Baca Naskah Lengkap
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 14 No 1 (2022).
1.252 Dilihat 814 Diunduh
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok memiliki peran penting dalam penyediaan layanan publik di Kota Depok, terutama dalam hal perizinan. Selama 4 Tahun terakhir, tren capaian realisasi investasi di Kota Depok menunjukkan tren yang positif pada tahun 2017 dan 2018. Di masa pandemi, realisasi investasi menurun karena Covid-19, namun permintaan masyarakat untuk mengajukan perizinan usaha masih cukup tinggi. Dari 77 jenis layanan perizinan, selama Tahun 2021 telah diterbitkan 29.491 perizinan. Hal tersebut menunjukkan bahwa DPMPTSP Kota Depok memiliki peran penting dalam penyediaan layanan perizinan di Kota Depok. Di masa pandemi, DPMPTSP Kota Depok memerlukan penguatan dalam pelayanan perizinan terkait dengan peningkatan investasi. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah; Bagaimana strategi penguatan pelayanan perizinan dan non perizinan pada DPMPTSP kota Depok yang disusun melalui analisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan post-positivism, di mana secara deduktif menggunakan operasionalisasi konsep SWOT untuk menemukan score nilai IFAS (Internal Factor Analysis Strategies) dan score nilai EFAS (External Factor Analysis Strategies). Hasil analisis menunjukkan bahwa DPMPTSP Kota Depok memiliki modal kekuatan dan peluang dengan skor yang meyakinkan. Sehingga, dimungkinkan untuk dilakukan ekspansi. Namun, di sisi lain juga memiliki kelemahan dan ancaman yang cukup berat sehingga diperlukan pemberdayaan di bidang pelayanan prima, Kerjasama/ networking, dan peningkatan kapasitas digitalisasi khususnya dalam hal pemasaran produk atau program investasi di Kota Depok.
Developing Depok’s Government Strategies for Strengthening the Public Services Using SWOT Analysis
The Depok City One-Stop Integrated and Investment Service (DPMPTSP) has an important role in providing public services in Depok City, especially in licensing services. During the last four years, the trend of investment realization in Depok City showed a positive trend in 2017 and 2018. During the pandemic, investment realization decreased due to the Covid-19 pandemic, but public demand for business permits is still quite high. Of the 77 types of licensing services, during the year 2021, 29,491 licenses have been issued. This shows that DPMPTSP has an important role in providing licensing services in Depok City. During the pandemic, the DPMPTSP requires strengthening licensing services related to increasing investment. The objectives of this research are; How is the strategy for strengthening licensing and non-licensing services at the DPMPTSP through an analysis of the organization's internal and external environmental factors. This study uses a post-positivism approach, which deductively uses the operationalization of the SWOT concept to find IFAS (Internal Factor Analysis Strategies) and EFAS (External Factor Analysis Strategies) scores. The analysis results show that DPMPTSP Depok City has the capital of strengths and opportunities with a convincing score. Thus, it is possible to do an expansion. However, on the other hand, it also has weaknesses and threats that are quite severe, so empowerment is needed in the field of excellent service, cooperation/networking, and increasing digitalization capacity. The recommendation given is that the strengthening of the Depok City DPMPTSP must be directed to minimize weaknesses and threats.
Isi lengkap artikel ini tersedia dalam format PDF. Versi resmi yang diterbitkan pada Vol 14 No 1 (2022).
Hak Cipta (c) 2022 Penulis. Artikel ini dilisensikan di bawah CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.