Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Kesenjangan Implementasi Kebijakan dan Kesiapan Lokal dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi

Kawasan Perbatasan Motaain, Kabupaten Belu

DOI
10.21787/jbp.18.2026.2868
Tanggal Terbit & Halaman
31 Agustus 2026 · Hlm. 417-436
Riwayat Naskah
Diterima20 Des 2025 Disetujui13 Jul 2026 Terbit31 Agu 2026

0 Dilihat 0 Diunduh

Abstrak

Kawasan perbatasan di Indonesia menghadapi tantangan pembangunan ekonomi yang terus berlanjut, meskipun memiliki arti strategis bagi kedaulatan nasional dan integrasi kawasan. Kawasan perbatasan Motaain di Kabupaten Belu, yang secara khusus menjadi sasaran Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021, merupakan kasus penting, dengan berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi permasalahan yang timbul dari pelaksanaan program percepatan pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan Motaain. Penelitian menggunakan metode kualitatif eksploratif melalui studi kepustakaan dan wawancara mendalam dengan enam informan: dua informan kunci dari kalangan akademisi dan pemerintah provinsi, serta empat informan dari pemerintah kabupaten dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan tiga program yang menghadapi permasalahan: (1) penyediaan bibit sapi terkendala sistem penggembalaan ekstensif tradisional dan rendahnya produktivitas ternak; (2) pembangunan rumah potong hewan berstandar ekspor terancam oleh populasi sapi yang belum memadai dan kualitas sapi yang tidak seragam; serta (3) pengembangan industri pakan ternak unggas menghadapi kelangkaan bahan baku akibat rendahnya produktivitas jagung dan pola pertanian subsisten. Ketiga program tersebut mengindikasikan adanya kesenjangan implementasi antara arahan pemerintah pusat dan kesiapan lokal dalam hal produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa percepatan pembangunan ekonomi di kawasan perbatasan harus disertai penguatan kapasitas pelaku ekonomi dan peningkatan kerja sama antardaerah untuk menjamin efektivitas program dan keberlanjutan jangka panjang.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 18 No 2 (2026).

