Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 18 No 1 (2026).
Bukti Tingkat Sekolah tentang Literasi Nutrisi sebagai Mekanisme yang Sedang Berkembang
1.230 Dilihat 1.421 Diunduh
Program Makan Siang Bergizi Gratis (MBG) merupakan intervensi kebijakan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi, termasuk kebutuhan anak sekolah. Namun, praktik implementasinya di sekolah menunjukkan adanya dimensi pedagogis yang berpotensi memperkuat tujuan program dengan menumbuhkan kebiasaan konsumsi dan kesadaran. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana literasi gizi berfungsi sebagai mekanisme penguat MBG di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di sebuah sekolah dasar negeri di Jawa Timur melalui wawancara semi-terstruktur, observasi praktik MBG, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola praktik, hubungan sosial-pedagogis, dan mekanisme yang muncul dari interaksi sehari-hari. Temuan menunjukkan bahwa literasi gizi telah berkembang secara implisit melalui pengalaman makan bersama, interaksi guru-siswa, dan pembiasaan konsumsi, namun tetap tidak termasuk dalam kurikulum formal. Penguatan MBG tidak hanya terjadi melalui desain kebijakan, tetapi lebih melalui dinamika relasional antara guru, siswa, dan pengalaman konsumsi makanan yang membentuk mekanisme di tingkat sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa sekolah berfungsi sebagai pusat penerjemahan kebijakan ke dalam pengalaman belajar konkret siswa, sehingga memposisikan literasi gizi sebagai media penguatan program, bukan sekadar hasil pengetahuan. Studi ini memberikan kontribusi empiris mengenai pentingnya pendekatan berbasis praktik sekolah dalam merumuskan strategi untuk memperkuat MBG.
Strengthening the Free Nutritious Meal Program: School-Level Evidence on Nutrition Literacy as an Emerging Mechanism
The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a policy intervention aimed at meeting nutritional needs, including those of schoolchildren. However, its implementation practices at the school suggest a pedagogical dimension that could strengthen the program’s objectives by fostering consumption habits and awareness. This study aims to analyze how nutrition literacy functions as a reinforcing mechanism of MBG at the primary school level. The research employs a qualitative approach with a case study design in a public primary school in East Java, using semi-structured interviews with six teachers and 27 students, observations of MBG practices, and document analysis. Data analysis employed thematic analysis to identify patterns of practice, socio-pedagogical relations, and mechanisms emerging from everyday interactions. The results showed that nutrition literacy has developed implicitly through shared eating experiences, teacher-student interactions, and the habituation of consumption, yet remains excluded from the formal curriculum. The strengthening of MBG does not occur solely through policy design, but also through relational dynamics among teachers, students, and food consumption experiences that shape school-level mechanisms. These findings affirm that schools function as nodes for translating the policy into students’ concrete learning experiences, thereby positioning nutrition literacy as an emergent mechanism and practical medium for reinforcing the MBG program rather than merely a knowledge output. This study provides empirical contributions regarding the importance of a school practice-based approach in formulating strategies to strengthen MBG.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 18 No 1 (2026).
Hak Cipta (c) 2026 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.