Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Evaluasi Program Inovasi Yang Berkelanjutan di Provinsi Lampung

DOI
10.21787/jbp.10.2018.241-250
Tanggal Terbit & Halaman
13 November 2018 · Hlm. 241-250
Riwayat Naskah
Diterima1 Agu 2018 Disetujui6 Nov 2018 Terbit13 Nov 2018

1.522 Dilihat 970 Diunduh

Abstrak

Studi ini berusaha untuk menggambarkan upaya pemerintah daerah otonom baru dalam membangun kapasitas layanan publik di daerah otonom baru, mengidentifikasi dinamika pembangunan kapasitas layanan publik yang berkelanjutan di daerah otonom baru dan merancang model pembangunan kapasitas layanan publik yang berkelanjutan untuk memperkuat wilayah otonomi. Model ini mencoba untuk mencapai aspek pembangunan antargenerasi dari pembangunan, yang bukan jangka pendek. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menggabungkan data sekunder dan data primer. Data dikumpulkan dari beberapa pemerintah daerah dengan praktik terbaik dalam manajemen kapasitas layanan publik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif. Dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa penguatan program-program inovatif di sektor pelayanan publik perlu mengadopsi model peran inisiatif inovasi sektor publik. Model tersebut menekankan pentingnya identifikasi peran inovasi yang dirancang dalam suatu program terhadap masalah-masalah nyata yang dihadapi, sehingga nantinya akan tercapai kepercayaan publik tentang urgensi inovasi.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 10 No 2 (2018).

