Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Pengangkatan Pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

Harmonisasi Prinsip Sistem Merit dan Kepastian Hukum dalam Manajemen Personalia

DOI
10.21787/jbp.18.2026.3017
Tanggal Terbit & Halaman
30 April 2026 · Hlm. 47-64
Riwayat Naskah
Diterima24 Feb 2026 Disetujui7 Apr 2026 Terbit30 Apr 2026

604 Dilihat 553 Diunduh

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum, mekanisme seleksi, dan perlindungan hukum karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam sistem kepegawaian Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan mengacu pada pendekatan hukum, konseptual, dan studi kasus. Penelitian ini mengkaji peraturan-peraturan terkait yang mengatur Program Makanan Bergizi Gratis dan sistem Aparat Sipil Negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara formal, karyawan SPPG yang diangkat sebagai PPPK memiliki dasar hukum yang sah berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku. Namun, terdapat ambiguitas normatif mengenai kriteria karyawan yang memenuhi syarat, klasifikasi posisi dalam struktur kepegawaian, dan tidak adanya mekanisme seleksi yang jelas dan terstandarisasi berdasarkan sistem merit. Lebih lanjut, beberapa isu terkait kepastian hukum masih ada, termasuk parameter yang tidak jelas untuk perpanjangan kontrak, potensi diskresi dalam evaluasi kinerja, risiko hukum yang timbul dari kegiatan operasional, dan kurangnya upaya hukum administratif dan yudisial yang komprehensif dalam sengketa ketenagakerjaan. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun kebijakan tersebut diakui secara hukum, implementasinya belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip meritokrasi, kepastian hukum, dan manajemen layanan sipil terpadu. Oleh karena itu, diperlukan peraturan pelaksana yang lebih rinci untuk memastikan perekrutan yang transparan, evaluasi objektif, dan perlindungan hukum yang memadai bagi pegawai SPPG sebagai PPPK.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 18 No 1 (2026).

Buka PDF

Daftar Pustaka

52 rujukan
  1. Agustin, S., Fitriyani, F., & Josiah, T. (2026). Evaluasi Kesesuaian Tugas, Beban Kerja, Penjadwalan Waktu Kerja, dan Regulasi Pemerintah Terhadap Kinerja Relawan SPPG (Studi Kasus Pada SPPG di Pugung Raharjo, Lampung Timur). Bisman (Bisnis dan Manajemen): The Journal of Business and Management, 9(1), 259–277. https://doi.org/10.36815/bisman.v9i1.4652
  2. Almalik, R. M. B., & Handayani, I. G. A. K. R. (2024a). Ambiguity Status of Government Employees with Employment Agreements (PPPK) as Civil Servant. Proceedings of the International Conference on Cultural Policy and Sustainable Development, 534–541. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-315-3_73
  3. Almalik, R. M. B., & Handayani, I. G. A. K. R. (2024b). Ambiguity Status of Government Employees with Employment Agreements (PPPK) as Civil Servant. In Proceedings of the International Conference on Cultural Policy and Sustainable Development (ICPSD 2024) (pp. 534–541). Springer Nature. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-315-3_73
  4. Apeldoorn, L. J. van. (2001). Pengantar Ilmu Hukum. Pradnya Paramita.
  5. Azzizah, U., Syahrul, L., & Yulihasri. (2024). Implementing the Merit System Through Talent Management As Career Development Basis. Journal Publicuho, 7(1), 312–323. https://doi.org/10.35817/publicuho.v7i1.362
  6. Badan Gizi Nasional. (2026). BGN Tegaskan Hanya Tiga Jabatan Pegawai SPPG Berstatus PPPK. Badan Gizi Nasional. https://www.bgn.go.id/news/siaran-pers/bgn-tegaskan-hanya-tiga-jabatan-pegawai-sppg-berstatus-pppk
  7. Buitelaar, E., & Sorel, N. (2010). Between the Rule of Law and the Quest for Control: Legal Certainty in the Dutch Planning System. Land Use Policy, 27(3), 983–989. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2010.01.002
  8. Bungasia, Fadlan, Anatami, D., Erniyanti, & Respationo, S. (2024). Juridical Analysis of Enforcement of State Civil Apparatus (ASN) Discipline in the School Environment (Research Study of SMA Negeri 15 Batam). International Journal of Law and Society, 1(4), 124–139. https://doi.org/10.62951/ijls.v1i4.174
  9. Chairiah, A., S, A., Nugroho, A., & Suhariyanto, A. (2020). Implementasi Sistem Merit pada Aparatur Sipil Negara di Indonesia. Jurnal Borneo Administrator, 16(3), 383–400. https://doi.org/10.24258/jba.v16i3.704
  10. Dewi, N. L. P. M., & Setiabudi, I. K. R. (2018). Kepastian Hukum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Berdasarkan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara. Kertha Negara: Journal Ilmu Hukum, 6(3), 1–14.
  11. Ertas, N. (2026). Perceptions of Political Discrimination and Political Activity Coercion in the Federal Service. Public Personnel Management, 55(2), 311–333. https://doi.org/10.1177/00910260251409828
  12. Ervan. (2026, January). BKN Tegaskan Perpanjangan Kontrak PPPK Bergantung pada Kinerja, Bukan Anggaran. Thejurnal.Id. https://thejurnal.id/news/bkn-tegaskan-perpanjangan-kontrak-pppk-bergantung-pada-kinerja-bukan-anggaran/index.html
  13. Hadilinatih, B. (2024). The Strategic Aspects of Functional Position Development in Diy Local Government. Journal of World Science, 3(10), 1264–1279. https://doi.org/10.58344/jws.v3i10.1209
  14. Hartono, S. (2006). Penelitian Hukum di Indonesia Pada akhir Abad Ke-20. Citra Aditya Bhakti.
  15. Hasymi, E., & Afriyeni. (2023). Policy Analysis of Equivalent Administrative Positions Into Functional Positions, Mental Readiness and Career Development of Regional Secretariat Employees, Padang City. World Journal of Advanced Research and Reviews, 18(3), 1123–1130. https://doi.org/10.30574/wjarr.2023.18.3.1138
  16. Hukumonline.com. (2026). Aturan dan Kriteria Pegawai MBG yang Diangkat Jadi PPPK. Hukumonline.Com. https://www.hukumonline.com/berita/a/kriteria-pegawai-mbg-jadi-pppk-lt6968d30d9f240/
  17. Humas BKPK. (2025, September 14). Potret Stunting di Indonesia. Kementerian Kesehatan: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/potret-stunting-di-indonesia/
  18. Ismail, N. (2019). Merit System dalam Mewujudkan Transparansi Pembinaan Karier Aparatur Sipil Negara. Al-Adl: Jurnal Hukum, 11(1), 33–41. https://doi.org/10.31602/al-adl.v11i1.2023
  19. Istiqomah, I. N., & Atsarina, A. I. N. (2019). The 2018 Recruitment and Selection of Civil Servants In Indonesia: Problems and Solutions. Proceedings IAPA Annual Conference: Asscociation for Public Administration, 245–267. https://doi.org/10.30589/proceedings.2019.230
  20. Kartina, R., & Krustiyati, A. (2023). Kepegawaian dalam Pemerintahan di Indonesia. Damera Press.
  21. Kiftiyah, A., Palestina, F. A., Abshar, F. U., & Rofiah, K. (2025). Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Perspektif Keadilan Sosial dan Dinamika Sosial – Politik. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 5(1), 101–112. https://doi.org/10.52738/pjk.v5i1.726
  22. Laksono, M. Y. (2026, January 21). 32.000 Pegawai SPPG Diangkat PPPK 1 Februari 2026, BGN: Sudah Lewati Tes. Kompas.Com. https://www.kompas.com/jawa-timur/read/2026/01/21/111034788/32000-pegawai-sppg-diangkat-pppk-1-februari-2026-bgn-sudah-lewati-tes
  23. Mahardika, A. G. (2022). Rekonstruksi Politik Hukum Pengaturan ASN dalam Sistem Hukum Indonesia. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 11(2), 265–281. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v11i2.930
  24. Marzuki, M. P. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Kencana.
  25. Meidyana, A. (2026, January 22). 32 Ribu Pegawai Inti SPPG Diangkat Jadi ASN PPPK per 1 Februari 2026. Metro TV. https://www.metrotvnews.com/play/bD2Cwx3Q-32-ribu-pegawai-inti-sppg-diangkat-jadi-asn-pppk-per-1-februari-2026
  26. Merlinda, A. A., & Yusmar Yusuf. (2025). Analisis Program Makan Gratis Prabowo Subianto Terhadap Strategi Peningkatan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Tinjauan dari Perspektif Sosiologi Pendidikan. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(2), 1364–1373. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i2.1360
  27. Muabuay, B. C. A., & Tanesab, J. P. (2025). The Implementation of the Merit System in the Placement of Civil Servant Positions Within the Regional Government of Mimika Regency. International Journal of Economics, Business and Management Research, 9(6), 247–266. https://doi.org/10.51505/IJEBMR.2025.9615
  28. Mubin, F., & Roziqin, A. (2018). Meritocracy of Bureaucracy in Indonesia. International Journal of Social Science and Humanity, 8(8), 241–246. https://doi.org/10.18178/ijssh.2018.V8.968
  29. Muhaimin. (2019). Metode Penelitian Hukum. Mataram University Perss. https://eprints.unram.ac.id/20305/
  30. Muliya, D. (2019, November 11). Tahapan Seleksi Masuk CPNS Online. Kompas TV. https://www.kompas.tv/nasional/58679/tahapan-seleksi-masuk-cpns-online
  31. Nasir, G. A. (2017). Kekosongan Hukum & Percepatan Perkembangan Masyarakat. Jurnal Hukum Replik, 5(2), 172–183. https://doi.org/10.31000/jhr.v5i2.925
  32. Nurmaya, L., & Febrina, R. (2021). Implementasi Sistem Merit dalam Rekrutmen ASN di Kabupaten Kampar. Journal of Governance Innovation, 3(1), 73–88. https://doi.org/10.36636/jogiv.v3i1.628
  33. Pradini, J., & Sulistyono, T. (2025). Analisis Kedudukan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Pasca Penetapan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Book Chapter Hukum dan Lingkungan Jilid 1, 1, 854–885. https://bookchapter.unnes.ac.id/index.php/hk/article/view/540
  34. Prameswari, L. B. (2026, January 13). BGN Tegaskan Pengangkatan PPPK Program MBG Tidak Untuk Seluruh Pegawai SPPG. Antara Yogyakarta. https://jogja.antaranews.com/berita/795553/bgn-tegaskan-pengangkatan-pppk-program-mbg-tidak-untuk-seluruh-pegawai-sppg
  35. Prasetyo, A. G. (2022). Mainstreaming Functional Positions within Indonesian Bureaucracy: Half-Hearted Commitment to Professionalization? Jurnal Borneo Administrator, 18(3), 295–308. https://doi.org/10.24258/jba.v18i3.1100
  36. Pratiwi, C. S., Yulita, C., Fauzi, & Purnamawati, S. A. (2016). Penjelasan Hukum Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) Hukum Administrasi Negara.
  37. Qomarrullah, R., Suratni, Wulandari S, L., & Sawir, M. (2025). Dampak Jangka Panjang Program Makan Bergizi Gratis terhadap Kesehatan dan Keberlanjutan Pendidikan. Indonesian Journal of Intellectual Publiaction, 5(2), 130–137. https://doi.org/https://doi.org/10.51577/ijipublication.v5i2.660
  38. Rahim, A., Aulia, S., Susanti, S., Arifin, M., & Riyadi, S. (2023). Relevansi Asas Kepastian Hukum dalam Sistem Penyelenggaraan Administrasi Negara Indonesia. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(8), 5806–5811. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i8.2575
  39. Rahman, F., Adam, A., & Lubis, M. S. (2025). Effectiveness of ASN Recruitment Using the CAT System in Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. Perspektif, 14(1), 205–214. https://doi.org/10.31289/perspektif.v14i1.13696
  40. Rahman, F., Wantu, F. M., & Abdussamad, Z. (2026). Merit-Based Civil Service Management: A Rule of Law Perspective. Journal of Public Representative and Society Provision, 6(1), 207–219. https://doi.org/10.55885/jprsp.v6i1.808
  41. Rakhmawanto, A. (2015a). Analisis Peran Pejabat Pembina Kepegawaian dan Pejabat yang Berwenang dalam Pembinaan ASN di Instansi Pemerintah (Studi: Kabupaten Lampung Utara, Kota Cilegon, dan Kota Kediri). Jurnal Bina Praja, 07(03), 227–237. https://doi.org/10.21787/jbp.07.2015.227-237
  42. Rakhmawanto, A. (2015b). Analisis Peran Pejabat Pembina Kepegawaian dan Pejabat yang Berwenang dalam Pembinaan ASN di Instansi Pemerintah (Studi: Kabupaten Lampung Utara, Kota Cilegon, dan Kota Kediri). Jurnal Bina Praja, 7(3), 227–237. https://doi.org/10.21787/JBP.07.2015.227-237
  43. Rambe, M. T., Ritonga, R. A., Harahap, T., & Sitio, R. (2025). Pemetaan Awal Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Labuhanbatu: Perspektif Manajemen SDM. Riggs: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 5177–5184. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4580
  44. Ratih, A., & Maria, G. A. R. (2025). Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Kebijakan Pendukung Pendidikan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia. Jurnal Ekspos, 3(2), 80–88.
  45. Sabani, A., Aulia, N., Mazaya P, N., & Niken M, S. (2024). Pentingnya Implementasi Sistem Meritokrasi dalam Instansi Pemerintahan Indonesia. Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia, 1(3), 144–152. https://doi.org/10.62383/aktivisme.v1i3.333
  46. Setiawan, A. D. M., Salsabila, A., Jannah, L. M., & Ariyanti, F. (2022). Relevansi Peraturan Pemberhentian ASN Terhadap Sistem Merit di Indonesia. Dialogue: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 4(1), 232–246. https://doi.org/10.14710/dialogue.v4i1.14262
  47. Suranto, D. (2017). Implementasi Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik terhadap Keputusan Bersifat Beschikking dalam Tata Usaha Tentara Nasional Indonesia. Jurnal Hukum dan Peradilan, 6(1), 129. https://doi.org/10.25216/jhp.6.1.2017.129-144
  48. Suud, A. K. (2022). The Legal Reconstruction of State Civil Apparatus (ASN) in Regulating ASN Performance in the Era of Globalization. Jurnal Pembaharuan Hukum, 9(3), 425. https://doi.org/10.26532/jph.v9i3.28705
  49. Vveinhardt, J., & Sroka, W. (2020). Nepotism and Favouritism in Polish and Lithuanian Organizations: The Context of Organisational Microclimate. Sustainability, 12(4), 1425. https://doi.org/10.3390/su12041425
  50. Wibowo, S. (2021). Hukum Kepegawaian. Biru Atma Jaya.
  51. Wilson, J. Q. (1991). Bureaucracy: What Government Agencies Do and Why They Do It. Basic Books.
  52. Wulandari, T. (2026). Pegawai Inti SPPG Diangkat Jadi PPPK, Ekonom Sorot Karier-Pengakuan Relawan. DetikEdu. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-8315628/pegawai-inti-sppg-diangkat-jadi-pppk-ekonom-sorot-karier-pengakuan-relawan

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2026 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.