan Auditing “Goodwill,” 8(1), 86–96. https://doi.org/10.35800/jjs.v8i1.15328
  22. Melamed, E. V. (2019). Regional autonomy movements in Europe: National governments and the EU [University of Illinois]. http://hdl.handle.net/2142/104945
  23. Midesia, S. (2015). Pengaruh Rasio Aktivitas, Profitabilitas, dan Pasar Terhadap Return Saham: Studi Perbandingan Antara Saham Konvensional dan Syariah di Indonesia [Universitas Syiah Kuala]. https://etd.unsyiah.ac.id/index.php?p=show_detail&id=20738
  24. Mulyatini, N. (2018). Model Peningkatan Kapabilitas Sumber Daya Aparat Pengawasan Internal Pemerintah di Jawa Barat. Ekonologi, 5(1), 283–286. https://doi.org/10.2827/jeim.v5i1.1358
  25. Nugraha, Y. N. (2019, January 20). Ketergantungan Fiskal Daerah Dalam Pelaksanaan Desentralisasi Fiskal di Indonesia. Kemenkeu.Go.Id. https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel-dan-opini/ketergantungan-fiskal-daerah-dalam-pelaksanaan-desentralisasi-fiskal-di-indonesia/
  26. Pengawasan Tidak Optimal. (n.d.). Kppod.Org. https://www.kppod.org/berita/view?id=547
  27. Peuranda, J. H., Satriawan, R. A., & Azlina, N. (2014). Pengaruh Pengawasan Preventif dan Pengawasan Detektif terhadap Efektifitas Pengendalian Anggaran (Studi Empiris pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kabupaten Kampar). JOM Fekon, 1(2), 1–22. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFEKON/article/view/3986
  28. Prabowo, H. (2019). Influence of Implementation of Development and Supervision Policy to the Effectiveness of Regional Autonomy in Indonesia. Jurnal Bina Praja, 11(1), 63–73. https://doi.org/10.21787/jbp.11.2019.63-73
  29. Prasetia, A. (2018, April 9). Jokowi: Hilangkan Ego Sektoral Antar-Kementerian/Lembaga. DetikNews. https://news.detik.com/berita/d-3961835/jokowi-hilangkan-ego-sektoral-antar-kementerianlembaga
  30. Pryanka, A. (2020, January 15). DPD: Persyaratan Dana Insentif Daerah Terlalu Rumit (G. Amanda (Ed.)). Republika.Co.Id. https://republika.co.id/berita/q44ost423/dpd-persyaratan-dana-insentif-daerah-terlalu-rumit
  31. Purnamasari, D. D. (2020, May 3). Penundaan Transfer DAU Harus Diikuti Pengawasan agar Tak Rugikan Publik. Kompas. https://kompas.id/baca/polhuk/2020/05/03/penundaan-transfer-dau-jangan-sampai-korbankan-publik/
  32. Risal, M. (2016). Kearifan Lokal dalam Pembentukan Daerah Otonomi Baru di Era Otonomi Daerah (Studi Kasus: Kearifan Lokal di Daerah Apau Kayan Kabupaten Malinau). Jurnal Administrative Reform (JAR), 4(2), 106–126. https://doi.org/10.30872/jar.v4i2.597
  33. Rosalina, I. F. (2017a, June). Jatuh Bangun Otonomi Pasca-Reformasi. Media BPP, 2(3), 26–29.
  34. Rosalina, I. F. (2017b, June). Otonomi Daerah di Era Dua Orde Besar. Media BPP, 2(3), 22–23.
  35. Sanjaya, L. (2015). Optimalisasi Pengawasan Pengelolaan Keuangan Daerah di Kabupaten Sidoarjo. JKMP (Jurnal Kebijakan Dan Manajemen Publik), 3(1), 35–48. https://doi.org/10.21070/jkmp.v3i1.179
  36. Saputra, D. (2014). Analisis Kemandirian dan Efektivitas Keuangan Daerah pada Kabupaten dan Kota di Propinsi Sumatera Barat. Jurnal Akuntansi, 2(1), 1–26. http://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/akt/article/view/871
  37. Sasongko, A. (2018, April 26). 104 Kasus Korupsi Kepala Daerah Sudah Diproses KPK. Republika.Co.Id. https://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/18/04/26/p7ra1e313-104-kasus-korupsi-kepala-daerah-sudah-diproses-kpk
  38. Sinaga, A. W. (2016, August 3). Koordinasi Antar Lembaga Lemah TKA Ilegal Membanjiri Indonesia. Tribunnews.Com. https://www.tribunnews.com/tribunners/2016/08/03/koordinasi-antar-lembaga-lemah-tka-ilegal-membanjiri-indonesia
  39. Siregar, M. (2018, June 26). Kendala Dalam Pelaksanaan Pengawasan Terhadap Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Hariansib.Com. https://hariansib.com/Opini/Kendala-Dalam-Pelaksanaan-Pengawasan-Terhadap-Penyelenggaraan-Pemerintahan-Daerah
  40. Suharti, & Hutahaean, R. T. (2018). Analisis Perencanaan, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau. Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING), 1(2), 167–179. https://doi.org/10.31539/costing.v1i2.203
  41. Sumbu, H. (2000). ImplementasiKebijakan OtonomiDaerahdalam KonteksFormulasi KebijakanOtonomi Desa. Prosiding Simposium Internasional Jurnal ANTROPOLOGI INDONESIA, 51–55.
  42. Triantafillou, P. (2012). Decentralization as the exercise of power and autonomy: the case of Danish employment policy. Journal of Political Power, 5(1), 55–71. https://doi.org/10.1080/2158379X.2012.660322
  43. Vincent S, C. (2015). Central-local Government Relations: Implications on the Autonomy and Discretion of ZimbabweÂ’s Local Government. Journal of Political Sciences & Public Affairs, 03(01), 64. https://doi.org/10.4172/2332-0761.1000143
  44. Wei, X., & De-rui, G. (2016). Financial Governance of Minority Autonomous Regions: from Central Control to Regional Autonomy. Journal of Minzu University of China, 1. http://en.cnki.com.cn/Article_en/CJFDTotal-ZYMD201601014.htm
  45. Widiyanto, D. (2017, September 19). Pengawasan APIP Masih Lemah. Krjogja.Com. https://www.krjogja.com/peristiwa/nasional/pengawasan-apip-masih-lemah/
  46. Witono, T. (2017). Kemiskinan dan Lingkungan dalam Kerangka Otonomi DaerahStudi Kasus di Lereng Gunung Merapi, Magelang, Jawa Tengah. Sosio Konsepsia, 12(2), 21–32. https://doi.org/10.33007/ska.v12i2.627
  47. Urban Councils Act, 2015 [Chapter 29:15], 1 (2001). https://zimlii.org/zw/legislation/act/2001/222001