Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Habitus dan Tantangan Sosiokultural dalam Tata Kelola Koperasi Desa Merah-Putih di Pedesaan Lampung

Sebuah Studi Antropologi Pembangunan

DOI
10.21787/jbp.18.2026.3025
Tanggal Terbit & Halaman
30 April 2026 · Hlm. 211-225
Riwayat Naskah
Diterima25 Feb 2026 Terbit30 Apr 2026

368 Dilihat 262 Diunduh

Abstrak

Penelitian ini menganalisis habitus dan tantangan sosiokultural dalam tata kelola koperasi desa “Merah-Putih” di pedesaan Lampung dari perspektif antropologi pembangunan. Koperasi dipahami tidak hanya sebagai entitas ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang dibentuk oleh nilai-nilai lokal, norma, relasi kuasa, dan praktik budaya; dan banyak program pembangunan yang gagal ketika dimensi-dimensi ini diabaikan. Kami menggunakan pendekatan kualitatif konstruktivis dengan mengandalkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta menganalisis temuan melalui triangulasi data. Teori habitus Pierre Bourdieu (1977) berfungsi sebagai kerangka utama untuk menjelaskan bagaimana disposisi sosial memengaruhi tata kelola koperasi. Penelitian ini dilakukan di dua desa percontohan di Lampung, yaitu Rejomulyo dan Bumisari. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada karakter sosio-ekonomi suatu desa. Di Rejomulyo, di mana sebagian besar penduduknya adalah petani, koperasi paling efektif ketika berfokus pada pertanian, sedangkan di Bumisari, yang didukung oleh usaha mikro, kecil, dan menengah, jasa, serta perdagangan, koperasi berkembang sesuai dengan sektor-sektor tersebut. Koperasi di sana berfokus pada penyerapan hasil pertanian lokal, penjualan pupuk, pengoperasian minimarket, dan pembukaan apotek, namun masih ragu untuk menawarkan layanan simpan pinjam. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan modal, basis keanggotaan yang kecil, kapasitas sumber daya manusia yang terbatas, akses yang terbatas terhadap kemitraan, koordinasi yang lemah dengan pemerintah daerah, serta persaingan dari rentenir dan perantara. Habitus kolektif masyarakat—yang ditandai oleh patronase, ikatan kekerabatan, dan hierarki sosial—membentuk tata kelola koperasi. Kami berpendapat bahwa memperhatikan habitus lokal sangat penting untuk memperkuat lembaga koperasi secara lebih adaptif dan berkelanjutan.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 18 No 1 (2026).

