Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 10 No 2 (2018).
Studi terhadap Kelembagaan Masyarakat Adat di Sumatera Barat, Indonesia
5.457 Dilihat 3.162 Diunduh
Nagari substansi Minangkabau satu di antara wilayah di Indonesia disebut Belanda dengan Republik Kecil. Hilang nagari, musnah Minangkabau dan lenyap bagian kekuatan identitas bangsa. Justru nagari Minang merupakan daerah istimewa dan sentra kekayaan warisan budaya (benda dan non benda) dan sejarah yang bernilai warisan dunia (world heritage). Karenanya seiring dengan perkembangan pemerintahan NKRI, Nagari memerlukan kebijakan publik yang adil, tidak hanya menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain. Kebijakan itu juga memberi peluang nagari sebagai bagian wilayah subkultur dan geneologis suku-suku bangsa di Sumatera untuk memenej (merencanakan, mengorganisasikan, menggerakan dan mengontrol) penguatan identitas, integritas dan keberlanjutan hidupnya. Tegasnya memberi peluang nagari berupaya melestarikan dan mewariskan nilai-nilai warisan budaya dan sejarahnya kepada generasi berikutnya dan terkonsolidasi dalam program warisan dunia internasional yang dikelola UNESCO World Heritage Committee, karena sangat berarti bagi kemanusiaan.
Nagari Minangkabau: The Study of Indigenous Institutions in West Sumatra, Indonesia
Nagari as government and customary institutions in West Sumatra is torn between the interests of the government system and the importance of maintaining the fundamental values in the community. Various government regulations regarding the village or Nagari generate new questions, the loss of the community’s identity and local wisdom of Nagari as an autonomous and independent society. This study aims to explore and describe the Nagari system of government, as a social system of indigenous peoples of Minangkabau that combine the state government system with the adat system of local customary institutions. The study was conducted with qualitative methods, using in-depth interviews with the community leaders as well as some observations related to the dynamics of its social community in addition to literature study. This study found that Nagari as Minangkabau community social unity has a sacred local wisdom from the community’s comprehensive thinking, and natural conditions. With its history, Nagari grows as an autonomous region where the community manages the social and natural resources potential independently. The Institutional system of Nagari is a combination between the state, custom, and religion, which is combined in the framework of tungku tigo sajarangan, tali tigo sapilin, the government, niniek mamak, and religious scholars. The social system that emerged from the wisdom of “reading” nature, as the strength of the Minangkabau community, made Nagari be one of the regions in Indonesia which are called by the Netherlands as “the Small Republic”.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 10 No 2 (2018).