Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 15 No. 2 (2023).
2,754 Views 1,956 Downloads
This study aims to analyze the challenges faced in preparing capacity building in the context of the development of the new capital city of Indonesia and identify strategies that can be implemented to overcome these challenges. This study uses a qualitative approach by analyzing data from secondary sources, such as official government documents, research reports, and related publications. The analysis tool that is maximized is NVivo 12 Plus. The results showed that several challenges must be overcome in preparing the capacity building for developing the new capital city (IKN). These challenges include limited skilled human resources, budgetary constraints, gaps in knowledge and skills, coordination and collaboration between stakeholders, technological change, and innovation. These challenges affect the effectiveness and efficiency of development, as well as the sustainability of the development of the new capital city. In overcoming these challenges, the recommended strategy includes the government's commitment to providing adequate resources, developing supportive policies, and close cooperation between all relevant stakeholders. In addition, a participatory, inclusive, and sustainable approach is considered important to ensure the success of capacity building. Through the involvement of all parties, recognition of the needs and aspirations of the community, and the use of a sustainable approach, the development of the new capital city can run well and provide sustainable benefits for local communities.
Tantangan dan Strategi Peningkatan Kapasitas dalam Pembangunan Ibukota Negara Baru di Indonesia
Studi ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi dalam mempersiapkan capacity building dalam rangka pembangunan Ibukota Negara Baru di Indonesia dan mengidentifikasi strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis data dari sumber sekunder, seperti dokumen resmi pemerintah, laporan penelitian, dan publikasi terkait. Alat analisis yang dimaksimalkan adalah Nvivo 12 Plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa tantangan perlu diatasi dalam mempersiapkan peningkatan kapasitas untuk pembangunan Ibu Kota Baru (IKN). Tantangan tersebut antara lain terbatasnya sumber daya manusia terampil, kendala anggaran, kesenjangan pengetahuan dan keterampilan, koordinasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, perubahan teknologi, dan inovasi. Tantangan-tantangan tersebut memengaruhi efektivitas dan efisiensi pembangunan, serta kesinambungan pembangunan Ibu Kota Negara Baru. Dalam mengatasi tantangan tersebut, strategi yang direkomendasikan mencakup komitmen pemerintah untuk menyediakan sumber daya yang memadai, mengembangkan kebijakan yang mendukung, dan kerja sama yang erat antara semua pemangku kepentingan terkait. Selain itu, pendekatan partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan dianggap penting untuk memastikan keberhasilan peningkatan kapasitas. Melalui pelibatan semua pihak, pengakuan terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat, serta penggunaan pendekatan yang berkelanjutan, pembangunan Ibu Kota Negara Baru dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 15 No. 2 (2023).
Copyright (c) 2023 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.