Buka PDF

Daftar Pustaka

32 rujukan
  1. Aminah, S., & Wardani, D. K. (2018). Readiness Analysis of Regional Innovation Implementation. Jurnal Bina Praja, 10(1), 13–26. http://doi.org/10.21787/jbp.10.2018.13-26
  2. Bappenas. (2007). Studi Evaluasi Pemekaran Daerah: Membangun dan Menciptakan kembali Proyek Tata Pemerintahan Terdesentralisasi. Jakarta.
  3. Bommert, B. (2010). Collaborative Innovation in the Public Sector. International Public Management Review, 11(1), 15–33.
  4. Borins, S. (2001). Public Management Innovation. The American Review of Public Administration, 31(1), 5–21. http://doi.org/10.1177/02750740122064802
  5. Bourgeois, I., & Cousins, J. B. (2013). Understanding Dimensions of Organizational Evaluation Capacity. American Journal of Evaluation, 34(3), 299–319. http://doi.org/10.1177/1098214013477235
  6. Bourgeois, I., Whynot, J., & Thériault, É. (2015). Application of an organizational evaluation capacity self-assessment instrument to different organizations: Similarities and lessons learned. Evaluation and Program Planning, 50, 47–55. http://doi.org/10.1016/J.EVALPROGPLAN.2015.01.004
  7. Brandon, P. R., & Fukunaga, L. L. (2014). The State of the Empirical Research Literature on Stakeholder Involvement in Program Evaluation. American Journal of Evaluation, 35(1), 26–44. http://doi.org/10.1177/1098214013503699
  8. Brata, A. (2008). Creating New Regions, Improving Regional Welfare Equality? Creating New Regions, Improving Regional Welfare Equality? In The Indonesian Regional Science Association Ninth International Conference: ”The Current and Future Issues of Regional Development, Energy and Climate Change. (pp. 1–11). Palembang: IRSA.
  9. Hartiningsih, H. (2016). The Local Initiator Role in the Adoption of Biogas Energy Innovation for Household Needs in Rural Areas. Jurnal Bina Praja, 8(2), 293–304. http://doi.org/10.21787/jbp.08.2016.293-304
  10. Hartley, J. (2005). Innovation in Governance and Public Services: Past and Present. Public Money and Management, 25(1), 27–34. http://doi.org/10.1111/j.1467-9302.2005.00447.x
  11. Houser, C., Trimble, S., Brander, R., Brewster, B. C., Dusek, G., Jones, D., & Kuhn, J. (2017). Public perceptions of a rip current hazard education program: “Break the Grip of the Rip!” Natural Hazards and Earth System Sciences, 17(7), 1003–1024. http://doi.org/10.5194/nhess-17-1003-2017
  12. Hutagalung, S. S. (2010). Kapasitas pelayanan publik pada daerah otonomi baru :: Studi terhadap kapasitas penyampaian pelayanan kesehatan pada kecamatan di wilayah pesawaran Lampung tahun 2005-2009. Universitas Gadjah Mada. Retrieved from https://repository.ugm.ac.id/86680/
  13. Hutagalung, S. S. (2012). Penyampaian Pelayanan Publik (Public Service Delivery) pada Daerah Otonom Baru. PUBLICA, 2(1), 34–42. Retrieved from http://jurnal.ubl.ac.id/index.php/publica/article/view/402
  14. Kurniawan, R. C. (2016). Inovasi kualitas pelayanan publik pemerintah daerah. Fiat Yusticia, 10(3), 569–586.
  15. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.
  16. Moore, M. H. (1995). Creating Public Value: Strategic Management in Government. Cambridge, MA: Harvard University Press.
  17. Moore, M., & Hartley, J. (2008). Innovations in governance. Public Management Review, 10(1), 3–20. http://doi.org/10.1080/14719030701763161
  18. Mukhlis, M. (2016). Menakar Peluang Munculnya Inovasi Daerah Pasca Undang-undang 23 Tahun 2014 (Studi pada Hasil Diklatpim IV Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung). CosmoGov, 2(1), 1–22. http://doi.org/10.24198/cosmogov.v2i1.11848
  19. Mulgan, G., & Albury, D. (2003, October). Innovation in the public sector. London, UK.
  20. Ombudsman Indonesia. (2014). Summary for Policymakers. In Intergovernmental Panel on Climate Change (Ed.), Climate Change 2013 - The Physical Science Basis (pp. 1–30). Cambridge: Cambridge University Press. http://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
  21. Panacek, E. A., & Thompson, C. B. (2007). Sampling methods: selecting your subjects. Air Medical Journal, 26(2), 75–8. http://doi.org/10.1016/j.amj.2007.01.001
  22. Posavac, E. J. (2015). Program evaluation: Methods and case studies. Routledge.
  23. Sitompul, R. F., & Sumule, O. (2016). The Modelling of Strengthening Indicators Development in Regional Innovation System and Its Effect on the Gross Domestic Product. Jurnal Bina Praja, 8(2), 317–329. http://doi.org/10.21787/jbp.08.2016.317-329
  24. Stiawan, A. (2017, June). Pelaksanaan Program Layanan Rumah Sakit Keliling Guna Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan di Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Lampung (Studi Pada Dinas Kesehatan Provinsi Lampung). Brawijaya University.
  25. Sugiyono. (2000). Metode Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta.
  26. Syamsudin, H. (2005). Desentralisasi dan otonomi daerah: desentralisasi dan demokratisasi. Jakarta: LIPI Press.
  27. Wahyudi, A. (2016). Value-added in Public Service Innovation: The Practice at Integrated Service Units in Pontianak Municipality and Tanah Bumbu District. Jurnal Bina Praja, 08(01), 49–58. http://doi.org/10.21787/JBP.08.2016.49-58
  28. Walker, R. M., Damanpour, F., & Devece, C. A. (2011). Management Innovation and Organizational Performance: The Mediating Effect of Performance Management. Journal of Public Administration Research and Theory, 21(2), 367–386. http://doi.org/10.1093/jopart/muq043
  29. Wirawan. (2012). Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia, Teori, Aplikasi, dan Penelitian. Jakarta: Salemba Empat.
  30. Wismono, F. H., Ramdhani, L. E., & A., R. (2015). Penataan Kelembagaan pada Daerah Otonom Baru (DOB) (Studi Kasus di Provinsi Kalimantan Utara). Jurnal Borneo Administrator, 11(3), 362–381. http://doi.org/10.24258/jba.v11i3.207
  31. Yousef, D. A. (2017). Organizational Commitment, Job Satisfaction and Attitudes toward Organizational Change: A Study in the Local Government. International Journal of Public Administration, 40(1), 77–88. http://doi.org/10.1080/01900692.2015.1072217
  32. Zenker, S. (2009). Who’s your target? The creative class as a target group for place branding. Journal of Place Management and Development, 2(1), 23–32.

Biografi Penulis

  • Simon Sumanjoyo Hutagalung · Universitas Lampung

    Jurusan Ilmu Administrasi Negara

  • Dedy Hermawan · Universitas Lampung

    Departement of Public Administration