Buka PDF

Daftar Pustaka

46 rujukan
  1. Afriyanni, A., Fitri, S. E., Pranasari, M. A., & Manoby, W. M. (2021). Strategy for Strengthening Research and Development Capacity in West Sumatra Province. Jurnal Bina Praja, 13(1), 135–146. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.135-146
  2. Alpina, C. S. A., Amin, B., & Mubarak. (2021). Analisis Manajemen Rumah Potong Hewan Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru dan Dampaknya terhadap Lingkungan [Analysis of Slaughterhouse Management in Tampan Subdistrict, the City of Pekanbaru, and Its Environmental Impact]. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(2), 130–139. https://doi.org/10.31258/jil.15.2.p.130-139
  3. Ammar, M., Bangsawan, G., & Asriani, A. (2024). Designing the Concept of Regional Innovation Sustainability: The Triple Bottom Line Concept Approach and Sustainable Evaluation. Jurnal Bina Praja, 16(3), 523–539. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.523-539
  4. Anggraini, D. A., Fahmi, N. F., Putri, D. A., & Hakiki, Moh. S. (2021). Kebijakan Pemotongan Sapi di RPH (Rumah Potong Hewan) dalam Kaitannya dengan Prinsip Manajemen Halal dan HACPP (Hazard Analysis Critical Control Point) [Cattle Slaughter Policy in Slaughterhouses in Relation to Halal Management Principles and HACCP]. Halal Research Journal, 1(1), 20–38. https://doi.org/10.12962/J22759970.V1I1.33
  5. Arkum, D., Amar, H., & Kuncoro, M. (2025). Influence of Investment on Economic Growth, Human Development, Poverty and Unemployment in Bangka Belitung Island Province in the 2018–2023 Period. Jurnal Bina Praja, 17(1), 43–60. https://doi.org/10.21787/jbp.17.2025.43-60
  6. Astiti, N. M. A. G. R. (2018). Sapi Bali dan Pemasarannya [Bali Cattle and Their Marketing] (R. L. Balia, Ed.). Warmadewa University Press.
  7. Bakce, D., Syahza, A., & Asmit, B. (2019). Pembangunan Ekonomi Wilayah Perbatasan Antar-Negara di Provinsi Riau [Economic Development of Cross-Border Areas in Riau Province]. Unri Conference Series: Agriculture and Food Security, 1, 182–189. https://doi.org/10.31258/unricsagr.1a24
  8. Balehegn, M., Adesogan, A. T., & Dahl, G. E. (2025). Editorial: Interventions for Improving Livestock Productivity in Developing Countries. Frontiers in Animal Science, 6, 1628166. https://doi.org/10.3389/fanim.2025.1628166
  9. Bara Lay, J. R. B., & Wahyono, H. (2018). Dampak Pengembangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain pada Kawasan Perbatasan RI-RDTL di Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur [Impact of the Development of Motaain State Bound Station (PLBN) in Border Areas RI-RDTL in Belu District East Nusa Tenggara Province on Trade Activities]. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 14(1), 29–39. https://doi.org/10.14710/pwk.v14i1.18246
  10. Budianta, A. (2010). Pengembangan Wilayah Perbatasan sebagai Upaya Pemerataan Pembangunan Wilayah di Indonesia. Jurnal SMARTek, 8(1), 72–82. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/SMARTEK/article/view/628
  11. Decentralization Support Facility. (2011). Rencana Induk Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Tahun 2011–2014 [Master Plan for the Management of State Boundaries and Border Areas, 2011–2014].
  12. Faturohim, A., Akbar, A., Hidayat, B. A., & Saksono, H. (2023). An Analysis of Urban Poverty and Unemployment. Jurnal Bina Praja, 15(2), 309–324. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.309-324
  13. Fkun, E., & Pareira, M. S. (2021). Strengthening the Agriculture Sector as a Locomotive of Economic Development in Border Areas Indonesia-Timor Leste (Study TTU Regency). Proceedings of the 2nd Annual Conference on Blended Learning, Educational Technology and Innovation (ACBLETI 2020), 560, 93–97. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210615.019
  14. Habimana, J. (2024). Rural Development Strategies through Livestock Policy. International Journal of Livestock Policy, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.47941/ijlp.1747
