Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 2 (2025).
Studi Repatriasi Anak Pekerja Migran Kota Blitar
690 Dilihat 728 Diunduh
Pemerataan akses pendidikan merupakan bagian dari pemenuhan hak warga negara, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memulangkan anak-anak pekerja migran untuk mendapatkan hak belajar di Indonesia melalui sekolah mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini menganalisis repatriasi sebagai alternatif pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia. Keterbatasan dokumentasi menjadi kendala bagi mereka terkait persyaratan administratif, khususnya di bidang pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan para repatriator. Pengumpulan data dinilai mudah karena peneliti terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari para repatriator. Temuan lapangan menunjukkan bahwa program studi mereka saat ini membantu biaya pendidikan dan biaya hidup mereka. Meskipun mengalami kendala bahasa, mereka merasa nyaman karena lingkungan pendidikan yang representatif mendukung mereka. Adaptasi mereka juga cepat karena terdapat beberapa kesamaan antara Blitar dengan asal mereka selama di luar negeri. Tujuan repatriasi di bidang pendidikan tidak lain adalah untuk pemerataan pendidikan. Dukungan kolaboratif dari pemerintah (Kementerian Pendidikan) dan penanggung jawab repatriasi di Blitar membuat para repatriasi merasa nyaman menempuh pendidikan di Indonesia. Lingkungan belajar memengaruhi pola laten pembentukan karakter nasionalis para repatriasi. Banyak faktor yang membentuk ketahanan sosial para repatriasi.
Alternatives for Equal Education of Ministry of Education: Study on the Repatriation of Children of Migrant Workers in Blitar City
Equal access to education is part of fulfilling the rights of citizens, both within the country and abroad. The government, through the Ministry of Education, repatriates the children of migrant workers to obtain the right to study in Indonesia through partner schools of the Ministry of Education and Culture. This study analyzes repatriation as an educational alternative for the children of Indonesian migrant workers. Lack of documentation is a problem for them regarding administrative requirements, especially in education. Data was collected through observation and interviews with repatriates. Data collection was considered easy because the researcher was directly involved in the daily activities of the repatriates. Field findings indicate that their current course of study helps with their education and living expenses. Despite language difficulties, they feel comfortable because a representative educational environment supports them. Their adaptation is also fast because there are several similarities between Blitar and their origins while abroad. The purpose of repatriation in the field of education is none other than educational equality. Collaborative support from the government (Ministry of Education) and the person responsible for repatriation in Blitar makes repatriates feel at ease pursuing education in Indonesia. The learning environment influences the latent pattern of nationalist character formation for repatriates. Many factors shape the social resilience of repatriates.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 17 No 2 (2025).
Hak Cipta (c) 2025 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.