Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 15 No 2 (2023).
Studi Penanganan COVID-19 di Bumi Raja-Raja
1.551 Dilihat 974 Diunduh
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan transformasional Kepala Desa dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di wilayah Provinsi Maluku yang dikenal dengan sebutan Bumi Raja-Raja. Kepala desa disebut "Bapa Raja" karena posisinya sebagai tokoh masyarakat, tokoh agama, dan bahkan tokoh adat karena seorang Bapa Raja harus memiliki garis keturunan bangsawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian eksploratif dan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bapa Raja memainkan peran kunci dalam memperkuat kapasitas lokal, mengatasi potensi risiko, dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di desa. Mereka tidak hanya memperkuat pemberdayaan lokal tetapi juga mengatasi dan mengurangi potensi dan memenuhi kebutuhan dasar di desa dengan melakukan tindakan nyata dan memanfaatkan sumber daya lokal secara proaktif dan berdampak positif dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 serta mendukung pemerintah daerah dalam melaksanakan kebijakan dan program penanggulangan pandemi. Rekomendasi studi adalah memperkuat peran Bapa Raja sebagai agen kolaboratif bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Dengan demikian, di masa depan, Bapa Raja sebagai pemimpin lokal sekaligus tokoh adat dan tokoh masyarakat dapat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi krisis sekaligus menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakatnya.
Transformational Leadership in Times of Crisis: Study of Handling COVID-19 in Bumi Raja-Raja
This study aims to analyze the transformational leadership of Village Heads in efforts to break the chain of the spread of COVID-19 in the Maluku Province area known as Bumi Raja-Raja. Village heads are called "Bapa Raja" because of their position as community leaders, religious leaders, and even traditional leaders because a Bapa Raja must have a noble lineage. This study used a qualitative method with an exploratory and descriptive research approach. Data collection techniques using in-depth interviews, observation and literature review. The results showed that Bapa Raja plays a key role in strengthening local capacity, addressing potential risks, and meeting the basic needs of people in the village. They not only strengthen local empowerment but also overcome and reduce potential and fulfil basic needs in villages by taking concrete action and utilizing local resources pro-actively and having a positive impact in breaking the chain of the spread of COVID-19 and supporting local governments in implementing policies and pandemic response programs. The study recommendation is to strengthen the role of Bapa Raja as a collaborative agent for local governments to increase active community participation in efforts to break the chain of spread of the COVID-19 virus. Thus, in the future, Bapa Raja, as a local leader as well as a traditional & community figure, can be the main force in facing crises while maintaining the stability and prosperity of their community.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 15 No 2 (2023).
Hak Cipta (c) 2023 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.