Read the Full Text
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 17 No. 3 (2025).
Impact Analysis and Service Enhancement for Strengthening Internal Supervision
849 Views 839 Downloads
Digital transformation in the public administration sector has triggered significant changes in governance, with a focus on improving transparency, efficiency, and strengthening public trust through the implementation of e-Government initiatives. In Indonesia, where there is a tendency toward skepticism toward government institutions, the use of digital solutions such as the SiMAWAS platform implemented in Pekalongan Regency aims to strengthen internal oversight. This study proposes the development of an online consultation feature on the SiMAWAS platform to address the limitations of one-way communication that have hitherto constrained productive interaction between the Internal Government Oversight Agency (APIP) and the entities under its supervision. By adopting a design-based research approach based on the Lean User Experience (Lean UX) methodology, this study identifies user needs through documentation studies, informal interviews, and non-participant observations. A high-level prototype was developed using Figma, which includes consultation features, automated route settings, and real-time notification systems. Prototype testing was conducted using the Cognitive Walkthroughs and System Usability Scale (SUS) methods, involving 30 respondents, with an average SUS score of 82.5, indicating a good level of usability. The developed feature enables two-way communication, reduces response time, and enhances transparency through clear and open documentation of interactions. Despite challenges in terms of digital literacy and limited internet access, inclusive user-based design provides a more accessible solution for various user groups. The findings of this study contribute a practical model that can be adapted by local governments to strengthen internal oversight functions by utilizing interactive digital tools, in line with e-Government principles of creating accountability and expanding public engagement.
Inovasi Tata Kelola Melalui SiMAWAS: Analisis Dampak dan Peningkatan Layanan untuk Memperkuat Pengawasan Internal
Transformasi digital di sektor administrasi publik telah memicu perubahan signifikan dalam tata kelola, dengan fokus pada peningkatan transparansi, efisiensi, dan penguatan kepercayaan publik melalui implementasi inisiatif e-Government. Di Indonesia, yang cenderung skeptis terhadap lembaga pemerintah, penggunaan solusi digital seperti platform SiMAWAS yang diimplementasikan di Kabupaten Pekalongan bertujuan untuk memperkuat pengawasan internal. Studi ini mengusulkan pengembangan fitur konsultasi online pada platform SiMAWAS untuk mengatasi keterbatasan komunikasi satu arah yang selama ini menghambat interaksi produktif antara Badan Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dan entitas di bawah pengawasannya. Dengan mengadopsi pendekatan penelitian berbasis desain berdasarkan metodologi Lean User Experience (Lean UX), studi ini mengidentifikasi kebutuhan pengguna melalui studi dokumentasi, wawancara informal, dan observasi non-partisipan. Sebuah prototipe tingkat tinggi dikembangkan menggunakan Figma, yang mencakup fitur konsultasi, pengaturan rute otomatis, dan sistem notifikasi waktu nyata. Pengujian prototipe dilakukan menggunakan metode Cognitive Walkthroughs dan System Usability Scale (SUS), melibatkan 30 responden, dengan skor SUS rata-rata 82,5, menunjukkan tingkat kegunaan yang baik. Fitur yang dikembangkan memungkinkan komunikasi dua arah, mengurangi waktu respons, dan meningkatkan transparansi melalui dokumentasi interaksi yang jelas dan terbuka. Terlepas dari tantangan dalam hal literasi digital dan akses internet yang terbatas, desain berbasis pengguna yang inklusif memberikan solusi yang lebih mudah diakses untuk berbagai kelompok pengguna. Temuan studi ini memberikan model praktis yang dapat diadaptasi oleh pemerintah daerah untuk memperkuat fungsi pengawasan internal dengan memanfaatkan alat digital interaktif, sejalan dengan prinsip e-Government dalam menciptakan akuntabilitas dan memperluas keterlibatan publik.
The full text of this article is available as PDF. Version of record published in Vol. 17 No. 3 (2025).
Copyright (c) 2025 Author(s). This article is licensed under CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0.