Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Mengkaji Efek Flypaper di Indonesia

Bukti Setelah Pengalihan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan-Perdesaan ke Pemerintah Daerah

DOI
10.21787/jbp.14.2022.465-478
Tanggal Terbit & Halaman
26 Desember 2022 · Hlm. 465-478
Riwayat Naskah
Diterima28 Jul 2022 Disetujui9 Nov 2022 Terbit26 Des 2022

1.857 Dilihat 1.538 Diunduh

Abstrak

Untuk meningkatkan kekuatan pajak pemerintah daerah, pemerintah pusat menerapkan reformasi besar-besaran pada tahun 2010 dengan mengalihkan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan (PBB-P2) ke pemerintah daerah. Meskipun pajak menyumbang sebagian besar pendapatan pemerintah daerah, perilaku belanja pemerintah daerah dipertanyakan, dan tidak jelas apakah belanja publik telah ditingkatkan. Studi ini mengkaji pengaruh penguatan kebijakan PBB-P2 terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan dampaknya terhadap pola belanja daerah, khususnya apakah masih ada flypaper setelah reformasi kebijakan. Menerapkan metode data panel efek tetap untuk pemerintah daerah Indonesia dari tahun 2005 hingga 2020, kami menemukan bahwa penguatan kebijakan PBB-P2 memiliki dampak positif yang signifikan terhadap PAD. Efek positif ditemukan signifikan satu tahun (tahun +1) setelah implementasi kebijakan di setiap daerah, termasuk untuk provinsi, kabupaten, dan kota, dengan diterbitkannya peraturan daerah terkait PBB-P2. Menariknya, peningkatan PAD yang signifikan berdampak pada pola belanja daerah. Dengan demikian, fenomena flypaper effect tidak terjadi dari tahun 2005 hingga 2020. Hal ini berimplikasi bahwa pemerintah pusat dapat secara selektif memberdayakan pemerintah daerah untuk memungut pajak daerah dan retribusi yang sesuai. Hal itu dapat dilakukan dengan menyediakan sumber pajak daerah yang baru, melakukan restrukturisasi jenis pajak, penyederhanaan jenis retribusi penggunaan, dan harmonisasi peraturan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 14 No 3 (2022).

