Kepemimpinan Masyarakat Adat dan Implementasi Kebijakan Lokal
Bukti dari Peraturan tentang Pengakuan Masyarakat Adat di Teluk Bintuni, Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.21787/jbp.17.2025.2881Kata Kunci:
Tata Kelola Adat, Kepemimpinan Adat, Kepemimpinan Masyarakat Adat, Implementasi Kebijakan, RegulasiAbstrak
Pengakuan terhadap masyarakat adat di Indonesia semakin diperkuat melalui peraturan daerah. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 mengakui masyarakat adat Sebyar dan menempatkan kepala suku sebagai aktor kunci dalam pelaksanaan tata kelola adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kepala Suku Sebyar dalam implementasi Peraturan Daerah Teluk Bintuni Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat serta mengkaji bentuk-bentuk tata kelola adat yang muncul pasca peraturan tersebut, termasuk faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang dilakukan di Kampung Tomu. Data dikumpulkan antara Oktober dan November 2024 melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Sampel terdiri dari 11 informan, termasuk Kepala Suku Sebyar, pejabat pemerintah daerah, pemimpin masyarakat, dan anggota komunitas adat. Temuan menunjukkan bahwa Kepala Suku Sebyar memainkan peran strategis sebagai perumus kebijakan adat, negosiator hak-hak adat, mediator konflik, dan inisiator pembangunan infrastruktur dasar. Seiring dengan peraturan daerah, tata kelola adat mengalami transformasi melalui pengakuan formal terhadap hukum adat, memungkinkan kepala suku berfungsi tidak hanya sebagai pemimpin adat tetapi juga sebagai mediator sosial, membantu memulihkan harmoni sosial melalui ritual adat dan simbol-simbol perdamaian. Implementasi peraturan ini didukung oleh legitimasi adat, dukungan masyarakat, dan sinergi antaraktor, namun terhambat oleh infrastruktur yang terbatas, pergeseran nilai di kalangan generasi muda, kapasitas administratif yang lemah, dan komitmen korporasi yang rendah terhadap budaya lokal. Kesimpulannya, keberhasilan peraturan daerah tidak hanya ditentukan oleh peraturan formal, tetapi juga oleh legitimasi sosial kepala suku dan kondisi sosio-budaya masyarakat. Kepala suku merupakan aktor kunci dalam menjembatani peraturan formal dengan praktik adat yang berfungsi sebagai instrumen politik-budaya yang memperkuat hak-hak adat dan keberlanjutan masyarakat adat di Teluk Bintuni.
Referensi
Adu, J. C., Jacob, A. R. P., & Baso, B. T. (2025). Peran Maneleo dalam Penyelesaian Konflik di Desa Busalangga Timur, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao. Jurnal Hukum dan Sosial Politik, 3(3), 150–154. https://doi.org/10.59581/jhsp-widyakarya.v3i3.5445
Alpha, R. P., & Tumelo, S. (2024). Conflict Resolution in Indigenous Communities: A Social Work Perspective. International Journal of Research in Business and Social Science, 13(10), 68–77. https://doi.org/10.20525/ijrbs.v13i10.3789
Andayana, M. N. D., Holivil, E., & Fallo, A. R. (2024). Applying Conflict Management Strategies in Post-election Disputes: A Case Study of Lamaksenulu Village, Indonesia. Jurnal Bina Praja, 16(3), 599–613. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.599-613
Antoh, J., & Sarwani. (2025). Implementasi Kebijakan Konservasi dalam Sistem Pengelolaan Hutan Adat oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Distrik Konda Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya [Institut Pemerintahan Dalam Negeri]. http://eprints.ipdn.ac.id/21751/
Ariani, N. K., & Prabawati, N. P. A. (2025). Implementasi Kebijakan Pelayanan Apostille Berbasis Transformasi Digital di Kementerian Hukum Kantor Wilayah Bali. Socio-Political Communication and Policy Review, 2(3), 1–13. https://doi.org/10.61292/shkr.255
Azwar, W., Hasanuddin, H., Muliono, M., Permatasari, Y., Amri, M. U., & Yurisman, Y. (2020). The Models of Nagari Indigenous Governments in West Sumatra. Jurnal Bina Praja, 12(1), 33–42. https://doi.org/10.21787/jbp.12.2020.33-42
Close, S. C. I. (2016). Ukun Rasik A’an: Indigenous Self-Determined Development and Peacebuilding in Timor-Leste [Open Access Theses, Australian National University]. https://doi.org/10.25911/5D778A8CF2BD0
Cornell, S., & Kalt, J. P. (2006). Two Approaches to Economic Development on American Indian Reservations: One Works, the Other Doesn’t. University of Arizona Press.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.