Buka PDF

Daftar Pustaka

35 rujukan
  1. Aini, R. N. (2023). Analisis Implementasi Penyelesaian Pembiayaan Murabahah Bermasalah di Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitul Mal Wa Tamwil Usaha Gabungan Terpadu Nusantara Cabang Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi [Undergraduate Thesis, Institut Agama Islam Darussalam]. https://repository.uimsya.ac.id/id/eprint/1162/
  2. Allolayuk, T. (2025). Sosialisasi dan Pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura. Celebes Journal of Community Services, 4(2), 396–404. https://doi.org/10.37531/CELEB.V4I2.3097
  3. Anam, M. S., Batubara, M. Z., Atem, & Rahmatu, H. P. (2024). Social Inclusion and Empowerment: Developing Local Potential in Bahu Palawa Village of Pulang Pisau Regency of Central Kalimantan Province. Jurnal Bina Praja, 16(1), 55–68. https://doi.org/10.21787/JBP.16.2024.55-68
  4. Arnstein, S. R. (1969). A Ladder of Citizen Participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225
  5. Arpannudin, I., Hidayah, Y., Muttaqi, N. I. N., & Jannah, N. M. (2025). Socio-Cultural Philanthropy: Local Traditions, Mechanical-Organizational Solidarity, and Dynamics. Jurnal Bina Praja, 17(1), 157–167. https://doi.org/10.21787/jbp.17.2025.157-167
  6. Bourdieu, P. (1977). Outline of a Theory of Practice. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511812507
  7. Budiantoro, R. A., Aji, M. R. W., Prayogi, J., & Susanti, A. (2023). SI Desa (Sistem Informasi Desa): Initiation of an Integrated Village Economic Information System and Data Management by the Provincial Government of East Java. Jurnal Bina Praja, 15(2), 233–247. https://doi.org/10.21787/JBP.15.2023.233-247
  8. Cohen, J. M., & Uphoff, N. T. (1977). Rural Development Participation: Concepts and Measures for Project Design, Implementation and Evaluation. Cornell University.
  9. Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.
  10. Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2005). The SAGE Handbook of Qualitative Research. Sage Publications.
  11. Dirgantara, A., & Carina, J. (2025, May 8). Koperasi Desa Merah Putih Di-Launching 28 Oktober 2025. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2025/05/08/20360851/koperasi-desa-merah-putih-di-launching-28-oktober-2025
  12. Erliza, R., Noprizal, N., & Birahmat, B. (2019). Analisis Minat Masyarakat Desa Batu Panco Melakukan Pembiayaan pada Koperasi Syariah Maju Bersama Sejahterah [Institut Agama Islam Negeri Curup]. https://e-theses.iaincurup.ac.id/895/
  13. Ginting, G., Kuswandi, A., & Budiati, A. (2024). Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan Desa Kandui: Faktor Pengaruh dan Tantangan. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(1), 112–129. https://doi.org/10.52423/NEORES.V6I1.1084
  14. Gosa, A. K. (2016). Bank Keliling dan Strategi Bertahan Hidup Masyarakat Desa (Studi Kasus Koperasi Karya Usaha Mandiri Cabang Nagrak) [Undergraduate Thesis, Universitas Negeri Jakarta]. http://repository.unj.ac.id/id/eprint/614
  15. Gunawan, F. X. C., Rahman, H., & Awaru, A. T. (2024). The Role of Interpersonal Skills of Village-Owned Enterprise (BUM Desa) Managers in East Sumba Regency Facing the Challenges of Changing Economic Structures. Jurnal Bina Praja, 16(3), 573–587. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.573-587
  16. Kansil, C. S. T. (1985). Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah dan Pemerintahan Desa. Ghalia Nasional.
  17. Khafid, S. (2025, April 19). Ambisi Prabowo Bentuk 80.000 Koperasi Desa Merah Putih. Harian Jogja. https://news.harianjogja.com/r-1210432/ambisi-prabowo-bentuk-80000-koperasi-desa-merah-putih
  18. Maryam, R. (2025). Pendirian Koperasi Desa Merah Putih Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian. Jurnal Penelitian Hukum Galunggung, 2(2), 17–37. https://doi.org/10.1234/JPHGALUNGGUNG.V2I2.59
  19. Mikkelsen, B. (2011). Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya Pemberdayaan: Panduan bagi Praktis Lapangan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  20. Raikhani, A., Rohim, A., Qomarijah, O. N., Mahfudin, A., Sandy, W. T., Nughoro, M. W., & Putra, I. K. (2025). Koperasi Desa Merah Putih (Manajemen, Tata Kelola dan Implementasi). Pena Langit Publishing.
  21. Rizqi, M. H. (2024). Peran Koperasi Unit Desa Badan Usaha Kelompok Tani Praktik Simpan Pinjam Desa Panongan Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon dalam Meningkatkan Kesejahteraan Anggota Perspektif Hukum Ekonomi Syariah [Undergraduate Thesis, Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon]. http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/13679
  22. Rosidah, S. (2019). Pandangan Tokoh Agama terhadap Simpan Pinjam: Studi di Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Bahagia Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto [Undergraduate Thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang]. http://etheses.uin-malang.ac.id/id/eprint/15044
  23. Saputri, A. R., Subandriyo, & Hardiyan, M. I. (2025). Koperasi Desa Merah Putih dalam Perspektif Pembangunan Desa dan Tata Kelola Pemerintahan. Journal of Society Bridge, 3(2), 95–106. https://doi.org/10.59012/JSB.V3I2.83
  24. Sari, A. G. P., & Ilham, T. (2024). A Deep Dive Into the Success of Joint Village-Owned Enterprises (Joint-BUMDes) in Indonesia: An Interpretive Structural Modeling (ISM) Approach. Jurnal Bina Praja, 16(1), 215–233. https://doi.org/10.21787/JBP.16.2024.215-233
  25. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2025, May 8). Presiden Prabowo Pimpin Ratas Percepatan Koperasi Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Desa. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. https://setkab.go.id/presiden-prabowo-pimpin-ratas-percepatan-koperasi-merah-putih-untuk-perkuat-ekonomi-desa/
  26. Soetrisno, N. (2003). Koperasi Indonesia: Potret dan Tantangan. Jurnal Ekonomi Rakyat, II(5).
  27. Spradley, J. P. (1980). Participant Observation. Holt McDougal.
  28. Subakti, T., & Partiah, S. (2025). Peran BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Dalam Pembentukan Koperasi Merah Putih Studi di Desa Pademawu Barat. Collaborative: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 1–13. https://doi.org/10.61743/COLLABORATIVE.V3I1.132
  29. Sudirwo, D. (1981). Pembahasan Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah dan Pemerintahan Desa. Bandung Angkasa.
  30. Suryono, A. (2001). Teori dan Isu Pembangunan. UM Press.
  31. Swasono, S.-E. (Ed.). (2002). Bung Hatta: Bapak Kedaulatan Rakyat. Yayasan Hatta.
  32. Tampubolon, A. F., Hariyoko, Y., & Soesiantoro, A. (2023). Partisipasi Masyarakat dalam Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kecamatan Sedati Sidoarjo. Praja Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 3(2), 27–43. https://aksiologi.org/index.php/praja/article/view/998
  33. Tjokrowinoto, M. (1993). Pembangunan: Dilema dan Tantangan. Pustaka Pelajar.
  34. Ul’zikri, A. R., Alam, M. D. S., Sirait, M., Masyahbandi, R., Utami, P. J., Irwan, A. I. U., Iskandar, D., Zulfauzan, R., Haridison, A., Satriawan, B. H., Wulandari, Y., & Bella, E. S. (2025). Penguatan Kelembagaan Koperasi Merah Putih Melalui Pengabdian Berbasis Penelitian (Community-Based Participatory Research) di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 4(4), 1402–1416. https://doi.org/10.59025/9wkj1669
  35. Weber, M. (1978). Economy and Society: An Outline of Interpretive Sociology (C. Wittich & G. Roth, Eds.). University of California Press.

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2026 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.