Buka PDF

Daftar Pustaka

24 rujukan
  1. Acosta, P. (2010). The “Flypaper Effect” in Presence of Spatial Interdependence: Evidence from Argentinean Municipalities. The Annals of Regional Science, 44(3), 453–466. https://doi.org/10.1007/s00168-008-0277-0
  2. Aritenang, A. F. (2008). A Study on Indonesia Regions Disparity: Post Decentralization (MPRA Paper No. 25245). https://mpra.ub.uni-muenchen.de/25245/
  3. Cárdenas, O. J., & Sharma, A. (2011). Mexican Municipalities and the Flypaper Effect: Mexican Municipalities and the Flypaper Effect. Public Budgeting & Finance, 31(3), 73–93. https://doi.org/10.1111/j.1540-5850.2011.00990.x
  4. Clarke, D., & Tapia-Schythe, K. (2021). Implementing the Panel Event Study. The Stata Journal: Promoting Communications on Statistics and Stata, 21(4), 853–884. https://doi.org/10.1177/1536867X211063144
  5. Ernayani, R. (2017). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil terhadap Belanja Daerah (Studi Kasus pada 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur Periode 2009-2013). JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan), 1(1), 43–52. https://doi.org/10.32487/jshp.v1i1.234
  6. Green, K. (2005). Decentralization and Good Governance: The Case of Indonesia (MPRA Paper No. 18097). https://mpra.ub.uni-muenchen.de/18097/
  7. Hamilton, B. W. (1983). The Flypaper Effect and Other Anomalies. Journal of Public Economics, 22(3), 347–361. https://doi.org/10.1016/0047-2727(83)90040-3
  8. Haryanto, J. T. (2017). Mapping the Local Own Resources (PAD) Performance and Regional Dependence in Indonesia 2008-2014: Quadrant Method Approach. Jurnal Bina Praja, 9(1), 41–52. https://doi.org/10.21787/jbp.09.2017.41-52
  9. Hines, J. R., & Thaler, R. H. (1995). Anomalies: The Flypaper Effect. Journal of Economic Perspectives, 9(4), 217–226. https://doi.org/10.1257/jep.9.4.217
  10. Inayati, N. I., & Setiawan, D. (2017). Fenomena Flypaper Effect pada Belanja Daerah Kabupaten/Kota di Indonesia. EKUITAS: Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 1(2), 220–239. https://doi.org/10.24034/j25485024.y2017.v1.i2.2062
  11. Karnik, A., & Lalvani, M. (2008). Flypaper Effect Incorporating Spatial Interdependence. Review of Urban & Regional Development Studies, 20(2), 86–102. https://doi.org/10.1111/j.1467-940X.2008.00143.x
  12. Khairi, H. (2021). Balance Between Delegation of Authority and Submission of Regional Revenue Sources in Indonesia. Jurnal Bina Praja, 13(3), 431–443. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.431-443
  13. Kharisma, B. (2013). Desentralisasi Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi: Sebelum dan Sesudah Era Desentralisasi Fiskal di Indonesia. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 14(2), 101–119. https://journal.umy.ac.id/index.php/esp/article/view/1249
  14. Lewis, B. (2013). Local Government Capital Spending in Indonesia: Impact of Intergovernmental Fiscal Transfers: Local Government Capital Spending in Indonesia. Public Budgeting & Finance, 33(1), 76–94. https://doi.org/10.1111/j.1540-5850.2013.12002.x
  15. Liando, I. I., & Hermanto, S. B. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belanja Daerah pada Kabupaten/Kota Jawa Timur. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 6(6). http://jurnalmahasiswa.stiesia.ac.id/index.php/jira/article/view/1234
  16. Liu, Y., & Zhao, J. (2011). Intergovernmental Fiscal Transfers and Local Tax Efforts: Evidence from Provinces in China. Journal of Economic Policy Reform, 14(4), 295–300. https://doi.org/10.1080/17487870.2011.591175
  17. Melo, L. (2002). The Flypaper Effect under Different Institutional Contexts: The Colombian Case. Public Choice, 111(3/4), 317–345. https://doi.org/10.1023/A:1014964318685
  18. Panao, R. A. L. (2021). Beyond Flypaper: Unconditional Transfers and Local Revenue Generation in the Philippines, 1992–2016. International Journal of Public Administration, 44(15), 1341–1354. https://doi.org/10.1080/01900692.2020.1759628
  19. Sanusi, A., & Yusuf, M. (2018). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Pertumbuhan Ekonomi terhadap Belanja Daerah di Sumatera Utara Tahun 2013-2015 Pendekatan Panel Regression. Jepa: Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik, 3(1), 50–56. https://jurnal.pancabudi.ac.id/index.php/jepa/article/view/201
  20. Simanjuntak, K. (2015). Implementasi Kebijakan Desentralisasi Pemerintahan di Indonesia. Jurnal Bina Praja, 07(02), 111–130. https://doi.org/10.21787/JBP.07.2015.111-130
  21. Sour, L. (2013). The Flypaper Effect in Mexican Local Governments. Estudios Económicos, 28(1), 165–186. https://doi.org/10.24201/ee.v28i1.82
  22. Sunaryo, B., & Cicellia, C. (2014). Urgensi Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Daerah di Era Desentralisasi (Dinamika Pengelolaan Pajak Parkir Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul Provinsi DI. Yogyakarta). Jurnal Bina Praja, 06(04), 293–305. https://doi.org/10.21787/JBP.06.2014.293-305
  23. Temenggung, Y. A., Moenek, R., Suwanda, D., & Mulyadi, M. (2020). The Fiscal Capacity of the New Autonomous Region (DOB) in Increasing Economic Growth and Eradication of the Poor. Jurnal Bina Praja, 12(1), 75–87. https://doi.org/10.21787/jbp.12.2020.75-87
  24. Wibowo, E. A., & Oktivalerina, A. (2022). Analisis Dampak Kebijakan Desentralisasi Fiskal terhadap Penurunan Tingkat Kemiskinan pada Kabupaten/Kota: Studi Kasus Indonesia pada 2010-2018. Bappenas Working Papers, 5(1), 97–119. https://doi.org/10.47266/bwp.v5i1.117

Hak Cipta & Lisensi Akses Terbuka

Hak Cipta (c) 2022 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.