Collaborative Governance in Corporate Social Responsibility Forum in Banyumas Regency

Penulis

  • Iqtikaful Furqoni Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Jenderal Soedirman
  • Slamet Rosyadi Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Jenderal Soedirman
  • Alizar Isna Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.21787/jbp.11.2019.209-217

Kata Kunci:

Banyumas, Collaborative Governance, Corporate Social Responsibility, Forum CSR, Pembangunan Daerah

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi  adanya Forum CSR (Corporate Social Responsibility) SATRIA di Kabupaten Banyumas yang melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, perusahaan, akademisi, LSM, serta media massa yang saling berkolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui CSR. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai tata kelola Forum CSR SATRIA di Kabupaten Banyumas dalam perspektif collaborative governance. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Banyumas, dengan sasaran penelitian yang terdiri dari unsur pemerintah, unsur swasta, unsur media massa, LSM, masyarakat, serta akademisi. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis interaktif. Hasil penelitian menemukan bahwa adanya dialog internal dan eksternal merupakan progres awal yang baik dalam tata kelola Forum CSR SATRIA. Meskipun demikian, masih ada beberapa aspek dalam tata kelola Forum CSR yang belum maksimal, seperti komitmen stakeholder dan pemahaman dunia usaha mengenai regulasi CSR. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk mengajak dunia usaha agar terlibat dalam Forum CSR SATRIA.  Dalam hal ini, peran pemerintah daerah menjadi salah satu kunci agar dunia usaha mau terlibat, diantaranya dengan memberikan pemahaman kepada dunia usaha mengenai regulasi CSR.  Hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang implementasi pendekatan kolaboratif dalam konteks program CSR di tingkat lokal.

Referensi

Ansell, C., & Gash, A. (2007). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Balogh, K. E. T. N. S. (2011). An Integrative Framework for Collaborative Governance. Jurnal of Public Administration Research and Theory, 22, 1–29.

Bryson, J. M., & Crosby, B. C. (2006). The Design and Implementation of Cross-Sector Collaborations: Propositions from the Literature. Public Administration Review, (December), 17–18.

Dwiyanto, A. (2007). Kinerja Tata Pemerintahan Daerah di Indonesia. Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada.

Ervianti, M. (2018). FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS DI KOTA PEKANBARU. JOM FISIP, 5, 1–13.

Hakim, M. L. (2013). Integrasi CSR dan Program Perencanaan Pembangunan Daerah dalam Kerangka Mewujudkan Model Baru Pelaksanaan CSR. Sawala: Jurnal Administrasi Negara, 2.

Hartz-Karp, M. G. J. (2013). The Role of Deliberative Governance in Acheiving Sustainable Cities. Sustainability, 5, 2343–2366.

Hendrayani, Y., & Hashim, N. H. (2018). Social Partnership CSR Forum on Sustainable Development , Jawa Barat Indonesia. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 5(1999), 140–150.

Humas PMK. (2015). CSR Perkuat Upaya Pemerintah Mengentaskan Kemiskinan. Retrieved from https://www.kemenkopmk.go.id/artikel/CSR-perkuat-upaya-pemerintah-mengentaskan-kemiskinan

Juslan, H. Z. R. Z. S. (2016). Analisa Strategi dan Sinkronisasi CSR dengan Program Pemerintah dalam Pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal BAPPEDA, 2(1), 242–249.

Kumar, D., & Singh, P. (2014). SOCIAL MEDIA: NEW CHALLENGES FOR CORPORATE GOVERNANCE. International Journal of Research (IJR), 1(4), 343–352.

Machmud, S. (2015). Kajian Pemanfaatan Dana Corporate Social Responsibility Sebagai Alternatif Sumber Pembiayaan Pembangunan Daerah. Jurnal Ekonomi, Bisnis & Entrepreneurship, 9, 29–44.

Mattew B. Miles; A, M. H. J. S. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). United States of America: SAGE Publications, Inc.

Meyer, D. P. A. M. A. (2014). Social Capital and Community Resilience. American Behavioral Scientist, 1–16.

Moleong, L. J. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mukhlis, M. (2017). ANALISA KRITIS ATAS MOTIF POLICY COMMUNITY DALAM KOLABORASI (Studi Kasus Kebijakan Pemindahan Pusat Pemerintahan Provinsi Lampung). J u r n a l A g r e g a s I, 5, 135–158.

Pribadi, G. T. S. U. (2016). Pelaksanaan Collaborative Governance di Desa Budaya Brosot, Galur, Kulonprogo, DI. Yogyakarta. Journal of Governance and Public Policy, 3.

Rasche, A. (2010). Collaborative Governance 2.0. Social Studies Building, 1–19.

Suara Merdeka. (2018). Baru 2 % Dunia Usaha Terlibat Program CSR. Retrieved from Suara Merdeka 24 Februari 2018 website: https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/68328/baru-2-dunia-usaha-terlibat-program-csr

Sumarto, H. S. (2009). Inovasi, Partisipasi Dan Good Governance. Jakarta: Yayasan Obor.

Wibisono, Y. (2007). Membedah Konsep & Aplikasi CSR (Corporate Social Responsibility). Jakarta: PT Gramedia.

Diterbitkan

2019-11-08

Cara Mengutip

Collaborative Governance in Corporate Social Responsibility Forum in Banyumas Regency. (2019). Jurnal Bina Praja, 11(2), 209-217. https://doi.org/10.21787/jbp.11.2019.209-217

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Collaborative Governance in Corporate Social Responsibility Forum in Banyumas Regency. (2019). Jurnal Bina Praja, 11(2), 209-217. https://doi.org/10.21787/jbp.11.2019.209-217