  15. Handoyo, F., Hidayatina, A., & Purwanto, P. (2021). The Effect of Rural Development on Poverty Gap, Poverty Severity and Local Economic Growth in Indonesia. Jurnal Bina Praja, 13(3), 369–381. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.369-381
  16. Hasyim, A. W., & Subagiyo, A. (2017). Pengelolaan Wilayah Perbatasan. UB Press.
  17. Ihwandi, L. R., & Khoirunurrofik, K. (2023). Regional Financial Performance and Inclusive Economic Development: Empirical Evidence From Provinces in Indonesia. Jurnal Bina Praja, 15(2), 417–429. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.417-429
  18. Irsan, R., Muta’ali, L., & Sudrajat, S. (2017). Pertumbuhan Bidang Ekonomi di Perbatasan Indonesia-Malaysia. Prosiding Semnas Geografi Indonesia UMS, 803–812.
  19. Itasari, E. R. (2020). Pengelolaan Perbatasan Antara Indonesia dan Malasia tentang Tingkat Ekonomi di Wilayah Kedua Negara. Ganesha Civic Education Journal, 2(1), 9–15. https://doi.org/10.23887/gancej.v2i1.336
  20. Kennedy, P. S. J., Tobing, S. J. L., Toruan, R. L., & Tampubolon, E. (2019). Analisis Masalah Pengelolaan Kawasan Perbatasan Antara Provinsi Maluku dan Negara Timor Leste. Prosiding Seminar Nasional Pakar Ke 2.
  21. Kurniadi, D. (2009). Strategi Pengembangan Wilayah Perbatasan Antarnegara: Memacu Pertumbuhan Ekonomi Entikong Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat [Universitas Diponegoro]. https://eprints.undip.ac.id/24152/
  22. Kuswara. (2008). Pengembangan Permukiman di Kawasan Perbatasan sebagai Beranda Terdepan Nkri Studi Kasus: Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur. Jurnal Permukiman, 3(4), 220–228. https://doi.org/10.31815/JP.2008.3.253-262
  23. Latino, L. R., Pica-Ciamarra, U., & Wisser, D. (2020). Africa: The Livestock Revolution Urbanizes. Global Food Security, 26, 100399. https://doi.org/10.1016/j.gfs.2020.100399
  24. Listyawati, A., & Ayal, L. N. (2018). Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kawasan Perbatasan Antarnegara: Kajian Masyarakat Kawasan Perbatasan di Timor Tengah Utara. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, 42(1).
  25. Mangku, D. G. S. (2017). Peran Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) dalam Pengelolaan Perbatasan Darat Antara Indonesia dan Papua Nugini. Prosiding: Sinergitas Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial dalam Mewujudkan Excellent Court.
  26. Maulana, M. I., Sutrasna, Y., & Halkis, M. (2019). Potensi Pembangunan Kawasan Perbatasan Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat dalam Perspektif Ekonomi Pertahanan (Analytic Network Process (ANP)) [The Potential of Border Area’s Development From Sambas Regency, West Kalimantan Province in Defense Economy Perspective (Analytic Network Process (ANP))]. Jurnal Ekonomi Pertahanan, 5(1), 165.
  27. Metty, W. E. B. (2017). Konsep Pengembangan Ekonomi Kawasan Perbatasan Berbasis Keruangan di Desa Silawan, Kabupaten Belu-NTT [Undergraduate Thesis, Institut Teknologi Nasional Malang]. http://eprints.itn.ac.id/id/eprint/405
  28. Mira, Solihin, A., & Tajerin. (2013). Strategi Peningkatan Ekonomi Wilayah Perbatasan Berbasis Kelautan dan Perikanan (Studi Kasus di Nanusa, Natuna dan Nunukan) [Marine and Fisheries Based-Strategies for Economic Development in the Border Region (A Case Study in Nanusa, Natuna and Nunukan)]. Sosio Konsepsia, 18(3), 255–278. https://ejournal.kemensos.go.id/index.php/SosioKonsepsia/article/view/780
  29. Mudjiyanto, B. (2018). Tipe Penelitian Eksploratif Komunikasi [Exploratory Research in Communication Study]. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 22(1), 65–74.
  30. Mullik, M., & Jelantik, I. G. N. (2009, October). Strategi Peningkatan Produktivitas Sapi Bali pada Sistem Pemeliharaan Ekstensif di Daerah Lahan Kering: Pengalaman Nusa Tenggara Timur. Proseding Seminar Nasional Pengembangan Sapi Bali Berkelanjutan dalam Sistem Peternakan Rakyat.
  31. Nawawi, H. (2005). Metode Penelitian Bidang Sosial. UGM PRESS.
  32. Nugraha, M. (2024). Bogor Regency Government’s Efforts in Increasing the Number of Tourist Through the Ekabo Application. Jurnal Bina Praja, 16(1), 83–95. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.83-95
