Strategi Optimalisasi Kelembagaan PTSP
DOI:
https://doi.org/10.21787/jbp.11.2019.237-248Kata Kunci:
DPMPTSP, Licensing, Regulatory Impact Assessment (RIA)Abstrak
Perizinan merupakan salah satu jalan bagi pelaku usaha untuk kemudian memformalisasi usaha. Tanpa perizinan, pelaku usaha tidak mampu bergerak ke sektor formal dan mendapatkan beragam manfaat seperti program pembinaan, insentif perpajakan dan mendapatkan kredit maupun bantuan permodalan terutama dari Perbankan serta jaminan hukum. Meskipun demikian, pelaku usaha masih menganggap pelayanan perizinan masih belum optimal. Keluhan pelaku usaha diantaranya adalah pelayanan yang tidak efisien dan tidak efektif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukan peningkatan pada sisi kelembagaan PTSP. Peningkatan kelembagaan PTSP untuk mencapai titik prima akan memberikan dampak kemudahan pelayanan dan lebih jauhnya meningkatkan kondusivitas iklim investasi. Sebelum mencapai tujuan tersebut, perlu dicari akar permasalahan yang sebenarnya melingkupi kelembagaan PTSP. Metode yang akan dipakai dalam tulisan ini adalah Regulatory Impact Assessment (RIA). Metode RIA akan membantu menajamkan dan menemukan apa sebenarnya akar masalah, sekaligus perumusan alternatif tindakan berdasarkan manfaat bersih yang akan didapat.
Referensi
Amsyah, Z. (2001). Manajemen Sistem Informasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Biro Hukum Kementerian PPN/Bappenas. (2011). Pengembangan dan Implementasi Metode Regulatory Impact Analysis (RIA) untuk Menilai Kebijakan (Peraturan dan Non Peraturan) di Kementerian PPN/Bappenas. Jakarta: Biro Hukum Kementerian PPN/Bappenas.
BKPM. (2019). Investment Realization in the First Quarter of 2019 Reached Rp 195.1 Trillion, Increased by 5.3%. Retrieved from https://www.bkpm.go.id/images/uploads/berita/file_upload/BKPM_Press_Release_Investment_Realization_Q1_2019.pdf
Bünte, M. (2008). Indonesia’s protracted decentralization: Contested reforms and their unintended consequences. In M. Bünte & A. Ufen (Eds.), Democratization in Post-Suharto Indonesia. Retrieved from https://www.taylorfrancis.com/books/e/9780203934760/chapters/10.4324/9780203934760-12
Corcoran, A., & Gillanders, R. (2015). Foreign direct investment and the ease of doing business. Review of World Economics, 151(1), 103–126. https://doi.org/10.1007/s10290-014-0194-5
Hartono, & Hartomo, D. D. (2016). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan UMKM di Surakarta. Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 14(1), 15–30. https://doi.org/10.20961/jbm.v14i1.2678
Hidayat, F., Sutomo, & Sunarko, B. S. (2018). Implementasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP): Pendelegasian Kewenangan Setengah Hati (Studi terhadap Penyelenggaraan PTSP di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Banyuwangi). POLITICO, 18(1), 144–163. https://doi.org/10.32528/politico.v18i1.1377
Hodgkinson, I. R., Hannibal, C., Keating, B. W., Chester Buxton, R., & Bateman, N. (2017). Toward a public service management: past, present, and future directions. Journal of Service Management, 28(5), 998–1023. https://doi.org/10.1108/JOSM-01-2017-0020
Ilhamsyah. (2013). Reformasi Birokrasi Pada Pemerintah Kabupaten Kotabaru (Studi Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Dan Penanaman Modal). Jurnal Ilmu Politik Dan Pemerintahan Lokal, 2(1), 53–72. Retrieved from https://www.neliti.com/id/publications/101826/reformasi-birokrasi-pada-pemerintah-kabupaten-kotabaru-studi-terhadap-kualitas-p
Jaakkola, E., Helkkula, A., & Aarikka-Stenroos, L. (2015). Service experience co-creation: conceptualization, implications, and future research directions. Journal of Service Management, 26(2), 182–205. https://doi.org/10.1108/JOSM-12-2014-0323
KPPOD. (2014). Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) di Provinsi DKI Jakarta: Perspektif Kewenangan dan Kelembagaan. Retrieved from https://www.neliti.com/publications/259/badan-pelayanan-terpadu-satu-pintu-bptsp-di-provinsi-dki-jakarta-perspektif-kewe
KPPOD. (2016). Reformasi Kemudahan Berusaha: Evaluasi Pelaksanaan Paket Kebijakan Ekonomi di Daerah. Jakarta: KPPOD.
