Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 17 No. 1 (2025).
The Perspective of the Social Connection Model in Sumbawa Regency
402 Views 537 Downloads
This study examines poverty alleviation efforts in the Sumbawa Regency through the lens of the Social Connection Model proposed by Iris Marion Young. Despite various government interventions, poverty remains a persistent challenge in this regency. The study investigates how strengthening social connections among stakeholders (government institutions, local communities, the private sector, and civil society organizations) can create more effective poverty reduction strategies. Using a qualitative approach, the study identifies structural barriers to poverty alleviation and explores how collective responsibility and joint action can address these barriers. The findings reveal that poverty in Sumbawa Regency is exacerbated by weak inter-institutional coordination, limited community participation in policy development, and insufficient attention to local contexts and cultural factors. The study demonstrates that applying the principles of the Social Connection Model, such as collective responsibility, forward-looking action, and collaborative governance, can significantly enhance poverty reduction outcomes. This research contributes to the growing literature on participatory approaches to poverty alleviation by offering practical insights for policymakers and development practitioners working in rural Indonesian contexts.
Penanggulangan Kemiskinan: Perspektif Model Koneksi Sosial di Kabupaten Sumbawa
Studi ini mengkaji upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sumbawa melalui perspektif Model Koneksi Sosial yang diusulkan oleh Iris Marion Young. Meskipun telah dilakukan berbagai intervensi pemerintah, kemiskinan tetap menjadi tantangan yang berkelanjutan di kabupaten ini. Studi ini menyelidiki bagaimana penguatan koneksi sosial antar pemangku kepentingan (lembaga pemerintah, masyarakat lokal, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil) dapat menciptakan strategi penanggulangan kemiskinan yang lebih efektif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini mengidentifikasi hambatan struktural dalam penanggulangan kemiskinan dan mengeksplorasi bagaimana tanggung jawab kolektif dan aksi bersama dapat mengatasi hambatan tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan di Kabupaten Sumbawa diperparah oleh lemahnya koordinasi antarlembaga, terbatasnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan kebijakan, dan kurangnya perhatian terhadap konteks lokal dan faktor budaya. Studi ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip Model Koneksi Sosial, seperti tanggung jawab kolektif, tindakan berwawasan ke depan, dan tata kelola kolaboratif, dapat meningkatkan hasil penanggulangan kemiskinan secara signifikan. Penelitian ini berkontribusi pada perkembangan literatur tentang pendekatan partisipatif dalam penanggulangan kemiskinan dengan menawarkan wawasan praktis bagi para pembuat kebijakan dan praktisi pembangunan yang bekerja di konteks pedesaan Indonesia.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 17 No. 1 (2025).
Copyright (c) 2025 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.