  33. Nuhung, I. A. (2015). Kinerja, Kendala, dan Strategi Pencapaian Swasembada Daging Sapi [Achieving Cattle Meat Self-Sufficiency: Performance, Constraints, and Strategy]. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 33(1), 63–80. https://doi.org/10.21082/fae.v33n1.2015.63-80
  34. Nuradhawati, R., & Kristian, I. (2022). Pelaksanaan Pembangunan Ekonomi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Wilayah Perbatasan Indonesia-Timor Leste: Studi Kasus Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Academia Praja, 5(1), 29–42. https://doi.org/10.36859/jap.v5i1.837
  35. Pratikno (Ed.). (2007). Mengelola Dinamika Politik dan Jejaring Kepemerintahan Daerah: Kemitraan, Partisipasi, dan Pelayanan Publik. Program S2 Politik Lokal dan Otonomi Daerah Universitas Gadjah Mada.
  36. Priambodo, A. P., & Djirimu, M. A. (2024). Government Intervention Strategy in Poverty Reduction: Study on the District and City in Indonesia Across 2016-2023. Jurnal Bina Praja, 16(3), 489–508. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.489-508
  37. Purnamasari, W., Kara, M. H., Mohd. Sabri, A., & Amiruddin, K. (2016). Perkembangan Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan Negara Indonesia Malaysia di Sambas. Jurnal Diskursus Islam, 4(2), 217–247. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/diskursus_islam/article/view/7364
  38. Raharjo, S. N. I. (2013). Kebijakan Pengelolaan Kawasan Perbatasan Darat Indonesia-Malaysia (Studi Evaluatif di Kecamatan Entikong) [Indonesia’s Policy on the Land Border Area Management With Malaysia (An Evaluative Study in the Entikong District)]. Widyariset, 16(1), 71–80. https://doi.org/10.14203/widyariset.16.1.2013.71-80
  39. Ramadhan, A., Syah, A. F., Plamonia, N., Andreani, S., & Yohanitas, W. A. (2023). Development of Sustainable Regional Innovation Towards Gemilang Tangerang Regency: Study in the Tangerang Regency. Jurnal Bina Praja, 15(1), 145–161. https://doi.org/10.21787/jbp.15.2023.145-161
  40. Siregar, C. N. (2014). Membangun Perilaku Masyarakat Atambua Melalui Pemanfaatan Potensi Daerah dan Keamanan Perbatasan Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste. Jurnal Sosioteknologi, 13(2), 147–159. https://journals.itb.ac.id/index.php/sostek/article/view/1144
  41. Song, Z., Yao, Q., & Liu, W. (2024). The Growth of Cross‐Border Regions Toward “Two Countries, One Park”: A Case Study of the Mohan–Boten Cross‐Border Cooperation Zone. Growth and Change, 55(4). https://doi.org/10.1111/grow.70005
  42. Sudiar, S. (2015). Pembangunan Wilayah Perbatasan Negara: Gambaran tentang Strategi Pengelolaan Kawasan Perbatasan Darat di Provinsi Kalimantan Utara. Jurnal Administrative Reform, 3(4), 489–500. https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JAR/article/view/587
  43. Taek, T. S. R., Lole, U. R., & Keban, A. (2021). Analisis Kelayakan Usaha Ternak Sapi Potong di Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu [Feasibility Analysis of Beef Cattle Business in Raimanuk Sub-district of Belu]. Jurnal Nukelus Peternakan, 8(1), 14–22. https://doi.org/10.35508/nukleus.v8i1.4222
  44. Taena, W., Rustiadi, E., & Hariyoga, H. (2010). Pengembangan Wilayah Perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara dengan Distrik Enclave Oekusi Sebagai Kawasan Agropolitan [Development of Boundary Area of Timor Tengah Utara Regency and Oekusi Enclave District As Agropolitan Region]. Forum Sekolah Pasca Sarjana, 33(1), 35–53.
  45. Winarna, A., & Wasistiono, S. (2025). Synergy of Sovereignty and Society: The Penta-Helix Model for Integrated Governance on the RI-RDTL Border. Jurnal Bina Praja, 17(2). https://doi.org/10.21787/jbp.17.2025.2686
  46. Yusuf, & Nulik. (2014). Karakteristik Wilayah Pengembangan Sapi Pedaging di Provinsi Nusa Tenggara Timur [Characteristics of the Beef Cattle Development Area in East Nusa Tenggara Timur Province]. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2014, 259–271.

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2026 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.