Fernanda, S. Z. (2025). Perlindungan Hukum Masyarakat Adat Moi Atas Pembebasan Lahan untuk Kawasan Perkantoran di Provinsi Papua Barat Daya [Master Thesis, Universitas Islam Indonesia]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/57085
Haq, A. S., Samudra, A. A., Satispi, E., & Andriansyah. (2025). Implementasi Kebijakan Penyelesaian Konflik Agraria Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara. Sospol: Jurnal Sosial Politik, 11(2), 175–191. https://doi.org/10.22219/jurnalsospol.v11i2.40844
Harnani, Suryono, A., & Wanusmawatie, I. (2025). Policy Implementation of Kayutangan Heritage Area Development in Malang City. Jurnal Bina Praja, 17(2). https://doi.org/10.21787/jbp.17.2025.2569
Ishak, & Ernanda, O. R. (2021). Regional Politics: Penetrating Indigenous Rights in Regional Expansion in Nagari Salareh Aia, Palembayan District, Agam Regency, West Sumatra Province in 2020. Jurnal Bina Praja, 13(3), 501–511. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.501-511
Jaya, M., Epriadi, D., & Putra, D. T. (2025). Administrative Identity Transformation and Hybrid Governance: Negotiating Bureaucratic and Indigenous Authority in Bungo Regency, Indonesia. Jurnal Bina Praja, 17(3). https://doi.org/10.21787/jbp.17.2025-2705
Khairil, N., Simin, H., Nik Halman, N. N. A., Saadom, I., Amirawa, A., Roslan, N., & Rosli, R. (2025). The Dynamics of External Power and the Response of the Temiar Indigenous Community in Gua Musang, Kelantan: An Ethnographic Study. International Journal of Research and Innovation in Social Science, IX(VIII), 1381–1387. https://doi.org/10.47772/IJRISS.2025.908000114
Limerick, M. (2009). What Makes an Aboriginal Council Successful? Case Studies of Aboriginal Community Government Performance in Far North Queensland. Australian Journal of Public Administration, 68(4), 414–428. https://doi.org/10.1111/j.1467-8500.2009.00648.x
Magaloni, B., Díaz-Cayeros, A., & Ruiz Euler, A. (2019). Public Good Provision and Traditional Governance in Indigenous Communities in Oaxaca, Mexico. Comparative Political Studies, 52(12), 1841–1880. https://doi.org/10.1177/0010414019857094
Maijama, E. N., Mohammed, S. T., Zamani, A. E., & Yusuf, U. A. (2025). Traditional Rulers and Conflict Resolution in Northern Taraba: A Literature-Based Examination of Indigenous Peacebuilding Mechanisms. African Journal of Social and Behavioural Sciences, 15(10), 3917–3930. https://journals.aphriapub.com/index.php/AJSBS/article/view/3547
MD, Moh. M. (2011). Perdebatan Hukum Tata Negara Pascaamandemen Konstitusi. RajaGrafndo Persada.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE.
Moleong, L. J. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Muhidin, E., Saksono, R. N. A., & Giyanto, B. (2025). Implementasi Sistem Informasi Online Layanan Administrasi (SiOLA) Kementerian Dalam Negeri. Journal of Public Policy and Applied Administration, 7(1), 57–84. https://doi.org/10.32834/jplan.v7i1.872
Neuman, W. L. (2014). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Pearson.
Oktavia, F., & Defhany. (2024). Peran Komunikasi Pemangku Adat Nagari Padang Laweh dalam Mengatasi Sengketa Tanah Ulayat. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial, 4(3), 714–721. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v4i3.2058
Patton, M. Q. (2014). Qualitative Research & Evaluation Methods: Integrating Theory and Practice. SAGE Publications, Inc.
Piliang, E. S. (2025). Implementasi Kebijakan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Papaso Kabupaten Padang Lawas Provinsi Sumatera Utara [Undergraduate Thesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau]. http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/86381
Rhodes, R. A. W. (1996). The New Governance: Governing without Government. Political Studies, 44(4), 652–667. https://doi.org/10.1111/j.1467-9248.1996.tb01747.x
Sukriono, D., Sudirman, Rapita, D. D., Al Atok, A. R., & Bramantya, A. (2025). Local Wisdom As Legal Dispute Settlement: How Indonesia’s Communities Acknowledge Alternative Dispute Resolution? Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, 33(1), 261–285. https://doi.org/10.22219/ljih.v33i1.39958
Tugendhat, H., Castillo, A. R., Figueroa, V. E., Ngomo, A. K., Corpuz, J., Jonas, H., & Chepkorir, M. (2023). Respecting the Rights and Leadership of Indigenous Peoples and Local Communities in Realizing Global Goals. Oryx, 57(3), 275–276. https://doi.org/10.1017/S0030605323000406
Van Meter, D. S., & Van Horn, C. E. (1975). The Policy Implementation Process. Administration & Society, 6(4), 445–488. https://doi.org/10.1177/009539977500600404
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Penulis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



















