Model Inovasi Pelayanan Pemerintah Daerah dalam Mitigasi Bencana
DOI:
https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.383-394Kata Kunci:
inovasi, manajemen bencana, mitigasiAbstrak
Indonesia memiliki keadaan geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang rawan terhadap bencana dengan frekuensi yang relatif tinggi, sehingga memerlukan penanganan bencana yang sistematis, terpadu, serta terkoordinasi. Adapun bencana yang terjadi hingga tahun 2020 didominasi oleh bencana alam hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kekeringan sampai kebakaran hutan dan lahan (BNPB, 2021). Tujuan dari kajian ini ialah untuk mengidentifikasi model inovasi pelayanan Pemerintah Daerah pada mitigasi bencana. Kajian ini memakai metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi kepustakaan, FGD, dan wawancara terhadap pihak-pihak terkait inovasi mitigasi bencana di lokasi kajian. hasil temuan lapangan memberikan gambaran bahwa inovasi SDIS yang diterapkan oleh Kabupaten Sleman termasuk inovasi terbaik dalam penanganan erupsi Gunung berapi sebab inovasi ini telah diinisiasi Dari tahun 2016 dan terus mengalami penyempurnaan hingga kini. di Kota Semarang khusus untuk bencana banjir, alat Early Warning System yang dipasang di beberapa titik sebagai inovasi terbaik dalam penanganan banjir meskipun ada kesulitan pemasangan di titik tertentu karena kontur geografis yang tidak memungkinkan. sementara buat Kabupaten Sumedang, inovasi mereka melalui SITABAH masih perlu pengembangan lebih lanjut untuk menjadi inovasi terbaik pada mitigasi tanah longsor, karena adanya keterbatasan dalam sarana prasarana serta sdm. Selain itu aplikasi juga masih bersifat satu arah. dari ketiga model inovasi mitigasi kebencanaan tersebut, inovasi SDIS adalah inovasi yang telah berhasil diterapkan oleh BPBD Kabupaten Sleman. Khususnya pada fitur “jarak saya Merapi†yang dapat diakses secara daring, sehingga model inovasi ini bisa direplikasi pada daerah lain.
Unduhan
Referensi
Behlert, B., Diekjobst, R., Felgentreff, C., Manandhar, T., Mucke, P., Pries, L., Radtke, K., & Weller, D. (2020). WorldRiskReport 2020—Focus: Forced Displacement and Migration. Bündnis Entwicklung Hilft. https://reliefweb.int/report/world/worldriskreport-2020-focus-forced-displacement-and-migration
BNPB. (2014). Dana Penanggulangan Bencana BNPB. BNPB. https://bnpb.go.id/berita/dana-penanggulangan-bencana-bnpb
Budiarti, W., Gravitiani, E., & Mujiyo. (2017). Upaya Mitigasi Banjir di Sub DAS Samin Melalui Pengembangan Masyarakat Tangguh Bencana. Jurnal Teknologi Lingkungan, 18(2), 241–250. https://doi.org/10.29122/jtl.v18i2.962
Chan, C.-S., Nozu, K., & Zhou, Q. (2020). Tourism Stakeholder Perspective for Disaster-Management Process and Resilience: The Case of the 2018 Hokkaido Eastern Iburi Earthquake in Japan. Sustainability, 12(19), 7882. https://doi.org/10.3390/su12197882
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Hariyanti, M. (2015, May 28). Analisis Data Kualitatif Miles dan Hubermen. Kompasiana. https://www.kompasiana.com/meykurniawan/556c450057937332048b456c/analisis-data-kualitatif-miles-dan-hubermen
Hutauruk, T. R. (2010). Tinjauan Daya Inovasi Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan Desentralisasi di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Borneo Administrator, 6(3). https://doi.org/10.24258/jba.v6i3.66
Khafifah, N. (2018, January 31). Indonesia Kekurangan Alat Pendeteksi Gempa. KumparanNews. https://kumparan.com/kumparannews/indonesia-kekurangan-alat-pendeteksi-gempa/full
Mansur, A. N., Taufik, A., & Nurmaeta, St. (2020). Eksistensi Nilai Lokal dalam Inovasi Pemerintah Daerah Studi Kasus: Program Brigade Siaga Bencana (BSB) di Kabupaten Bantaeng. Gorontalo Journal of Government and Political Studies, 3(1), 11–23. https://doi.org/10.32662/gjgops.v3i1.740
Nasyiruddin, Muhammadiah, & Badjido, M. Y. (2015). Strategi Pemerintah Daerah dalam Penanggulangan Bencana Banjir di Kabupaten Bantaeng. Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(2), 157–173. https://doi.org/10.26618/ojip.v5i2.121
Noor, I. (2013). Desain Inovasi Pemerintahan Daerah. Universitas Brawijaya Press.
