Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 14 No 3 (2022).
Sekelumit Keluh Kesah dan Permasalahan Petani di Desa Mutunggeding
1.212 Dilihat 1.190 Diunduh
Strategi penanggulangan kemiskinan harus mengacu pada siapa dan mengapa kemiskinan terjadi agar program pembangunan berkelanjutan efektif bagi kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi permasalahan rumah tangga petani di Desa Mutunggeding Kecamatan Umalulu Kabupaten Sumba Timur dengan gambaran aset alam dan sumber daya manusia dan fisik. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif berdasarkan data sekunder dan primer dari observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan 102 petani yang dipilih secara acak untuk menjawab 41 pertanyaan kunci. Hasil kajian menemukan bahwa sebagian besar petani adalah petani muda yang memiliki sawah dan kebun, berpendidikan rendah dan memiliki keterampilan penunjang serta kesehatan yang baik. Namun, aset tanah tersebut belum berfungsi optimal untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga karena kelangkaan pupuk bersubsidi, minimnya traktor tangan, dan distribusi air irigasi yang tidak merata. Kondisi ini akan semakin parah jika petani harus menanggung beban adat dan budaya, sehingga harus berutang dan menggadaikan sawahnya. Di sisi lain, kekuatan aset sosial masyarakat merupakan modal yang kuat untuk bertahan melawan kemiskinan. Oleh karena itu, Pemerintah perlu memperkuat sinergi kelompok tani, BP3K pertanian, dan BUMDesa dalam mengatasi permasalahan mendasar yang dialami petani dan juga perlu memperkuat kapasitas kelembagaan BUMDesa sebagai landasan peningkatan ekonomi rakyat.
Farmers and Poverty: Farmer Complaints and Problems in Mutunggeding Village
Poverty reduction strategies should refer to who and why poverty occurs to make sustainable development programs effective for the welfare of society. The research aims to describe the problem conditions of the farmer households in Mutunggeding Village, Umalulu District, East Sumba Regency, with an overview of natural assets and human and physical resources. The research method used descriptive qualitative based on secondary and primary data from observations, documentation, and in-depth interviews with 102 randomly selected farmers to answer 41 key questions. The study results found that most farmers were young farmers with paddy fields and gardens, had low education and had supporting skills and good health. However, these land assets have yet to function optimally to meet household economic needs due to a scarcity of subsidized fertilizers, minimal hand tractors, and uneven distribution of irrigation water. This condition will be even more severe if the farmer must bear the burden of customs and culture, so you must go into debt and pawn your paddy fields. On the other hand, the strength of the community's social assets is a strong capital to survive against poverty. Therefore, the Government needs to strengthen the synergy of farmer groups, agricultural BP3K, and BUMDesa in overcoming the fundamental problems experienced by farmers and also needs to strengthen the institutional capacity of BUMDesa as a foundation for improving the people's economy.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 14 No 3 (2022).
Hak Cipta (c) 2022 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.