Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 10 No 2 (2018).
1.748 Dilihat 1.083 Diunduh
Tingkat pencemaran lingkungan khususnya pencemaran air, baik air tanah maupun air sungai di Jakarta saat ini menunjukan angka yang tinggi. Hal ini utamanya disebabkan oleh pembuangan air limbah domestik rumah tangga yang belum dikendalikan dengan baik. Upaya pengembangan pengelolaan air limbah domestik dirasakan tidak optimal. Pembagunan infrastruktur berjalan sangat lambat, peranserta dan kepedulian masyarakat sangat rendah serta kompetensi dan kapasitas pengelola juga masih rendah. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan peran intitusi pengelola air limbah domestik baik operator maupun regulator agar dapat melakukan percepatan pembagunan infrastruktur pengolahan air limbah domestik, meningkatkan peran serta dan kepedulian masyarakat untuk pengelolaan air limbah domestik, serta meningkatkan kompetensi dan kapasitas pengelola layanan pengelolaan air limbah domestik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran institisi terhadap upaya pengembangan pengelolaan air limbah domestik rumah tangga di DKI Jakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode interpretive structural modelling (ISM) sebagai suatu metode untuk menganalisa keterkaitan antar institusi dalam rangka pengembangan pengelolaan air limbah domestik, Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa institusi kunci yang dapat melakukan percepatan pembangunan infrastruktur adalah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Adapun institusi kunci yang berperan dalam peningkatkan peranserta dan kepedulian masyarakat adalah Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup serta Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah DKI Jakarta. Adapun institusi kunci yang terkait dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas pengelola layanan air limbah domestik adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Analysis of the Institutions Role in Sustainable Domestic Wastewater Management in Jakarta
Currently, the Jakarta water is suffering from a high level of pollution, both the groundwater or the river. This is mainly caused by domestic wastewater disposal that has not been properly controlled. Efforts to develop domestic wastewater management are inadequate. Infrastructure development is very slow, the community participation and care, the wastewater management competencies and capacities are all very low. For this reason, it is necessary to increase the role of domestic wastewater management operators and regulators, to accelerate the construction of domestic wastewater treatment infrastructure, improve the participation and care of the community, and to improve the competence and capacity of domestic wastewater management service managers. The purpose of this study was to determine the role of the operators and regulators in the development of domestic wastewater management in DKI Jakarta. To achieve this goal, this study was conducted using the method of interpretive structural modeling (ISM) as a method for analyzing the interrelationships between institutions in the framework of developing domestic wastewater management. The result of this study shows that the key institutions that could accelerate the wastewater infrastructure development are the Coordinating Ministry of Economic Affairs, National Development Planning Agency, and the Ministry of Public Works and Public Housing. The key institutions in enhancing the participation and care of the community are the Water Resources Office, the Environmental Office and the regional owned company Managing DKI Jakarta Waste Water. The key institutions related to improving the competence and capacity of domestic wastewater service managers are the Ministry of Public Works and Public Housing.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 10 No 2 (2018).
Sri Mahendra Satria Wirawan · Institut Pertanian Bogor
Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan