Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 18 No 1 (2026).
Bukti untuk Memperkuat Program Makan Gratis yang Bergizi
503 Dilihat 315 Diunduh
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia, yang diamanatkan berdasarkan Peraturan Presiden No. 115/2025, dirancang untuk mengurangi kekurangan gizi anak melalui implementasi yang terdesentralisasi. Studi ini meneliti apakah kesiapan tata kelola desa dan degradasi lingkungan berhubungan dengan kejadian kekurangan gizi berat, yang jarang terjadi tetapi penting secara operasional untuk penargetan program. Desa digunakan sebagai unit analisis karena merupakan garda terdepan utama untuk koordinasi, pemantauan masyarakat, respons layanan, dan paparan lingkungan. Dengan menggunakan data administratif dari 2.876 desa, studi ini memperkirakan kejadian menggunakan model logit dan beban kejadian menggunakan model binomial negatif. Model hitungan binomial negatif yang stabil, yang dipertahankan setelah spesifikasi yang lebih lengkap menunjukkan masalah konvergensi dan kolinearitas, menunjukkan bahwa kesiapan tata kelola berhubungan positif dengan beban kekurangan gizi berat tetapi tidak signifikan secara statistik, sedangkan kondisi lingkungan, dukungan layanan, dan kemiskinan tetap relevan untuk interpretasi dan penargetan. Temuan ini mendukung strategi MBG berbasis risiko yang mengintegrasikan kesiapan layanan, kerentanan sosial, dan kondisi lingkungan daripada hanya mengandalkan kasus yang dilaporkan.
Governance and Environmental Determinants of Severe Malnutrition in Indonesia: Evidence for Strengthening the Free Nutritious Meal Program
Indonesia’s Free Nutritious Meal Program (Makan Bergizi Gratis, MBG), mandated under Presidential Regulation No. 115/2025, is designed to reduce child malnutrition through decentralized implementation. This study examines whether village governance readiness and environmental degradation are associated with severe malnutrition events, which are rare but operationally important for program targeting. Villages are used as the unit of analysis because they are the primary frontline setting for coordination, community monitoring, service responsiveness, and environmental exposure. Using administrative data from 2,876 villages, the study estimates event occurrence using a logit model and event burden using a negative binomial model. The stable negative binomial count model, retained after fuller specifications showed convergence and collinearity problems, indicates that governance readiness is positively associated with severe malnutrition burden but not statistically significant, whereas environmental conditions, service support, and poverty remain relevant to interpretation and targeting. These findings support a risk-informed MBG strategy that integrates service readiness, social vulnerability, and environmental conditions rather than relying solely on reported cases.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 18 No 1 (2026).
Aos Kuswandi · Universitas Islam 45 Bekasi
AOS Kuswandi merupakan peneliti/praktisi yang menekuni bidang kebijakan publik dan tata kelola, dengan minat pada bagaimana desain program, penganggaran, dan mekanisme akuntabilitas mempengaruhi capaian sosial. Ia menempatkan pendekatan berbasis bukti sebagai landasan untuk memperkuat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program, termasuk peningkatan kualitas pelayanan dan perlindungan kelompok rentan. Identitas penelitiannya terdokumentasi dalam ORCID iD: 0000-0002-2795-431X, sebagai sarana pemetaan kontribusi ilmiah (karya, afiliasi, dan aktivitas terkait) secara konsisten dan dapat ditelusuri.
Derriansya Putra Jaya · Universitas Tamansiswa Palembang
Derriansya Putra Jaya lahir di Palembang dan menempuh pendidikan lintas disiplin: S1 Ilmu Tanah, S2 Agribisnis, hingga Doktor Administrasi Publik. Berpengalaman lebih dari satu dekade di industri perbankan (manajemen kredit, pendanaan, dan transaksi), ia kini menjadi dosen tetap Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Tamansiswa Palembang serta mengajar sebagai praktisi di beberapa program lain. Ia aktif menguji kebijakan di ruang publik (panelis debat Pilkada OKI, narasumber TV/radio), terlibat dalam jejaring UMKM dan gerakan sosial, serta menulis tentang reformasi administrasi publik, inovasi digital, dan restrukturisasi kredit UMKM.
Hak Cipta (c) 2026 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.