Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Dampak Dana Alokasi Khusus Pertanian terhadap Ketahanan Pangan di Indonesia

DOI
10.21787/jbp.16.2024.251-260
Tanggal Terbit & Halaman
30 Agustus 2024 · Hlm. 251-260
Riwayat Naskah
Diterima16 Jul 2024 Terbit30 Agu 2024

1.928 Dilihat 1.144 Diunduh

Abstrak

Indeks Ketahanan Pangan Indonesia mengalami penurunan pada kategori ketersediaan pangan tahun 2022 yang dipengaruhi oleh produksi pangan. Upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan DAK Ketahanan Pangan Nonfisik dan Pertanian merupakan salah satu bentuk transfer dana ke daerah. Penelitian ini menggunakan metode robust fixed effects panel data untuk mengetahui pengaruh DAK Fisik Pertanian dan DAK Nonfisik Ketahanan Pangan dan Pertanian terhadap ketahanan pangan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa IKP dan realisasi DAK Fisik Pertanian dan DAK Nonfisik Ketahanan Pangan dan Pertanian tahun 2021 – 2023. Unit analisis yang digunakan adalah kabupaten/kota di Indonesia. Variabel dependen yaitu indeks ketahanan pangan dan variabel independen yaitu DAK Ketahanan Pangan dan Pertanian digunakan dengan mempertimbangkan faktor belanja pemerintah, PDRB per kapita, produksi padi, dan jumlah penduduk. Hasil analisis menunjukkan bahwa DAK Fisik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan pangan. Sedangkan DAK Nonfisik Ketahanan Pangan dan Pertanian tidak signifikan terhadap ketahanan pangan. Variabel kontrol belanja daerah mempunyai hubungan positif signifikan dengan ketahanan pangan dan jumlah penduduk, yang mempunyai hubungan negatif signifikan dengan ketahanan pangan. Adanya anggaran DAK Nonfisik Ketahanan Pangan dan Pertanian yang terlalu rendah dan sebagai dana pelengkap menyebabkan belum optimalnya capaian DAK Nonfisik Ketahanan Pangan dan Pertanian. Sehingga diharapkan ke depannya akan terjadi peningkatan porsi alokasi DAK Nonfisik Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 16 No 2 (2024).

