Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 15 No 3 (2023).
956 Dilihat 1.305 Diunduh
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan ekonomi agrikultur di setiap kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur dengan menggunakan metode Location Quotient (LQ), Shift Share (SS), Tipologi Klassen, dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Dalam konteks pertumbuhan ekonomi agrikultur di Provinsi Jawa Timur, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kontribusi dan perkembangan sektor keuangan agrikultur di tingkat kabupaten/kota. Metode LQ digunakan untuk mengidentifikasi sektor ekonomi, industri agrikultur, dan ekonomi primer di setiap kabupaten/kota. Sebaliknya, metode SS menganalisis pergeseran pertumbuhan ekonomi agrikultur antar kabupaten/kota. Selain itu, tipologi Klassen memberikan gambaran umum tentang pengelompokan kuadran ekonomi. Terakhir, SIG digunakan untuk memvisualisasikan hasil analisis spasial, yang membantu mengidentifikasi pola geografis dan distribusi pembangunan ekonomi agrikultur di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berharga bagi para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan pelaku industri, dalam merencanakan kebijakan pembangunan agrikultur dan ekonomi yang lebih efektif di setiap daerah/kota. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi untuk penelitian lebih lanjut di Provinsi Jawa Timur.
Analysis of Agricultural Economic Development in East Java Province
This study aims to analyze the development of the agricultural economy in each regency/city in East Java Province using the Location Quotient (LQ), Shift Share (SS), Klassen Typology, and Geographic Information System (GIS) methods. In the context of agricultural economic growth in East Java Province, this study aims to gain a deeper understanding of the contribution and development of the agricultural financial sector at the regency/city level. The LQ method was used to identify the economic, agricultural industry, and the primary economy in each regency/city. In contrast, the SS method analyzes shifts in agricultural economic growth between districts/cities. In addition, Klassen typology provides an overview of the economic quadrant groupings. Finally, GIS is used to visualize spatial analysis results, which helps identify the geographic patterns and distribution of agricultural economic development in Indonesia. This research is expected to provide valuable insights for stakeholders, including government and industry players, in planning more effective agricultural and economic development policies in each region/city. The results of this study can also be a reference for further research in East Java Province.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 15 No 3 (2023).
Hak Cipta (c) 2023 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.