Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Strategi Pemerintah dalam Pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Jambi

DOI
10.21787/jbp.09.2017.243-253
Tanggal Terbit & Halaman
28 November 2017 · Hlm. 243-253
Riwayat Naskah
Diterima16 Agu 2017 Terbit28 Nov 2017

1.860 Dilihat 1.142 Diunduh

Abstrak

Angka kesakitan dan sebaran wilayah kasus Demam Berdarah Dengue di Indonesia cenderung semakin meningkat. Jambi merupakan provinsi dengan angka kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2013, dan Kota Jambi merupakan penyumbang angka kejadian tertinggi selama 3 tahun terakhir. Upaya pemberantasan telah dilakukan, namun ternyata belum mampu memutus rantai penularan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik untuk mengidentifikasi penyebab ketidaktepatan upaya pemberantasan DBD berdasarkan pedoman pelaksanaan pemberantasan DBD dan menentukan strategi dalam upaya pemberantasan DBD di Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan upaya pemberantasan DBD di Kota Jambi belum berjalan efektif dengan kendala terutama pada pelaksanaan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui integrasi lintas sektor dalam pemberdayaan masyarakat secara rutin dan mandiri. Strategi utama yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah meningkatkan peran kader juru pemantau jentik (jumantik) dan siswa pemantau jentik (sismantik) melalui dukungan anggaran dari lintas sektor dalam mengkampanyekan gerakan PSN secara rutin baik di lingkungan rumah ataupun di instansi/institusi.

Kata Kunci:

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 9 No 2 (2017).

Buka PDF

Daftar Pustaka

26 rujukan
  1. Achmadi, U. F. (2010). Manajemen Demam Berdarah Berbasis Wilayah. Buletin Jendela Epidemiologi, 2(Agustus).
  2. Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 581/Menkes/SK/VII/1992 on Eradication of Dengue Hemorrhagic Fever, Pub. L. No. 581 (1992). Indonesia.
  3. Directorate General of Communicable Disease Eradication and Environmental Health Ministry of Health Republic of Indonesia. (2004). Petunjuk Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) oleh Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Jakarta: Directorate General of Communicable Disease Eradication and Environmental Health Ministry of Health Republic of Indonesia.
  4. Directorate General of Disease Control and Environmental Health of the Department of Health of the Republic of Indonesia. (1992). Petunjuk Teknis Penggerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Directorate General of Disease Control and Environmental Health of the Department of Health of the Republic of Indonesia.
  5. Directorate of Nutrition and Community Health. (2006). Kajian Kebijakan Penanggulangan (Wabah) Penyakit Menular (Studi Kasus DBD). Directorate of Nutrition and Community Health - National Development Planning Agency.
  6. Government Regulation Number 40 of 1991 on the Control of Infectious Disease Outbreaks, Pub. L. No. 40 (1991). Indonesia.
  7. Instruction of the Mayor of Jambi Number 196 of 2015 on Control and Eradication of Dengue Fever in Jambi City, Pub. L. No. 196 (2015). Indonesia.
  8. Instruction of the Mayor of Jambi Number 1 of 2016 on the Management of Dengue Disease through Attempts to Eradicate Mosquito Nest, Abatisation and Implementation of Fogging in Jambi City, Pub. L. No. 1 (2016). Indonesia.
  9. Jambi Provincial Health Office. (2016). Laporan Program Pengendalian Penyakit Menular Tahun 2016. Jambi.
  10. Law of the Republic of Indonesia Number 4 of 1984 on Infectious Disease Outbreak, Pub. L. No. 4 (1984). Indonesia.
  11. Massi, R. (2016). Implementasi Kebijakan Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue di Pusat Kesehatan Talise Kota Palu. E Jurnal Katalogis, 4(4), 1–13. Retrieved from http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/Katalogis/article/view/6569/
  12. Ministry of Health of the Republic of Indonesia. (2011). Informasi Umum Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Sub Directorate of Arbovirosis Control, Directorate of Beast-Based Disease Control, Directorate General of Disease Control and Environmental Health.
  13. Ministry of Health of the Republic of Indonesia. (2015). Profil Kesehatan Indonesia 2014. Jakarta.
  14. Pratamawati, D. A. (2012). Peran Juru Pantau Jentik dalam Sistem Kewaspadaan Dini Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 6(6), 243–248. http://doi.org/10.21109/kesmas.v6i6.76
  15. Purnama, S. G. (2011). Program jumantik dan keberhasilannya cegah DBD ??? Retrieved May 5, 2016, from http://purnamabagus.blogspot.co.id/2011/12/program-jumantik-dan-keberhasilannya.html
  16. Putri, R. T., Sudiro, & W., L. R. K. (2012). Analisis Implementasi Kebijakan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(2), 108–117. Retrieved from http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/977
  17. Sayono, Syafruddin, D., & Sumanto, D. (2012). Distribusi Resistensi Nyamuk Aedes aegypti terhadap Insektisida Sipermetrin di Semarang. Prosiding - Seminar Nasional Dan Internasional. Retrieved from http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/519
  18. Sianipar, J. P. G., & Entang, H. M. (Eds.). (2001). Macam-macam Cara Analisis Manajemen. In Teknik-teknik Analisis Manajemen (pp. 22–49). Jakarta: Lembaga Administrasi Negara.
  19. Sukowati, S. (2010). Masalah Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pengendaliannya di Indonesia. Buletin Jendela Epidemiologi, 2(Agustus).
  20. Sunaryo, Ikawati, B., Rahmawati, & Widiastuti, D. (2014). Status Resistensi Vektor Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti) terhadap Malathion 0,8% dan Permethrin 0,25% di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ekologi Kesehatan, 12(2), 146–152. Retrieved from http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/jek/article/view/3952
  21. Sungkar, S. (2007). Pemberantasan Demam Berdarah Dengue: Sebuah Tantangan yang Harus Dijawab*. Majalah Kedokteran Indonesia, 57(6), 167–170.
  22. Sungkar, S. (2010). Pengaruh Penyuluhan dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) terhadap Kepadatan Jentik Aedes aegypti di Kecamatan Cempaka Putih. Majalah Kedokteran UKI, XXVII(4).
  23. Sungkar, S., Widodo, A. D., & Suartanu, N. (2006). Evaluasi Program Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Pademangan Jakarta Utara. Majalah Kedokteran Indonesia, 56, 108–112.
  24. Trapsilowati, W., Mardihusodo, S. J., Prabandari, Y. S., & Mardikanto, T. (2015). Pengembangan Metode Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 18(1), 95–103. http://doi.org/10.22435/hsr.v18i1.4275.95-103
  25. Trapsilowati, W., & Widiarti. (2013). Evaluasi Implementasi Kebijakan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Pati. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 16(3), 305–312. Retrieved from http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/hsr/article/view/3468
  26. Wiweko, A. (2013). Geographic Information System (GIS) for Dengue Research in Indonesia: A Review. Tropical Medicine Journal, 3(2), 121–127. http://doi.org/10.22146/tmj.5863