Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Tata Kelola Digital dalam Pencegahan Kecurangan pada Program Makan Bergizi Gratis

Peran Pengendalian Internal dan Audit Internal Pemerintah

DOI
10.21787/jbp.18.2026.2912
Tanggal Terbit & Halaman
31 Mei 2026 · Hlm. 113-119
Riwayat Naskah
Diterima26 Jan 2026 Disetujui21 Apr 2026 Terbit31 Mei 2026

606 Dilihat 383 Diunduh

Abstrak

Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan nasional strategis untuk memperkuat sumber daya manusia di Indonesia; namun, implementasinya menghadapi risiko fiskal dan tata kelola yang signifikan akibat kompleksitas rantai pasokan yang terdesentralisasi. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan model pencegahan kecurangan terintegrasi, yang disebut Smart-Nutri Governance, dengan menggabungkan arsitektur tata kelola digital dengan mekanisme audit berkelanjutan. Studi ini menggunakan pendekatan riset kebijakan berbasis desain, dengan menggunakan analisis kesenjangan regulasi dan analisis kebijakan komparatif terhadap Program Makan Siang Sekolah Nasional (Pradhan Mantri Poshan Shakti Nirman) di India dan Program Pemberian Makanan Sekolah Nasional (Programa Nacional de Alimentação Escolar) di Brasil. Analisis tersebut mengidentifikasi tiga kesenjangan tata kelola kritis: validitas data (penerima fiktif), volatilitas harga, dan keterlambatan deteksi audit. Simulasi menggunakan data Provinsi Jawa Barat memperkirakan potensi kerugian fiskal hingga 1,15 triliun rupiah Indonesia per tahun akibat inefisiensi dalam validasi penerima manfaat. Untuk mengatasi kesenjangan ini, studi ini mengusulkan arsitektur kontrol digital tiga lapis: (1) validasi biometrik atau berbasis QR secara real-time di titik layanan, (2) pengadaan e-marketplace wajib untuk memastikan transparansi harga dan jejak audit, dan (3) audit berkelanjutan berbasis kecerdasan buatan untuk deteksi anomali secara real-time. Temuan menunjukkan bahwa model ini diproyeksikan untuk meningkatkan efektivitas kontrol dan menawarkan nilai pengawasan yang lebih besar dibandingkan dengan pendekatan pasca-audit konvensional. Studi ini memberikan kontribusi teoritis dengan mengintegrasikan Teori Berlian Kecurangan dengan tata kelola digital dan audit berkelanjutan dalam konteks sektor publik. Secara praktis, studi ini menyediakan kerangka kebijakan yang dapat diterapkan dan adaptif untuk memperkuat akuntabilitas keuangan dalam program bantuan sosial skala besar.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 18 No 1 (2026).

Buka PDF

Daftar Pustaka

15 rujukan
  1. Bajpai, R., & Myers, C. B. (2020). Enhancing Government Effectiveness and Transparency: The Fight Against Corruption. http://documents.worldbank.org/curated/en/235541600116631094
  2. Bovens, M. (2007). Analysing and Assessing Accountability: A Conceptual Framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x
  3. Drèze, J., & Khera, R. (2017). Recent Social Security Initiatives in India. World Development, 98, 555–572. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2017.05.035
  4. Erlyn, P., Hidayat, B., Fatoni, A., & Saksono, H. (2021). Nutritional Interventions by Local Governments as an Effort to Accelerate Stunting Reduction. Jurnal Bina Praja, 13(3), 543–553. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.543-553
  5. Heeks, R. (2006). Implementing and Managing eGovernment: An International Text. SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781446220191
  6. Janssen, M., & Estevez, E. (2013). Lean Government and Platform-Based Governance—Doing More With Less. Government Information Quarterly, 30, S1–S8. https://doi.org/10.1016/j.giq.2012.11.003
  7. Kahyaoglu, S. B., Sarikaya, R., & Topal, B. (2020). Continuous Auditing as a Strategic Tool in Public Sector Internal Audit: The Turkish Case. Selcuk Universitesi Sosyal Bilimler Meslek Yuksekokulu Dergisi, 23(1), 208–225. https://doi.org/10.29249/selcuksbmyd.670261
  8. Klitgaard, R. (1988). Controlling Corruption. University of California Press.
  9. Mardiasmo. (2018). Akuntansi Sektor Publik. Andi Offset.
  10. OECD. (2021). Government at a Glance 2021. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/1c258f55-en
  11. OECD. (2024). OECD Fiscal Decentralisation Database. OECD. https://www.oecd.org/en/data/datasets/oecd-fiscal-decentralisation-database.html
  12. Pavliuk, S. (2023). The Role of Creative Industries in Local Economic Development. Ukrainian Black Sea Region Agrarian Science, 27(1), 74–84. https://doi.org/10.56407/bs.agrarian/1.2023.74
  13. Power, M. (1997). The Audit Society: Rituals of Verification. Oxford University Press.
  14. Rose-Ackerman, S., & Palifka, B. J. (2016). Corruption and Government: Causes, Consequences, and Reform. Cambridge University Press.
  15. Sidaner, E., Balaban, D., & Burlandy, L. (2013). The Brazilian School Feeding Programme: An Example of an Integrated Programme in Support of Food and Nutrition Security. Public Health Nutrition, 16(6), 989–994. https://doi.org/10.1017/S1368980012005101

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2026 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.