Evaluasi Program Inovasi Yang Berkelanjutan di Provinsi Lampung
DOI:
https://doi.org/10.21787/jbp.10.2018.241-250Kata Kunci:
Program Innovation, Sustainability, Strengthening Roles, Local GovernmentAbstrak
Studi ini berusaha untuk menggambarkan upaya pemerintah daerah otonom baru dalam membangun kapasitas layanan publik di daerah otonom baru, mengidentifikasi dinamika pembangunan kapasitas layanan publik yang berkelanjutan di daerah otonom baru dan merancang model pembangunan kapasitas layanan publik yang berkelanjutan untuk memperkuat wilayah otonomi. Model ini mencoba untuk mencapai aspek pembangunan antargenerasi dari pembangunan, yang bukan jangka pendek. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menggabungkan data sekunder dan data primer. Data dikumpulkan dari beberapa pemerintah daerah dengan praktik terbaik dalam manajemen kapasitas layanan publik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa penguatan program-program inovatif di sektor pelayanan publik perlu mengadopsi model peran inisiatif inovasi sektor publik. Model tersebut menekankan pentingnya identifikasi peran inovasi yang dirancang dalam suatu program terhadap masalah-masalah nyata yang dihadapi, sehingga nantinya akan tercapai kepercayaan publik tentang urgensi inovasi.
Referensi
Aminah, S., & Wardani, D. K. (2018). Readiness Analysis of Regional Innovation Implementation. Jurnal Bina Praja, 10(1), 13–26. http://doi.org/10.21787/jbp.10.2018.13-26
Bappenas. (2007). Studi Evaluasi Pemekaran Daerah: Membangun dan Menciptakan kembali Proyek Tata Pemerintahan Terdesentralisasi. Jakarta.
Bommert, B. (2010). Collaborative Innovation in the Public Sector. International Public Management Review, 11(1), 15–33.
Borins, S. (2001). Public Management Innovation. The American Review of Public Administration, 31(1), 5–21. http://doi.org/10.1177/02750740122064802
Bourgeois, I., & Cousins, J. B. (2013). Understanding Dimensions of Organizational Evaluation Capacity. American Journal of Evaluation, 34(3), 299–319. http://doi.org/10.1177/1098214013477235
Bourgeois, I., Whynot, J., & Thériault, É. (2015). Application of an organizational evaluation capacity self-assessment instrument to different organizations: Similarities and lessons learned. Evaluation and Program Planning, 50, 47–55. http://doi.org/10.1016/J.EVALPROGPLAN.2015.01.004
Brandon, P. R., & Fukunaga, L. L. (2014). The State of the Empirical Research Literature on Stakeholder Involvement in Program Evaluation. American Journal of Evaluation, 35(1), 26–44. http://doi.org/10.1177/1098214013503699
Brata, A. (2008). Creating New Regions, Improving Regional Welfare Equality? Creating New Regions, Improving Regional Welfare Equality? In The Indonesian Regional Science Association Ninth International Conference: ”The Current and Future Issues of Regional Development, Energy and Climate Change. (pp. 1–11). Palembang: IRSA.
Hartiningsih, H. (2016). The Local Initiator Role in the Adoption of Biogas Energy Innovation for Household Needs in Rural Areas. Jurnal Bina Praja, 8(2), 293–304. http://doi.org/10.21787/jbp.08.2016.293-304
Hartley, J. (2005). Innovation in Governance and Public Services: Past and Present. Public Money and Management, 25(1), 27–34. http://doi.org/10.1111/j.1467-9302.2005.00447.x
Houser, C., Trimble, S., Brander, R., Brewster, B. C., Dusek, G., Jones, D., & Kuhn, J. (2017). Public perceptions of a rip current hazard education program: “Break the Grip of the Rip!” Natural Hazards and Earth System Sciences, 17(7), 1003–1024. http://doi.org/10.5194/nhess-17-1003-2017
Hutagalung, S. S. (2010). Kapasitas pelayanan publik pada daerah otonomi baru :: Studi terhadap kapasitas penyampaian pelayanan kesehatan pada kecamatan di wilayah pesawaran Lampung tahun 2005-2009. Universitas Gadjah Mada. Retrieved from https://repository.ugm.ac.id/86680/
Hutagalung, S. S. (2012). Penyampaian Pelayanan Publik (Public Service Delivery) pada Daerah Otonom Baru. PUBLICA, 2(1), 34–42. Retrieved from http://jurnal.ubl.ac.id/index.php/publica/article/view/402
Kurniawan, R. C. (2016). Inovasi kualitas pelayanan publik pemerintah daerah. Fiat Yusticia, 10(3), 569–586.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.
