Beralih ke bagian utama
Artikel Riset Asli Akses Terbuka Terakreditasi SINTA 2

Finding Out the Potency of Nusa Tenggara Timur in Poverty Allevation

The Effect of Local Government's Policy

DOI
10.21787/jbp.09.2017.231-242
Tanggal Terbit & Halaman
28 November 2017 · Hlm. 231-242
Riwayat Naskah
Diterima16 Agu 2017 Disetujui27 Nov 2017 Terbit28 Nov 2017

1.416 Dilihat 875 Diunduh

Abstrak

Permasalahan kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah terjadi selama bertahun-tahun. Pelbagai upaya sudah dilaksanakan, tetapi tidak memberikan dampak yang signifikan. Permasalahan kemiskinan di NTT menjadi perhatian pemerintah Indonesia, bukan hanya karena jumlah rakyat miskin yang tinggi, melainkan juga berada di perbatasan wilayah Indonesia-Timor Leste. Pada dasarnya, baik disadari maupun tidak, NTT mempunyai potensi yang sangat besar di balik lahan kering dan pelbagai permasalahan sosial masyarakatnya. Beberapa potensi tersebut dapat dilihat dari lima sektor perekonomian daerah, yaitu kependudukan, kehutanan, pertanian dan peternakan, perdagangan, dan pariwisata. Artikel ini ditulis untuk menjelaskan besarnya potensi yang dimiliki oleh NTT dan cara pengelolaannya dalam rangka menekan angka kemiskinan. Pendekatan yang digunakan dalam artikel ini bersifat kualitatif dengan metode tinjauan pustaka dalam pengumpulan data. Tidak ada metode khusus yang digunakan untuk menganalisis isu yang diangkat dalam artikel ini; analisis hanya dilakukan berdasarkan data, situasi dan kondisi terkini. Berdasarkan analisis dalam artikel ini, ada banyak potensi di NTT, tetapi belum dikembangkan dengan baik, sedangkan masyarakat berpasrah pada kondisi yang ada, sehingga tidak ada pencapaian yang signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Pendayagunaan potensi ini dapat dilakukan secara optimal melalui upaya-upaya strategis, efektif, dan efisien yang didukung oleh pemerintah, baik nasional maupun daerah, dan masyarakat NTT. Melalui optimalisasi pendayagunaan potensi ini, tingkat kemiskinan di NTT dapat terus ditekan.

Baca Naskah Lengkap

Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 9 No 2 (2017).

Buka PDF