Oswaronto, E., Saleh, M., & Harjito. (2020). PDPGR (Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong) sebagai Inovasi dalam Penanganan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Bumi di Kabupaten Sumbawa Barat. Jurnal Tambora, 4(3), 13–20. https://doi.org/10.36761/jt.v4i3.787
Priambodo, S. A. (2009). Panduan Praktis Menghadapi Bencana: Badai, Banjir, Gempa Bumi, Letusan Gunung Api, Kerusuhan Massal, Teror Bom, Kebakaran, Polusi Lingkungan. Penerbit Kanisius.
Pusparisa, Y. (2021, January 19). 2010-2020: Dekade Penuh Bencana Bagi Indonesia. Databoks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/01/19/2010-2020-dekade-penuh-bencana-bagi-indonesia
Rikin, A. S. (2020, December 14). Dalam Setahun, Bencana Alam Telan 360 Korban Jiwa, 6 Juta Mengungsi. Beritasatu. https://www.beritasatu.com/nasional/709313/dalam-setahun-bencana-alam-telan-360-korban-jiwa-6-juta-mengungsi
Riyalda, B. F., Turyana, I., & Santoso, E. W. (2018). Sistem Informasi Bencana Tanah Longsor (Si-Benar) Berbasis Web untuk Wilayah Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Alami: Jurnal Teknologi Reduksi Risiko Bencana, 2(2), 131–138. https://doi.org/10.29122/alami.v2i2.3102
Rogers, E. M., & Roger, G. (1983). Diffusion of Innovations (3rd ed.). Free Press.
Sadat, A. (2019). Intergovernmental dalam Penanganan Bencana Alam di Pemerintahan Daerah. Kybernan: Jurnal Studi Kepemerintahan, 2(1), 66–81. https://doi.org/10.35326/kybernan.v4i1.312
Soesanto, H. (2017). Development of Innovation Project as the Result of Leadership Training Through the Innovation Actor Collaboration Model in the Region. Jurnal Bina Praja, 9(2), 335–343. https://doi.org/10.21787/jbp.09.2017.335-343
Song, W., Lee, D., Choi, C.-I., & Choi, J. (2019). Development of a Customer Friendly GIS-based Disaster Management System in South Korea. Journal of Distribution Science, 17(11), 27–34. https://doi.org/10.15722/JDS.17.11.201911.27
Sudibyakto, H. A. (2011). Manajemen Bencana di Indonesia ke Mana? Gadjah Mada University Press.
Wandari, S. (2020, September 22). Pagu Anggaran BNPB 2021 Capai Rp813,12 Miliar. Media Indonesia. https://mediaindonesia.com/humaniora/346819/pagu-anggaran-bnpb-2021-capai-rp81312-miliar
Widjaya, K. P. W. (2008). Pengaruh Manajemen Bencana Terpadu dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat Korban Bencana terhadap Keberfungsian Sosial Keluarga Korban Studi Kasus Masyarakat Korban Bencana Luapan Lumpur Lapindo Sidoarjo di Lokasi Pengungsian Pasar Baru, Porong. Universitas Indonesia.
Wilkin, J., Biggs, E., & Tatem, A. (2019). Measurement of Social Networks for Innovation within Community Disaster Resilience. Sustainability, 11(7), 1943. https://doi.org/10.3390/su11071943
Zufrizal. (2021, May 1). BNPB : 1.205 Bencana Alam Terjadi Selama 1 Januari-30 April 2021. Kabar24. https://kabar24.bisnis.com/read/20210501/15/1389038/bnpb-1205-bencana-alam-terjadi-selama-1-januari-30-april-2021
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Penulis

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



















