Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Analysis of the Institutions Role in Sustainable Domestic Wastewater Management in Jakarta

DOI
10.21787/jbp.10.2018.303-315
Tanggal Terbit & Halaman
13 November 2018 · Hlm. 303-315
Riwayat Naskah
Diterima28 Agu 2018 Disetujui9 Nov 2018 Terbit13 Nov 2018

1.748 Dilihat 1.083 Diunduh

Abstrak

Tingkat pencemaran lingkungan khususnya pencemaran air, baik air tanah maupun air sungai di Jakarta saat ini menunjukan angka yang tinggi. Hal ini utamanya disebabkan oleh pembuangan air limbah domestik rumah tangga yang belum dikendalikan dengan baik. Upaya pengembangan pengelolaan air limbah domestik dirasakan tidak optimal. Pembagunan infrastruktur berjalan sangat lambat, peranserta dan kepedulian masyarakat sangat rendah serta kompetensi dan kapasitas pengelola juga masih rendah. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan peran intitusi pengelola air limbah domestik  baik operator maupun regulator agar dapat melakukan percepatan pembagunan infrastruktur pengolahan air limbah domestik, meningkatkan peran serta dan kepedulian masyarakat untuk pengelolaan air limbah domestik, serta meningkatkan kompetensi dan kapasitas pengelola layanan pengelolaan air limbah domestik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran institisi  terhadap upaya pengembangan pengelolaan air limbah domestik rumah tangga di DKI Jakarta.  Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode interpretive structural modelling (ISM) sebagai suatu metode untuk menganalisa keterkaitan antar institusi dalam rangka pengembangan pengelolaan air limbah domestik, Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa institusi kunci yang dapat melakukan percepatan pembangunan infrastruktur adalah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Adapun institusi kunci yang berperan dalam peningkatkan peranserta dan kepedulian masyarakat adalah Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup serta Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah DKI Jakarta. Adapun institusi kunci yang terkait dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas pengelola layanan air limbah domestik adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 10 No 2 (2018).