Kusdi. (2009). Teori Organisasi dan Administrasi. Jakarta: Salemba Humanika.
Larasati, P. A. (2016). Pengembangan Aparatur Berbasis Kompetensi dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Perizinan di Unit Pelaksanaan Teknis Pelayanan Perizinan Terpadu (UPT P2T) Badan Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur. Kebijakan Dan Manajemen Publik, 4(3), 243–255. Retrieved from http://journal.unair.ac.id/KMP@pengembangan-aparatur-berbasis-kompetensi-dalam-meningkatkan-kualitas-pelayanan-perizinan-di-unit-pelaksanaan-teknis-pelayanan-perizinan-terpadu-(upt-p2t)-badan-penanaman-article-10951-media-138-category-8.html
Mardiasmo. (2009). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.
Mulyadi, M. B. (2018). Pengaruh Kualitas Pelayanan Perizinan Terpadu dalam Meningkatkan Investasi dan Pertumbuhan UMKM. Jurnal Hukum Mimbar Justitia, 4(1), 112–127. https://doi.org/10.35194/jhmj.v4i1.293
Nee, V. (2003). The New Institutionalism in Economics and Sociology (No. 4). Retrieved from https://www.economyandsociety.org/wp-content/uploads/2013/08/wp4_nee_03.pdf
OECD. (2008). Introductory Handbook for Undertaking Regulatory Impact Analysis (RIA). OECD.
Osborne, S. P., Radnor, Z., Kinder, T., & Vidal, I. (2014). Sustainable public service organisations: A Public Service-Dominant approach. Society and Economy, 36(3), 313–338. https://doi.org/10.1556/SocEc.36.2014.3.1
Rangriz, H., & Soltanieh, F. (2015). Exploring the Effects of Organizational Capabilities and Managerial Competencies on the Organizational Effectiveness. Journal of Strategic Human Resource Management, 4(2). Retrieved from https://ssrn.com/abstract=2655470
Raymond, C. P., Hatane, S., & Hutabarat, J. (2015). Analisis Kualitas Sumber Daya Manusia, Kualitas Pelayanan, Kinerja Organisasi, Kepercayaan Masyarakat dan Kepuasan Masyarakat (Studi Kasus: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nabire). Jurnal Teknologi Dan Manajemen Industri, 1(1), 1–8. Retrieved from https://ejournal.itn.ac.id/index.php/jtmi/article/view/245
Republik Indonesia. (2019). Nota Keuangan Beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2019. Republik Indonesia.
Sari, P. P. (2018). Pemanfaatan Teknologi Digital Sebagai Percepatan Berusaha oleh Ekonomi Kreatif. Jurnal Komunika : Jurnal Komunikasi, Media Dan Informatika, 7(3), 135–144. https://doi.org/10.31504/komunika.v7i3.1824
Setiadi, W. (2018). Simplifikasi Peraturan Perundang-undangan dalam Rangka Mendukung Kemudahan Berusaha. Rechtsvinding, 7(3), 321–334. Retrieved from https://rechtsvinding.bphn.go.id/ejournal/index.php/jrv/article/view/288
Takumansang, C. M. (2013). Implementasi Kebijakan Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Manado. Acta Diurna Komunikasi, 2(4). Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/actadiurnakomunikasi/article/view/2668
Vogiatzoglou, K. (2016). Ease of Doing Business and FDI Inflows in ASEAN. Journal of Southeast Asian Economies (JSEAE), 33(3), 343–363. Retrieved from https://muse.jhu.edu/article/647393
Wimmer, M. A. (2002). A European perspective towards online one-stop government: the eGOV project. Electronic Commerce Research and Applications, 1(1), 92–103. https://doi.org/10.1016/S1567-4223(02)00008-X



















