Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 18 No 1 (2026).
Tinjauan Literatur Sistematis dan Analisis Bibliometrik
462 Dilihat 345 Diunduh
Studi ini meneliti peran pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pendekatan hibrida yang menggabungkan tinjauan literatur sistematis (SLR) dan analisis bibliometrik. Data literatur dikumpulkan dari basis data Scopus menggunakan kueri "peran pemerintah DAN ketahanan pangan," menghasilkan 22 artikel untuk sintesis kualitatif. Temuan mengidentifikasi empat dimensi tata kelola utama: inisiatif pemerintah daerah, dukungan pemerintah nasional, kebijakan pertanian, dan kolaborasi antar sektor. Tata kelola ketahanan pangan yang efektif membutuhkan tindakan terkoordinasi di berbagai tingkatan pemerintahan, didukung oleh legislasi yang jelas, pendanaan yang memadai, dan kemitraan dengan masyarakat sipil dan sektor swasta. Kebijakan pertanian yang mempromosikan kelompok petani kecil, akses teknologi, dan praktik berkelanjutan semakin memperkuat ketersediaan pangan dan ketahanan di tingkat rumah tangga. Analisis bibliometrik mengungkapkan klaster penelitian dominan seputar pembuatan kebijakan, perubahan iklim, kerawanan pangan, dan tata kelola, yang mencerminkan sifat multidimensional dari tantangan ketahanan pangan. Namun, implementasi beberapa hambatan masih ada, termasuk koordinasi antar pemerintah yang lemah, infrastruktur pedesaan yang terbatas, adopsi teknologi yang rendah di kalangan petani kecil, dan kapasitas adaptif yang tidak memadai dalam menghadapi perubahan iklim. Studi ini menyoroti perlunya kerangka kerja tata kelola yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis bukti untuk mencapai hasil ketahanan pangan yang berkelanjutan dan inklusif.
The Role of Government in National Food Security: A Systematic Literature Review and Bibliometric Analysis
This study examines the role of government in strengthening national food security through a hybrid approach combining a systematic literature review (SLR) and bibliometric analysis. Literature data were collected from the Scopus database using the query "government role AND food security," yielding 22 articles for qualitative synthesis. The findings identify four key governance dimensions: local government initiatives, national government support, agricultural policy, and intersectoral collaboration. Effective food security governance requires coordinated action across levels of government, supported by clear legislation, adequate funding, and partnerships with civil society and the private sector. Agricultural policies promoting smallholder farmer groups, technology access, and sustainable practices further strengthen food availability and household-level resilience. Bibliometric analysis reveals dominant research clusters around policymaking, climate change, food insecurity, and governance, reflecting the multidimensional nature of food security challenges. However, several implementation barriers persist, including weak intergovernmental coordination, limited rural infrastructure, low technology adoption among smallholder farmers, and insufficient adaptive capacity in the face of climate change. This study highlights the need for integrated, adaptive, and evidence-based governance frameworks to achieve sustainable and inclusive food security outcomes.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 18 No 1 (2026).
Hak Cipta (c) 2026 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.