Buka PDF

Daftar Pustaka

35 rujukan
  1. Afandi, Y. V. (2013). Pengelolaan Air Limbah Domestik Komunal Berbasis Masyarakat di Kota Probolinggo. In Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan “Optimasi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan.” Semarang: Universitas Diponegoro. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/40632/
  2. Asian Development Bank (ADB). (2004). Water in Asian Cities: Utilities’ Performance and Civil Society Views. Water for All. Asian Development Bank (ADB). Retrieved from https://www.adb.org/sites/default/files/publication/28452/water-asian-cities.pdf
  3. Astuti, R., Marimin, Poerwanto, R., Machfud, & Arkeman, Y. (2010). Kebutuhan dan Struktur Kelembagaan Rantai Pasok Buah Manggis Studi Kasus Rantai Pasok di Kabupaten Bogor. International Research Journal of Business Studies, 3(1), 99–115. Retrieved from http://www.irjbs.com/index.php/jurnalirjbs/article/view/48
  4. Bakeri, S., P., M. Y. J., Riani, E., & Sutjahjo, S. H. (2012). Analisis MDS (Multi Dimensional Scalling) untuk Keberlanjutan Pengelolaan Air Lintas Wilayah Studi Kasus DKI Jakarta. Jurnal Teknologi Lingkungan, 13(1), 13–23. http://doi.org/10.29122/jtl.v13i1.1401
  5. Eriyatno. (2013). Ilmu Sistem: Meningkatkan Integrasi dan Koordinasi Manajemen. Surabaya: Guna Widya.
  6. Fatnasari, H., & Hermana, J. (2010). Strategi Pengelolaan Air Limbah Permukiman di Bantaran Kali Surabaya. In Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Retrieved from https://anzdoc.com/strategi-pengelolaan-air-limbah-permukiman-di-bantaran-kali-.html
  7. Flores, A., Buckley, C., & Fenner, R. (2009). Selecting sanitation systems for sustainability in developing countries. Water Science and Technology, 60(11), 2973–2982. http://doi.org/10.2166/wst.2009.375
  8. Hafidh, R., Kartika, F., & Farahdiba, A. U. (2016). Keberlanjutan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (Ipal) Berbasis Masyarakat, Gunung Kidul, Yogyakarta. Jurnal Sains &Teknologi Lingkungan, 8(1), 46–55. http://doi.org/10.20885/jstl.vol8.iss1.art5
  9. Hidayat, S. (2012). Kebijakan Pembangunan Infrastruktur Fisik (Analisis Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Jembatan Suramadu-Jawa Timur). Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Malang.
  10. Hora, S. C. (2009). Expert Judgment in Risk Analysis (Paper 120). Non-published Research Reports. Retrieved from http://research.create.usc.edu/nonpublished_reports/120
  11. Iskandar, R., Mudikdjo, K., Sanim, B., & Saefulhakim, H. R. S. (2010). Perilaku Rumahtangga dalam Pengelolaan Limbah Domestik Kasus Desa-desa Wilayah Jakarta, Depok dan Bogor Sepanjang Aliran Sungai Ciliwung. IPB (Bogor Agricultural University). Retrieved from https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/46580
  12. Japan International Coorporation Agency (JICA), Kementerian Pekerjaan Umum, & Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (2012). Master Plan Pengelolaan Air Limbah di DKI Jakarta. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.
  13. Kholil, Eriyatno, & Sutjahyo, S. H. (2008). Pengembangan Model Kelembagaan Pengelola Sampah Kota dengan Metode ISM (Interpretative Structural Modeling) Studi Kasus di Jakarta Selatan. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 2(1), 31–48. http://doi.org/10.22500/sodality.v2i1.5894
  14. Knerr, H., Rechenburg, A., Kistemann, T., & Schmitt, T. G. (2011). Performance of a MBR for the treatment of blackwater. Water Science and Technology, 63(6), 1247–1254. http://doi.org/10.2166/wst.2011.367
  15. Kurniawan, M. W. (2013). Kajian Pengelolaan Air Limbah Sentra Industri Kecil dan Menengah Batik dalam Perspektif Good Governance di Kabupaten Sukoharjo. In Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan “Optimasi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan. Semarang. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/40716/
  16. Maflahah, I. (2010). Model Sistem Kelembagaan Pengembangan Industri Talas. Agrointek: Agroindustrial Teknologi, 4(2), 87–99. Retrieved from http://journal.trunojoyo.ac.id/agrointek/article/view/1360
  17. Marimin. (2017). Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan dan Sistem Pakar. Bogor: IPB Press.
  18. Ministry of National Development Planning/National Development Planning Agency. (2015, May). Public Private Partnerships Infrastructure Projects Plan in Indonesia 2015. Jakarta, Indonesia: Ministry of National Development Planning/National Development Planning Agency.
  19. Nur’arif, M. (2008). Pengelolaan Air Limbah Domestik (Studi Kasus di Kota Praya Kabupaten Lombok Tengah). Universitas Diponegoro. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/18249/
  20. Nurhidayat, A. (2010). Strategi Pengelolaan Air Limbah Domestik dengan Sistem Sanitasi Skala Lingkungan Berbasis Masyarakat di Kota Batu Jawa Timur. ITS Digital Repository. Retrieved from http://digilib.its.ac.id/ITS-Master-3100010039310/10108
  21. Presidential Regulation Number 75 of 2014 on the Acceleration of the Provision of Priority Infrastructure, Pub. L. No. 75 (2014). Indonesia.
  22. Prüss-Üstün, A., & Corvalán, C. (2006). Preventing Disease through Healthy Environments: Towards an Estimate of the Environmental Burden of Disease. Geneva, Switzerland: World Health Organization (WHO). Retrieved from http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/43457/1/9241593822_eng.pdf?ua=1
  23. Prüss-Üstün, A., Kay, D., Fewtrell, L., & Bartram, J. (2004). Unsafe Water, Sanitation and Hygiene. In Comparative Quantification of Health Risks (pp. 1321–1352). Geneva: World Health Organization (WHO). Retrieved from http://www.who.int/publications/cra/chapters/volume2/1321-1352.pdf?ua=1
  24. Regulation of the Governor of the Special Capital Region of Jakarta Number 272 of 2016 on the Organization and Work Procedure of the Water Resources Office, Pub. L. No. 272 (2016). Indonesia.
  25. Regulation of the Governor of the Special Capital Region of Jakarta Number 273 of 2014 on the Organization and Work Procedures of the Regional Company for the Management of DKI Jakarta’s Waste Water, Pub. L. No. 273 (2014). Indonesia.
  26. Regulation of the Governor of the Special Capital Region of Jakarta Number 284 of 2016 on the Organization and Work Procedure of the Environmental Office, Pub. L. No. 284 (2016). Indonesia.
  27. Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number 15/PRT/M/2015 on Organization and Administration of the Ministry of Public Works and Public Housing, Pub. L. No. 15/PRT/M/2015 (2015). Indonesia.
  28. Said, N. I. (2006). Pengelolaan Air Limbah Domestik di DKI Jakarta. Jurnal Air Indonesia, 2(2), 169–177. Retrieved from http://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JAI/article/view/2307
  29. Sambali, H., Yulianda, F., Bengen, D. G., & Kamal, M. M. (2014). Analisis Kelembagaan Pengelola Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 9(1), 105–113. http://doi.org/10.15578/jsekp.v9i1.1188
  30. Setiawati, E., Notodarmojo, S., Soewondo, P., Effendi, A. J., & Otok, B. W. (2013). Infrastructure Development Strategy for Sustainable Wastewater System by using SEM Method (Case Study Setiabudi and Tebet Districts, South Jakarta). Procedia Environmental Sciences, 17, 685–692. http://doi.org/10.1016/J.PROENV.2013.02.085
  31. Shaikh, Sameer, S., & Younus, S. (2015). Grey Water Reuse: A Sustainable Solution of Water Crisis in Pusad City in Maharashtra, India. International Journal on Recent and Innovation Trends in Computing and Communication, 3(2), 167–170. Retrieved from http://www.ijritcc.org/download/1427442112.pdf
  32. Sianipar, M. (2012). Penerapan Intrepretative Structural Modeling (ISM) dalam Penentuan Elemen Pelaku dalam Pengembangan Kelembagaan Sistem Bagi Hasil Petani Kopi dan Agroindustri Kopi. Agrointek: Agroindustrial Teknologi, 6(1), 8–15. Retrieved from http://journal.trunojoyo.ac.id/agrointek/article/view/1948
  33. Suradisastra, K. (2008). Strategi Pemberdayaan Kelembagaan Petani. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 26(2), 82–91. http://doi.org/10.21082/fae.v26n2.2008.82-91
  34. Yudo, S., & Said, N. I. (2017). Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Air Limbah Domestik di Indonesia. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 10(2), 58–75. Retrieved from http://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JRL/article/view/2847
  35. Yuliani, N., Oktiawan, W., & Hadiwidodo, M. (2013). Studi Identifikasi Pengelolaan Air Limbah Domestik Kecamatan Semarang Tengah, Semarang Timur, Gayamsari, dan Genuk Kota Semarang. Jurnal Teknik Lingkungan, 2(2), 1–6. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/tlingkungan/article/view/2738

Biografi Penulis

  • Sri Mahendra Satria Wirawan · Institut Pertanian Bogor

    Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan