Pengaruh Transaksi Nontunai Melalui Quick Response Indonesian Standard (QRIS) terhadap Jumlah Tenaga Kerja UMKM

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.21787/jbp.17.2025.33-41

Kata Kunci:

Quick Response Indonesia Standard (QIRS), Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), Routine-Biased Technical Change (RBTC), Two-Stage Least Square (2SLS)

Abstrak

Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2022, 66,48% penduduk Indonesia telah mengakses internet. Tren ini mendukung pesatnya perkembangan digitalisasi dalam sistem pembayaran, terutama dengan penggunaan Quick Response Indonesia Standard (QRIS). QRIS bertujuan untuk meningkatkan efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, dan memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pergeseran perilaku konsumen ke arah transaksi digital karena efisiensi dan kecepatannya telah memaksa UMKM untuk beradaptasi dengan mengadopsi QRIS untuk sistem pembayaran mereka. Adopsi QRIS oleh UMKM ini niscaya akan berdampak pada operasional bisnis mereka dan jumlah tenaga kerja yang mereka butuhkan. Penelitian ini menggunakan regresi linier dengan model Two-Stage Least Squares (2SLS) untuk mengkaji hubungan antara adopsi QRIS dalam sistem pembayaran non-tunai dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh UMKM. Pendekatan ini diterapkan untuk mengatasi potensi endogenitas yang timbul dari kausalitas terbalik, di mana adopsi QRIS dapat memengaruhi permintaan tenaga kerja, tetapi kapasitas tenaga kerja juga dapat memengaruhi keputusan untuk mengadopsi QRIS, serta bias variabel yang dihilangkan yang dapat berkorelasi dengan adopsi QRIS dan tingkat pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS memiliki efek langsung positif yang signifikan. Meskipun temuan ini tidak sejalan dengan teori Routine-Biased Technical Change (RBTC), yang menyatakan bahwa teknologi menggantikan pekerja rutin, studi ini menemukan bahwa UMKM masih membutuhkan pekerja untuk melayani pelanggan dan menghitung total transaksi (pekerja rutin) sebelum pelanggan melakukan pembayaran melalui QRIS. Selain itu, UMKM meningkatkan tenaga kerja mereka dengan mempekerjakan anggota keluarga atau kerabat (pekerja non-rutin) untuk mendukung operasi mereka.

Referensi

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2024). Jumlah Penggunaan Internet Indonesia Tembus 221 Juta Orang. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang

Badan Pusat Statistika. (2022). Statistika Telekomunikasi Indonesia Tahun 2022.

Bank Indonesia. (2023). Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023.

Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (2021). UMKM Menjadi Pilar Penting Dalam Perekonomian Indonesia. https://ekon.go.id/publikasi/detail/2969/umkm-menjadi-pilar-penting-dalam-perekonomian-indonesia

Cascio, U, Elizabeth & Narayan, Ayushi. (2022). Who Needs a Fracking Education? The Educational Response to Low-Skill-Biased Technological Change. Sage Journals, 75(1), 56-89. https://doi.org/10.1177/0019793920947422

Dyer, W. G. (1988). Culture and continuity in family firms. Family Business Review, 1(1), 37-50. https://doi.org/10.1111%2Fj.1741-6248.1988.00037.x

Goos, M., Rademakers, E., & Rottger, R. (2021). Routine-Biased Technical Change: Individual-Level Evidence From A Plant Closure. Reseacrh Policy, 50.

Gujarati, N., Damodar. (2003). Basic Econometrics Fourth Edition. North America: Gary Burke.

Habbershon, T. G., Williams, M., & MacMillan, I. C. (2003). A unified systems perspective of family firm performance. Journal of Business Venturing, 18(4), 451-465. https://doi.org/10.1016/S0883-9026(03)00053-3

Hendrawan, A. S., Chatra, A., Iman, N., Hidayatullah, S., Suprayitno, D. (2024). Digital Transformation in MSMEs: Challenges and Opportunities in Technology Management. Jurnal Informasi dan Teknologi, 6(2). https://doi.org/10.60083/jidt.v6i2.551

Hill C. R., Griffiths., E. William., Lim, C. G. (2011). Principles of Econometrics Fourth Edition. United State of America: John Wiley & Sons, Inc.

Lestari & Santoso, B. (2024). Peranan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Jurnal Bisnis Manajemen, 2(2), 357-368. https://doi.org/10.61930/jurbisman.v2i2.610

Ningsih Rahayu, Sri. (2024). Pengaruh Teknologi Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja di Indonesia. BENEFIT: Journal Of Business, Economics, And Finance, 2.

Putri, R., & Idris. (2020). Pengaruh Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Pasar Tenaga Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi dan Pembangunan. Volume 2. Nomor 4. https://doi.org/10.24036/jkep.v2i4.13386

Sebastian, R., & Biagi, F. (2018). The Routine Biased Technical Change hypothesis: A Critical Review. JRC Technical Reports. Luxembourg: Publications Office of the European Union.

Sulistyaningsih, H., & Hanggraeni, D. (2022). Investigating the Adoption of QR Code Indonesian Standard through Organizational and Environmental Factors and Its Impact on Micro Small Medium Enterprise Performance. Global Business and Management Research: An International Journal. Vol. 14, No. 3s. https://www.gbmrjournal.com/pdf/v14n3s/V14N3s-67.pdf

Diterbitkan

2025-04-30

Cara Mengutip

Pengaruh Transaksi Nontunai Melalui Quick Response Indonesian Standard (QRIS) terhadap Jumlah Tenaga Kerja UMKM. (2025). Jurnal Bina Praja, 17(1), 33-41. https://doi.org/10.21787/jbp.17.2025.33-41

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Pengaruh Transaksi Nontunai Melalui Quick Response Indonesian Standard (QRIS) terhadap Jumlah Tenaga Kerja UMKM. (2025). Jurnal Bina Praja, 17(1), 33-41. https://doi.org/10.21787/jbp.17.2025.33-41