Buka PDF

Daftar Pustaka

26 rujukan
  1. Aji, Y. I. T. (2022). The Effect of Village Income and Gross Regional Domestic Product on Poverty in Indonesia. Jurnal Bina Praja, 14(2), 315–328. https://doi.org/10.21787/jbp.14.2022.315-328
  2. Aminah, S. (2015). Pengembangan Kapasitas Petani Kecil Lahan Kering untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan. Jurnal Bina Praja, 7(3), 197–210. https://doi.org/10.21787/jbp.07.2015.197-209
  3. Anderu, K. S., & Omotayo, E. O. (2020). Agricultural Output and Government Expenditure in Nigeria. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah, 8(2), 101–110. https://doi.org/10.22437/ppd.v8i2.9106
  4. Apriliani, A. P. (2020). Dampak Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan Terhadap Capaian Kinerja Pembangunan Kesehatan di Indonesia [Tesis]. Universitas Indonesia.
  5. Chandio, A. A., Jiang, Y., Rehman, A., & Jingdong, L. (2016). Impact of Government Expenditure on Agricultural Sector and Economic Growth in Pakistan. International Journal of Advanced Biotechnology and Research, 7(3), 1046–1053.
  6. Fontan Sers, C., & Mughal, M. (2019). From Maputo to Malabo: Public Agricultural Spending and Food Security in Africa. Applied Economics, 51(46), 5045–5062. https://doi.org/10.1080/00036846.2019.1606411
  7. Fróna, D., Szenderák, J., & Harangi-Rákos, M. (2019). The Challenge of Feeding the World. Sustainability, 11(20), 5816. https://doi.org/10.3390/su11205816
  8. Giavazzi, F., & McMahon, M. (2013). The Household Effects of Government Spending. In A. Alesina & F. Giavazzi (Eds.), Fiscal Policy after the Financial Crisis. University of Chicago Press. https://doi.org/10.7208/9780226018584-005
  9. Kamenya, M. A., Hendriks, S. L., Gandidzanwa, C., Ulimwengu, J., & Odjo, S. (2022). Public Agriculture Investment and Food Security in ECOWAS. Food Policy, 113, 102349. https://doi.org/10.1016/J.FOODPOL.2022.102349
  10. Kasililika-Mlagha, E. C. (2021). The Impact of Public Agriculture Expenditure on Food Security and Nutrition in the Southern African Development Community (SADC) [University of Pretoria]. http://hdl.handle.net/2263/78131
  11. Koeswara, H. (2016). The Optimization of Budget Outcome to Create Trust in Public Expenditure Allocation on Local Budget. Jurnal Bina Praja, 8(2), 277–291. https://doi.org/10.21787/jbp.08.2016.277-291
  12. Kurniasih, E. (2023). Pengaruh Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Stunting terhadap Prevalensi Stunting di Indonesia. Universitas Indonesia.
  13. Louie, S., Shi, Y., & Allman-Farinelli, M. (2022). The Effects of the COVID-19 Pandemic on Food Security in Australia: A Scoping Review. Nutrition & Dietetics, 79(1), 28–47. https://doi.org/10.1111/1747-0080.12720
  14. Luan, Y., Cui, X., & Ferrat, M. (2013). Historical Trends of Food Self-Sufficiency in Africa. Food Security, 5(3), 393–405. https://doi.org/10.1007/S12571-013-0260-1/TABLES/2
  15. Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia. (2020). Ministry of Agriculture Strategic Plan 2020-2024. Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia.
  16. National Food Agency. (2022). Food Security Index 2022. National Food Agency.
  17. Paellorisky, M., & Solikin, A. (2019). Village Fund Reform: A Proposal for More Equitable Allocation Formula. Jurnal Bina Praja, 11(1), 1–13. https://doi.org/10.21787/jbp.11.2019.1-13
  18. Purba, S. F., Permatasari, C., Mudrawan, I., & Simandjorang, B. M. T. V. (2023). The Impact of Fiscal Balance Funds Toward Human Development in Riau Province. Jurnal Bina Praja, 15(2), 275–288. https://doi.org/10.21787/JBP.15.2023.275-288
  19. Subarna, T. (2012). Analisis Kemiskinan dan Pengeluaran Non-Pangan Penduduk Jawa Barat. Jurnal Bina Praja, 4(4), 243–250. https://doi.org/10.21787/jbp.4.2012.243-250
  20. Syah Putra, H. (2017). The Linkage of Intergovernmental Transfer and Poverty in Indonesia. Jurnal Bina Praja, 9(1), 29–40. https://doi.org/10.21787/JBP.09.2017.29-40
  21. Tagkalakis, A. (2008). The Effects of Fiscal Policy on Consumption in Recessions and Expansions. Journal of Public Economics, 92(5–6), 1486–1508. https://doi.org/10.1016/J.JPUBECO.2007.11.007
  22. Tayal, D. (2019). Gender Inequality, Reproductive Rights and Food Insecurity in Sub-Saharan Africa – A Panel Data Study. International Journal of Development Issues, 18(2), 191–208. https://doi.org/10.1108/IJDI-10-2018-0165/FULL/XML
  23. Temenggung, Y. A., Moenek, R., Suwanda, D., & Mulyadi, M. (2020). The Fiscal Capacity of the New Autonomous Region (DOB) in Increasing Economic Growth and Eradication of the Poor. Jurnal Bina Praja, 12(1), 77–89. https://doi.org/10.21787/JBP.12.2020.75-87
  24. Timmer, C. P. (2014). Food Security, Market Processes, and the Role of Government Policy. Encyclopedia of Agriculture and Food Systems, 324–337. https://doi.org/10.1016/B978-0-444-52512-3.00033-4
  25. Wicaksono, K. W. (2012). Problematika dan Tantangan Desentralisasi di Indonesia. Jurnal Bina Praja, 4(1), 21–28. https://doi.org/10.21787/jbp.4.2012.21-28
  26. Widada, A. W., Masyhuri, M., & Mulyo, J. H. (2017). Determinant Factors of Food Security in Indonesia. Agro Ekonomi, 28(2), 205–219. https://doi.org/10.22146/JAE.26245

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2024 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.