Moore, M. H. (1995). Creating Public Value: Strategic Management in Government. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Moore, M., & Hartley, J. (2008). Innovations in governance. Public Management Review, 10(1), 3–20. http://doi.org/10.1080/14719030701763161
Mukhlis, M. (2016). Menakar Peluang Munculnya Inovasi Daerah Pasca Undang-undang 23 Tahun 2014 (Studi pada Hasil Diklatpim IV Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung). CosmoGov, 2(1), 1–22. http://doi.org/10.24198/cosmogov.v2i1.11848
Mulgan, G., & Albury, D. (2003, October). Innovation in the public sector. London, UK.
Ombudsman Indonesia. (2014). Summary for Policymakers. In Intergovernmental Panel on Climate Change (Ed.), Climate Change 2013 - The Physical Science Basis (pp. 1–30). Cambridge: Cambridge University Press. http://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Panacek, E. A., & Thompson, C. B. (2007). Sampling methods: selecting your subjects. Air Medical Journal, 26(2), 75–8. http://doi.org/10.1016/j.amj.2007.01.001
Posavac, E. J. (2015). Program evaluation: Methods and case studies. Routledge.
Sitompul, R. F., & Sumule, O. (2016). The Modelling of Strengthening Indicators Development in Regional Innovation System and Its Effect on the Gross Domestic Product. Jurnal Bina Praja, 8(2), 317–329. http://doi.org/10.21787/jbp.08.2016.317-329
Stiawan, A. (2017, June). Pelaksanaan Program Layanan Rumah Sakit Keliling Guna Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan di Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Lampung (Studi Pada Dinas Kesehatan Provinsi Lampung). Brawijaya University.
Sugiyono. (2000). Metode Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.
Syamsudin, H. (2005). Desentralisasi dan otonomi daerah: desentralisasi dan demokratisasi. Jakarta: LIPI Press.
Wahyudi, A. (2016). Value-added in Public Service Innovation: The Practice at Integrated Service Units in Pontianak Municipality and Tanah Bumbu District. Jurnal Bina Praja, 08(01), 49–58. http://doi.org/10.21787/JBP.08.2016.49-58
Walker, R. M., Damanpour, F., & Devece, C. A. (2011). Management Innovation and Organizational Performance: The Mediating Effect of Performance Management. Journal of Public Administration Research and Theory, 21(2), 367–386. http://doi.org/10.1093/jopart/muq043
Wirawan. (2012). Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia, Teori, Aplikasi, dan Penelitian. Jakarta: Salemba Empat.
Wismono, F. H., Ramdhani, L. E., & A., R. (2015). Penataan Kelembagaan pada Daerah Otonom Baru (DOB) (Studi Kasus di Provinsi Kalimantan Utara). Jurnal Borneo Administrator, 11(3), 362–381. http://doi.org/10.24258/jba.v11i3.207
Yousef, D. A. (2017). Organizational Commitment, Job Satisfaction and Attitudes toward Organizational Change: A Study in the Local Government. International Journal of Public Administration, 40(1), 77–88. http://doi.org/10.1080/01900692.2015.1072217
Zenker, S. (2009). Who’s your target? The creative class as a target group for place branding. Journal of Place Management and Development, 2(1), 23–32.



















